Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kelayakan LKPD Lumut Berbasis Discovery Learning untuk Melatihkan Keterampilan Literasi Sains Rohmah, Afifatur; Wisanti, Wisanti; Putri, Eva Kristinawati
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Topik lumut merupakan satu dari beberapa materi yang menuntut kompetensi mengelompokkan, mengamati, menganalisis, menjelaskan dan menyimpulkan, dan melalui aktivitas penemuan sendiri maka peserta didik bisa lebih mudah memahami konsep materi. Hal ini didukung dengan adanya penggunaan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) berbasis discovery learning yang bisa membimbing peserta didik dalam menguasai materi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD “Lumut” berbasis discovery learning untuk melatihkan keterampilan literasi sains peserta didik yang dinyatakan layak secara teoretis. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan dengan model 4-D dengan tahapan Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan), dan Disseminate (penyebaran). Tahap disseminate pada penelitian ini tidak dilaksanakan. Tahap pengembangan dilakukan di jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Surabaya. Uji kelayakan teoretis dilakukan pada tahap pengembangan berdasarkan penilaian pakar pendidikan dan pakar botani. Intrumen penelitian berupa lembar validitas yang berisi 44 pertanyaan yang tekait aspek konstruksi, teknis, dan dikdaktik. LKPD dinyatakan layak secara teoretis jika penilaian validasi pakar mendapat persentase rata-rata ≥ 71%. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa validitas LKPD mendapat nilai 97,93% dengan kriteria sangat valid. Dengan demikian LKPD “Lumut” berbasis discovery learning untuk melatihkan keterampilan literasi sains dinyatakan layak secara teoretis dengan kriteria sangat valid. Kata kunci: Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD), Discovery Learning, Kelayakan, Literasi sains.
KELAYAKAN BUKU PENGENALAN “KEANEKARAGAMAN PAKU-PAKUAN” SEBAGAI SUMBER BELAJAR Ummah, Latifatul; Wisanti, Wisanti
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber belajar adalah keseluruhan sumber yang dapat dipergunakan oleh siswa atau kelompok meliputi pengguna, alat, bahan, pesan teknik, dan tempat yang digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Pengembangan sumber belajar perlu dilakukan secara sistematik, efektif dan fungsional. Tujuan penelitian pengembangan ini yaitu menghasilkan buku pengenalan “keanekaragaman paku-pakuan” yang layak sebagai sumber belajar. Penelitian yang dilakukan menggunakan acuan dari model pengembangan intruksional Fenrich dengan enam tahapan yang meliputi: tahap analisis, perencanaan, perancangan, pengembangan, implementasi dan tahap evaluasi serta dilakukan revisi pada setiap tahapan. Instrumen berupa lembar validasi dan angket respons guru. Penentuan kelayakan teoritis buku mengacu pada hasil validasi dan kelayakan empiris ditinjau berdasarkan hasil respons guru yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Analisis didapat dari penilaian validasi yang dilakukan oleh dua orang ahli taksonomi dan satu orang ahli pendidikan. Validasi terdiri dari 13 pertanyaan dengan tiga aspek penilaian yang meliputi: penyajian buku, bahasa, dan isi buku. Hasil penelitian menunjukkan kelayakan teoretis buku sebesar 91,67% dengan interpretasi sangat layak. Kelayakan empiris berdasarkan respons positif tentang penyajian, bahasa, dan isi buku diberikan oleh enam guru biologi, yakni sebesar 98,48%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa secara empiris buku yang dikembangkan termasuk kategori sangat layak. Kata Kunci: Buku, Sumber belajar, dan Keanekaragaman Paku-pakuan
PROFIL MISKONSEPSI PADA MATERI KINGDOM PLANTAE KELAS X SMA DENGAN MENGGUNAKAN THREE-TIER TEST Firdaus, Noviah Rosa; Wisanti, Wisanti
Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman siswa terhadap suatu konsep sangat penting saat proses pembelajaran. Siswa yang memiliki pemahaman berbeda dengan pendapat para “ahli” berarti siswa tersebut mengalami miskonsepsi atau salah konsep. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil miskonsepsi siswa pada materi Kingdom Plantae kelas X MIPA 1 dan X MIPA 5 SMA Negeri 4 Sidoarjo serta penyebabnya. Metode penelitian secara deskriptif kuantitatif, dilakukan pada bulan Desember 2017 – Mei 2018 dengan sampel 72 siswa kelas X MIPA 1 dan X MIPA 5 serta satu guru Biologi. Instrumen penelitian berupa tes diagnostik three-tier test sebanyak 20 butir soal untuk mengetahui profil miskonsepsi dan pedoman wawancara untuk mengetahui penyebab miskonsepsi pada siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa pada materi Kingdom Plantae dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu miskonsepsi tinggi 25%, miskonsepsi positif 10,2% dan miskonsepsi negatif 9,9%. Miskonsepsi paling banyak terjadi pada konsep komponen siklus hidup Gymospermae (75%); definisi arkegonium lumut (66,7%); ciri khusus paku (65,3%); dan ciri sporofit lumut (63,9%). Penyebab miskonsepsi siswa yaitu pemahaman terhadap istilah-istilah pada materi Kingdom Plantae, buku ajar siswa, dan penjelasan dari guru yang mengalami miskonsepsi.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KUESIONER UNTUK MENGAKSES RESPONS MAHASISWA TENTANG MONOGRAFI SISTEMATIKA TUMBUHAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR Wisanti, Wisanti; Zubaidah, Siti; Lestari, Sri Rahayu
Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bentuk instrumen penelitian yang umumnya digunakan dalam penelitian survei adalah kuesioner. Kuesioner yang baru disusun harus melalui pengembangan untuk menentukan validitas dan reliabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kuesioner yang layak digunakan untuk mengumpulkan data berupa respons mahasiswa tentang monografi dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  dengan 5 tahap utama yaitu perumusan latar belakang, konseptualisasi, format dan analisis, penentuan validitas dan  penentuan reliabilitas. Validitas ditentukan berdasarkan validitas konten yang diperoleh dari penilaian pakar, serta uji korelasi Pearson dengan data yang diperoleh dari 84 responden, sedangkan reliabilitas ditentukan berdasarkan skor alfa Cronbach. Kuesioner yang dikembangkan bersifat tertutup, yang terbagi menjadi empat aspek yaitu konten monografi, organisasi penulisan monografi, karakteristik monografi dan monografi sebagai sumber belajar. Format pengukuran menggunakan skala Likert, 1- 4, 1 (tidak setuju), 2 (kurang setuju), 3 (setuju), dan 4 (sangat setuju). Hasil uji korelasi Pearson mengindikasikan bahwa semua butir pernyataan valid, dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,01), sedangkan reliabilitas termasuk excellent dengan koefisien alfa Cronbach sebesar 0,962. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, 21 pernyataan dinyatakan valid dan sangat reliabel, dengan rincian 3 untuk aspek konten, 7 untuk aspek organisasi penulisan, 4 untuk aspek karakteristik dan 7 untuk aspek sumber belajar. Penelitian ini telah menghasilkan kuesioner dengan kategori layak sebagai instrumen penelitian untuk mengakses respons mahasiswa tentang monografi dan pemanfaatannya sebagai sumber belajar.
Efektivitas Ekstrak Daun Maja (Crescentia Cujete L.) Sebagai Antibakteri Pada Bakteri E. coli dan S. aureus Ningrum, Hastuti Tri Ratna; Hidayah, Dia Rohmatul; Larassati, Fitry; Wisanti, Wisanti
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 16, No 1 (2019): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maja leaves (Crescentia cujete L.) is one type of plant that has the potential to be antibacterial. The bioactive compounds in maja leaves that function for antibacterials are saponin and tannin. The purpose of this research was to determine the antibacterial effect of maja leaf extract on E. coli and S. aureus bacterial growth. The research method was used experimental research using the basic design of a completely randomized design (RAL) and the data were analyzed using a one-way Anava test. Based on the results of the test it was found that C. cujete L. leaf extract was the most effective for inhibiting the E. coli and S. aureus bacteria growth with 25% leaf extract concentration. The diameter of inhibition zone was formed 10,66 mm in E. coli and 12,33 mm in S. aureus.
APRESIASI GURU IPA SMP SURABAYA TERHADAP IMPLEMENTASI LESSON STUDY Wisanti, Wisanti; Lutfi, Achmad
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru seperti yang tercantum dalam Undang Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 adalah kompetensi pedagogik  Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan mengelola pembelajaran yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. Lesson study merupakan bentuk pembinaan profesi guru, agar guru dapat mengembangkan kompetensi pedagogiknya. Lesson study ini telah dikembangkan di Indonesia sejak tahun 2001,   yaitu di beberapa sekolah di Bandung, di Malang  dan di Yogyakarta. Pada tahun 2008, di Surabaya telah dilaksanakan lesson Study di beberapa SMP dengan sasaran guru IPA. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui a) pelaksanaan lesson study di SMP Surabaya; b) aktivitas guru model selama kegiatan lesson study; c) aktivitas guru sebagai observer selama lesson study;d) respon guru terhadap implementasi lesson study.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Pengambilan data dilaksanakan dengan observasi untuk setiap kegiatan lesson study dan hasil observasi tersebut dituangkan dalam bentuk deskriptif. Implementasi lesson study berlangsung di 4 SMP di Surabaya, pada semester gasal dan genap TA 2009/2010. Setiap semester berlangsung 1 kali plan dan 2 kali do (open lesson). Selain itu setiap akhir  lesson study tiap semester dijaring data tentang respon guru terhadap pelaksanaan lesson study melalui angket.Hasil pelaksanaan lesson study oleh guru IPA SMP Surabaya menunjukkan adanya keterlibatan aktif guru IPA sebagai guru model, guru peserta dan observer pada tahap plan, do dan see. Demikian pula prinsip kolaboratif, berkelanjutan, kolegalitas, mutual learning dan komunitas belajar sudah diterapkan dengan tepat. Model pembelajaran sangat bervariasi pada saat pelaksanaan lesson study.  Sebagai observer guru sudah berperan baik sehingga hasil observasi bisa dipergunakan sebagai pertimbangan untuk open lesson berikutnya. Dengan demikian guru IPA SMP di Surabaya telah memberikan apresiasi yang positif terhadap pola pembinaan profesi melalui kegiatan lesson study dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Kata kunci: lesson study, guru IPA
Filicinae Taxonomic Diversity in the Tourism Area of Tretes Waterfall Wonosalam Kabupaten Jombang Nuraini, Afifah Mei; Wisanti, Wisanti
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v4n2.p57-68

Abstract

Filicinae is a fern with the most species members. The Filicinae includes approximately 170 genera and 7000 species. Filicinae grows in wet, humid, and shady environmental conditions, like waterfall areas with an altitude of 1100-1300 meters above sea level (m a s l). The study aimed to determine the taxonomic diversity of the Filicinae in the Tretes Wonosalam Waterfall Tourism area. Taxonomic diversity is very important in tourism areas because it prevents species extinction due to the destruction of the habitat, they live in. This was descriptive research with exploration and observation techniques used purposive sampling methods based on altitude. The results of the study were stated in the form of an inventory list of species and families of each station. Data gained of species diversity were analyzed using taxonomic diversity with the formula (?) and dominance diversity with the formula (?*). Exploration results found 37 species from 12 families composed of 10 species from 7 families at station 1; 12 species from 6 families at station 2; 14 species from 7 families at station 3; and 22 species from 12 families at station 4. The highest taxonomic diversity (?) was station 4 with 106.8 while the lowest for station 1 was 25.63. Dominance diversity (?*) at all stations in this study was in the medium category. The highest family found in the study was Tectariaceae with six species.
Ferns Species Diversity in the Sekar Pudak Sari Waterfall Tourism Area, Wonosalam District, Jombang Regency, East Java, Indonesia Puspita , Bintan Felia; Wisanti, Wisanti
Jurnal Riset Biologi dan Aplikasinya Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrba.v5n2.p60-69

Abstract

Ferns are significantly dominant in Indonesia. The waterfall area is one of the ferns habitats. This study aims to determine the diversity index of ferns species in the Tourism Area of Sekar Pudak Sari Waterfall Wonosalam District, Jombang Regency, East Java. This research was exploratory, descriptive. Data collection uses a single plot measuring 20x20 m at 500 masl, 700 masl, and 900 masl. Each observation plot has a sub-plot with a size of 2x2 m. Data analysis used the Shannon-Wiener diversity index (H'), the taxonomic diversity index (?), and dominance (?*). The exploration results found 28 species from 11 families, 6 epiphytes, and the rest terrestrial. The taxonomic diversity index in plot 1 was 23.36 (low category), while plots 2 and 3 were 30.58 and 31.66 (medium category). This shows that the environment in the three plots is classified as stable, as indicated by the presence of ferns at various taxonomic levels. The highest dominance diversity index (?*) was 2.8 in Plot 2, while Plots 1 and 3 were 2.7 (low category). The total number of individual ferns found influenced the difference in the diversity index. The ferns found in the three plots were relatively few, indicating that the environment was classified as less stable. The Shannon-Wiener diversity index (H') in the three plots was 2.9 (medium category), indicating that the distribution pattern of ferns in the environment was balanced. The Sekar Pudak Sari Waterfall Tourism Area is a suitable habitat for the growth of ferns, so conservation efforts need to be made to maintain a balance of species and stabilize the ecosystem.
Efektivitas LKPD Ekosistem Berbasis Collaborative Learning Terhadap Keterampilan Kolaborasi dan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas X Fauzi, Nurul Febrianti; Wisanti, Wisanti
Jurnal Inovasi Pembelajaran Biologi Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jipb.v6n1.p65-74

Abstract

ABSTRACT: Collaboration and Critical Thinking skills are included in the 4C skills demands in the 21st century. Collaboration skills are the ability to work effectively, appreciate diversity in a team, demonstrate flexibility, contribute to achieving common goals while critical thinking skills are the ability to analyze information, evaluate arguments, and make decisions. The purpose of this study was to describe collaboration skills, analyze students' critical thinking skills, and describe students' responses after carrying out learning activities. This study includes quantitative descriptive research with a One Group Pre-test and Post-test Design. The research sample was 2 repetition classes, each with 25 students in grade X of SMA Kartika IV-3 Surabaya. The research was conducted in January - February 2025. The research instruments were observation sheets, test questions, and questionnaires. Data were analyzed using simple statistics in the form of averages and percentages. The correlation between the ecosystem LKPD based on the collaborative learning model and students' critical thinking skills used the Pearson correlation test. The results showed that the average gain-score in the high category was 1 and had a positive correlation of 0.737. The average collaborative skills of students showed level 4 with a high level and student responses showed a very good category of 97.80%. Thus, it can be concluded that the ecosystem LKPD based on the collaborative learning model is effective for the collaboration and critical thinking skills of class X SMA students. Keywords: Collaborative learning, Collaboration, Critical thinking, Ecosystem ABSTRAK: Keterampilan Collaboration dan Critical Thinking termasuk tuntutan keterampilan 4C pada abad ke-21. Keterampilan kolaborasi merupakan kemampuan untuk bekerja secara efektif, menghargai keragaman dalam tim, menunjukkan fleksibilitas, berkontribusi demi mencapai tujuan bersama sedangkan keterampilan berpikir kritis merupakan kemampuan untuk menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, dan mengambil keputusan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan keterampilan kolaborasi, menganalisis keterampilan berpikir kritis peserta didik, dan mendeskripsikan respons peserta didik setelah melakukan kegiatan pembelajaran. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain One Group Pre-test and Post-test Design. Sampel penelitian yaitu 2 kelas pengulangan masing-masing 25 peserta didik kelas X SMA Kartika IV-3 Surabaya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2025. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, soal tes, dan angket. Data dianalisis menggunakan statistik sederhana berupa rata-rata dan persentase. Korelasi antara LKPD ekosistem berbasis model collaborative learning dan keterampilan berpikir kritis peserta didik menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata gain-score dalam kategori tinggi sebesar 1 dan berkorelasi positif sebesar 0,737. Rata-rata keterampilan kolaborasi peserta didik menunjukkan level 4 dengan tingkat tinggi dan respons peserta didik menunjukkan kategori sangat baik sebesar 97,80%. Dengan demikian, menyimpulkan bahwa LKPD ekosistem berbasis model collaborative learning efektif terhadap keterampilan kolaborasi dan berpikir kritis peserta didik kelas X SMA. Kata kunci: Collaborative learning, Kolaborasi, Critical thinking, Ekosistem
The Development of E-Worksheet “Diversity of Ferns” Based on a Scientific Approach to Train Students' Critical Thinking Skills Alifrilia, Tarisa; Wisanti, Wisanti
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v13n2.p490-502

Abstract

Critical thinking skills is a crucial competency for the 21st century and is essential for students. The scientific approach can be applied in the teaching and learning process to train students' critical thinking skills through electronic-based teaching materials. This research aims to create an e-worksheet on the diversity of ferns using a scientific approach to train critical thinking skills that are valid, practical, and effective. The research method is applying the 4D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The e-worksheet product was tested on a limited basis with 20 students from class X-1 at MAN 2 Gresik. Research parameters in developing the E-worksheet include the validity based on expert assessments, the practicality based on its implementation, and the effectiveness based on the achievement of critical thinking skills and student responses. Research instruments include validation assessment instruments, implementation observation sheets, critical thinking assessments, and student response questionnaire. Data analysis was conducted descriptively and quantitatively. The analysis results indicate that the E-worksheet’s validity is 3.97 (very valid), its practicality is 97.29% (very good), and its effectiveness in terms of the achievement of critical thinking skills, indicators of interpretation, analysis, evaluation, and explanation respectively worth 85%, 85%, 100%, and 100% (very good), as well as positive responses from students worth 98.82% (very good). Thus, this E-worksheet is declared valid, practical, and effective, so it is suitable to be applied to train students' critical thinking skills.