Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Dina Trianggaluh Fauziah
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 03 April (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Telang flower is a plant also known as flower telang which contains saponins, alkaloids, flavonoids, triterpenoids and phenols which function as laxative, diuretic, blood purifier and anthelmintic. This study aims to determine the effect of telang flower on antibacterial test. The extraction method used is maceration and soxhletation, the yield obtained by maceration (1.40%) and soxhletation (2.15%) methods. The average inhibitory power of telang flower extract on the antibacterial test of Escherichia coli on the maceration method (11.6 mm) and the soxhletation method (12.6 mm), while the antibacterial testing of Staphylococcus aureus with the maceration method (13.3 mm) and soxhletation (10,6 mm). Qualitative identification showed the presence of alkaloids, tannins and saponins.
Antidiabetic Effects Of Robusta Coffee Bean Ethanol Extract (Coffea Canephora) In Diabetic Mice With Alloxan Induction Wulandari, Ayu; Hidayati, Sholihatil; Dina Trianggaluh Fauziah
Jurnal EduHealth Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal eduHealt, Edition April - June , 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Non-communicable diseases are a group of diseases which in themselves become a public health burden because they are widespread, one of which is diabetes mellitus (DM). Robusta coffee bean (Coffea canephora) is one of the medicinal plants that can be efficacious in lowering blood glucose levels. The purpose of this study was to determine the effect of Robusta Coffee Beans (Coffea canephora) on blood glucose levels in alloxan-induced mice. This study used a type of laboratory experimental study using male mice (Muss musculus L.) Bulb/C strain. There were 6 groups randomized and treated Robusta Coffee Bean Ethanol Extract (RBEE) with dose 100 mg/kg.bw, dose 200 mg/kg.bw, dose 400 mg/kg.bw, CMC Na 0.5% and metformin 195 mg/kg.bw. The treatment is given orally for 14 days. Blood glucose level data was analyzed using the ANOVA one-way parametric test with a confidence level of 95%. After being given treatment, the blood glucose level in negative control group (545.7 mg/dl), positive control (130.25 mg/dl), RBEE 100 mg/kg.bw (296.5 mg/dl), RBEE 200 mg/kg.bw (211.5 mg/dl), RBEE 400 mg/kg.bw (147.25 mg/dl), so that the percent decrease in blood glucose levels in RBEE 100 mg/kg.bw (27.10%), RBEE 200 mg/kg.bw (50.14%), RBEE 400 mg/kg.bw (68.00%), CMC Na (-53.60%), metformin (71.11%). The results showed that there was an effect on reducing blood glucose levels in mice significantly compared to the negative control group. Robusta coffee beans (Coffea canephora) have the activity of lowering blood glucose levels so that it can be developed as an antidiabetic.
Edukasi Dan Pelatihan Pembuatan Makanan Sehat Berbahan Edamame Untuk Mencegah Stunting Di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember Wigati, Dyan; Dina Trianggaluh Fauziah; Shinta Mayasari; Dwi Koko Pratoko; Rahmadania Affelia Dianto; Wanda Tri Agustin
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.10665

Abstract

Masalah stunting menjadi isu kesehatan yang harus segera ditangani, mengingat kasus stunting di beberapa wilayah di Indonesia masih tinggi. Stunting disebabkan defisiensi nutrisi yang berefek pada tumbuh kembang anak baik fisik maupun kognitifnya. Pengabdian masyarakat di desa Tisnogambar, Kecamatan Bangsalsari memiliki tujuan untuk memberikan edukasi tentang stunting sehingga mitra memiliki pengetahuan, kesadaran dan kepedulian untuk lebih memperhatikan asupan gizi baik pada masa kehamilan maupun balita di keluarganya sehingga dapat berkontribusi dalam menurunkan kasus stunting di wilayah Jember. Edamame kaya akan nutrisi yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan selain merupakan hasil pertanian lokal Jember. Tahapan kegiatan pengabdian diawali dengan pemberian materi tentang bahaya stunting dan penanganannya, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan makanan sehat berupa puding edamame. Pemilihan bentuk olahan puding karena disukai anak anak, mudah dibuat dan dimodifikasi sesuai selera. Untuk mengetahui keberhasilan kegiatan maka dinilai dari adanya peningkatan pengetahuan peserta yang diukur berdasarkan nilai pre dan post test. Dari 40 peserta sebanyak 85 % mampu menjawab pertanyaan post test dengan nilai 100. Diakhir kegiatan dilakukan evaluasi dan pembagian sembako yang berisi bahan kebutuhan pokok. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkesinambungan. Kata Kunci: Stunting, edamame, makanan sehat
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Krim Perona Pipi dari Ekstrak Bunga Rosela (Hibiscuss sabdariffa L.) sebagai Pewarna Alami Ajeng Retno Ningsih; Dina Trianggaluh Fauziah; Lindawati Setyaningrum; Jenie Palupi
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/gzbqnr42

Abstract

Perona pipi ialah sediaan kosmetik yang digunakan untuk memberikan warna pada pipi dengan pilihan warna yang beragam. Bahan alami yang digunakan sebagai pewarna alami adalah bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.). Tujuan daripada penelitian ini guna mengidentifikasi senyawa antosianin pada penggunaan ekstrak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) kosentrasi 5%, 10%, dan 15% pada krim perona pipi. Serta mengidentifikasi uji evaluasi krim perona pipi melalui uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, iritasi, serta hedonik. Penelitian ini menerapkan metode eksperimental laboratorium dengan melakukan skrining antosianin, dan melakukan uji evaluasi berupa uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, iritasi serta hedonik. Hasil dari penelitian ini yaitu ekstrak bunga rosela positif mengandung senyawa antosianin. Hasil evaluasi uji organoleptik krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5%, 10 % dan 15% memiliki tekstur semi padat dengan aroma khas bunga rosela dan memiliki warna pada kosentrasi 5% putih sedikit pink, 10% pink muda, 15% pink gelap. pH krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5% yaitu 6.73, 10%  6.53, 15% 5.63. Uji homogenitas krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5%, 10%, dan 15% yaitu homogen. Uji daya sebar krim perona pipi  kosentrasi ekstrak 5% yaitu 5.3 cm, 10% 6.3 cm dan 15% 5.7 cm. Uji daya lekat krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5% yaitu 7.07 detik, 10% 6.53 detik. dan 15% 6.77 detik. Uji iritasi krim perona pipi kosentrasi ekstrak 5%, 10% dan 15% yaitu tidak menimbulkan iritasi. Uji hedonik krim perona pipi kosentrasi ekstrak 15% banyak disukai responden dalam segi tekstur, warna dan aroma.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Hand Body Lotion dari Ekstrak Biji Alpukat (Persea americana Mill.) Angga Dwi Rofiqil Maula; Dina Trianggaluh Fauziah; Aliyah Purwanti; Ayu Tri Agustin
Journal of Pharmacy and Halal Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Journal of Pharmacy and Halal Studies (JPHS)
Publisher : Edu Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70608/6hahad10

Abstract

Kulit rentan rusak akibat radikal bebas sinar UV, sehingga membutuhkan antioksidan eksternal. Biji alpukat kaya flavonoid, fenol, vitamin E, tanin, dan asam lemak seperti linoleat, oleat, dan palmitat. Kandungan ini menjaga kelembapan dan kekencangan kulit, cocok digunakan dalam produk seperti hand body lotion. Membuktikan adanya kandungan senyawa dalam biji alpukat dan mendapatkan konsentrasi ekstrak biji alpukat yang menunjukkan mutu fisik yang baik dan hasil sediaan hand body lotion yang dapat diterima dengan baik oleh responden. Aquadest dijadikan pelarut dalam metode dekokta untuk menghasilkan ekstrak biji alpukat yang konsentrasinya mencakup 2%, 5%, dan 8%. Evaluasi sediaan mencakup uji mutu fisik organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, daya sebar, beserta pengujian terhadap panelis yaitu uji hedonik dan iritasi. Data dianalisis melalui aplikasi SPSS versi 25. Hasil uji mutu fisik (organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, beserta daya sebar) memperlihatkan hasil yang memenuhi persyaratan pengujian sediaan yang baik. Pada pengujian terhadap responden mendapatkan hasil penerimaan yang baik dan tidak terjadi reaksi iritasi. Ekstrak biji alpukat kaya akan senyawa flavonoid, tanin, saponin, beserta fenolik. Penelitian memperlihatkan bahwasanya formulasi hand body lotion yang mengandung ekstrak ini memenuhi standar mutu fisik, mencakup uji organoleptis, pH, homogenitas, daya lekat, beserta daya sebar. Pada uji terhadap responden hasil uji hedonik responden lebih menyukai warna sediaan pada formula F1 yaitu 54,5%, sementara aroma 72,7% dan tekstur 63,6% pada formula F2. Pengujian iritasi sediaan hand body lotion ini dapat diterima dengan baik karena tidak menyebabkan iritasi dan aman untuk digunakan.