Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KETIDAKADILAN GENDER, EMANSIPASI, DAN RESISTENSI PEREMPUAN BALI DALAM NOVEL KENANGA KARYA OKA RUSMINI: TINJAUAN FEMINISME Rusdian Noor Dermawan; Nur Indah Sholikhati; Anisya Parastika Wati; Arif Eko Widodo; Firsadias Gigih Pamukti
Widyaparwa Vol 51, No 1 (2023)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v51i1.906

Abstract

This applied research has four objectives, namely to analyze (1) the form of gender inequality, (2) the form of women's emancipation, and (3) the practice of gender resistance in the novel Kenanga by Oka Rusmini. This qualitative descriptive study uses qualitative data collected by observation and documentation methods. The research instrument is a researcher who is equipped with a set of feminism theory and data analysis cards. The data collected was then analyzed using a qualitative descriptive technique based on the theory of feminism. The results of the study found that the plot of the Kenanga novel was a flashback type. The main cha-racter who experiences gender injustice and resists her feminist thoughts, attitudes, and behavior is Kenanga. The forms of gender injustice against Balinese women in Oka Rusmini's novel Kenanga include marginalization, stereotypes, and violence. The emancipation of Balinese women in the novel Kenanga is defined as the process of releasing women from low socioeconomic positions and from legal or traditional       restraints, especially the caste system that restricts women from developing. Balinese women's resistance through Kenanga and Intan appears in four forms, namely inner, cultural, social, and verbal resistance.Penelitian terapan ini memiliki empat tujuan, yakni menganalisis (1) bentuk ketidakadilan gender, (2) wujud emansipasi wanita, dan (3) praktik resistensi gender dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini. Penelitian deskriptif kualitatif inimenggunakan data kualitatif yang dikumpulkan dengan metode observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti yang dibekali seperangkat teori feminisme dan kartu data analisis. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan berpijak pada teori feminisme. Hasil penelitian ditemukan bahwa alur novel Kenanga berjenis flashback. Tokoh utama yang mengalami ketidak-adilan gender dan melakukan resistensi dengan pikiran, sikap, dan perilaku feminisnya adalah Kenanga. Wujud ketidakadilan gender terhadap perempuan Bali dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini meliputi marginalisasi, stereotipe, dan kekerasan. Emansipasi perempuan Bali dalam novel Kenanga diartikan sebagai proses pelepasan diri perempuan dari kedudukan sosial ekonomi rendah dan dari pengekangan hukum atau tradisi terutama sistem kasta yang membatasi pe-rempuan untuk berkembang. Resistensi perempuan Bali lewat tokoh Kenanga dan Intan muncul dalam empat bentuk, yaitu perlawanan batin, kultural, sosial, dan verbal.
Analisis Relasi Makna Sinonimi dan Hiponimi pada Puisi Sajak Matahari Karya W.S. Rendra: Kajian Semantik Diah Nur Amalia; Nur Indah Sholikhati
Aliterasi (Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan sastra) Vol. 4 No. 1 (2023): Vol. 4 No. 1 (2023): September | Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra |
Publisher : Publisher: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna mengetahui relasi makna sinonimi dan hiponimi yang terdapat pada puisi “Sajak Matahari” karya W.S. Rendra. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif analisis. Data yang di teliti dalam penelitian ini adalah kata-kata yang mengandung relasi makna Sinonimi dan Hiponimi pada puisi “Sajak Matahari” karya W.S. Rendra. Sumber data yang menjadi pembahasan adalah syair puisi karya W.S. Rendra yang diperoleh dari situs Google. Adapun teknik yang digunakan dalam proses penelitian ini yaitu teknik studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat. Berdasarkan hasil analisis data, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam Puisi “Sajak Matahri”karya W.S. Rendra ditemukan beberapa kata yang saling memiliki kesamaan makna atau bersinonim antartiap barisnya dan terdapat empat bentuk kata yang berhiponim memiliki kajian makna yang lebih sempit.
KERAGAMAN FUNGSI REGISTER PADA PERAJIN GENTENG DI DESA PANCASAN KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMAS Pujihastuti, Etin; Nugroho, Bivit Anggoro Prasetyo; Sholikhati, Nur Indah
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.4441

Abstract

Register merupakan bentuk keragaman variasi bahasa yang digunakan sesuai dengan fungsinya. Register mencerminkan aspek lain dari tingkat sosial, yaitu proses sosial yang merupakan macam-macam kegiatan sosial yang biasanya melibatkan banyak orang. Penelitian ini didasari oleh kegiatan sekelompok  masyarakat perajin genteng yang ada di Desa Pancasan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu para perajin genteng di Desa Pancasan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Adapun objek penelitiannya adalah fungsi register bahasa yang digunakan para perajin genteng tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak dengan menggunakan teknik dasar sadap dan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik simak libat cakap (SLC), rekam, dan catat. Analisis data yang dilakukan terdiri atas tiga proses yaitu seleksi data, pengolahan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah ditemukan enam jenis fungsi register yang digunakan oleh masyarakat perajin genteng di Desa Pancasan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Fungsi bahasa register yang ditemukan yaitu terdiri atas (1) fungsi emotif, (2) fungsi instrumental, (3) fungsi kepribadian atau personal, (4) fungsi pemecahan masalah, (5) fungsi imajinasi, dan (6) fungsi informasi.Kata kunci: register, fungsi bahasa, perajin genteng