Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi (Studi di SMK Al-Faruqi) Hardianti, Sri; Sumianto, Sumianto; Hastuty, Milda; Sari, Resy Kumala; Agnesia, Yoana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 2 No. 2 (2022): irje 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.957 KB) | DOI: 10.31004/irje.v2i2.161

Abstract

The adolescence was period of transition from child to adult, this period devide into three stages:early adolescence, middle adolescence and last adolescence, if in this period they misunderstandhow important of the health reproduction it will be fatal to their life and will disrupt the development of the nation because of that need helath education about right an better of healthreproduction. Aim of this research of being to identify adolescents knowledge before and after by health education of the health reproduction. The design of this research by using One Group Pretest Post- test Design. Sample of this research were student XI second semester at SMK AL-Faruqi. The technique sampling was done in a simple random sampling 21 respondents who met the inclusion criteria. The independent variable is health education and dependent variable isadolescence knowledge about the health of reproduction. The data was collected by using theinstrument biofisiologis before and after giving treatment health education. How to analyze it using by Wilcoxon test with a significant level of P < 0.05. The results showed that adolescents knowledge about health of reproduction before and after gave health education on the subject of the significance level was P : 0.003. The conclusion had the influence that was significant betweenhealth education towards adolescence knowledge about health of reproduction.
Inspeksi Kesehatan Lingkungan di Sekolah Menengah Kejuruan Perpajakan Riau tahun 2024 Hardianti, Sri; Agnesia, Yoana; Firdaus, M; Sumianto, Sumianto; Gunawan, Andi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.1982

Abstract

Lingkungan sekolah yang sehat merupakan faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif dan kesejahteraan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan lingkungan di SMK Perpajakan Riau tahun 2024 berdasarkan indikator sanitasi, pencahayaan, ventilasi, konstruksi bangunan, dan kebersihan lingkungan. Pendekatan deskriptif observasional digunakan dengan data yang diperoleh melalui observasi langsung menggunakan alat ukur seperti lux meter, thermohygrometer, dan checklist berbasis regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator kesehatan lingkungan berada dalam kategori "baik," namun terdapat kekurangan signifikan pada fasilitas sanitasi, ventilasi, dan pencahayaan di beberapa ruang kelas. Sebanyak 33,3% ruang kelas tidak memenuhi standar pencahayaan, sementara 8% ruang kelas memiliki ventilasi di bawah standar ideal. Kekurangan fasilitas sanitasi, seperti toilet siswa dan tempat cuci tangan, juga mengindikasikan perlunya intervensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian aspek memenuhi standar, peningkatan fasilitas sanitasi, ventilasi, dan pencahayaan masih diperlukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat. Hasil ini memberikan rekomendasi berbasis bukti untuk perbaikan lingkungan fisik sekolah guna mendukung kesehatan dan kenyamanan siswa.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BEBAN KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ( RSUD ) BANGKINANG Hidayat, Ridha; Agnesia , Yoana; Ernita, Ernita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.22497

Abstract

Pelayanan yang diberikan oleh perawat masih sering dikeluhkan oleh masyarakat. Sorotan terhadap kinerja perawat merupakan masalah yang harus segera ditanggulangi, sebab pelayanan keperawatan menentukan mutu pelayanan rumah sakit. Kinerja yang kurang baik akan berdampak terhadap rendahnya pelayanan, pasien akan merasa kurang nyaman dan tidak puas terhadap pelayanan. Kinerja dalam hal ini erat kaitannya dengan seberapa besar beban kerja perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan. Semakin rendah beban kerja perawat semakin baik kinerja yang akan di berikan. Beban kerja adalah sejumlah proses atau kegiatan yang harus diselesaikan oleh seseorang  pekerja  dalam  jangka  waktu tertentu.  Apabila  seorang pekerja mampu menyelesaikan dan menyesuaikan diri terhadap sejumlah tugas yang diberikan, maka hal tersebut tidak menjadi suatu beban kerja. namun jika pekerja tidak berhasil maka tugas dan kegiatan tersebut menjadi suatu beban kerja Kesimpulan penelitian adalah responden sebagian besar berusia dewasa muda (<40 tahun), hampir sebagian dengan pendidikan Ners, hampir seluruh lama kerja <5 tahun, dan sebagian kecil jabatan kerja sebagai perawat koordinator, hampir sebagian status pekerjaan sebagai honorer/ kontrak, hampir seluruh sudah menikah, sebagian besar memiliki motivasi kerja rendah dan sebagian besar dengan beban kerja tinggi.Ada hubungan antara umur dan motivasi dengan beban kerja pada perawat di RSUD Bangkinang. Ada hubungan antara pendidikan, lama bekerja, jabatan kerja, status pekerjaan, status pemikahan, dengan beban akerj pada perawat di RSUD Bangkinang. Disarankan agar pada pihak RSUD Bangkinang untuk rnelakukan evaluasi kinerja petugas kesehatan dalarn rangka rneningkatakan kinerja dan rnencegah dan atau rnengatasi beban kerja yang tinggi dengan cara rnengidentifikasi permasalahan dan intensitas beban kerja beserta kondisi (kelebihan dan kekurangan) petugas, dan rnernperbaiki kebijakan organ1sasi.
Determinan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan di Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru Agnesia, Yoana; Nopianto, Nopianto
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.20199

Abstract

Survey awal yang dilakukan oleh peneliti di Kelurahan Pesisir pada lima orang keluarga yang menunjukkan hasil bahwasannya rata- rata tidak mengetahui apa efek yang disebabkan dari perilaku BABS terhadap lingkungan sekitar serta peneliti tidak menemukan adanya fasilitas WC umum untuk BAB. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku Buang Air Besar Sembarangan di Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah masyarakat dikelurahan pesisir kecamatan Lima Puluh Kota Pekanbaru tahun 2021 yang berjumlah 2.103 KK dengan jumlah sampel 96 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian yaitu terdapat hubungan pengetahuan (p value 0,042), kepemilikan jamban (p value 0,019) sedangkan dukungan tenaga kesehatan (p value 0,078). Disarankan kepada Puskesmas Lima Puluh memberikan penyuluhan tentang pola hidup bersih dan sehat serta pemberian informasi mengenai jamban sehat serta melakukan upaya pengembangan program STBM dari Puskesmas Lima Puluh kepada masyarakat yang belum memiliki jamban dengan sistem pemicuan untuk meningkatkan kepemilikan jamban di wilayah kerja puskesmas Lima Puluh.
Analysis of Factors Associated with Adolescent Mental Health in the School Environment Agnesia, Yoana; Nur Zakiyah , Tiara; Safriani , Lili
Journal of Engineering Science and Technology Management (JES-TM) Vol. 5 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Journal of Engineering Science and Technology Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestm.v5i2.327

Abstract

Adolescence is an important transition phase from childhood to adulthood which is marked by physical, emotional and social changes. At this stage, teenagers are in the process of searching for their identity so they are very vulnerable to the influence of the environment, peers and social media. Lack of self-control, minimal understanding of the risks of dangerous behavior such as promiscuity, smoking and drug abuse, as well as weak parental attention and moral education further increase teenagers' vulnerability to risky behavior. Indonesian adolescent mental health data for 2024 shows that one in three adolescents, or around 15.5 million individuals, experienced mental health problems in the last 12 months, with anxiety disorders being the most common cases (28.2% of girls and 25.4% of boys). In addition, around 2.45 million teenagers experience at least one mental disorder. Factors such as academic pressure, family relationship dynamics, bullying, gadget addiction, and socio-economic conditions also influence their mental health conditions. This research on adolescent mental health aims to provide education and prevention efforts against risky behavior that can damage physical and mental health. Through this educational activity, it is hoped that teenagers will have a better understanding of the consequences of their actions, be able to maintain mental health, and build strong character to face future challenges positively.
Pengelolaan Air Bersih dengan Metode Sederhana di Desa Kualu Kecamatan Tambang Hardianti, Sri; ZR, Zurrahmi; agnesia, Yoana; Iqbal Firmananda, Fahmi
Journal of Social and Community Service Vol. 4 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Faculty of Engineering University of Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jestmc.v4i3.380

Abstract

The availability of clean water is a fundamental necessity that greatly affects public health and quality of life. Kualu Village, Tambang Subdistrict, Kampar Regency, continues to face problems related to clean water quality, particularly from well water sources that are colored, odorous, and potentially contaminated. This community service activity aimed to improve access to and the quality of clean water through the application of appropriate technology in the form of a simple water filtration system that is easy for the community to operate and maintain. The implementation methods included an initial survey, technology design, training, mentoring, and evaluation. The results showed an increase in community knowledge and skills in managing clean water, as well as improvements in the physical quality of water. This activity is expected to contribute to improving environmental health and the sustainability of clean water management in Kualu Village.