Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

COMPETITIVE STRATEGY THROUGH SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ON PHARMACY INSTALLATION: COMPARISON STUDY IN TWO HOSPITALS Cinthya Ratna Yuniar; Widi Hidayat
Airlangga Journal of Innovation Management Vol. 3 No. 1 (2022): Airlangga Journal of Innovation Management
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ajim.v3i1.36501

Abstract

Service-based business competition in hospitals can be achieved through cost leadership strategies without putting aside patient safety, differentiation strategies aims to differentiate themselves uniquely from competitors and focus strategies by targeting specific markets. The strategy series are 50% more influenced by the performance of Supply Chain Management at Pharmacy Installation. The purpose of this study is to evaluate the implementation of strategy and performance with the research subjects of the Hospital Type D Pharmacy Installation. The method of weighting the Analytical Hierarchy Process (AHP) was used to analyse the priority of strategy and performance assessment processed using the Objective Matrix (OMAX) method. The Supply Chain Operation Reference (SCOR) model is applied as a Key Performance indicator (KPI) with financial ratio data as a support for internal performance. The position of subject in competition and performance improvement benchmarks is seen through benchmarking with competitor of type C Hospital. Results of analysis show that the priority cost leadership strategy is supported by the AHP weighting cost of good sold 34.4% but the best performance is obtained from the order fulfillment cycle time 26.51%. Performance evaluation should be used by targets approaching competitor levels. The conclusion of this study, Hospital competing strategies can be obtained through synchronization of Supply Chain Management strategies and actual performance of Pharmacy Installation
Perbandingan Efektivitas Antipiretik dan Analgesik Dua Merek Dagang Parasetamol dan Produk Generik Terhadap Mencit (Mus Musculus) Jantan Cinthya Ratna Yuniar; Nasruhan Arifianto; Dian Nita Triana
Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika (J-PhAM) Vol 4 No 2 (2022): Journal of Pharmaceutical Care Anwar Medika
Publisher : STIKES Rumah Sakit Anwar Medika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36932/jpcam.v4i2.67

Abstract

Antipyretics and analgesics are drugs that can suppress or reduce the increase in body temperature and suppress pain by inhibiting COX. In the market, branded products are often considered to have a higher quality than generic products, and patients are often found who are fanatical about one of these trademarks. Even though the products on the market have been tested for the quality of these products. Therefore, a study was conducted to compare the antipyretic and analgesic effectiveness of branded paracetamol at a higher price with branded paracetamol at a generic price (cheap) and generic paracetamol in mice induced by fever and induced pain. Experimental animals in this study used male mice (Mus musculus). The stages of antipyretic research are giving treatment to experimental animals before being treated, mice are measured rectal temperature (initial temperature), then injected with 5% peptone subcutaneously. One hour later the rectal temperature was measured again, after which the mice were treated with the test material and negative control. To test the effectiveness of analgesics, a chemical stimulation method was used which was carried out on male mice (mus musculus) given the pain-inducing compound acetic acid 0.6% (writhing test). The antipyretic test results obtained in the form of the percentage of the antipyretic power of branded paracetamol at an expensive price, branded paracetamol at a generic price (cheap) and paracetamol generic products at 0.86%, 1.07% and 0.41%, respectively, at the minute to minute observation. -60. The most effective antipyretic effect of paracetamol used to reduce the rectal temperature of febrile mice was brand B paracetamol and the lowest effectiveness was found in generic paracetamol. The analgesic effectiveness test in this study showed that there was a significant difference in analgesic effectiveness from each test group. The greatest analgesic effectiveness occurred in brand A paracetamol products with % pain inhibition in a total of 20 minutes by 47.37% and the smallest analgesic effectiveness occurred in generic paracetamol products with % pain inhibition in a total time of 20 minutes by 38.05%.
Tingkat Kepuasan Pelayanan Obat Racikan Pada Poli Anak RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo Arifianto, Nasruhan; Yuniar, Cinthya Ratna; Kusmaningrum, Farida; Elzami, Anastasya Aninda
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 2 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i2.24453

Abstract

Tingkat kepuasan pasien sangat penting bagi suatu pusat kesehatan, selain hal tersebut mengarah pada loyalitas pasien, namun juga berpengaruh pada hasil klinis yang lebih baik dan kepatuhan pasien. Kepuasan pasien sendiri juga bisa digambarkan dengan ukuran seberapa senang pasien dengan perawatan kesehatan yang mereka alami. Dalam kata lain, pusat kesehatan perlu memenuhi harapan pasien serta memberikan pengalaman sehat secara medis. Aspek-aspek yang harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain, aspek kehandalan, aspek ketaggapan, aspek jaminan, aspek empati dan aspek berwujud. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif  dengan metode purposive sampling.Sampel pada penelitian ini berjumlah 50 responden yaitu pasien poli anak rawat jalan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kepuasan. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga atau pendamping dari pasien poli anak. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kehandalan memperoleh presentase sebesar 75,76% dengan kategori puas, dimensi ketanggapan memperoleh presentase sebesar 74,88% dengan kategori puas, dimensi jaminan memperoleh presentase sebesar 81,28% dengan kategori sangat puas, dimensi empati memperoleh presentase sebesar 80% dengan kategori puas, dimensi berwujud memperoleh presentase 73,14% dengan kategori puas. Presentase tertinggi yaitu pada dimensi jaminan dan terendah dari dimensi berwujud. Berdasarkan hasil penelitian tentang Tingkat Kepuasan Pelayanan Obat Racikan Pada Poli Anak RSUD dr. Hardjono Ponorogo menunjukkan bahwa presentase kepuasan secara keseluruhan didapatkan nilai (77,01%) dan responden dinyatakan “Puas’’.
UJI AKTIVITAS SEDIAAN KRIM PENUMBUH RAMBUT DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SELEDRI (Apium Graveolens L.) PADA KELINCI JANTAN WIDYANINGSIH, LINDA; RATNA YUNIAR, CINTHYA; ARIFIANTO, NASRUHAN
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 2 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/1nppcv94

Abstract

Sediaan penumbuh rambut digunakan untuk menstimulus pertumbuhan rambut yang digunakan dengan cara dioleskan pada kulit kepala. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai penumbuh rambut adalah seledri. Seledri mengandung natrium, vitamin A dan B, kalsium dan zat besi yang mempunyai kemampuan untuk menyuburkan rambut. Zat kimia di dalam seledri yaitu Apigenin yang berperan dalam stimulasi penumbuh rambut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah daun seledri mempunyai aktivitas sebagai penumbuh rambut. Metode yang digunakan untuk penelitian ini meliputi : penyiapan bahan, ekstraksi bahan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, formulasi sediaan krim dengan tiga varian konsentrasi yaitu 6 gr, 9 gr dan 12 gr dalam sediaan 30 gr, selanjutnya pengujian aktivitas pertumbuhan rambut menggunakan 3 hewan uji kelinci dengan mengukur panjang pertumbuhan rambut pada kelinci pada minggu ke-1, minggu ke-4 dan minggu ke-7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim ekstrak etanol daun seledri dapat menumbuhkan rambut. Aktivitas sediaan krim penumbuh rambut yang baik ditunjukkan oleh sediaan krim dengan konsentrasi ekstrak etanol daun seledri 12 gr.
Tingkat Kepuasan Pelayanan Obat Racikan Pada Poli Anak RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo Arifianto, Nasruhan; Yuniar, Cinthya Ratna; Kusmaningrum, Farida; Elzami, Anastasya Aninda
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 2 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i2.24453

Abstract

Tingkat kepuasan pasien sangat penting bagi suatu pusat kesehatan, selain hal tersebut mengarah pada loyalitas pasien, namun juga berpengaruh pada hasil klinis yang lebih baik dan kepatuhan pasien. Kepuasan pasien sendiri juga bisa digambarkan dengan ukuran seberapa senang pasien dengan perawatan kesehatan yang mereka alami. Dalam kata lain, pusat kesehatan perlu memenuhi harapan pasien serta memberikan pengalaman sehat secara medis. Aspek-aspek yang harus terpenuhi untuk menunjang kualitas pelayanan kesehatan antara lain, aspek kehandalan, aspek ketaggapan, aspek jaminan, aspek empati dan aspek berwujud. Jenis penelitian ini adalah Kualitatif  dengan metode purposive sampling.Sampel pada penelitian ini berjumlah 50 responden yaitu pasien poli anak rawat jalan. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner kepuasan. Informan dalam penelitian ini adalah keluarga atau pendamping dari pasien poli anak. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi kehandalan memperoleh presentase sebesar 75,76% dengan kategori puas, dimensi ketanggapan memperoleh presentase sebesar 74,88% dengan kategori puas, dimensi jaminan memperoleh presentase sebesar 81,28% dengan kategori sangat puas, dimensi empati memperoleh presentase sebesar 80% dengan kategori puas, dimensi berwujud memperoleh presentase 73,14% dengan kategori puas. Presentase tertinggi yaitu pada dimensi jaminan dan terendah dari dimensi berwujud. Berdasarkan hasil penelitian tentang Tingkat Kepuasan Pelayanan Obat Racikan Pada Poli Anak RSUD dr. Hardjono Ponorogo menunjukkan bahwa presentase kepuasan secara keseluruhan didapatkan nilai (77,01%) dan responden dinyatakan “Puas’’.
Edukasi Terhadap Santri Tentang Penggunaan Obat Topikal Terapi Scabies di Pondok Pesantren KH. Syamsuddin Durisawo Ponorogo Arifianto , Nasruhan; Rakhmawati, Erna Agung; Ardiyanti, Alvina Putri; Yuniar, Cinthya Ratna; Hamdayani, Tatik
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v7i4.3528

Abstract

Penyakit skabies merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di pondok pesantren. Rendahnya pengetahuan santri mengenai cara penggunaan obat topikal yang benar sering menjadi kendala dalam upaya pencegahan dan pengobatan yang efektif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri putri mengenai penggunaan obat topikal untuk skabies. Edukasi dilakukan melalui metode presentasi kepada 100 santri putri kelas XI MA. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan desain pretest-posttest dengan kuesioner. Peningkatan pengetahuan dianalisis menggunakan uji N-Gain. Kegiatan ini berhasil meningkatkan secara signifikan pengetahuan santri tentang penggunaan obat topikal skabies. Rata-rata nilai pengetahuan meningkat drastis dari 53,7% (sebelum) menjadi 93,1% (sesudah) edukasi. Hasil uji N-Gain sebesar 0,8832 menempatkan peningkatan pengetahuan pada kategori tinggi. Metode presentasi dinilai sangat efektif (efektivitas >76%) dalam meningkatkan pemahaman santri. Edukasi menggunakan metode presentasi sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman santri putri tentang penggunaan obat topikal untuk skabies. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan guna mendukung kesehatan dan kualitas hidup santri di lingkungan pesantren. Education on the Use of Topical Scabies Medication for Students at the KH. Syamsuddin Islamic Boarding School in Ponorogo  Scabies is a common health problem in Islamic boarding schools. Students' low knowledge regarding how to use topical medications correctly often becomes an obstacle in effective prevention and treatment efforts. This service activity aims to increase female students' knowledge regarding the use of topical medicine for scabies. Education was carried out through presentation methods to 100 female students in class XI MA. The effectiveness of the activity was measured using a pretest-posttest design with a questionnaire. Increased knowledge was analyzed using the N-Gain test. This activity succeeded in significantly increasing students' knowledge about the use of topical scabies medication. The average knowledge score increased drastically from 53.7% (before) to 93.1% (after) education. The N-Gain test result of 0.8832 places the increase in knowledge in the high category. The presentation method is considered very effective (effectiveness >76%) in increasing students' understanding. Education using the presentation method is very effective in increasing female students' understanding of the use of topical medication for scabies. This activity is recommended to be implemented on an ongoing basis to support the health and quality of life of students in the Islamic boarding school environment.
Evaluasi Strategi 4P dalam Membentuk Persepsi Nilai (Studi Kasus: Pasien Apotek Nasruhan Ponorogo) Cinthya Yuniar; Adib Roshintama
Journal of Law, Economics, and Engineering Vol. 1 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Persepsi nilai merupakan proses individu (konsumen) memilih, mengorganisasi, dan menginterprestasi (memaknai) masukan - masukan informasi yang dapat menciptakan gambaran yang memiliki kebenaran personal dan memiliki arti-arti tertentu, sehingga dapat digunakan untuk mengevaluasi penerapan strategi 4P terhadap persepsi pasien. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan sampel menggunakan pasien yang datang berbelanja obat di apotek Nasruhan Ponorogo yang memenuhi kriteria inklus. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner persepsi pasien yang mencakup 4P yaitu produk, harga, lokasi, promosi. Berdasarkan hasil penelitian tentang Evaluasi Penerapan Strategi 4P Terhadap Pesepsi Pasien menunjukan bahwa kriteria yang paling sesuai dengan persepsi pasien yaitu kriteria produk (78,85%) kemudian kriteria harga (77%), ktiteria lokasi (76,55%), namun terdapat presentase terendah yaitu kriteria promosi (63,43%). Terdapat 37,7% pasien yang berpendapat bahwa promosi yang dilakukan di apotek Nasruhan masih tergolong kurang. Dari hasil data rata-rata persentase secara keseluruhan didapatkan hasil 73,95% maka strategi 4p yang digunakan dinyatakan memberikan persepsi nilai pasien tergolong baik.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN : INOVASI PEMBUATAN SABUN RAMAH LINGKUNGAN DARI BUAH KLERAK (Sapindus rarak DC.) Andari, Susilowati; Ita Octafia; Cinthya Ratna Yuniar; Listiyana Sintiya Putri; Ulfi Uswatun Khasanah; Vannesa Herlinnasti; Vina Nurul Khamidiyah; Wafirotul Elifah; Wahyu Rizky Pratama
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.7598

Abstract

The use of synthetic chemical-based detergents often leads to environmental pollution problems. The results of the study by Muhamed et al. (2018) indicate that laundry wastewater (greywater) containing detergents alters soil characteristics, such as an increase in pH and electrical conductivity, and a decrease in the rate of infiltration. Based on the literature review conducted by Naufal and A’yun (2024), carelessly discarded detergent waste contains active substances like phosphate, surfactant, and bleach, which can reduce soil quality, disrupt microorganisms, and impact public health. The lerak fruit (Sapindus rarak) is a natural material with a high saponin content that can therefore be utilized as a raw material for eco-friendly soap. This community service program aims to provide knowledge and popularize the use of lerak fruit as a raw material for eco-friendly soap. The activity was carried out in collaboration with PKK members in Sambilawang Village, Bungkal, Ponorogo. The methods used included counseling/extension using PowerPoint media and brochures, as well as the practice of making lerak soap. To measure the effectiveness of the activity, pre-tests and post-tests were conducted before and after the activity. This activity is a tangible contribution to making the PKK members self-reliant and empowering them to utilize local natural resources. It is hoped that this extension program can become a solution to the pollution problems resulting from detergent use and increase community productivity. Based on the N-Gain score analysis, which showed a figure of 84%, the method used was effective in increasing the participants' knowledge.
Sedative Effectiveness of Essential Oils of Red Rose Flower (Rosa Damascena) and White Jasmine Flower (Jasminum Sambac) on Male Mice (Musculus) by Olfactory Aromatherapy Nasruhan Arifianto; Cinthya Ratna Yuniar; Cikra Ikhda Nur H.,S; Arifah Yusrina; Fitria Nur Hidayati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.773

Abstract

Insomia is a condition in which a person cannot sleep, often wakes up and has difficulty falling back asleep. Aromatherapy will provide a sense of calm when inhaled. Red rose and white jasmine aromatherapy contains linalool and geraniol substances that are beneficial for overcoming sleep disorders. The purpose of this study was to examine the sedative effects of red rose and white jasmine essential oils on mice. This study used an experimental method tested on male mice to test the sedative effect of red rose (Rosa damascena) and white jasmine (Jasminum sambac) oils on mice (Mus musculus) by means of aromatherapy (by inhalation) using the volume of red rose (Rosa damascena) and white jasmine (Jasminum sambac) essential oils for 4 hours with a stratified volume of 5 ml in 300 ml of solution,  10 ml in 300 ml of solution and 15 ml in 300 ml of solution. The data obtained from the results of the sedative effectiveness test of red rose oil on mice were statistically analyzed with the ANOVA one-way test. The results of the ANOVA oneway test showed that red rose essential oil and white jasmine had a sedative effect on mice at a level of 5 ml in 300 ml of solution and at a level of 10 ml in 300 ml of diffuser water solution while white jasmine essential oil volume of 15 ml in 300 ml of diffuser water with ANOVA test results of 0.000 < 0.05 with a positive control value of 43.33 minutes, negative control 13.00 minutes, 5ml oil 21.00 minutes, oil 10 ml 37.50 minutes, and 15 ml oil 67.67 minutes
Pemberian KIE Media Leaflet tentang Cara Penggunaan Amoxicillin dan Pengaruhnya terhadap Pemahaman Pasien Rawat Jalan RSUD Dr. Harjono S Ponorogo Nasruhan Arifianto; Tatik Handayani; Cinthya Ratna Yuniar; Sherly Puttri Anggita; Farida Kusumaningrum
Jurnal Medika: Medika Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0bdm0078

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi infeksi bakteri. penggunaan antibiotik di seluruh dunia telah meningkat sebanyak 36%, sehingga menyebabkan meningkatnya resistensi antibiotic. Untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan pada pengguanaan antibiotik, diperlukan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Proses KIE dalam Pengabdian ini menggunakan media Leaflet. Pengabdian ini bertujuan Untuk mengetahui Pengaruh KIE Media Leaflet Tentang Cara Penggunaan Amoxicillin Terhadap Pemahaman Pasien Rawat Jalan RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Desain pengabdian ini adalah pemberian informasi kepada pasien dengan media leaflet, kemudian dilakukan perhitungan untuk melihat seberapa besar efektifitas dari pemveian informasi yang diberikan menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan studi Quasi eksperimental dengan menggunakan desain one group pre-test post-test. Sampel pada pengabdian ini berjumlah 70 responden yaitu pasien atau keluarga pasien. Pengabdian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2024. Berdasarkan hasil Pengabdian Pengaruh Kie Media Leaflet Tentang Cara Penggunaan Amoxicillin Terhadap Pemahaman Pasien Rawat Jalan Rsud Dr. Harjono Ponorogo, menunjukkan bahwa nilai N-Gain diperoleh sebesar 0,81. Pada pengabdian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa KIE dengan media Leaflet mempunyai pengaruh yang tinggi terhadap pemahaman pasien tentang cara penggunaan Antibiotik Amoxicillin.