Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ANALISIS STRATEGI DAN INOVASI PEMBELAJARAN SENI MUSIK Lalamentik, Fredo Ronaldo; Kaunang, Meyny; Latuni, Glenie
KOMPETENSI Vol. 3 No. 11 (2023): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i11.6601

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi inovasi pembelajaran seni musik di SMA Negeri 1 Kotamobagu Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Musikologi Pengumpulan data dilakukan melalui observasi wawancara dan dokumentasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi pengelolaan kegiatan termasuk penyampaian materi penggunaan peralatan dan media serta penentuan bahan dan waktu Selain itu strategi berbasis masalah SPMB juga diadopsi sebagai metode pembelajaran di kelas Terdapat lima komponen yang ikut serta dalam strategi pembelajaran yaitu tujuan pembelajaran materi pembelajaran metode media dan evaluasi Selain strategi penelitian ini juga mengidentifikasi tiga model inovasi pembelajaran yang diterapkan yaitu inovasi pembelajaran kuantum inovasi pembelajaran kompetensi dan inovasi pembelajaran kontekstual Temuan ini memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana guru seni musik di SMA Negeri 1 Kotamobagu menghadapi tantangan pembelajaran dan mengembangkan metode yang sesuai dengan kebutuhan siswa < p>
ANALISIS STRUKTUR DAN FUNGSI HYMNE PEMUDA GMIM KARYA RONALD POHAN Daud, Dhea Aesthetica Cristina; Rumengan, Perry; Latuni, Glenie
KOMPETENSI Vol. 4 No. 8 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i8.10281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan fungsi lagu Hymne Pemuda GMIM< em> karya Ronald Pohan Lagu ini diciptakan pada tahun 2006 dan hingga saat ini digunakan sebagai lagu wajib dalam Festival Seni Pemuda Gereja Pendekatan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah musikologi yaitu ilmu yang mengkaji musik terutama struktur dan bentuk musik Kajian ini berfokus pada elemen elemen musik yang diuraikan oleh Perry Rumengan meliputi melodi ritme tangga nada dinamika bentuk form harmoni tempo tekstur dan birama Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka yang kemudian dianalisis secara mendalam Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hymne Pemuda GMIM< em> memiliki melodi yang sederhana dengan penyusunan melodi pada setiap suara yang seragam secara ritmis sehingga membentuk akor harmonis Pola ritme dalam lagu ini cenderung konsisten dan berulang sementara perubahan dinamika berfungsi sebagai pendukung makna lagu Namun ditemukan beberapa ketidaksesuaian antara melodi dan makna lirik yang memerlukan penyesuaian untuk memperkuat keselarasan antara keduanya Lagu ini terdiri dari 45 birama dengan tanda birama 4 4 yang terbagi menjadi dua bagian dengan bentuk struktur AB Bagian A menggunakan tangga nada dasar F mayor sedangkan bagian B menggunakan Bes mayor Lagu ini juga mengandung modulasi sementara maupun tetap yang menciptakan variasi suasana sepanjang lagu dengan perubahan dinamika yang signifikan < p>
ANALISIS STRUKTUR ORGAN DAN FUNGSI MUSIK TIFA DI KABUPATEN KEPULAUAN SULA MALUKU UTARA Irwan, Irmawati; Latuni, Glenie; Sri Hartati, R. A. Dinar
KOMPETENSI Vol. 4 No. 12 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i12.10816

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguraikan struktur organologi dan fungsi musik Tifa di Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara dengan menggunakan teori organologi dan teori fungsi Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan pelaku budaya observasi langsung di Desa Waihama dokumentasi bersama pembuat dan pemain Tifa serta studi pustaka Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur organ Tifa terdiri dari beberapa komponen utama: permukaan dari kulit kambing badan menggunakan kayu gufasa lubang bagian bawah dan samping cincin rotan dua lapisan senar reket nomor 210 baji berbentuk kayu gufasa kecil menyerupai mata panah tumpul dan pemukul dari rotan Fungsi musik Tifa dalam masyarakat Kepulauan Sula meliputi: 1 Acara adat seperti pernikahan dan penyambutan tamu; 2 Hiburan saat gotong royong atau persiapan hajatan; 3 Pendidikan sebagai media untuk mengenalkan sejarah dan budaya; 4 Terapi membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres; 5 Ekonomi memberikan pendapatan bagi pemain dan pembuatnya; dan 6 Identitas budaya menjadi simbol kebanggaan atas warisan budaya lokal Musik Tifa memiliki peran multifungsi yang mencerminkan keterkaitan erat antara seni dan kehidupan masyarakat Kepulauan Sula < p>
INSTRUMEN MUSIK DALAM UPACARA OROM SASADU DI DESA TEDENG, HALMAHERA BARAT: SEBUAH KAJIAN MUSIKOLOGI Datang, Anjely C. N.; Latuni, Glenie; Sunarmi, Sri
KOMPETENSI Vol. 5 No. 7 (2025): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/20tp6s15

Abstract

Orom Sasadu merupakan tradisi ritual yang dijalankan oleh masyarakat Suku Sahu di Kabupaten Halmahera Barat sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen dan penghormatan terhadap leluhur. Musik tradisional memiliki peranan penting dalam upacara ini karena berfungsi sebagai pengiring prosesi adat, pendukung tarian tradisional, serta sarana penguat solidaritas sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis alat musik yang digunakan dan menganalisis fungsi musik dalam pelaksanaan upacara Orom Sasadu di Desa Tedeng, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pemimpin adat, tokoh adat, serta koordinator kelompok pemain musik tradisional yang terlibat langsung dalam upacara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik dalam upacara Orom Sasadu disajikan dalam bentuk ansambel musik tradisional yang terdiri atas Saragi, Tasa, Sapteng, Didiwang, dan Didiwang Mangowa. Unsur musik yang ditampilkan meliputi bunyi, tempo, ritme, dan dinamika yang dimainkan dengan teknik khas yang disebut kore-kore. Musik dalam upacara ini berfungsi sebagai sarana ritual, pengiring tarian adat, pemersatu masyarakat, media hiburan, serta wahana pewarisan nilai-nilai budaya. Keberadaan musik tradisional dalam upacara Orom Sasadu berperan penting dalam menjaga kesinambungan tradisi dan memperkuat identitas budaya masyarakat Suku Sahu di tengah arus modernisasi.
Organologi Dan Kegunaan Tifa Pada Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula Maluku Utara Irmawati Irwan; Glenie Latuni; RAD Sri Hartati
Jurnal Musik Etnik Nusantara Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Musik Etnik Nusantara
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/jmen.v4i2.4847

Abstract

This research aims to describe the organ structure and uses of Tifa music in the Sula Islands Regency, North Maluku Province. The method used is descriptive qualitative method with data collection techniques using interviews with cultural actors in the Sula Islands, direct observation in Waihama village, documentation with Tifa makers or players and literature study. The results showed that Tifa music in the Sula Islands Regency has an organ structure including: the surface of the Tifa is made of goat skin. Tifa body that uses gufasa wood with a height of 44 cm, upper diameter 35 cm and lower diameter 33 cm. Tifa holes consisting of lower Tifa holes with a diameter of 33 cm and side Tifa holes with a diameter of 5 cm. Rattan Ring 1, Rattan Ring 2. The string or string used is number 210. Tifa wedge in the form of a small piece of gufasa wood like a blunt arrowhead. Tifa beater made of rattan with a length of 40 cm. Tifa music has various uses in the Sula Islands community, including: in traditional events used in weddings and welcoming guests, the sound of Tifa is considered sacred and has spiritual power. Entertainment is used to entertain the community when working together to prepare for celebrations. Education is used as a learning medium to introduce history, customs, culture and how to play Tifa. Therapy is used to help calm the mind, reduce stress, and improve motor coordination. Economy provides income for Tifa players and makers and supports the sustainability of cultural activities. Cultural identity is used as a symbol of strong cultural identity, reflecting the pride of the people of the Sula Islands Regency in their cultural heritage.