Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Dinamika dalam Membangun Merek Kolektif pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Dhyah Ayu Retno Widyastuti; Alexander Beny Pramudyanto; R.A. Vita Noor Prima Astuti
Komunikator Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jkm.101013

Abstract

The development of groups of micro, small and medium-scale enterprises (MSMEs) has been very competitive. This condition can be found in Yogyakarta Special Region (DIY), one of them is MSMEs in Krebet tourist village. The major challenge is that there have already been several location points that manufacture similar products; therefore, the crafts need to be distinguished from one another. However, it has several challenges and dynamics to manifest the plan in Krebet tourist village. Brand positioning models are relevant to be applied in this case (Keller, 2013). This article is a finding explored in the framework of the community service program. In addition to providing assistance, the authors were able to explore the dynamics of the target group. Descriptive method is used to see the reality of the methodological aspects. Data collection techniques conducted through Focus Group Discussion so that information about the conditions in Krebet Tourism Village and the dynamics of its villagers can be identified. In addition, observations were made through regular mentoring in the business group in Krebet. In order to strengthen the findings, the authors distributed questionnaires to help map some of the data needed. Furthermore, interesting points that will be presented in the article include (1) understanding of citizens about the importance of brands in business activities; (2) understanding of collective brands; (3) dynamics in building collective brands as a way to develop the potential of the tourist village.
Penggunaan Media Komunikasi untuk Membangun Komunikasi Keluarga pada Kelompok Bermain Tunas Melati Krebet Irene Santika Vidiadari; Birgitta Bestari Puspita Jati; Dhyah Ayu Retno Widyastuti
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/senapas.v2i1.9228

Abstract

Perkembangan teknologi mempengaruhi pola komunikasi dalam keluarga. Salah satunya pada konteks pendampingan anak usia dini pada saat menggunakan gawai pintar. Hal ini dikarenakan usia dini merupakan masa emas anak untuk mendapatkan beragam pendidikan dan internalisasi nilai budaya dalam keluarga. Pendampingan dilakukan melalui pemaparan materi dan diskusi kepada para ibu yang memiliki anak yang bersekolah di Kelompok Bermain Tunas Melati Krebet Sendangsari Pajangan Bantul. Pelatihan mengenai penggunaan media komunikasi diberikan untuk mengubah perspektif orang tua bahwa media komunikasi adalah pengganti peran pengasuhan dari orang tua. Media komunikasi merupakan sarana untuk mendorong komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak. Para ibu didorong untuk melakukan pengawasan dan pembatasan penggunaan gawai mengingat adanya dampak negatif pada kesehatan anak. Pelatihan ini juga merekomendasikan media edukasi yang dapat dimanfaatkan orang tua dan anak untuk melatih kecakapan bahasa serta menjadi saran untuk mempererat anak dan orang tua.
Membangun Budaya Partisipasi dalam Keluarga Melalui Komunikasi yang Efektif Dhyah Ayu Retno Widyastuti; Irene Santika Vidiadari; Brigitta Bestari Puspita Jati
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i3.868

Abstract

Keluarga merupakan sistem sosial yang terdiri dari orang tua dan anak serta mencakup relasi dan interaksi mereka di dalam peran dan fungsinya masing-masing. Dalam hal ini komunikasi adalah komponen penting untuk menjembatani relasi yang efektif di antara anggota keluarga yang saling memengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung. Namun faktanya, bahwa tidak semua keluarga memiliki pemahaman yang cukup untuk membangun pola komunikasi yang ideal dalam sistem keluarga. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini yakni untuk membangun budaya partisipasi di lingkungan keluarga melalui komunikasi dan pembagian peran dalam keluarga. Kegiatan dilakukan di Dukuh Krebet, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi serta studi kasus. Berdasarkan kegiatan di lapangan, hasil PkM menunjukkan bahwa (a) Masih terdapat ketimpangan dalam pembagian peran keluarga terutama dalam mengasuh anak yang masih cenderung dilakukan oleh perempuan. (b) Peserta menganggap penting komunikasi untuk membangun relasi dalam keluarga. Harapannya, pemikiran ini memberi kontribusi bagi pengembangan akademis terutama berkaitan dengan membangun kesadaran bagi masyarakat mengenai pentingnya pembagian peran orang tua dalam mengasuh anak. Selain itu, media komunikasi juga berperan penting untuk menjembatani komunikasi yang efektif di dalam sistem keluarga.
Blurring the Relationship Boundaries between Women and Technology Retno Widyastuti, Dhyah Ayu; Wahyuni, Hermin Indah; Wastutiningsih, Sri Peni
Jurnal The Messenger Vol. 15 No. 1 (2023): January-April
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v15i1.4473

Abstract

Introduction: Technology penetrates society and has an impact on daily life. Historically, technology was dominated by men. Recently, women have become closer to the internet to share ideas through cyberspace, build sites that allow them to interact with women and women’s communities, and use the internet to help their productive activities. This study attempts to explain modern society’s connections between women and technology. The data analysis used cyberfeminism theory. Methods: This study used qualitative methods and illustrated the case study of SiBakul platform usage by MSMEs in the Special Region of Yogyakarta. SiBakul is an ICT-based platform for branding the digital ecosystem of MSMEs in DIY Province. The data collection employed in-depth interviews, observation, and documentation. Data sources include MSME actors and the government responsible for the MSME sector.  Findings: The results showed that SiBakul is the driving force behind digital platforms that support MSMEs' activities. Through the marketplace, the MSME actors, both women and men, use technology. The analysis concludes that there is a possible equality between women and men in accessing and using technology to promote and market their business products. The women develop their insight into cyberspace to increase their knowledge and be more productive economically. Originality: The study uses the cyberfeminism perspective to highlight the importance of adapting to environmental changes in the Industry 4.0 era with women's equality for broader access to technology. Besides, it is considered for women’s equality in public areas and the productive sector, such as in MSME activities.
Autopoietic system: New perspective in the development communication study Widyastuti, Dhyah Ayu Retno; Wahyuni, Hermin Indah
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 12, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v12i2.57429

Abstract

Background: Understanding the concept of development communication is necessary. The study of development communication has grown and tends to be dynamic in Africa and Asia. Any communication modifications are crucial, and they can serve as the starting point for the development history. Purpose: The research aimed to develop a new perspective for studying development communication. Methods: The research used a qualitative approach. It analyzed the evolution and history of concepts that developed in the study of development communication in Africa and Asia. The data were collected through a review of literature from various journals, books, and other publications relevant to development communication studies in Africa and Asia. The researchers used a literature review as a methodology, considering that knowledge production is getting faster. Besides, the researchers complemented the study on development communication among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia’s context. Results: The study showed that development communication is most relevant to developing countries such as Africa and Asia. Based on the best practice of MSME in DIY, the autopoietic system by Niklas Luhmann is essential as an innovative perspective in development communication study. The autopoietic approach emphasizes that the system will produce its components self-creation to reduce complexity. It consists of communication, evolution, and differentiation, which build up the autopoietic system. Conclusion: The logic of the autopoietic system, which negates humans, is still challenging to build awareness of communication significance as the core of development communication, not the actors. Implications: This idea suggests the impact of advancing communication studies, particularly future communication studies development.
Media Baru dalam Komunikasi Pembangunan: Studi pada Penguatan Bisnis Berbasis Masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta Dhyah Ayu Retno Widyastuti; Herawati, Fransisca Anita
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 23 No 1 (2025): April (2025)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v23i1.15525

Abstract

Communication Technology for Development/ ICTD) sangat penting dalam upaya pertumbuhan dan penguatan sosial ekonomi masyarakat. Terlebih didukung dengan keberadaan platform media baru yang terus berkembang di seluruh dunia dengan fragmentasi penggunaannya. Riset ini mencoba mengidentifikasi potensi penggunaan media baru dalam pengembangan bisnis lokal. Metode yang digunakan yaitu studi kasus jamak terkait pengembangan bisnis lokal dalam kemasan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Data primer digali melalui wawancara kepada pengurus maupun sumber daya manusia (SDM) yang bertanggung jawab dalam mengelola bisnis lokal. Berdasar analisis yang didasarkan pada social learning theory, menunjukkan bahwa opinion leaders menempatkan saluran komunikasi untuk penguatan pengembangan bisnis lokal. Pendekatan secara tatap muka dilakukan dengan pendekatan hierarkis organisasi secara top down sedangkan platform media baru sebagai bentuk respons adanya perkembangan ICT. Penggunaan media baru bukan sekadar menyajikan informasi, Instagram sebagai salah satu platform media sosial digunakan untuk membangun pelibatan antara stakeholder dan membangun jaringan bisnis yang lebih luas. Sedangkan media interpersonal berupa WhatsApp Group (WAG) dimanfaatkan sebagai penghubung BUMDES dengan UMKM yang menjadi partner (vendor) penyedia layanan. Dalam hal ini platform media baru berkontribusi sebagai pendukung keberlanjutan bisnis lokal di masa mendatang.
Komunikasi dalam Membangun Mindset Kewirausahaan Berkelanjutan pada Forum Komunikasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kapanewon Ngaglik Dhyah Ayu Retno Widyastuti; Fransisca Anita Herawati
Seminar Nasional Penelitian dan Abdimas Vol 2 No 1 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga saat ini masih menjadi solusi utama dalam mengentaskan kemiskinan. Pengabdian ini secara spesifik berlokasi di Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman dengan mitra Forum Komunikasi (Forkom) UMKM yang berlokasi di Beran Kidul, Tridadi, Sleman. Kabupaten Sleman memiliki jumlah UMKM sebanyak 86.129 unit. Forkom menjadi wadah utama yang menjembatani pemerintah dengan pelaku UMKM. Forum ini dibentuk di tingkat kapanewon dan kelurahan yang dipayungi oleh Forkom di tingkat kabupaten. Beberapa persoalan yang dihadapi oleh mitra adalah masalah regenerasi usaha untuk mendukung keberlanjutan usaha, rendahnya minat berwirausaha, dan masih terbatasnya ketrampilan berwirausaha. Selain itu juga ada kecenderungan pelaku UMKM untuk berganti-ganti bidang usaha yang digeluti. Komunikasi menjadi komponen penting dalam upaya memperkuat mindset kewirausahaan berkelanjutan. Atas dasar ini maka pendampingan difokuskan pada tiga fokus utama yaitu: (1) Upaya pembentukan mindset dan jiwa wirausaha bagi generasi penerus pelaku UMKM; (2) Cara melakukan pemetaan potensi usaha dan melakukan riset pasar; (3). Pemanfaatan digital marketing. Harapannya melalui pendampingan ini anggota Forkom UMKM mampu berdaya saing dan membangun semangat kewirausahaan berkelanjutan. Kata Kunci—Komunikasi, Kewirausahaan Berkelanjutan, UMKM, Forum Komunikasi
The Use of Copywriting Formulas to Strengthen the Knowledge and Skills of Micro, Small, and Medium Enterprises in Product Promotion Widyastuti, Dhyah Ayu Retno
TRI DHARMA MANDIRI: Dissemination and Downstreaming of Research to the Community (Journal of Community Engagement) Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : SMONAGENES Research Center, Univeritas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtridharma.2025.005.02.126

Abstract

Digital marketing has become a preferred strategy for business owners to promote their products and services. In practice, however, they face a significant challenge—the need for creativity and the ability to craft effective messages when using social media marketing platforms. At the same time, business owners come from diverse educational and skill backgrounds. This community service program was conducted by a facilitator team targeting Micro, Small, and Medium Enterprises in Kapanewon (District), Kalasan—the program aimed to enhance participants’ capabilities to remain competitive in the digital marketing era. Assistance was provided through training on how to compose communication messages using digital copywriting formulas. The methods used included lectures and group-based practice sessions. The results showed that participants were able to develop promotional messages using three formula approaches and effectively deliver these messages verbally before an audience, consistent with the written narrative style they had created. This activity successfully improved participants’ knowledge and skills in product promotion.