Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Teknik Pursed Lip Breathing Terhadap Masalah Pola Nafas Tidak Efektif pada Klien CKD RSUD Sidoarjo Okta Abrilia Kustanti; Baitus Sholehah; Zainal Munir
Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 02 (2024): Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/ja.v2i02.511

Abstract

Penyakit Gagal Ginjal Kronik (GGK) atau nama lainnya chronic kidney disease menimbulkan berbagai kondisi patologi klinis pada tubuh, dan salah satu kondisi patologis yang umum yaitu terjadinya edema paru dimana memiliki tanda dan gejala yaitu sesak nafas akibat hipoksia yang disebabkan oleh penumpukan cairan dialveoli. Pursed Lip Breathing Exercise merupakan teknik latihan pernafasan yang dapat digunakan untuk meredakan gejala sesak nafas. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada klien yang menderita CKD dengan diagnosa keperawatan pola nafas tidak efektif menggunakan teknik pursed lip breathing di Ruang HCU RSUD Sidoarjo. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan pendokumentasian penerapan teknik pursed lip breathing exercise. Penerapan teknik pursed lip breathing exercise dilakukan 3 hari berturut turut dengan durasi 15 menit. Hasil evaluasi keperawatan berdasarkan catatan perkembangan menunjukkan bahwa, setelah dilakukan teknik pursed lip breathing exercise selama 3 kali pertemuan, indikator kriteria hasil tercapai sepenuhnya penurunan dispnea, penggunaan otot bantu nafas dan frekuensi nafas. Kesimpulan yang didapatkan yaitu berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik pursed lip breathing exercise menangani pola nafas efektif untuk digunakan karena adanya perubahan pola nafas/RR sebelum dan sesudah teknik yaitu dari pola nafas/RR tinggi menjadi turun.
PENGARUH PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SISWA SEBAGAI FIRST RESPONDER DI SMAN 1 SUBOH: THE INFLUENCE OF FIRST AID TRAINING ON STUDENTS' LEVEL OF KNOWLEDGE AND SKILLS AS FIRST RESPONDERS AT SMAN 1 SUBOH noer hayati; Baitus Sholehah; Zainal Munir
Jurnal Ilmiah Pamenang Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Imiah Pamenang (JIP)
Publisher : Stikes Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jip.v7i1.299

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Di seluruh penjuru dunia, kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama. Perlu disebutkan bahwa anak-anak dan remaja di bawah usia 25 tahun merupakan 30% dari korban kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, penyebab kematian paling mematikan bagi remaja berusia antara 15 dan 29 tahun adalah kecelakaan di jalan raya. Siapa pun dapat memberikan pertolongan pertama dalam keadaan apa pun. Tujuan: untuk mengetahui apakah ada pengaruh pelatihan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sebagai first responder di SMAN 1 Suboh. Metode: desain pra-eksperimental dengan desain one-group pre-post test. Hasil: hasil pretest tingkat pengetahuan 6,8% (baik), 60,8% (cukup) 32,4% (rendah), dan keterampilan 100,0% (rendah), hasil post test tingkat pengetahuan 81,1% (baik), 18,9% (cukup) dan keterampilan 94,6% (baik) 5,4% (cukup). Hasil uji Wicoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Z sebesar -7.214a dan -7.491a dan P value = 0,000 < α 0,005, maka H0 ditolak. Kesimpulan: Terdapat pengaruh pelatihan pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas terhadap pengetahuan dan keterampilan siswa sebagai first responder di SMAN 1 Suboh. Abstract   Background:. Throughout the world, traffic accidents are still a major public health problem. It is worth mentioning that children and teenagers under the age of 25 make up 30% of traffic accident victims. Therefore, the deadliest cause of death for teenagers between the ages of 15 and 29 is road accidents. Anyone can provide first aid under any circumstances. Objective: to find out whether there is an influence of traffic accident first aid training on the level of knowledge and skills of high school (SMA) students as first responders at SMAN 1 Suboh. Method: pre-experimental design with one-group pre-post test design. Results: pretest results of knowledge level 6.8% (good), 60.8% (fair) 32.4% (low), and skills 100.0% (low), post test results of knowledge level 81.1% (good), 18.9% (fair) and skills 94.6% (good) 5.4% (fair). The Wicoxon Signed Rank Test results obtained Z values ​​of -7.214a and -7.491a and P value = 0.000 < α 0.005, so H0 was rejected.. Conclusion: There is an influence of traffic accident first aid training in increasing students' knowledge and skills as first responders at SMAN 1 Suboh.
The Effect of Health Education Using Flipchart Media Compliance TB medicine (OATS) in TB Clients Nurramadhani, Adelya Salsabilah; Fauzi, Ahmad Kholid; Munir, Zainal
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11167

Abstract

BEdukasi kesehatan menggunakan media flipchart terhadap kepatuhan minum obat anti-tuberkulosis (OAT) pada Klien TB paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan satu kelompok pre-post. Sebanyak 86 responden dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan yang telah teruji validitas dan reliabilitas, dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 < α 0,05, yang mengindikasikan adanya peningkatan signifikan dalam kepatuhan minum obat OAT sebelum dan setelah edukasi kesehatan menggunakan media flipchart karakteristik responden penderita tuberkulosis (TB) paru  menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi di kalangan pria dibandingkan wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total data responden, mayoritas kasus TB paru diidentifikasi pada pria. Data ini didukung oleh distribusi frekuensi yang menunjukkan dominasi pria sebagai kelompok yang paling banyak mengalami TB paru. Kesimpulan: media flipchart mampu menyampaikan informasi dengan jelas dan efektif, meningkatkan pemahaman Klien mengenai pentingnya kepatuhan terhadap regimen pengobatan TB, sehingga flipchart dapat digunakan sebagai alat edukasi karena secara signifikan dapat membantu memperbaiki kepatuhan pengobatan TB dengan memberikan informasi yang mudah diakses dan dipahami oleh Klien.
Dampak Video Edukasi Animasi terhadap Pengetahuan dan Perilaku Higienis Cuci Tangan Siswa SD Qomariyah, Linda; Fauzi, Ahmad Kholid; Munir, Zainal
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11229

Abstract

Tangan yang bersih akan mencegah berbagai penularan penyakit seperti diare, tipoid, hepatitis dan berbagai penyakit infeksi dan penyakit menular lainnya. Cuci tangan sering dianggap sebagai hal yang sepele di masyarakat, terutama pada anak-anak usia sekolah yang mempunyai kebiasaan kurang memperhatikan perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan, keterampilan dan perilaku mencuci tangan pakai sabun pada anak kelas 1 sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test design dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wicoxon dan uji MC Nemar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,00 > α 0,05, yang artinya menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan dengan media video animasi. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan, keterampilan dan perilaku mencuci tangan pakai sabun pada anak kelas 1 sekolah dasar. Implikasi: daya Tarik visual tinggi, pemahaman  dan pengetahuan yang lebih baik, penyebaran pesan cepat, peningkatan perilaku hidup sehat.
Edukasi Kesadaran Siswa Tentang Dampak Negatif Makanan Cepat Saji Terhadap Kesehatan Anak Zainal Munir; Ghifari Hiban Ashfihani; Aldo Jaiz Maulana Hidayatullah; Bintang Utama Putra; Fikri Aldi Maulana
Transformative Service Journal Vol 1 No 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Literasi Altruis Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Community Service Program was conducted for two months at MI Nurul Mun’im, focusing on nutrition education about fast food, which generally contains low nutritional value but high levels of saturated fats, sugars, salt, and calories. These components can trigger various health problems such as obesity, type 2 diabetes, hypertension, and other metabolic disorders. The low awareness among students regarding the long-term dangers of consuming such foods served as the main background for the importance of systematic nutrition education. The objective of this program was to improve students’ knowledge and awareness of the negative impacts of fast food consumption and to encourage the development of healthy eating habits from an early age. The implementation methods included interactive lectures, educational video screenings, quiz games, small group discussions, and the distribution of printed educational materials. The target participants were fifth- and sixth-grade students of MI Nurul Mun’im, totaling 70 students. The evaluation results showed that students gained a better understanding of fast food and the distinction between healthy and unhealthy foods. There was also an increase in their awareness of the dangers of fast food and their interest in adopting healthier eating patterns. The students’ enthusiasm during the Community Service activities brought many benefits both to the students and the school. Therefore, future long-term initiatives will focus on reducing fast food availability in the school canteen and providing quarterly mentoring sessions to update knowledge about healthy food.
Studi Fenomenologi : Pengalaman Perawat dalam Menangani Kegawatdaruratan Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Daerah X Jember Ratnasari, Widiya; Zainal Munir
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v8i2.45137

Abstract

Latar belakang : Sekitar 3% atau 3,8 juta bayi yang lahir setiap tahunnya di vonis mengalami asfiksia, dan 1 juta di antaranya meninggal karena kasus ini. Kasus asfiksia ini menjadi kasus penyebab kematian anak tertinggi kedua di Indonesia. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis lebih dalam mengenai pengalaman perawat yang menangani kasus asfiksia ini. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang melibatkan 8 partisipan dari Ruang Perinatologi Rumah Sakit Daerah X. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui metode wawancara mendalam dan di analisis menggunakan tehnik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi dan memberi gambaran tentang pengalaman perawat dalam penanganan kegawatdaruratan asfiksia. Hasil : Penelitian menunjukkan bahwa makna dari pengalaman bagi perawat menggambarkan situasi yang kompleks, mulai dari tantangan fisik dan emosional. Penelitian ini menghasilkan 4 tema yaitu Mampu beradaptasi dalam situasi darurat neonatal; Dinamika perasaan perawat dalam penanganan bayi asfiksia; Kondisi Klinis dalam Penanganan Kegawatdaruratan Asfiksia Neonatal; Strategi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Kesimpulan : Studi ini menunjukkan betapa pentingnya keterampilan, pengetahuan, dan kesiapan mental saat menghadapi kasus gawat darurat seperti asfiksia neonatal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mengurangi angka kematian bayi.