Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Konstruksi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Interdisipliner dalam Menanamkan Sikap Religius Peserta Didik Muhammad Khakim Ashari; Moh Faizin; Usman Yudi; Yahya Aziz; Hadi Irhami
Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Vol 6 No 2 (2023): Islamic Culture
Publisher : LPPM Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/almada.v6i2.3313

Abstract

Pembelajaran pendidikan Agama Islam (PAI) selama ini masih menggunakan pendekatan monodisipliner, yang artinya PAI masih berjalan sendiri dalam pengembangan kurikulumnya. PAI menjadi salah satu pelajaran penting bagi pembentukan kepribadian yang beriman dan berkarakter. Sebagai salah satu solusi yang harus dilaksanakan adalah dengan penerapan pembelajaran PAI interdisipliner. Dengan pendekatan ini, pembelajaran tidak hanya berisi materi keagamaan, namun juga terdapat materi-materi dari kajian ilmu lain yang diinsersikan. Artinya, dengan pembelajaran interdisipliner setiap anak didik akan mendapat pengetahuan dan pengalaman belajar yang lebih luas dan bermakna. Studi ini merupakan jenis penelitian literature review. Dalam penelitian ini menggunakan sumber data yang berasal dari artikel jurnal penelitian, buku, dan lainnya. Teknik analisis data menggunakan content analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran PAI yang sebagian besar diterapkan adalah termasuk monodisipliner. Sebab ada “ketakutan” untuk mengeksplorasi materi-materi keagamaan yang bersifat dogmatis. Penerapan pembelajaran dengan pendekatan interdisipliner dalam PAI seyogyanya dapat diintegrasikan dengan beberapa mata pelajaran, seperti ilmu pengetahuan alam, teknologi informasi, ilmu pengetahuan sosial, dan pendidikan kewarganegaraan. Dibutuhkan kualitas guru yang mumpuni dalam menerapkan pembelajaran interdisipliner ini, juga kerjasama antar guru bidang studi yang bertugas untuk mencari titik temu yang dapat diintegrasikan.
Upaya Peningkatan Kemampuan Literasi Digital melalui Pengenalan Lingkungan Persekolahan (PLP) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Moh. Faizin Moh. Faizin; Usman Yudi; Husniyatus Salamah Zainiyati
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2023): Agustus
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jkpi.2023.13.2.36-55

Abstract

Pembekalan keterampilan literasi digital tentang kemampuan menggunakan teknologi dan informasi dari perangkat digital secara efektif dan efisien dalam pembelajaran di sekolah diajarkan dalam PLP 1. Literasi digital dalam aspek penciptaan dan penulisan pengetahuan baru ditingkatkan. dan menjadi kewajiban mahasiswa selama PLP 2 dibuktikan dengan penyerahan artikel pada jurnal yang diakui secara nasional. Hal ini juga sesuai dengan persyaratan penerbitan artikel ilmiah yang ditetapkan dalam keputusan Dikti. Diharapkan melalui penelitian ini akan terjadi sinergi antara mahasiswa dan pengambil kebijakan terhadap kurikulum PAI, jurusan keguruan dan tarbiyah UIN Sunan Ampel Surabaya dengan tujuan untuk mendukung program literasi digital yang diambil alih oleh pemerintah. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif studi kasus (case study) yang dilakukan pada mahasiswa kurikulum PAI, tarbiyah dan jurusan keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya. Kajian ini diawali dengan review literatur tarbiyah UIN Sunan Ampel Surabaya dan kebijakan fakultas keguruan terkait literasi digital melalui program PLP. Kajian ini merupakan upaya mencari titik temu kegiatan di lapangan terkait upaya literasi digital melalui Program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLP) untuk Anak mahasiswa di PAI Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya. Analisis kebijakan dilakukan untuk menentukan dan mengkorelasikan tujuan dan cara untuk mencapainya. Pengembangan konsep literasi digital melalui program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLP) harus dilakukan untuk mengetahui diagram alir program PLP 1 dan PLP 2 Evaluasi kinerja dilakukan dengan tiga cara, yaitu: Pertama, Pre-test dan post-test bagi siswa PAI peserta Program Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLP). Kedua, Persentase pencapaian kewajiban setiap mahasiswa untuk mengirimkan makalah hasil penelitian lapangan pada jurnal yang diakui secara nasional. Ketiga,Persentase makalah siswa yang memenuhi syarat untuk dipublikasikan di jurnal yang diakui secara nasional. Untuk menjaga keunikan penelitian ini, harus dilakukan tanpa campur tangan dari pihak tarbiyah dan keguruan UINSA, pengawas PLP, dan mahasiswa program PLP yang langsung melibatkan keluarga.
Joyful Learning with App-Based Interactive Quizzes in Senior High Schools in the Digital Era Muhammad Khakim Ashari; Annisa Nidaur Rohmah; Usman Yudi
Cendekia Vol. 15 No. 02 (2023): Cendekia October 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v15i02.528

Abstract

This study aims to identify the use of app-based interactive quizzes in joyful learning. This study uses a systematic literature review (SLR) approach. Reference sources came from journal articles and books relevant to the discussion obtained from portals or official journal indexing websites. After obtaining the articles, the next step is to tabulate them based on the main discussion in the writing that has been compiled. The data analysis technique in this research uses content analysis. The results of this study show that joyful learning is urgent to be applied in learning, in order to produce optimal, participatory, creative and fun learning. Joyful learning is the answer to various learning problems. The use of application platforms for interactive quizzes can be integrated in joyful learning. There are several applications that support this, including kahoot!, quizizz and wordwall. These three applications can be used in learning, especially for interactive quizzes, to see students' learning progress and evaluation, train critical thinking and provide a more meaningful learning experience for students. These applications also have diverse and interesting features so that they can be organized to be more friendly and certainly relevant to the digital era as it is today.
Optimizing 21st-Century Skills through Marketplace Activity and Grouping Variations in Islamic Religious Education Amelia Khoirunisa; Moh. Faizin; Alaika M. Bagus Kurnia PS; Wiwin Luqna Hunaida; Usman Yudi
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol. 18 No. 1 (2026): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v18i1.8216

Abstract

slamic Religious Education learning is still often teacher-centered, limiting students’ active participation and the development of 21st-century skills. This study aims to analyze how the Marketplace Activity (MPA) model and variations in grouping strategies foster the four Cs (communication, collaboration, critical thinking, and creativity) in Islamic Religious Education classrooms. Using a qualitative case study design at a public senior high school in Sidoarjo, data were collected through observations, interviews, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings show that MPA promotes dynamic and meaningful learning interactions. Heterogeneous groups encourage diverse ideas, dialogic exchange, and critical reflection, while homogeneous groups support task efficiency and clarity of roles. The four Cs emerged as Islamic value-based learning outcomes: value-driven collaborative communication, spiritual-intellectual collaboration, reflective faith-based reasoning, and integrative Islamic creativity. This study concludes that MPA has strong potential as an integrative learning model that connects cognitive skill development with spiritual character formation, making Islamic Religious Education more relevant to the competence and morality demands of the 21st century. Practically, teachers are encouraged to design student-centered activities, apply flexible grouping structures aligned with learning objectives, and integrate faith-based values with higher-order thinking to strengthen both academic and spiritual outcomes.
The Integration of Islamic Essentialism and Existentialism in the Makhadiyah Educational System at Nurul Cholil Islamic Boarding School Moh Rieza Salmany; M. Yunus Abu Bakar; Moh Faizin; Mustofa Ali; Usman Yudi
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i2.406

Abstract

This study examines the integration of Islamic essentialist and existentialist values within the Makhadiyah educational system at Nurul Cholil Islamic Boarding School. The research is motivated by the need for an Islamic educational model that maintains spiritual authenticity while remaining responsive to contemporary social realities. The study aims to analyze how these two philosophical orientations are integrated into pesantren educational practices and how they contribute to santri character formation. This research employed a descriptive qualitative method with a case-study approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and institutional documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña through data condensation, data presentation, and conclusion verification. The findings reveal that Islamic essentialism is reflected in the preservation of turats, cultivation of adab, and continuous spiritual habituation that strengthen personal piety. Meanwhile, Islamic existentialism is implemented through community-oriented programs such as guru tugas, nasyrul ‘ilmi, and safari dakwah, which encourage self-actualization and social responsibility. The integration of these dimensions forms a holistic educational paradigm that balances spirituality, intellectuality, and humanity in shaping socially transformative santri. This study contributes theoretically by offering an integrative framework that bridges Islamic essentialism and existentialism within pesantren educational practices. Practically, the findings provide an alternative educational model for Islamic institutions seeking to preserve religious values while fostering students’ social engagement and contextual awareness in contemporary society.  
Transformation of Islamic Religious Education Learning from Conventional to Interactive: A Case Study of SMPN 35 Surabaya Firdanti Maqhfiroh; Moh. Faizin; Usman Yudi; Yahya Aziz
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.2823

Abstract

The purpose of this study is to describe the transformation of Islamic Religious Education (PAI) learning from conventional methods to interactive methods for class VIII-F students at SMPN 35 Surabaya. The research method used is a qualitative descriptive approach involving 33 students as subjects, while data was collected through three main techniques: observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that conventional learning, which is still dominated by lectures, memorization, and cognitive evaluation alone, causes students to tend to be passive, bored, and fed up. In contrast, the implementation of conventional learning through LKPD-based Problem Based Learning (PBL), mind mapping-based Project Based Learning (PjBL), and Kahoot-based digital game evaluation can increase student engagement, motivation, and deeper understanding. Students become more active in discussions, collaboration, and problem-solving, while the teacher acts as a facilitator. This study concludes that the integration of interactive learning with the Independent Curriculum is relevant for building Islamic Religious Education (PAI) learning that is more participatory, meaningful, and aligned with the demands of 21st-century skills.
Pembelajaran Menggunakan Media Interaktif Educaplay Terintegrasi Nilai Kejujuran untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Materi Fungsi Tangga di MAN Kota Surabaya Aulia Miftakhul Rohmah; Usman Yudi; Aning Wida Yanti
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i4.905

Abstract

Studi ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi dampak penggunaan media pembelajaran interaktif Educaplay, yang dikombinasikan dengan nilai kejujuran Islami, terhadap capaian belajar siswa kelas XII MAN Kota Surabaya dalam pokok bahasan fungsi tangga. Penelitian ini mengadopsi metodologi kuasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest–posttest untuk membandingkan performa belajar siswa sebelum dan setelah intervensi pembelajaran dilaksanakan. Partisipan studi mencakup 34 siswa yang ditentukan melalui metode purposive sampling, dengan kriteria seleksi didasarkan pada pencapaian akademik dan kesiapan belajar. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar matematika, yang meliputi soal pilihan ganda dan soal esai, dirancang berdasarkan indikator pencapaian kompetensi untuk materi fungsi tangga. Analisis data dilaksanakan dengan memanfaatkan statistik deskriptif guna memaparkan ciri-ciri prestasi belajar peserta didik. Selanjutnya, dilakukan pengujian normalitas sebagai landasan dalam menentukan metode analisis inferensial. Mengingat data yang ada tidak memenuhi asumsi distribusi normal, pengujian hipotesis dilaksanakan menggunakan metode Wilcoxon Signed Rank Test. Berdasarkan hasil analisis, nilai rata-rata Hasil belajar siswa meningkat sebesar 26,66 poin dari nilai rata-rata 53,41 pada tahap pretest menjadi 77,67 pada tahap posttest, dengan tingkat signifikansi 0,000 (< 0,05), menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest. Temuan ini mendukung gagasan bahwa Educaplay adalah alat interaktif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa. Selain itu, integrasi nilai kejujuran Islami menjadikan hasil belajar lebih bermakna karena mencerminkan kemampuan autentik siswa sekaligus mendukung pembentukan karakter positif.
Profile of Pancasila Students in Al-Farabi's Educational Philosophy Muhammad Khakim Ashari; Moh Faizin; Usman Yudi; Yahya Aziz
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 001 Februari (2023): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v5i2.176

Abstract

One of the famous Muslim philosophers among Muslims is al-Farabi who lived in the Middle Ages. Al-Farabi wrote many works numbering in the hundreds. Through various thoughts and the fruits of his work which were then followed and continued to be studied by subsequent generations to the present. However, not many of his works have been found in their entirety, of the hundreds of works produced, only a few have been preserved and can be studied to this day. A number of his works have been re-translated into several world languages, therefore his thoughts are widely spread throughout the world because they are studied by many groups. The description in this paper is to discuss al-Farabi's various theories related to Islamic educational philosophy, starting from thoughts about God, human beings, reason, the nature of education, educational material or curriculum, and also a discussion of al-Farabi's educational philosophy of thought. This research is included in the research library research. The data from this study came from books, journals and various articles related to the research theme. Data analysis in this study uses content analysis. The result of this study is that in viewing Islamic education, al-Farabi must integrate theoretical knowledge and implement educational values ​​at a practical level. Human success in achieving happiness in the world and the hereafter is determined by both, namely the integration of knowledge and noble morality. Al-Farabi when viewed from the perspective of Islamic educational philosophy, he is a figure with the al-diniy al-'aqlaniy or religious-rational wing. Al-Farabi's thoughts also correlate with the values ​​in the profile of Pancasila students, namely the aspects of faith and fear of God Almighty and noble character, as well as aspects of critical thinking.