Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Model Strategi E-WOM terhadap Minat Beli Konsumen pada Batik FY Trusmi Cirebon Boyke Setiawan Soeratin; Granit Agustina; Rudi Suprianto Ahmadi; Rakhmia Nalibratawati; Feby Febrian
Jurnal E-Bis Vol 6 No 1 (2022): Vol. 6 No 1 2022
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/e-bis.v6i1.868

Abstract

Berdiskusi tentang pemasaran adalah factor penentu bagi kegiatan pemasaran. Bagi pelanggan akan memperoleh suatu value dan kepuasan pada saat akan memutuskan dapat membeli suatu barang yang merupakan bentuk dari suatu kesuksesan atau tidaknya bagi seorang pelanggan dan melanjutkan pemesanannya di masa yang akan datang. Getok tular atau electronic word of mouth merupakan bentuk dari diskusi pemesaran. Perkembangan teknologi internet e-WOM tersedia secara luas. Minat beli adalah bentuk dari sub bagian perilaku konsumen guna melakukan pembelian, kecenderungan menaggapi dalam berupaya bagi keputusan pembelian dilkasanakan secara serius. Sebelum dilakukan pembelian konsumen memiliki pengalaman dalam melakukan minat beli ulang. Pelanggan memahami value produk yang dirasakannya. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dan verifikatif dengan regresi linier sederhana. Dengan populasi mencapai 500 pemilih batik FY Trusmi Cirebon diperoleh 100 orang sebagi sampel. Hasil penelitian bahwa e-WOM berpengaruh terhadap minat beli sebesar 71.45% yang didistribusikan secara simultan.
Peranan Marketplace dalam Upaya Meningkatkan Pangsa Pasar pada Kampung Tas dan Ransel Desa Margahayu Tengah Kabupaten Bandung Firman Asriadi; Rakhmia Nalibratawati
Prestise: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ekonomi dan Bisnis Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/prestise.v1i1.16646

Abstract

Dalam upaya memacu perkembangan dan pertumbuhan pelaku usaha kecil,diperlukan suatu cara atau metode tertentu untuk meningkatkan penjualan mereka.Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan media digital yang telahberkembang pesat penerapannya secara online oleh banyak pelaku usaha.Permasalahan yang muncul adalah bagaimana memilih dan menentukan mediayang paling efektif dalam rangka meningkatkan aktivitas pemasaran sehinggaomzet penjualan dapat meningkat secara signifikan. Untuk menjawabpermasalahan tersebut, penelitian ini bermaksud untuk mencoba menguji agardapat menemukan dan menetapkan media digital (marketplace) yang terbaik untukmedia pemasaran pelaku usaha tersebut, sehingga kegiatan pemasaran pelaku usahakecil dapat berjalan dengan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode deskriptif, yaitu penelitian untuk membuat gambaran umum mengenaisituasi atau kejadian. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk data primeradalah dengan cara observasi dan wawancara, sedangkan untuk data sekunderberdasarkan studi kepustakaan. Untuk membuktikan efektifitas media pemasarandigital berupa marketplace, maka diperlukan subyek penelitian yaitu pelaku usahakecil yang terlibat langsung dengan pemasaran online, pendekatan wawancara dantingkat keberhasilan mereka dalam penggunaan media digital (marketplace)tersebut. Melalui penelitian ini diharapkan pelaku usaha kecil dapat memilih secaraefektif penggunaan media digital (marketplace) dalam kegiatan pemasaran merekasehingga omzet penjualan mereka dapat meningkat. Penelitian mengambil lokasiatau obyek penelitian di Kampung Tas dan Ransel Desa Margahayu TengahKabupaten Bandung. Mengingat perilaku konsumen dan sosial budaya di kampungtersebut berbeda antara para pengrajin, tentunya harus dapat diukur atau diuji,apakah ada hubungan linier secara signifikan pemanfaatan marketplace dalamupaya peningkatan kegiatan pemasaran dan penjualan produk pelaku usaha.Kata kunci: Marketplace, Pelaku usaha kecil, Pangsa Pasar
Towards Environmentally Friendly Agriculture: Assisting Farmers in the Use of Organic and Biological Fertilizers Adi Oksifa Rahma Harti; Rakhmia Nalibratawati; Men Aaf Falahudin; Adi Niko Munandar; Sri Fatmawati
Unram Journal of Community Service Vol. 6 No. 3 (2025): September
Publisher : Pascasarjana Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ujcs.v6i3.1161

Abstract

Environmentally friendly agriculture is an urgent necessity amid increasing soil degradation and farmers' dependence on chemical fertilizers, which incur high costs and reduce land quality. This condition also occurs in the Hikmah Farmer Group in Majalengka, where the majority of farmers still rely entirely on chemical fertilizers, while knowledge and skills regarding organic and biological fertilizers are still very limited. This Community Service Program (PKM) aims to increase farmers' capacity to produce and utilize organic and biological fertilizers, thereby reducing their dependence on chemical fertilizers and supporting the realization of sustainable agriculture. The implementation methods included counseling on the concept of environmentally friendly agriculture, training in the production of solid and liquid organic fertilizers, as well as biological fertilizers based on local microorganisms, and direct assistance in their application on agricultural land. The results of the activities showed a significant increase in farmers' knowledge and skills, with more than 70% of group members able to produce organic fertilizers independently, and more than 60% successfully applying biological fertilizers on their land. In addition, the use of chemical fertilizers can be reduced by 20-30% without reducing crop yields, while improving soil fertility and increasing soil biota activity. Thus, this program not only has a positive impact on farmers' economic efficiency, but also contributes ecologically to the sustainability of environmentally friendly agriculture. Future recommendations include strengthening institutional support and replicating the program among other farmer groups in Majalengka to ensure its benefits can be sustained and expanded.