Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

The Open Defecation Free Program Evaluation Using the Context, Input, Process, and Product Model in Jambi, Indonesia Guspianto, Guspianto; Rini, Willia Novita Eka; Wardiah, Rizalia; Desmaryani, Susi; Herlina, Herlina
Kesmas Vol. 19, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Open Defecation Free (ODF) program was initiated by the government to increase access to healthy latrines. This study aimed to evaluate the ODF program using the CIPP evaluation model. A qualitative and exploratory descriptive method was adopted to investigate informants' experiences regarding the program's implementation. Data was explored through semi-structured interviews with 17 informants and analyzed using content analysis. The results showed that the program was crucial as numerous people engaged in open defecation due to economic, geographical, cultural, and knowledge factors. The absence of ODF policy was due to lack of priority, limited government and private support, insufficient human resources, inadequate infrastructure, and budget constraints. The ODF program was considered unimportant and tended to follow stunting programs, reflecting the low commitment. The biggest opportunity was implementing an integrated ODF with a stunting reduction program by allocating a special budget. Thus, primary health care is expected to optimize activities further to trigger the ODF program within the environment.
Penyuluhan Literasi Keuangan Bagi UMKM Jamu Gendong Herlina, Herlina; Melina, Erny; Sitanggang, Prayetno Agustinus; Luthfi, Musthafa; Wahab, Abdul
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 4, No 3 (2024): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v4i3.477

Abstract

The purpose of this community service activity (PKM) is to increase the knowledge about financial literacy for Mbak Eka's business herbal medicine (UMKM jamu gendong) so that it can be used in business development. The methods that used in this community service activity are giving a lecture and discussions. The stages start from coordinating with business owners, provide counseling and the evaluation stage. The discussion shows that business owner’s has been in the  financial literacy level, namely sufficient literate, meaning that they already have knowledge and confidence of financial service institution and have existing financial products. Mbak eka as the owner of the business has known about the procedures to obtaining additional business capital from banks and also the risk. However, mbak eka doesn’t taking the advantage of these capital financial services because she doesn’t need it yet. The Business owners also have has the budgeting skills and saving habits. However, the savings only for consumption and not used for investment. The hoped that the business owner will be able to develop financial strategies through investment skills in the form of being able to allocate savings, from selling herbal medicine to business capital in order to transition from conventional marketing to online marketing in order to reach a wider market.
Pengelolaan Risiko Pada Agroindustri Keripik Singkong XYZ Herlina, Herlina; Al Haitamy, Eri Bestary; Luthfi, Musthafa
Jurnal Development Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v11i2.311

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko apa saja yang dihadapi pada proses bisnis keripik singkong XYZ dan bagaimana pemilik agroindustri keripik singkong XYZ mengelola risiko yang akan dihadapi sebab pemilik usaha ingin memproduksi kembali keripik singkongnya setelah terhenti enam bulan. Maka dari itu penting untuk melakukan pengelolaan risiko agar keberlangsangan usaha dapat dipertahankan. Adapun pendekatan yang digunakan adalah manajemen risiko SNI ISO 31000:2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada identifikasi risiko diketahui ada 10 risiko dan yang perlu dimitigasi sebanyak 6 risiko. Risikonya adalah risiko sedikitnya jumlah petani ubi kayu di desa, ketersediaan bahan baku yang tidak pasti, hasil yang tidak sempurna saat pengirisan dan penggorengan, kekurangan tenaga kerja, perubahan jadwal pengolahan, jumlah keripik singkong tidak mampu memenuhi permintaan. Oleh karena itu, hendaknya melakukan mitigasi berupa menjalin kemitraan dengan petani ubi di wilayah sekitar, melakukan perencanaan kebutuhan bahan baku dengan baik dan benar, mengakses pelatihan pengirisan dan penggorengan dari berbagai instansi, menghitung dan mengevaluasi volume pekerjaan yang diperlukan, penyusunan sop proses pengadaan bahan baku, melakukan perencanaan dan peramalan permintaan dengan cara mencatat data permintaan. Maka, mitigasi risiko berupa mengurangi risiko (risk reduction) dan membagi risiko (risk sharing).
DIGITAL KRING (KREATIVITAS KONTEN MARKETING) DALAM UPAYA MENDORONG AKTIVASI WARUNG BU MAT MEMBANGUN JARINGAN KONSUMEN Herlina, Herlina; Farhat, Laila; Sitanggang, Friska Artaria; Rahmadani, Sri; Puspita, Ariska Ira
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36408

Abstract

ABSTRAKWarung Bu Mat belum digitalisasi. Konsumen warung Bu Mat hanya mengandalkan pengunjung kantor lurah selamat, bahkan nyaris tidak ada pengunjung, sehingga produk tidak terjual lebih dari satu bulan. Kondisi tersebut menyebabkan ketidakaktifan warung Bu Mat. Padahal, kader PKK yang memiliki usaha masih mampu memproduksi jika ada pesanan. Diperlukan keaktifan kembali warung Bu Mat. Pengabdian bertujuan agar warung Bu Mat melakukan transformasi pemasaran konvensional ke digitalisasi melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan membuat konten marketing sehingga memperluas target pasar. Metode pelaksanaan yakni pelatihan dan penyuluhan. Pelaksanaan terdiri dari persiapan, sosialisasi, pelatihan dan penyuluhan, penerapatan teknologi, dan evaluasi. Mitra pengabdian adalah warung Bu Mat. Jumlah peserta kegiatan enam orang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan peserta, pertama materi edit foto, teks dan video di aplikasi canva dan capcut  nilai pre-test 40% ke post-test 72% meningkat 31,8%. Kedua merancang bisnis dengan business model canvas (BMC) nilai  pre-test 42% ke  post-test 81% meningkat 39,3%.  Ketiga materi AIDCA dengan nilai  pre-test 40% ke 80,4% meningkat 39,5%, serta keempat materi ciri-ciri orang kreatif nilai 49% ke 75% meningkat 25%. Peserta mampu membuat konten marketing produk UP2K warung Bu Mat. Kegiatan ini memberikan dampak nyata dalam mendorong transformasi pemasaran digitalisasi guna mengaktivasi warung Bu Mat.                                                                    Kata kunci: Digitaliasasi; Konten Marketing; Warung Bu Mat; Target Pasar. ABSTRACTBu Mat stall has not been digitized. The shop's customers are limited to relying only on visitors to the village head's office, even there are almost no visitors, even products have not been sold for more than a month. This condition causes the inactivity of the Shop Bu Mat. Even though the PKK cadres who own the business are still able to produce if there are orders. It is necessary to reactivate the shop Bu Mat. The service aims for the shop Bu Mat to transform conventional marketing to digitalization by increasing the understanding and skills of creating marketing content so as to expand the target maker. The implementation method is training and counseling. The implementation consists of preparation, socialization, training and counseling, technology application, and evaluation. The service partner is Bu Mat's stall. The number of participants is six people.  The evaluation results showed a significant increase in the understanding and skills of the participants, firstly, photo, text and video editing material in the Canva and Capcut applications, the pre-test score of 40% to the post-test 72% increased 31.8%. Secondly, designing a business with a business model canvas (BMC) pre-test score of 42% to the post-test 81% increased 39.3%. The third AIDCA topic, with a pre-test score of 40% to 80.4%, increased by 39.5%, and the fourth topic, on the characteristics of creative people, increased by 25% to 75%, from 49%. Participants were able to create marketing content for Bu Mat's stall's UP2K products. This activity had a real impact on driving digital marketing transformation by activate Bu Mat's stall. Keywords: Digitalization; Content Marketing; Bu Mat Stall; Target Market.
IDENTIFIKASI DINAMIKA KELOMPOK TANI BANGUN KARYA UNTUK KESIAPAN MENUJU OPERASIONAL AGROINDUSTRI Herlina Herlina
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i2.1963

Abstract

Penting untuk mengeksplorasi aspek kelembagaan guna mengidentifikasi faktor pendorong atau menghambat perkembangan agribisnis salah satunya pada kelompok tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi komoditas holtikultura dan dinamika kelompok yang telah diimplementasikan oleh kelompok tani Bangun Karya sebagai pertimbangan awal menuju operasional agroindustri. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan komoditi utama yang diproduksi yakni cabai, kacang Panjang, timun sedangkan komoditi sampingan adalah jagung manis, semangka, ubi kayu, tomat, pare dan buncis. Dinamika kelompok telah diimplementasikan, dan memberikan peluang mengoperasionalkan agroindustri untuk  meningkatkan hasil pertanian. [1] tujuan kelompok: telah tercapai; [2] struktur kelompok: melaksanakan musyawarah mufakat, pembagian tugas proporsional, komunikasi bersifat terbuka; [3] fungsi tugas kelompok: informasi cepat disampaikan, anggota memiliki inisiatif;  [4] pembinaan dan pengembangan kelompok: mampu menunjukkan kemandirian finansial, dan  menerapkan teknologi, dan mengevaluasi program; [5] kekompakan kelompok: Memiliki suasana yang positif dalam aktivitas; [6] suasana kelompok: sikap kerjasama,  rasa memiliki serta  kemauan maju dan sukses bersama; [7] tekanan kelompok: ada aturan dan komitmen yang disepakati bersama sehingga mewujudkan keadilan dan kesetaraan; [8] keefektifan kelompok: rutin melaksanakan evaluasi kinerja, cepat merespon perubahan; [9] agenda terselubung : telah terpenuhinya keinginan anggota. Berdasarkan kondisi diatas, dinamika kelompok telah diimplementasikan di lapangan oleh kelompok tani Bangun Karya dan berpotensi memberikan peluang untuk mengoperasionalkan agroindustri guna meningkatkan hasil pertanian.
PENGARUH KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN KOPERASI KARYA MANDIRI JAMBI Manalu, KaroIndah; Sitanggang, Friska Artaria; Herlina, Herlina
Jurnal Development Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v13i2.621

Abstract

Studi ini mempunyai tujuan guna mengetahui pengaruh kompensasi serta lingkungan Kerja non fisik terhadap loyalitas karyawan Koperasi Karya Mandiri Jambi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya peran karyawan sebagai aset utama dalam mendukung keberlangsungan serta perkembangan organisasi. Loyalitas karyawan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya kompensasi yang perusahaan berikan serta lingkungan kerja yang tercipta pada keseharian. Kompensasi layak serta adil mampu meningkatkan semangat kerja serta membuat karyawan merasa dihargai. Sementara itu lingkungan kerja non fisik seperti komunikasi yang efektif , budaya kekeluargaan, serta hubungan kerja yang harmonis juga dapat memunculkan rasa nyaman sehingga menumbuhkan loyalitas yang tinggi. Metode yang diterapkan ialah metode kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda melalui SPSS versi27. Data diperoleh dari 30 responden menngunakan teknik pengambilan sampel dengan memakai tekning sampling jenuh yakni semua populasidalam penelitian ini menjadi sampel. Analisis data terdiri atas uji prasyarat analisis , uji asumsi klasik, uji t,uji f, serta koefisien determinasi. Temuan studi menjelaskan bahwasannya kompensasi serta lingkungan kerja non fisik memberi pengaruh positif terhadap loyalitas karyawan dengan nilai R square 0,546, yang berarti 54,6% loyalitas karyawan dipengaruhi oleh kedua variabel tersebut.
PENGARUH CITRA MEREK, PROMOSI DAN KEPERCAYAAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PT. XANEVA SEJAHTERA ABADI Pebrian, Anca; Sitanggang, Friska Artaria; Herlina, Herlina
Jurnal Development Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v13i2.623

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji dampak citra merek, promosi, dan kepercayaan terhadap keputusan pembelian pada PT. Xaneva Sejahtera Abadi. Landasan penelitian ini berangkat dari kendala citra merek yang belum cukup melekat, tingkat kepercayaan pelanggan yang masih terbatas, serta promosi yang belum maksimal dalam meraih sasaran pasar. Pendekatan yang dipakai adalah kuantitatif dengan metode survei, di mana informasi dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada 100 partisipan yang merupakan pelanggan PT. Xaneva Sejahtera Abadi. Proses pengolahan data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, regresi linier berganda, uji t, serta uji F. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa citra merek, promosi, dan kepercayaan memberikan pengaruh yang nyata baik secara individual maupun bersama-sama terhadap keputusan pembelian konsumen. Temuan tersebut menekankan bahwa semakin kuat citra merek yang dimiliki perusahaan, semakin gencar promosi dilakukan, serta semakin tinggi kepercayaan pelanggan, maka semakin besar pula kecenderungan konsumen dalam menentukan keputusan pembelian. Oleh karena itu, PT. Xaneva Sejahtera Abadi disarankan untuk memperkuat identitas merek melalui strategi branding yang konsisten, meningkatkan efektivitas promosi, serta membangun hubungan yang berorientasi pada kepercayaan pelanggan guna mendorong peningkatan keputusan pembelian.
PENGARUH MOTIVASI, KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA NON FISIK TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT. MEGA WAHANA PESONA PROVINSI JAMBI Ailing, Eka Sayuni Ailing; Sitanggang, Friska Artaria; Herlina, Herlina
Jurnal Development Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v13i2.672

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya efektivitas kerja pegawai dalam memenuhi sasaran perusahaan. Kinerja karyawan yang optimal dapat tercapai apabila didukung oleh berbagai faktor internal dan eksternal, seperti motivasi kerja, kompensasi yang memadai, dan suasana kerja psikologis yang kondusif. Di PT. Wahana Mega Pesona Jambi, kinerja karyawan menjadi aspek penting yang menentukan efektivitas kegiatan operasional perusahaan, terutama dalam bidang pelayanan dan produktivitas kerja. Namun demikian, perbedaan tingkat motivasi dan persepsi terhadap kompensasi serta lingkungan kerja antar karyawan menunjukkan adanya potensi pengaruh yang perlu diteliti lebih dalam. Tujuan dari studi ini bertujuan menganalisis dampak motivasi, imbalan, serta suasana kerja terhadap performa pegawai PT. Wahana Mega Pesona Jambi. Studi ini tergolong kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini meliputi seluruh karyawan PT. Wahana Mega Pesona Jambi. Metode pemilihan responden dilakukan dengan total sampling, di mana semua anggota populasi terlibat sebagai sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Data yang diperoleh diolah dengan regresi linier berganda guna menilai pengaruh bersama dan terpisah antar variabel. Temuan studi ini diharapkan memberi masukan berharga bagi organisasi untuk mengoptimalkan performa tenaga kerja melalui penguatan motivasi kerja, pemberian kompensasi yang adil, serta penciptaan lingkungan kerja non fisik yang harmonis. Selain itu, riset ini juga berpotensi menjadi acuan bagi studi lanjutan yang menelaah determinan kinerja karyawan di sektor swasta.
Profil Bisnis Jamu Gendong XYZ Melalui Business Model Canvas Herlina Herlina
TOMAN: Jurnal Topik Manajemen Vol. 2 No. 1 (2025): TOMAN: Jurnal Topik Manajemen
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV.Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/toman.v2i1.219

Abstract

Usaha skala mikro memerlukan model bisnis guna mempertahankan usahanya, salah satunya dengan model bisnis kanvas. Model bisnis kanvas mampu menyajikan profil suatu usaha melalui tampilan sembilan elemen bisnis. Pendekatan ini digunakan untuk mencapai tujuan penelitian yakni mendeskripsikan profil bisnis yang dijalankan jamu gendong XYZ. Hasil penelitan menampilkan profil aktivitas bisnis yang komprehensif dalam upaya mempertahankan usaha jamu gendong XYZ untuk terus berjalan. Terlihat dari elemen pertama customer segment bahwa segementasi jamu gendong XYZ telah fokus pada keberadaan pelanggan tetap yakni karyawan pabrik karet dan supir mobil. Elemen kedua value proposition adalah mampu mempertahankan minuman yang sehat dan segar tanpa bahan pengawet. Jamu gendong XYZ juga telah mampu menjaga komunikasi dan loyalitas yang merupakan elemen ketiga customer relationship. Media pemasaran pada elemen keempat channel berupa pemasaran offline secara rutin dengan berkeliling menemui pelanggan. Elemen kelima yakni revenue stream diperoleh dari penjualan jamu sehari-hari. Keenam, elemen key resource berupa bahan baku yang alami, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan alat-alat produksi yang memadai. Selanjutnya elemen ketujuh, selama ini key activities adalah menyediakan bahan baku, produksi, dan pemasaran produk. Begitu juga dengan elemen key partners, telah bekerja sama dengan pedagang rempah-rempah di pasar tradisional. Terakhir elemen kesembilan cost structure berasal dari pembelian bahan baku dan biaya operasional. Berdasarkan profil bisnis tersebut, diharapkan dapat dijadikan acuan guna menyusun strategi untuk jamu gendong XYZ naik kelas menjadi usaha menengah.
Penyuluhan Elemen Kunci Membangun Personal Branding Bagi Anggota Kelompok Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan Herlina Herlina; Prayetno Agustinus Sitanggang; Friska Artaria Sitanggang; Musthafa Luthfi; Erny Melina
Melayani: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Melayani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/melayani.v2i1.182

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang elemen kunci membangun personal branding bagi anggota kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kelurahan Simpang Rimbo Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi dalam meningkatkan kompetensi personal. Metode yang di gunakan dalam pengabdian adalah ceramah dan diskusi. Tahapannya dimulai dari berkoordinasi dengan pendamping PKH Kecamatan Alam Barajo, kegiatan penyuluhan dan tahapan evaluasi. Pada tahapan diskusi menunjukkan bahwa sebagian ibu-ibu penerima KPM PKH telah memliki identitas membangun identitas yang mencerminkan nilai-nilai keterampilan, misalnya identitas sebagai pelaku ekonomi keluarga di mana beberapa anggota KPM PKH telah memiliki usaha, seperti keripik seblak, tanaman hias, pisang coklat, kue basah. Selain itu, identitas sebagai ibu yang peduli keluarga seperti peduli pendidikan anak dan kesejahteraan anak. Peserta PKM juga memegang teguh prinsip yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup keluarga dan pemanfaatan bantuan yang diberikan untuk kesejahteraan jangka panjang. Namun, potensi yang unik belum digali secara maksimal sehingga perlu mengenali potensi dan keterampilan diri. Harapannya tiga elemen kunci berupa identitas, nilai prinsip dan keunikan dapat ditingkatkan melalui pelatihan keterampilan guna membuka peluang untuk mendapatkan lebih banyak dukungan sosial, ekonomi, dan kesempatan yang lebih baik. The purpose of The Community Service (PKM) is to increase the knowledge of key elements building personal branding for the members of the Beneficiary Family Group (KPM) Family Development Program (PKH) in Simpang Rimbo Village, Alam Barajo District, Jambi City in improving personal competence. The methods employed in this Community Service activity are lectures and discussions. The stages commence with coordinatation to the PKH facilitators in Alam Barajo District, counseling and evaluation activities . The discussion stage revealed that some mothers receiving KPM PKH have an identity that builds an identity that reflects skill values, for example an identity as a family economic actor where several KPM PKH members already have businesses, such as seblak chips, ornamental plants, chocolate bananas, wet cakes. In addition, the identity as a mother who cares about her family, such as caring about children's education and welfare. PKM participants also adhere to the principle that focuses on improving the quality of family life and utilizing the assistance provided for long-term welfare. However, unique potential has not been explored optimally so it is necessary to recognize one's potential and skills. It is hoped that the three key elements of identity, values, principles and uniqueness can be enhanced through skills training to open up opportunities for more social and economic support and better opportunities.