Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Keperawatan Pada Tn.J  Dengan Penerapan Terapi Generalis Dan Terapi Khusus Dzikir Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Di Ruangan Mandau 2 Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2023 Nisa Sukra Janna; Nia Aprilla; Syaparuddin Daud
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.41

Abstract

Dampak yang terjadi dari halusinasi adalah seseorang dapat kehilangan kontrol dirinya sehingga bisa membahayakan diri sendiri, orang lain maupun merusak lingkungan, hal ini terjadi dimana seseorang yang mengalami halusinasi sudah mengalami panik dan perilakunya dikendalikan oleh pikiran halusinasinya. Untuk itu dilakukanlah terapi generalis dan dzikir agar individu bisa memahami dengan tepat setiap perubahan-perubahan jiwa, timbul tenggelamnya kombinasi faktor-faktor jiwa yang sehat dan tidak sehat, kemudian berusaha memunculkan faktor-faktor jiwa yang sehat sehingga menekan faktor-faktor jiwa yang tidak sehat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan pada Tn.J dengan penerapan terapi generalis dan terapi khusus dzikir. Penelitian ini dilakukan tanggal 03 – 06 Juli 2023, Klien Tn.J berumur 42 tahun dengan diagnosa keperawatan yaitu gangguan persepsi sensori : halusinasi pendengaran. Intervensi keperawatan melakukan dengan pemberian terapi generalis dan psikoreligius dzikir untuk penderita halusinasi. Hasil implementasi menunjukkan mampu melakukan SP 1-4 dan terapi khusus dzikir pada Tn. J sehingga didapatkan evaluasi yaitu SP 1-4 dapat tercapai. Kesimpulan dari pemberian terapi generalis dan terapi khusus psikoreligius dzikir terjadi peningkatan kemampuan klien dalam mengendalikan halusinasi yang dialami serta dampak pada penurunan gejala halusinasi pendengaran yang dialami. Diharapkan pihak Rumah Sakit Jiwa dapat menggunakan hasil penerapan asuhan keperawatan sebagai bahan evaluasi dan pembuatan suatu ketentuan atau peraturan terkait pelayanan dengan pendekatan terapi generalis dan terapi dzikir.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perdarahan Post Partum Di RSUD Bangkinang Tahun 2020 Nislawaty Nislawaty; Nia Aprilla; Melani Melani
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i2.45

Abstract

Perdarahan postpartum merupakan penyebab tersering dari keseluruhan kematian akibat perdarahan obstetrik. Perdarahan primer adalah perdarahan yang terjadi dalam 24 jam pertama dan biasanya disebabkan oleh atonia uteri, robekan jalan lahir, sisa sebagian plasenta dan gangguan pembekuan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perdarahan post partum di Ruang Kebidanan RSUD Bangkinang tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan desain penelitian case control yang bersifat retrospektif. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh data ibu bersalin tahun 2019 sebanyak 233 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 66 orang menggunakan perbandingan 1:1, dimana untuk membandingkan kelompok kasus dan kelompok kontrol. Sampel kasus dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin yang mengalami perdarahan post partum tahun 2019 sebanyak 33 orang dan sampel kontrol yaitu ibu bersalin di RSUD Banginang tahun 2019 sebanyak 33 orang. Alat pengumpulan data menggunakan lembar checklist. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara retensio plasenta, atonia uteri, laserasi jalan lahir, umur dan paritas dengan perdarahan post partum dilihat nilai p value= [ (0,001), (0,007), (0,004), (0,003), (0,003)] dengan kejadian perdarahan post partum. Diharapkan bagi calon ibu agar selalu mengontrol kehamilan di tenaga kesehatan agar terdeteksinya kehamilan resiko tinggi yang menyebabkan perdarahan post partum serta tingkatkan pengetahuan bagi bidan dalam penatalaksanaan perdarahan post partum.
Asuhan Keperawatan Pada Ny.T Dengan Diabetes Mellitus Tipe Ii Di Ruangan Pejuang RSUD Bangkinang Tahun 2024 Angelina Amaliyah Putri; Nia Aprilla
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.60

Abstract

Diabetes mellitus (DM) adalah kondisi di mana kadar glukosa darah meningkat secara persisten, yang ditandai dengan ketidakstabilan glukosa darah (hiperglikemia), gangguan hormonal dapat menyebabkan disfungsi metabolik yang berpotensi memicu komplikasi kronis pada organ dan sistem tubuh seperti mata, ginjal, saraf, dan pembuluh darah. Diabetes mellitus dapat disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan pola hidup seseorang. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sampai melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan diabetes mellitus tipe II di ruang Pejuang RSUD Bangkinang Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang berbentuk studi kasus. Subjektif pada laporan kasus adalah Ny.T yang berusia 65 tahun dengan diabetes mellitus tipe II di ruang Pejuang RSUD Bangkinang yang dilakukan selama 4 hari pada tanggal 08 sampai 11 Mei 2024. Data yang didapatkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada saat pengkajian klien merasakan badan terasa lemas, tidak nafsu makan, mual-muntah, nyeri di kepala dan bagian kaki serta bengkak, dan sering buang air kecil. Peneliti menegakkan masalah utama dengan diagnosa keperawatan ketidakstabilan glukosa darah berhubungan dengan hiperglikemia (D.0027). Evaluasi keperawatan selama tiga hari pada klien yaitu masalah teratasi. Harapan peneliti dari penulisan laporan hasil studi kasus ini  sebagai pedoman bagi peneliti selanjutnya dalam melakukan penelitian tentang Diabetes Mellitus, bagi kampus: sebagai referensi dalam pembelajaran, dan bagi Rumah Sakit: sebagai referensi dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien.
Asuhan Keperawatan Pada An. A Dengan Post Op Appendisitis Di Ruangan Khodijah RSUD  Bangkinang Tahun 2024 Muhammad Aditya Aries; Nia Aprilla
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.78

Abstract

Appendisitis adalah suatu peradangan yang diakibatkan adanya infeksi. Appendisitis memerlukan tindakan pembedahan yang disebut dengan apendektomi. Appendisitis yang dibiarkan tanpa penanganan semakin lama maka resiko komplikasi yang ditimbulkan semakin besar dan bias menyebabkan pecahnya appendiks dan harus dilakukan laparatomi. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sampai melakukan evaluasi dari tindakan keperawatan yang telah dilakukan pada pasien dengan post op appendisitis di ruang Khadijah RSUD Bangkinang Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan metode pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengumpulan data dan dokumentasi. Subjek penelitian pada laporan kasus ini adalah An. A yang berusia 16 tahun dengan apendisitis. Penelitian dilakukan dari tanggal 17-19 Mei 2024. Data yang didapatkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada saat pengkajian pasien mengatakan nyeri perut kanan bawah, nyeri terasa berat ketika bergerak, nyeri terasa ketika ditekan dan dilepas, nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk. Peneliti dapat merumuskan masalah yang utama dengan diagnosa keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik dan gangguan pola tidur berhubungan dengan luka insisi.  Intervensi yang diberikan yaitu berikan teknik nonfarmakalogis untuk mengurangi rasa nyeri dengan cara teknik relaksasi nafas dalam dan mengidentikasi pola tidur pasien. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan pada An. A dengan post op appendisitis dilaksanakan sesuai rencana keperawatan yang telah disusun. Hasil kunjungan keperawatan selama tiga hari pada klien telah didapatkan dengan masalah teratasi. Harapan peneliti dari penulisan laporan kasus ini agar dapat memberikan atau sebagai acuan dalam asuhan keperawatan pada anak dengan masalah post op apendisitis
Pelatihan Antropometri pada Kader di Desa Balung Kabupaten Kampar Nia Aprilla; Rizki Rahmawati Lestari; Syafriani Syafriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kdtwnp02

Abstract

Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Salah satu cara untuk menentukan apakah seorang anak mengalami stunting atau tidak yaitu dengan pengukuran antropometri. Antropometri (ukuran tubuh) merupakan salah satu cara langsung menilai status gizi, khususnya keadaan energi dan protein tubuh seseorang. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan pelatihan kepada kader di desa Balung yang berjumlah 4 kader. Setalh dilakukan pelatihan, kader mampu melakukan pengukuran antropometri. Diharapkan kader mampu melakukan pengukuran antropometri, dan mampu melakukan tindak lanjut apabila ditemukan kasus stunting dengan segera.
Penyuluhan Tumbuh Kembang Anak di Kabupaten Kampar Nia Aprilla; Syafriani Syafriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/h52q1664

Abstract

Usia dini merupakan periode emas tumbuh kembang anak mengingat pada tahapan ini akan terjadi perkembangan yang sangat pesat pada anak. Perkembangan anak usia dini sendiri merupakan indikator strategis dalam membentuk modal manusia guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Penilaian perkembangan pada anak sangat penting dilakukan agar apabila ditemukan kecurigaan penyimpangan dapat segera dilakukan stimulasi dan intervensi dini sebelum kelainan terjadi. Adanya kasus stunting dan keterlambatan dalam bicara pada anak di Desa Balung menjadi latar belakang penulis untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Penyuluhan Tumbuh Kembang Anak di Kabupaten Kampar. Jumlah partisipan yang ikut dalam penyuluhan ini sebanyak 10 orang. Diharapkan orangtua mengetahui tentang pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai usia. Jika didapatkan pertumbuhan dan perkembangan tidak sesuai dengan usia, orangtua bisa secara dini membawa anaknya ke tenaga kesehatan.  
Penyuluhan tentang Kenakalan Remaja Nia Aprilla; Syafriani Syafriani; Zurahmi Z.R
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/kwh3bz58

Abstract

Masa remaja merupakan masa dimana seorang manusia sedang berada dalam pencarian jati dirinya, ingin mengenal siapa dirinya sebenarnya. Seorang manusia dikatakann remaja, jika ia sudah menginjak usia 17 tahun. Dalam usia ini, seorang manusia mengalami masa yang dinamakan masa pubertas. Saat pubertas, biasanya manusia ingin mencoba segala suatu yang baru dalam hidupnya, muncul berbagai macam gejolak emosi, dan banyak timbul masalah baik dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya. Bentuk kenakalan remaja banyak sekali, antara lain : Narkoba, free sex, tawuran, pergaulan bebas, dll. Kenakalan remaja kebanyakan dilakukan oleh mereka yang gagal dalam mengembangkan emosi jiwanya, mereka tidak bisa menahan diri terhadap hal baru yang masuk kedalam dirinya, yang menimbulkan sikap yang tidak seharusnya dilakukan. Kegiatan ini dilakukan di SD 001 Pulau dan diikuti oelh 22 anak remaja kelas VI.  Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada remaja apa saja yang temasuk kenakalan remaja, akibat kenakalan remaja.. diharapkan setelah penyuluhan, remaja mampu mencari jati dirinya dan tidak melakukan hal-hal negatif terhadap dirinya, orang lain dan lingkungan. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 03 Desember 2022 di SD Negeri 001 Pulau. Hasil dari penyuluhan ini, remaja mengetahui apa itu kenakalan remaja, akibat dan bagaimana supaya remaja terhindar dari perilaku kenakalan remaja.  Diharapkan agar dapat melakukan penyuluhan ditempat yang lain.
PKM Penyuluhan tentang Kebersihan Diri dan Lingkungan di SD Negeri 006 Salo Nia Aprilla; Afiah Afiah; Syafriani Syafriani
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ransew83

Abstract

Kebersihan diri (Personal hygiene) adalah kebersihan dan kesehatan perorangan yang bertujuan untuk mencegah timbulnya penyakit pada diri sendiri dan orang lain, baik secara fisik maupun psikologis yang mencakup perawatan kebersihan kulit kepala, rambut, mata, hidung, telinga, kuku, kulit, tangan, kaki dan area genital. Kebersihan lingkungan adalah menciptakan sebuah lingkungan yang sehat sehingga tidak gampang terserang atau terkena berbagai macam penyakit yang kapan saja bisa menyerang kita seperti demam berdarah, muntaber dan lain-lain. Ini dapat dicapai dengan menciptakan suatu lingkungan yang bersih indah dan nyaman. Kebersihan lingkungan meliputi kebersihan tempat tinggal, tempat bersekolah, tempat bekerja, dan berbagai sarana umum lainnya Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai kebersihan diri dan lingkungan sehingga peserta didik mampu meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan sehingga derajat kesehatan semakin meningkat. Pemberian penyuluhan mengenai kebersihan diri dan lingkungan pada siswa Sekolah Dasar Negeri 006 Salo menggunakan metode ceramah, presentasi dan video cukup efektif dibuktikan dengan saat tanya jawab setelah penjelasan, siswa-siswa mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh penyaji. Meningkatnya pengetahuan mengenai kebersihan diri setelah kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan anak di Sekolah Dasar Negeri 006 Salo mampu meningkatkan penerapan kebersihan diri dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan Menghardik Dan Menggambar Pada Tn. S Dengan Halusinasi Pendengaran Di Ruang Rokan Rumah Sakit JiwaTampan Provinsi Riau Tahun 2024 Wirdatul Jannah; Nia Aprilla; Gusman Virgo
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.112

Abstract

Halusinasi adalah salah satu diagnosa gangguan mental. Halusinasi adalah ketidakmampuan seseorang untuk membedakan antara kenyataan dan imajinasi, tanpa adanya dukungan sensorik yang nyata. Tanda dan gejala pada penderita gangguan persepsi sensori: halusinasi yaitu tersenyum atau tertawa sendiri, berbicara sendiri, reaksi yang tidak sesuai dengan kenyataan, melakukan gerakan setelah halusinasi, kurang konsentrasi, kurang interaksi dengan orang lain, dan berpura-pura mendengar sesuatu. Tindakan yang dilakukan untuk mengatasi halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa meliputi terapi menghardik menggambar. Terapi menggambar merupakan metode yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam kegiatan sehari-hari serta aktivitas motorik seperti menggambar. Sementara itu, strategi yang bisa diterapkan untuk menangani halusinasi yaitu dengan menghardik. Tujuan penelitian ini adalah penerapan terapi menghardik dan menggambar pada pasien halusinasi pendengaran di ruang Rokan Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18-22 Juli 2024, implementasi dilakukan selama 4 hari berturut-turut. Hasil penelitian didapatkan penurunan tingkat halusinasi yang diukur menggunakan AHRS dengan perbandingan sebelum terapi tanda dan gejala halusinasi dengan skor AHRS 33 (75%) termasuk kategori berat menurun menjadi skor AHRS 10 (23%) dimana termasuk kategori ringan. Diharapkan klien  dan keluarga selalu memperhatikan obat pasien secara rutin, melakukan SP1-SP4 halusinasi, melakukan terapi menghardik dan menggambar untuk menambah aktivitas klien sebagai upaya mengalihkan halusinasi jika muncul.
Terapi Okupasi Menggambar Pada Nn.A Pasien Halusinasi Di Ruangan Siak Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Yolla Marlina; Nia Aprilla; Ulia Nelma
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i1.125

Abstract

Halusinasi adalah persepsi klien terhadap lingkungan tanpa adanya rangsangan yang nyata, sehingga klien menginterpretasikan sesuatu yang tidak nyata tanpa stimulus atau rangsangan dari luar. Tanda dan gejala pada penderita gangguan persepsi sensori: halusinasi yaitu tersenyum atau tertawa sendiri, berbicara sendiri, reaksi yang tidak sesuai dengan kenyataan, melakukan gerakan setelah halusinasi, kurang konsentrasi, kurang interaksi dengan orang lain, dan berpura-pura mendengar sesuatu. Penatalaksanaan pada pasien halusinasi dapat dilakukan dengan cara terapi farmakologi dan nonfarmakologi. Salah satu intervensi nonfarmakologi pada pasien halusinasi adalah terapi okupasi menggambar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan terapi okupasi menggambar untuk mengontrol halusinasi pasien di Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau. Penelitian dilakukan pada tanggal 19-22 juni 2024, implementasi terapi menggambar dilakukan selama 4 hari berturut-turut. Hasil penelitian didapatkan penurunan tingkat halusinasi yang diukur meggunakan AHRS dengan perbandingan sebelum terapi skor AHRS pasien 33, dan skor  25  pada observasi tanda gejala halusinasimengalami penurunan hingga hari ke-empat didapatkan skor AHRS 5. Diharapkan klien  dan keluarga selalu memperhatikan obat pasien secara rutin, melakukan SP1-SP4 halusinasi, melakukan terapi okupasi menggambar untuk menambah aktivitas klien.