Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Potensi Buah Nanas Madu Subang (Ananas comasus) sebagai Antibakteri Gram Positif Negatif Melalui Metode Bioteknologi Fermentasi Kombucha Berdasarkan Konsentrasi Gula Aren Berbeda Firman Rezaldi; Fernanda Desmak Pertiwi; Yunita; Rustini; Fajar Hidayanto
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbt.v5i2.400

Abstract

Kombucha buah nanas madu (Ananas comasus) Subang mengandung senyawa metabolit sekunder yang berasal dari golongan alkaloid, flavonoid, dan juga saponin. Ketiga golongan senyawa metabolit sekunder tersebut merupakan jenis-jenis metabolit sekunder yang berpotensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri gram positif maupun negatif. Penelitian ini bertujuan menngidentifikasi senyawa metabolit sekundern secara kualitatif yang terkandung dalam larutan fermentasi kombucha buah nanas madu Subang dan memberikan informasi ilmiah mengenai pengaruh konsentrasi gula aren yang berbeda-beda pada larutan fermentasi kombucha buah nanas madu subang dalam menghambat pertumbuhan bakteri gram positif maupun negatif. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan membuat 5 sediaan yaitu fermentasi kombucha buah nanas madu subang dengan konsentrasi 15%, 25%, dan 35%, akuades steril sebagai kontrol negatif, dan kombucha yang berbahan dasar teh hitam sebagai kontrol positif. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan ANOVA satu jalur dan dilanjut menggunakan uji beda nyata terkecil (BNT) yaitu berupa analisis post hoc. Sedangkan untuk analisis metabolit sekunder pada kombucha buah nanas madu subang dilakukan secara deskriptif. Hasil ANOVA terbukti bahwa seluruh perlakuan pada kombucha buah nanas madu subang dengan konsentrasi 15%,25%, dan 35% mempunyai potensi sebagai antibakteri gram positif dan negatif dengan nilai P > 0,05 dan uji beda nyata (BNT) terkecil telah membuktikan bahwa seluruh perlakuan memiliki pengaruh yang siginifikan dalam menghambat pertumbuhan bakteri gram positif maupun negatif pada kombucha buah nanas madu subang.
Antibakteri Clostridium botulinum dari Bunga Telang (Clitoria ternatea L) Melalui Metode Bioteknologi Fermentasi Kombucha Fernanda Desmak Pertiwi; Aris Ma’ruf; Firman Rezaldi; Siska Dwi Anggraeni; Titin Sulastri; Desi Trisnawati; M. Fariz Fadillah; Kusumiyati Kusumiyati
Tirtayasa Medical Journal Vol 2, No 1 (2022): November
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/tmj.v2i1.17480

Abstract

Keracunan pada produk makanan yang diolah secara tidak higinies dapat disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum, sehingga dapat menyerang sistem syaraf dan juga lumpuh. Bunga telang (Clitoria ternatea L) yang difermentasi oleh kombucha merupakan salah satu minuman probiotik yang digunakan untuk mencegah atau menghambat pertumbuhan bakteri Clostridium botulinum. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi secara ilmiah terhadap aktivitas farmakologi pada kombucha bunga telang sebagai antibakteri Clostridium botulinum pada berbagai konsentrasi gula pasir putih sebesar 20%, 30%, dan 40%. Rancangan penelitian ini adalah dengan membuat 3 sediaan kombucha bunga telang pada konsentrasi gula pasir putih sebesar 20%, 30%, dan 40% serta akuades sebgai kontrol negatif dan kombucha berbahahan dasar teh hitam sebagai kontrol positif. Metode yang digunakan dalam menguji daya hambat pertumbuhan bakteri Clostridium botulinum adalah difusi cakram. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ANOVA satu jalur pada taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut melalui analisis pos hoc. Hasil penelitian berdasarkan ANOVA satu jalur dengan Fhitung lebih besar daripada Ftabel dan analisis pos hoc membuktikan bahhwa kombucha bunga telang berkolerasi secara positif dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji pada seluruh perlakuan. Konsentrasi 40% merupakan konsentrasi terbaik dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji dengan rata-rata diameter zona hambat yang dihasilkan adalah sebesar 18,35 mm dan masuk dalam kategori kuat