Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Open Defecation Free Program Evaluation Using the Context, Input, Process, and Product Model in Jambi, Indonesia Guspianto, Guspianto; Rini, Willia Novita Eka; Wardiah, Rizalia; Desmaryani, Susi; Herlina, Herlina
Kesmas Vol. 19, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Open Defecation Free (ODF) program was initiated by the government to increase access to healthy latrines. This study aimed to evaluate the ODF program using the CIPP evaluation model. A qualitative and exploratory descriptive method was adopted to investigate informants' experiences regarding the program's implementation. Data was explored through semi-structured interviews with 17 informants and analyzed using content analysis. The results showed that the program was crucial as numerous people engaged in open defecation due to economic, geographical, cultural, and knowledge factors. The absence of ODF policy was due to lack of priority, limited government and private support, insufficient human resources, inadequate infrastructure, and budget constraints. The ODF program was considered unimportant and tended to follow stunting programs, reflecting the low commitment. The biggest opportunity was implementing an integrated ODF with a stunting reduction program by allocating a special budget. Thus, primary health care is expected to optimize activities further to trigger the ODF program within the environment.
Penyuluhan Literasi Keuangan Bagi UMKM Jamu Gendong Herlina, Herlina; Melina, Erny; Sitanggang, Prayetno Agustinus; Luthfi, Musthafa; Wahab, Abdul
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 4, No 3 (2024): Abdira, Juli
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v4i3.477

Abstract

The purpose of this community service activity (PKM) is to increase the knowledge about financial literacy for Mbak Eka's business herbal medicine (UMKM jamu gendong) so that it can be used in business development. The methods that used in this community service activity are giving a lecture and discussions. The stages start from coordinating with business owners, provide counseling and the evaluation stage. The discussion shows that business owner’s has been in the  financial literacy level, namely sufficient literate, meaning that they already have knowledge and confidence of financial service institution and have existing financial products. Mbak eka as the owner of the business has known about the procedures to obtaining additional business capital from banks and also the risk. However, mbak eka doesn’t taking the advantage of these capital financial services because she doesn’t need it yet. The Business owners also have has the budgeting skills and saving habits. However, the savings only for consumption and not used for investment. The hoped that the business owner will be able to develop financial strategies through investment skills in the form of being able to allocate savings, from selling herbal medicine to business capital in order to transition from conventional marketing to online marketing in order to reach a wider market.
Pengelolaan Risiko Pada Agroindustri Keripik Singkong XYZ Herlina, Herlina; Al Haitamy, Eri Bestary; Luthfi, Musthafa
Jurnal Development Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v11i2.311

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko apa saja yang dihadapi pada proses bisnis keripik singkong XYZ dan bagaimana pemilik agroindustri keripik singkong XYZ mengelola risiko yang akan dihadapi sebab pemilik usaha ingin memproduksi kembali keripik singkongnya setelah terhenti enam bulan. Maka dari itu penting untuk melakukan pengelolaan risiko agar keberlangsangan usaha dapat dipertahankan. Adapun pendekatan yang digunakan adalah manajemen risiko SNI ISO 31000:2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada identifikasi risiko diketahui ada 10 risiko dan yang perlu dimitigasi sebanyak 6 risiko. Risikonya adalah risiko sedikitnya jumlah petani ubi kayu di desa, ketersediaan bahan baku yang tidak pasti, hasil yang tidak sempurna saat pengirisan dan penggorengan, kekurangan tenaga kerja, perubahan jadwal pengolahan, jumlah keripik singkong tidak mampu memenuhi permintaan. Oleh karena itu, hendaknya melakukan mitigasi berupa menjalin kemitraan dengan petani ubi di wilayah sekitar, melakukan perencanaan kebutuhan bahan baku dengan baik dan benar, mengakses pelatihan pengirisan dan penggorengan dari berbagai instansi, menghitung dan mengevaluasi volume pekerjaan yang diperlukan, penyusunan sop proses pengadaan bahan baku, melakukan perencanaan dan peramalan permintaan dengan cara mencatat data permintaan. Maka, mitigasi risiko berupa mengurangi risiko (risk reduction) dan membagi risiko (risk sharing).
DIGITAL KRING (KREATIVITAS KONTEN MARKETING) DALAM UPAYA MENDORONG AKTIVASI WARUNG BU MAT MEMBANGUN JARINGAN KONSUMEN Herlina, Herlina; Farhat, Laila; Sitanggang, Friska Artaria; Rahmadani, Sri; Puspita, Ariska Ira
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36408

Abstract

ABSTRAKWarung Bu Mat belum digitalisasi. Konsumen warung Bu Mat hanya mengandalkan pengunjung kantor lurah selamat, bahkan nyaris tidak ada pengunjung, sehingga produk tidak terjual lebih dari satu bulan. Kondisi tersebut menyebabkan ketidakaktifan warung Bu Mat. Padahal, kader PKK yang memiliki usaha masih mampu memproduksi jika ada pesanan. Diperlukan keaktifan kembali warung Bu Mat. Pengabdian bertujuan agar warung Bu Mat melakukan transformasi pemasaran konvensional ke digitalisasi melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan membuat konten marketing sehingga memperluas target pasar. Metode pelaksanaan yakni pelatihan dan penyuluhan. Pelaksanaan terdiri dari persiapan, sosialisasi, pelatihan dan penyuluhan, penerapatan teknologi, dan evaluasi. Mitra pengabdian adalah warung Bu Mat. Jumlah peserta kegiatan enam orang. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman dan keterampilan peserta, pertama materi edit foto, teks dan video di aplikasi canva dan capcut  nilai pre-test 40% ke post-test 72% meningkat 31,8%. Kedua merancang bisnis dengan business model canvas (BMC) nilai  pre-test 42% ke  post-test 81% meningkat 39,3%.  Ketiga materi AIDCA dengan nilai  pre-test 40% ke 80,4% meningkat 39,5%, serta keempat materi ciri-ciri orang kreatif nilai 49% ke 75% meningkat 25%. Peserta mampu membuat konten marketing produk UP2K warung Bu Mat. Kegiatan ini memberikan dampak nyata dalam mendorong transformasi pemasaran digitalisasi guna mengaktivasi warung Bu Mat.                                                                    Kata kunci: Digitaliasasi; Konten Marketing; Warung Bu Mat; Target Pasar. ABSTRACTBu Mat stall has not been digitized. The shop's customers are limited to relying only on visitors to the village head's office, even there are almost no visitors, even products have not been sold for more than a month. This condition causes the inactivity of the Shop Bu Mat. Even though the PKK cadres who own the business are still able to produce if there are orders. It is necessary to reactivate the shop Bu Mat. The service aims for the shop Bu Mat to transform conventional marketing to digitalization by increasing the understanding and skills of creating marketing content so as to expand the target maker. The implementation method is training and counseling. The implementation consists of preparation, socialization, training and counseling, technology application, and evaluation. The service partner is Bu Mat's stall. The number of participants is six people.  The evaluation results showed a significant increase in the understanding and skills of the participants, firstly, photo, text and video editing material in the Canva and Capcut applications, the pre-test score of 40% to the post-test 72% increased 31.8%. Secondly, designing a business with a business model canvas (BMC) pre-test score of 42% to the post-test 81% increased 39.3%. The third AIDCA topic, with a pre-test score of 40% to 80.4%, increased by 39.5%, and the fourth topic, on the characteristics of creative people, increased by 25% to 75%, from 49%. Participants were able to create marketing content for Bu Mat's stall's UP2K products. This activity had a real impact on driving digital marketing transformation by activate Bu Mat's stall. Keywords: Digitalization; Content Marketing; Bu Mat Stall; Target Market.
IDENTIFIKASI DINAMIKA KELOMPOK TANI BANGUN KARYA UNTUK KESIAPAN MENUJU OPERASIONAL AGROINDUSTRI Herlina, Herlina
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 9, No 2: Desember 2025
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v9i2.1963

Abstract

Penting untuk mengeksplorasi aspek kelembagaan guna mengidentifikasi faktor pendorong atau menghambat perkembangan agribisnis salah satunya pada kelompok tani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi komoditas holtikultura dan dinamika kelompok yang telah diimplementasikan oleh kelompok tani Bangun Karya sebagai pertimbangan awal menuju operasional agroindustri. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara sengaja. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan komoditi utama yang diproduksi yakni cabai, kacang Panjang, timun sedangkan komoditi sampingan adalah jagung manis, semangka, ubi kayu, tomat, pare dan buncis. Dinamika kelompok telah diimplementasikan, dan memberikan peluang mengoperasionalkan agroindustri untuk  meningkatkan hasil pertanian. [1] tujuan kelompok: telah tercapai; [2] struktur kelompok: melaksanakan musyawarah mufakat, pembagian tugas proporsional, komunikasi bersifat terbuka; [3] fungsi tugas kelompok: informasi cepat disampaikan, anggota memiliki inisiatif;  [4] pembinaan dan pengembangan kelompok: mampu menunjukkan kemandirian finansial, dan  menerapkan teknologi, dan mengevaluasi program; [5] kekompakan kelompok: Memiliki suasana yang positif dalam aktivitas; [6] suasana kelompok: sikap kerjasama,  rasa memiliki serta  kemauan maju dan sukses bersama; [7] tekanan kelompok: ada aturan dan komitmen yang disepakati bersama sehingga mewujudkan keadilan dan kesetaraan; [8] keefektifan kelompok: rutin melaksanakan evaluasi kinerja, cepat merespon perubahan; [9] agenda terselubung : telah terpenuhinya keinginan anggota. Berdasarkan kondisi diatas, dinamika kelompok telah diimplementasikan di lapangan oleh kelompok tani Bangun Karya dan berpotensi memberikan peluang untuk mengoperasionalkan agroindustri guna meningkatkan hasil pertanian.