Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pelatihan Deteksi Dini Kanker Payudara Dengan Metode “SADARI” (Periksa Payudara Sendiri) pada Siswi-Siswi Sma Teruna Bakti di Jayapura Papua Hotnida Erlin Situmorang; Happy Lumbantobing; Yunita Kristina; Korinus Suweni; Diyah Astuti Nurfaizah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6219

Abstract

ABSTRAK Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit pembunuh utama di dunia. Di Indonesia, penyakit kanker masih merupakan masalah kesehatan serius karena angka morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi. Angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk disusul kanker leher rahim pada urutan kedua sebesar 23, 4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata angka kematian 13,9 per 100.000 penduduk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemapuan para siswi-siswi SMA Teruna Bakti di Jayapura Papua tentang kanker payudara dan mendeteksi dini kanker payudara dengan cara periksa payudara sendiri. Metode yang di lakukan adalah diawali dengan pre-test kepada peserta kemudian pemaparan materi pelatihan dan simulasi lalu dilakukan post-test. Data hasil dari pre-test dan post-test dianilisa dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks test untuk mengetahui tingkat kemajuan pengetahuan peserta pelatihan. Hasil yang diperoleh adalah rata-rata gain ternormalisasi dari peserta pelatihan adalah 0,43 dengan gain ternormalisasi terrendah adalah 0,00 dan gain ternormalisasi tertinggi adalah 1,00 serta simpangan baku 0,25. Rata-rata gain ternormalisasi sebesar 0, 43 menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan peserta dari pre-test ke post-test termasuk dalam kategori peningkatan sedang. Kata Kunci: SADARI, Kanker Payudara, Pengetahuan, Penyuluhan.  ABSTRACT Cancer is one of the main killer diseases in the world. In Indonesia, cancer is still a serious health problem because of its high morbidity and mortality. The number of breast cancer in Indonesia reaches 42.1 people per 100 thousand population, followed by cervical cancer in second place at 23.4 per 100,000 population with an average mortality rate of 13.9 per 100,000 population. This community service activity aims to increase the knowledge and ability of Teruna Bakti High School students in Jayapura Papua about breast cancer and detect breast cancer early by breast self-examination (BSE). The method used is starting with a pre-test to the participants then presenting the training material and simulation and then doing a post-test. The data from the pre-test and post-test were analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks test to determine the level of knowledge progress of the trainees. The results obtained are the average normalized gain of the trainees is 0.43 with the lowest normalized gain is 0.00 and the highest normalized gain is 1.00 and the standard deviation is 0.25. The average normalized gain of 0.43 indicates that the increase in participants' knowledge from pre-test to post-test is in the category of moderate improvement. Keywords: BSE, Breast Cancer, Knowledge, Counseling.
STRES IBU TERHADAP ANAK USIA SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN DARING SAAT PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN ASANO Diyah Astuti Nurfa'izah; Winda Julyarni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i2.4527

Abstract

Akibat adanya pandemi COVID-19, Kemendikbud RI melakukan sistem pembelajaran secara daring. Adanya perubahan sistem pembelajaran mengakibatkan terjadinya peningkatan stres terhadap ibu. Dari hasil studi pendahuluan dengan wawancara didapatkan hasil bahwa ibu mengalami kesulitan dengan sistem pembelajaran daring, disebabkan ibu mengalami kesulitan dalam membagi waktu dan ibu masih belum memahami aplikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui gambaran stres ibu dengan anak usia sekolah dasar pada pembelajaran daring saat pandemic COVID-19 di kelurahan Asano. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi bivariat dengan chi Square. Jumlah sampel 189 orang dan dipilih dengan quota ssampling dan proportional sampel disetiap tingkat/kelas yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil yang mengalami stres terbanyak berdasarkan karakteristik usia <35 tahun sebanyak 60 responden (50,8%), pendidikan rendah sebanyak 80 responden (42,3%), tidak berkerja sebanyak 67 reponden (35,4%), dan pendapatan <UMP sebanyak 73 responden (38,6%). Berdasarkan analisa bivariate didapatkan hasil bahwa ada hubungan antara pekerjaan, pendidikan, dan pendapatan ibu yang mendampingi putra/putrinya secara daring dengan kejadian stres dengan nilai p-value=0,00, tetapi tidak ada hubungan antara usia ibu yang mendampingi putra/putrinya secara daring dengan kejadian stres, p-value= 0,83. Berdasarkan hasil disarankan bagi ibu yang mengalami stres diharapkan dapat mengelola manajemen stres dan mampu menerapkan strategi coping sehingga dapat mengurangi stres selama mendampingi putra/putrinya secara daring.
Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Penurunan Nyeri Pada Ibu Pasca Sectio Caesarea: Literatur Review Fathia Fakhri Inayati Said; Elvi Oktavia; Diyah Astuti
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Stikes Panrita Husada Bulukumba)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v7i2.795

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi persalinan normal di Indonesia yaitu sebesar 86,28%. (SDKI, 2018). Tindakan operasi sectio caesarea (SC) dilakukan bila ada komplikasi maka penanganan berprioritas pada keselamatan ibu dan bayi. Secara fisik tindakan SC ini menimbulkan rasa nyeri pada abdomen. Dalam hal ini perlu melakukan manajemen nyeri baik secara farmakologi maupun non-farmakologi. Selain obat-obatan penghilang nyeri perlu ada metode kombinasi dengan terapi komplementer yaitu dengan Aromaterapi Lavender. Tujuan : Mengetahui intervensi keperawatan mengenai pemberian aromaterapi lavender dan pengaruhnya terhadap penurunan intensitas nyeri pada ibu pasca sectio caesarea dari berbagai jurnal. Desain: Desain dalam penelitian ini adalah Literature Review. Sumber Data : Pencarian artikel penelitian pada database PubMed (2017-2021), Google Schoolar (2017-2021) dan Garuda (2017-2021). Metode : Strategi pencarian artikel penelitian menggunakan format PICOS framework dengan keyword nya yaitu Aromaterapi Lavender “AND” Sectio Caesarea “AND” Pain, “OR” Nyeri. Hasil : Terdapat 12 artikel yang terpilih yang dapat digunakan dalam penulisan literature. Bahwa semua dari jurnal tersebut menggunakan aromaterapi lavender dan beberapa menggunakan perbandingan dengan aromaterapi lainnya. Kesimpulan : Terdapat terapi komplementer yang digunakan dalam membantu menurunkan nyeri pada ibu post-SC yaitu Aromaterapi Lavender. Teknik pemberiannya sangat efektif secara inhalasi (penghirupan) baik menggunakan media lilin, tungku pemanas,roll on, tissue, kapas serta diffuser. Rekomendasi : Selain dapat mengurangi intensitas nyeri pasca SC, dapat juga mengatasi kecemasan sehingga perlu menerapkan pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kecemasan pada ibu post SC. Kata Kunci : Aromaterapi Lavender, Nyeri, Post-Sectio Caesarea
STRES MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DALAM PENYUSUNAN SKRIPSI DIMASA PANDEMI COVID-19 PADA TAHUN KE 2 DI UNIVERSITAS CENDERAWASIH Diyah Astuti Nurfa’izah; Fransisca B. Baticaca; Nur Azizah
KOLONI Vol. 1 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.59 KB) | DOI: 10.31004/koloni.v1i2.72

Abstract

Covid-19 is an infectious disease that infects the lungs caused by the Corona virus. Incidence as of May 18, 2021 in Indonesia was 1,744,045, in Papua there were 1,606,611 cases. One of the impacts of Covid-19 on the education sector, one of which is student stress on thesis preparation. The purpose of this study was to identify a description of the stress level of nursing students in the preparation of theses during the Covid-19 pandemic, a type of quantitative descriptive research using a cross sectional study design. The population in this study were 73 final students of PSIK UNCEN, with a total sample of 61 students. This study used univariate analysis. Student stress levels were measured using a questionnaire. The results of the study using a univariate analysis test obtained the characteristics of the majority of students aged 17-25 years (52.5%), women (83.6%), non-Papuan ethnic groups (60.7%), 2019 class year (59.0%). The stress level of students showed light stress as much as 3.3%, moderate stress 70.5%, and severe stress 26.2%. The majority of students experienced moderate physical stress (40.8%), severe psychological stress (69.4%), and mild behavioral stress (92.6%). Overall the level of stress experienced by students is at a moderate level, it is expected that students can prepare themselves in working on and compiling theses diligently, multiply reading literature, be able to manage time well so that theses can be completed on time. Keywords : Stress level, final year students, thesis, Covid-19 pandemic
STRES MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN DALAM PENYUSUNAN SKRIPSI DIMASA PANDEMI COVID-19 PADA TAHUN KE 2 DI UNIVERSITAS CENDERAWASIH Diyah Astuti Nurfa’izah; Fransisca B. Baticaca; Nur Azizah
KOLONI Vol. 1 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v1i2.72

Abstract

Covid-19 is an infectious disease that infects the lungs caused by the Corona virus. Incidence as of May 18, 2021 in Indonesia was 1,744,045, in Papua there were 1,606,611 cases. One of the impacts of Covid-19 on the education sector, one of which is student stress on thesis preparation. The purpose of this study was to identify a description of the stress level of nursing students in the preparation of theses during the Covid-19 pandemic, a type of quantitative descriptive research using a cross sectional study design. The population in this study were 73 final students of PSIK UNCEN, with a total sample of 61 students. This study used univariate analysis. Student stress levels were measured using a questionnaire. The results of the study using a univariate analysis test obtained the characteristics of the majority of students aged 17-25 years (52.5%), women (83.6%), non-Papuan ethnic groups (60.7%), 2019 class year (59.0%). The stress level of students showed light stress as much as 3.3%, moderate stress 70.5%, and severe stress 26.2%. The majority of students experienced moderate physical stress (40.8%), severe psychological stress (69.4%), and mild behavioral stress (92.6%). Overall the level of stress experienced by students is at a moderate level, it is expected that students can prepare themselves in working on and compiling theses diligently, multiply reading literature, be able to manage time well so that theses can be completed on time. Keywords : Stress level, final year students, thesis, Covid-19 pandemic
Gambaran kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Jayapura: Overview of the incidence of anemia in pregnant women in Jayapura City Diyah Astuti Nurfa'izah; Juliawati; Fitriani; Titi Iswanti Afelya; Theresia Pattipeme
Jurnal Keperawatan Tropis Papua Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i1.414

Abstract

Kejadian anemia pada ibu hamil tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Jayapura. Meskipun program pemerintah berupa pemberian 90 tablet Fe telah dijalankan, prevalensi anemia masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Jayapura berdasarkan data rekam medis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggambarkan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Data diambil dari rekam medis ibu hamil yang mengalami anemia di lima Puskesmas di Kota Jayapura pada Januari–Desember 2023. Sampel berjumlah 104 ibu hamil yang dipilih dengan teknik quota sampling. Variabel yang dikaji mencakup usia, paritas, pendidikan, usia kehamilan, status gizi (berdasarkan LILA), dan derajat anemia. Berdasarkan hasil pengambilan data yang dilakukan pada lima Puskesmas di Wilayah Kota Jayapura mayoritas ibu hamil dengan anemia berada pada kelompok usia tidak berisiko (84,6%), berstatus multipara (41,4%), berpendidikan SMA (74%), dan berada pada trimester kedua kehamilan (60,6%). Sebagian besar memiliki status gizi baik (83,7%) dan mengalami anemia ringan (60,6%). Anemia ringan masih umum terjadi pada ibu hamil di Kota Jayapura meskipun sebagian besar memiliki status gizi baik. Diperlukan edukasi dan pemantauan rutin melalui pemeriksaan kehamilan (ANC) sejak trimester pertama untuk mendeteksi dan menangani anemia secara dini. The occurrence of anemia in pregnant women remains a public health problem in Indonesia, including in Jayapura City. Even though the government program of providing 90 Fe tablets has been implemented, the prevalence of anemia is still high. This study aims to describe the characteristics of anemia incidence in pregnant women in Jayapura City based on medical record data. This study is a quantitative descriptive study that describes the incidence of anemia in pregnant women. This study uses a quantitative descriptive design. Data were taken from medical records of pregnant women with anemia at five Community Health Centers in Jayapura City in January–December 2023. The sample consisted of 104 pregnant women selected using the quota sampling technique. The variables studied included age, parity, education, gestational age, nutritional status (based on LILA), and degree of anemia. Based on the results of data collection conducted at five Community Health Centers in Jayapura City, the majority of pregnant women with anemia were in the non-risk age group (84.6%), multiparous (41.4%), had a high school/vocational high school education (74%), and were in the second trimester of pregnancy (60.6%). Most of them had good nutritional status (83.7%) and had mild anemia (60.6%). Mild anemia is still common in pregnant women in Jayapura City even though most of them have good nutritional status. Regular education and monitoring through prenatal check-ups (ANC) from the first trimester is needed to detect and treat anemia early.
Hubungan self-management dengan tekanan darah pada pasien hipertensi: The relationship between self-management and blood pressure in hypertension patients Fitriani; Titi Iswanti Afelya; Diyah Astuti Nurfa'izah
Jurnal Keperawatan Tropis Papua Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.470

Abstract

Self-management merupakan komponen penting dalam pengelolaan hipertensi untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol dan mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-management dan tekanan darah pada pasien hipertensi di Kota Jayapura. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juli 2025 di tiga puskesmas di Kota Jayapura dengan jumlah sampel 80 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Self-management diukur menggunakan Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) yang telah tervalidasi, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sfigmomanometer digital. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-management kategori baik (47,5%), dengan tekanan darah sistolik dan diastolik dominan pada kategori hipertensi derajat I (masing-masing 42,5% dan 38,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-management dan tekanan darah pada pasien hipertensi (p = 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-management berhubungan dengan tingkat tekanan darah pada pasien hipertensi, sehingga penguatan self-management melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan perlu dilakukan untuk mendukung pengendalian tekanan darah secara optimal. Self-management is a crucial component in hypertension management to maintain controlled blood pressure and prevent complications. This study aimed to analyze the relationship between self-management and blood pressure among hypertensive patients in Jayapura City. This study employed an analytical correlational design with a cross-sectional approach. The research was conducted from May to July 2025 at three community health centers in Jayapura City, involving 80 respondents selected using accidental sampling. Self-management was measured using the validated Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ), while blood pressure was measured using a digital sphygmomanometer. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most respondents had good self-management (47.5%), with systolic and diastolic blood pressure predominantly classified as stage I hypertension (42.5% and 38.8%, respectively). Bivariate analysis demonstrated a significant relationship between self-management and blood pressure among hypertensive patients (p = 0.001). Self-management is significantly associated with blood pressure levels in hypertensive patients, highlighting the need for strengthening self-management through continuous education and support to achieve optimal blood pressure control.
Dukungan Yang Diterima Ibu Hamil Dengan Malaria Berdasarkan Teori Socio-Ecological Model di Wilayah Kerja Puskesmas Abepantai Renanta Adeel Hukubun; Agnes Angelita Suyanto; Diyah Astuti Nurfa’izah; Jefferson N. Munthe; Eva Sinaga; Fransisca B. Batticaca
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61904

Abstract

Infeksi malaria pada kehamilan merupakan kondisi yang berisiko menyebabkan komplikasi serius bagi ibu dan janin. Terutama di Jayapura, yang memiliki tingkat prevalensi malaria yang tinggi di kalangan wanita hamil. Dukungan bagi wanita hamil yang terinfeksi malaria sangat penting karena dampak malaria pada wanita hamil bervariasi, mulai dari tanpa gejala hingga komplikasi malaria yang parah dan bahkan kematian. Bagi janin, infeksi malaria berisiko menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, dan bahkan kematian janin. Dari perspektif psikologis, wanita hamil yang terinfeksi malaria dapat mengalami kecemasan dan stres yang tinggi, sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka secara keseluruhan. Namun, masih sedikit yang memperhatikan dukungan yang diterima oleh wanita hamil yang terinfeksi malaria, terutama secara sistematis melalui teori Socio-Ecological Model. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dukungan yang diterima ibu hamil dengan malaria berdasarkan teori Socio-Ecological Model. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data dianalisis menggunakan tahapan analisis data berdasarkan Creswell. Pada penelitian ini didapatkan hasil tema yang dikelompokkan berdasarkan kerangka teori Socio-Ecological Model yaitu: Dukungan Individual, Interpersonal, Organizational, Community dan Public Policy. Berdasarkan hasil penelitian, dukungan yang diterima ibu hamil dengan malaria melalui lima tingkatan teori Socio-Ecological berupa suatu kesatuan yang saling berkaitan, setiap tingkatan berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan ibu hamil dengan malaria baik secara fisik maupun emosional.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Abepura Isrojenoveta Retsanboy; Elisabet Bre Boli; Diyah Astuti Nurfa’izah; Oktliana Pasangka
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i3.5426

Abstract

Anaemia in pregnancy constitutes a significant global public health issue, influenced by various risk factors such as maternal age and nutritional status. Nutritional issues during pregnancy impacts maternal and fetal health, necessitating careful consideration. An insufficient diet in the antenatal period can predispose to maternal malnutrition, subsequently affecting anaemia. The research was conducted to explore the correlation between nutritional status with anaemia’s prevalence among women in pregnancy at the Abepura Primary Care Facility. This research uses a cross-sectional approach with a descriptive correlational design. Conducted at Abepura Health Centre. The study population comprised all pregnant women who visited the Abepura Health Centre in 2022, totalling 714, with a sample size of 258. Sampling methodology utilising simple random sampling. Data acquisition through questionnaires derived from cohort studies of pregnant women. The chi-square test yielded a p-value of 0.041, indicating statistical significance at the 0.05 level. This finding suggests a meaningful association maternal nutritional well-being and anaemia’s prevalence at the Abepura Health Centre. The odds ratio obtained is OR 1.672 (CI 95% 1.020-2.742), indicating that pregnant women with poor nutritional status are 1.672 times more at risk of anaemia compared to those with adequate nutritional status. Enhance health service initiatives for pregnant women, particularly for those with anaemia, and closely monitor maternal nutritional well-being to promptly address any cases of malnutrition.