Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Sekolah Menengah Kejuruan Perpajakan Riau tahun 2024 Hardianti, Sri; Agnesia, Yoana; Firdaus, M; Sumianto, Sumianto; Gunawan, Andi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1982

Abstract

Lingkungan sekolah yang sehat merupakan faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan kesejahteraan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan lingkungan di SMK Perpajakan Riau tahun 2024 berdasarkan indikator sanitasi, pencahayaan, ventilasi, konstruksi bangunan, dan kebersihan lingkungan. Pendekatan deskriptif observasional digunakan dengan data yang diperoleh melalui observasi langsung menggunakan alat ukur seperti lux meter, thermohygrometer, dan checklist berbasis regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator kesehatan lingkungan berada dalam kategori "baik," namun terdapat kekurangan signifikan pada fasilitas sanitasi, ventilasi, dan pencahayaan di beberapa ruang kelas. Sebanyak 33,3% ruang kelas tidak memenuhi standar pencahayaan, sementara 8% ruang kelas memiliki ventilasi di bawah standar ideal. Kekurangan fasilitas sanitasi, seperti toilet siswa dan tempat cuci tangan, juga mengindikasikan perlunya intervensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian aspek memenuhi standar, peningkatan fasilitas sanitasi, ventilasi, dan pencahayaan masih diperlukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat. Hasil ini memberikan rekomendasi berbasis bukti untuk perbaikan lingkungan fisik sekolah guna mendukung kesehatan dan kenyamanan siswa.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BEBAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ( RSUD ) BANGKINANG Hidayat, Ridha; Agnesia , Yoana; Ernita, Ernita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.22497

Abstract

Pelayanan yang diberikan oleh perawat masih sering dikeluhkan oleh masyarakat. Sorotan terhadap kinerja perawat merupakan masalah yang harus segera ditanggulangi, sebab pelayanan keperawatan menentukan mutu pelayanan rumah sakit. Kinerja yang kurang baik akan berdampak terhadap rendahnya pelayanan, pasien akan merasa kurang nyaman dan tidak puas terhadap pelayanan. Kinerja dalam hal ini erat kaitannya dengan seberapa besar beban kerja perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan. Semakin rendah beban kerja perawat semakin baik kinerja yang akan di berikan. Beban kerja adalah sejumlah proses atau kegiatan yang harus diselesaikan oleh seseorang  pekerja  dalam  jangka  waktu tertentu.  Apabila  seorang pekerja mampu menyelesaikan dan menyesuaikan diri terhadap sejumlah tugas yang diberikan, maka hal tersebut tidak menjadi suatu beban kerja. namun jika pekerja tidak berhasil maka tugas dan kegiatan tersebut menjadi suatu beban kerja Kesimpulan penelitian adalah responden sebagian besar berusia dewasa muda (<40 tahun), hampir sebagian dengan pendidikan Ners, hampir seluruh lama kerja <5 tahun, dan sebagian kecil jabatan kerja sebagai perawat koordinator, hampir sebagian status pekerjaan sebagai honorer/ kontrak, hampir seluruh sudah menikah, sebagian besar memiliki motivasi kerja rendah dan sebagian besar dengan beban kerja tinggi.Ada hubungan antara umur dan motivasi dengan beban kerja pada perawat di RSUD Bangkinang. Ada hubungan antara pendidikan, lama bekerja, jabatan kerja, status pekerjaan, status pemikahan, dengan beban akerj pada perawat di RSUD Bangkinang. Disarankan agar pada pihak RSUD Bangkinang untuk rnelakukan evaluasi kinerja petugas kesehatan dalarn rangka rneningkatakan kinerja dan rnencegah dan atau rnengatasi beban kerja yang tinggi dengan cara rnengidentifikasi permasalahan dan intensitas beban kerja beserta kondisi (kelebihan dan kekurangan) petugas, dan rnernperbaiki kebijakan organ1sasi.
Determinan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan di Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru Agnesia, Yoana; Nopianto, Nopianto
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20199

Abstract

Survey awal yang dilakukan oleh peneliti di Kelurahan Pesisir pada lima orang keluarga yang menunjukkan hasil bahwasannya rata- rata tidak mengetahui apa efek yang disebabkan dari perilaku BABS terhadap lingkungan sekitar serta peneliti tidak menemukan adanya fasilitas WC umum untuk BAB. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku Buang Air Besar Sembarangan di Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah masyarakat dikelurahan pesisir kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru tahun 2021 yang berjumlah 2.103 KK dengan jumlah sampel 96 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian yaitu terdapat hubungan pengetahuan (p value 0,042), kepemilikan jamban (p value 0,019) sedangkan dukungan tenaga kesehatan (p value 0,078). Disarankan kepada Puskesmas Lima Puluh memberikan penyuluhan tentang pola hidup bersih dan sehat serta pemberian informasi mengenai jamban sehat serta melakukan upaya pengembangan program STBM dari Puskesmas Lima Puluh kepada masyarakat yang belum memiliki jamban dengan sistem pemicuan untuk meningkatkan kepemilikan jamban di wilayah kerja puskesmas Lima Puluh.
Analysis of Factors Associated with Adolescent Mental Health in the School Environment Agnesia, Yoana; Nur Zakiyah , Tiara; Safriani , Lili
Journal of Engineering Science and Technology Management (JES-TM) Vol. 5 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Journal of Engineering Science and Technology Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestm.v5i2.327

Abstract

Adolescence is an important transition phase from childhood to adulthood which is marked by physical, emotional and social changes. At this stage, teenagers are in the process of searching for their identity so they are very vulnerable to the influence of the environment, peers and social media. Lack of self-control, minimal understanding of the risks of dangerous behavior such as promiscuity, smoking and drug abuse, as well as weak parental attention and moral education further increase teenagers' vulnerability to risky behavior. Indonesian adolescent mental health data for 2024 shows that one in three adolescents, or around 15.5 million individuals, experienced mental health problems in the last 12 months, with anxiety disorders being the most common cases (28.2% of girls and 25.4% of boys). In addition, around 2.45 million teenagers experience at least one mental disorder. Factors such as academic pressure, family relationship dynamics, bullying, gadget addiction, and socio-economic conditions also influence their mental health conditions. This research on adolescent mental health aims to provide education and prevention efforts against risky behavior that can damage physical and mental health. Through this educational activity, it is hoped that teenagers will have a better understanding of the consequences of their actions, be able to maintain mental health, and build strong character to face future challenges positively.
PERUBAHAN IKLIM DAN DAMPAKNYA PADA KESEHATAN LINGKUNGAN Yoana Agnesia; Jufenti Ade Fitri
Biomedical and Environmental Health Technology Vol 2 No 1 (2025): Biomedical and Environmental Health Technology (BIOHEALTH)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/fe7x8s11

Abstract

Perubahan iklim adalah salah satu tantangan global terbesar yang dihadapi umat manusia saat ini. Proses pemanasan global yang terjadi akibat emisi gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan nitrous oxide (N2O) menyebabkan perubahan signifikan dalam pola cuaca, temperatur, dan ekosistem di seluruh dunia. Ekosistem adalah sistem yang terdiri dari organisme hidup dan lingkungan fisiknya yang saling berinteraksi. Kenaikan suhu global yang diakibatkan oleh perubahan iklim dapat mengubah keseimbangan ekosistem secara drastis, Perubahan iklim memperburuk frekuensi dan intensitas bencana alam, seperti badai tropis, gelombang panas, banjir dan dapat mempengaruhi ketahanan pangan dan ketersediaan air bersih dan masalah kesehatan masyarakat.
Sekolah Sehat dan Nyaman: Edukasi Ergonomi dan Sanitasi Lingkungan bagi Siswa SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru Yoana Agnesia; Lailatul Syifa Tanjung; Sumianto Sumianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Charitas Juni 2025
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/charitas.v5i01.6722

Abstract

Schools must provide a healthy, clean, and comfortable environment to support students' learning processes. However, vocational schools often face issues such as poor sitting posture, inadequate ventilation, and low sanitation standards. This Community Service Program aimed to educate students at SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru on the importance of ergonomics and environmental sanitation to help create a healthy and comfortable school environment. The program was implemented in four stages: (1) socialization and education on proper sitting posture, lighting, ventilation, toilet hygiene, and waste separation; (2) student training on how to conduct simple ergonomic and sanitation audits in classrooms; (3) direct observation and group discussions to develop improvement recommendations; and (4) creation and installation of educational posters in strategic school areas. The results showed a 34% increase in students’ knowledge based on pre-test and post-test assessments, along with increased student awareness and initiative in maintaining their learning environment. This program demonstrated that participatory education in ergonomics and environmental sanitation can significantly enhance student awareness and engagement in creating a healthy school setting. It is expected to be the foundation for fostering a sustainable culture of health and comfort within the school.
Pengelolaan Air Bersih dengan Metode Sederhana di Desa Kualu Kecamatan Tambang Sri Hardianti; Zurrahmi ZR; Yoana agnesia; Fahmi Iqbal Firmananda
Journal of Social and Community Service Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Faculty of Engineering University of Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestmc.v4i3.380

Abstract

The availability of clean water is a fundamental necessity that greatly affects public health and quality of life. Kualu Village, Tambang Subdistrict, Kampar Regency, continues to face problems related to clean water quality, particularly from well water sources that are colored, odorous, and potentially contaminated. This community service activity aimed to improve access to and the quality of clean water through the application of appropriate technology in the form of a simple water filtration system that is easy for the community to operate and maintain. The implementation methods included an initial survey, technology design, training, mentoring, and evaluation. The results showed an increase in community knowledge and skills in managing clean water, as well as improvements in the physical quality of water. This activity is expected to contribute to improving environmental health and the sustainability of clean water management in Kualu Village.