Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Implementasi Strategi Komunitas Gusdurian Surabaya Dalam Menanamkan Sikap Toleransi Antar Umat Beragama Pada Para Anggota Melalui Kelas Pemikiran Gus Dur ALBERT TITO SETIAWAN; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi strategi komunitas Gusdurian Surabaya dalam menanamkan sikap toleransi antar umat beragama pada para anggota melalui Kelas Pemikiran Gus Dur. Penelitian yang dilakukan ini menggunakan teori implementasi kebijakan dari Merille Grindle. Teori ini terbagi menjadi 2 bagian yaitu isi kebijakan dan lingkungan implementasi. Dan lokasi penelitian berada di sekretariat komunitas Gusdurian Surabaya. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tentang implementasi strategi yang dilakukan komunitas Gusdurian Surabaya dalam menanamkan sikap toleransi antarumat beragama pada para anggota melalui Kelas Pemikiran Gus Dur diwujudkan melalui ses –sesi di dalam Kelas Pemikiran Gus Dur yaitu : (1) Biografi Intelektual Gus Dur, (2) Gus Dur dan Gagasan Keislaman, (3) Gus Dur dan Gagasan Demokrasi, (4) Gus Dur dan Gagasan Kebudayaan, (5) Gus Dur dan Gerakan Sosial dan terahkir (6) Rencana Tindak Lanjut. Kata Kunci: Implementasi Strategi, Sikap Toleransi, Komunitas Gusdurian Surabaya. Kelas Pemikiran Gus Dur
Pengaruh Pemahaman Ecopreneur terhadap Sikap Wirausaha Siswa di SMPN 23 Surabaya FITRI USWATUN HASANAH; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v6n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pemahaman ecopreneur terhadap sikap wirausaha siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi yang dilakukan di SMPN 23 Surabaya dengan populasi 1099 siswa dan diambil sampel sebanyak 92 siswa. Pengumpulan data yang digunakan adalah tes pilihan ganda untuk variabel pemahaman ecopreneur dan angket untuk variabel sikap wirausaha. Untuk mengetahui pengaruh pemahaman ecopreneur terhadap sikap wirausaha siswa menggunakan Uji T dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan perhitungan Uji T menghasilkan thitung > ttabel, yaitu 10,586>1,986 yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemahaman ecopreneur terhadap sikap wirausaha siswa. Hal ini didukung dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,745 yang berarti memiliki hubungan yang kuat. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi pemahaman ecopreneur siswa semakin tinggi pula sikap wirausaha siswa. Selain itu, didukung dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,555, yang berarti pemahaman ecopreneur menyumbang pengaruh sebesar 55,5%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor yang lain. Terdapat pengaruh positif antara pemahaman ecopreneur terhadap sikap wirausaha siswa di SMPN 23 Surabaya tahun ajaran 2018/2019. Hal ini ditunjukkan berdasarkan hasil perhitungan dengan bantuan program SPSS 16.0 persamaan analisis regresi yaitu Y=61,241+2,15. Pemahaman ecopreneur dibentuk melalui interaksi formal maupun non formal, yang selanjutnya membentuk sikap wirausaha siswa. Kata Kunci: Pengaruh, Pemahaman ecopreneur, Sikap wirausaha Abstract This study aims to examine the effect of ecopreneur understanding on students entrepreneurial attitudes. This study uses a quantitative approach with regression design conducted at SMPN 23 Surabaya with a population of 1099 students and taken a sample of 92 students. Data collection used is multiple choice test for ecopreneur understanding variables and questionnaire for entrepreneurial attitude variables. To determine the effect of ecopreneur understanding on students entrepreneurial attitudes using the T Test with the help of the SPSS program. Based on the calculation of T Test, it produces tcount> ttable, that is 10,586> 1,986 which means that there is a significant influence of ecopreneur understanding on students entrepreneurial attitudes. This is supported by the results of the correlation coefficient of 0.745 which means having a strong relationship. This can mean that the higher the ecopreneur understanding of students the higher the entrepreneurial attitude of students. In addition, it is supported by the coefficient of determination of 0.555, which means that the understanding of ecopreneur contributes 55.5%, while the rest is influenced by other factors. There is a positive influence between ecopreneur understanding of entrepreneurial attitudes of students in SMPN 23 Surabaya academic year 2018/2019. This is shown based on the results of calculations with the help of SPSS 16.0 equation regression analysis, namely Y = 61.241 + 2.15. Ecopreneur understanding is formed through formal and non-formal interactions, which further shapes students entrepreneurial attitudes. Keywords: Influence, Ecopreneur understanding, Entrepreneurial attitude
STRATEGI PEMBINA KOPERASI SISWA DALAM MENANAMKAN KARAKTER MANDIRI DAN KEKELUARGAAN SISWA DI SMK NEGERI 2 KOTA MOJOKERTO ADLINA AINUL YAQIN; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n1.p%p

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi pembina koperasi siswa dalam menanamkan karakter mandiri dan kekeluargaan siswa di SMK Negeri 2 Kota Mojokerto. Teori yang digunakan adalah teori Observational Learning Albert Bandura. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di Jl. Raya Pulorejo, Prajuritkulon Mojokerto. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikkan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Strategi pembina koperasi siswa dalam menanamkan karakter mandiri melalui pembiasaan dilakukan dengan membiasakan pengurus koperasi siswa dan para siswa yang mendapatkan piket jaga koperasi, terbiasa menjaga sendirian mulai dari pelayanan ke pembeli, kemudian pemesanan barang yang dijual dikoperasi dan pencatatan laporan barang yang telah terjual di dalam buku besar. Sedangkan re-check laporan penjualan dilakukan dengan mengevaluasi pencatatan barang yang terjual juga merekap barang yang akan habis kemudian dilakukan pemesanan barang atau kulakan. Strategi pembina koperasi siswa dalam menanamkan karakter kekeluargaan melalui keteladanan dilakukan dengan bersikap selalu mengayomi pengurus koperasi dan siswa. Sedangkan melalui pelayanan yang ramah dilakukan dengan menekankan asas kekeluargaan dalam berkoperasi kepada para pengurus dan parapetugas piket koperasi siswa. Kata Kunci: Strategi Pembina Koperasi Siswa, Mandiri, Kekeluargaan
Persepsi Guru SMP Negeri 1 Jabon tentang Pemidanaan Guru sebagai Dampak Penggunaan Corporal Punishment dalam Pendidikan DWI ASIH TRISKA WARDHANI; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n1.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru SMP Negeri 1 Jabon tentang pemidanaan guru sebagai dampak penggunaan corporal punishment dalam pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif yang dilakukan di SMP Negeri 1 Jabon Sidoarjo dengan populasi 49 orang guru dan diambil sampel sebanyak 49 orang guru. Pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Uji coba angket dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru SMP Negeri 1 Jabon cukup setuju dengan pemidanaan guru sebagai dampak penggunaan corporal punishment dalam pendidikan. Pemidanaan guru tidak menyurutkan semangat mendidik namun memunculkan perasaan cemas untuk menindak pelanggaran peserta didik menggunakan corporal punishment. Guru SMP Negeri 1 Jabon menolak segala bentuk kekerasan yang bersifat tidak mendidik dan di luar batas wajar. Batasan-batasan corporal punishment yang dianggap melawan hukum bersifat variatif berdasarkan usia dan pengalaman hidup.Kata Kunci: Persepsi, Pemidanaan Guru, Corporal Punishment.
UPAYA FRONT PEMBELA SUARA RAKYAT (FPSR) DALAM MENCEGAH GANGGUAN LINGKUNGAN HIDUP YANG DISEBABKAN PERUSAHAAN INDUSTRI DI KABUPATEN GRESIK DEVI ANANDA SARI; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n1.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) upaya LSM FPSR dalam mencegah gangguan lingkungan hidup yang disebabkan perusahaan industri di Kabupaten Gresik dan (2) hambatan yang dialami LSM FPSR dalam mencegah gangguan lingkungan hidup yang disebabkan perusahaan industri di Kabupaten Gresik. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif eksploratif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 langkah yang dilakukan oleh LSM FPSR yakni langkah awal dan langkah lanjutan. Langkah awal berupa (1) sosialisasi; (2) pengawasan masyarakat dalam bentuk pemantauan terhadap pencemaran; dan (3) komunikasi dengan perusahaan (pemberian saran). Sedangkan langkah lanjutan berupa (1) peneguran; (2) pelaporan; dan (3) penekanan masyarakat dalam bentuk pemasangan banner yang berisi sindiran dan aksi demonstrasi dengan mengikutsertakan media massa. Hambatan yang dialami oleh LSM FPSR, yakni (1) kesulitan mendapatkan anggota, (2) mahalnya biaya pembuangan dan pengolahan limbah B3, (3) melakukan pemantauan terhadap pencemaran udara berupa bau dan bising, (4) minimnya ketersediaan dana di LSM FPSR.Kata Kunci: LSM FPSR, Mencegah, Pencemaran, Perusahaan Industri.
PERSEPSI MAHASISWA S1 PPKn TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK DAN KAWASAN TERBATAS MEROKOK DI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA BAGAS SANJAYA PANGESTU; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi mahasiswa S1 PPKn tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok yang terdapat di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan di dalam penelitian ini adalah lima orang mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya angkatan 2014, 2015, 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa para informan setuju apabila di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Surabaya terdapat peraturan Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok. Informan berpendapat bahwa peraturan belum berjalan dengan baik karena masih terdapat mahasiswa, karyawan, staf, maupun dosen yang masih melanggar peraturan tersebut. Mayoritas informan akan memberikan teguran jika menemukan orangtyang merokoktdi tempattyang dilarang untuk merokok. Para informan juga berharap agar peraturan tersebut dapat berjalan dengan lebih baik lagi. Para informan juga memberikan dukungan terhadap peraturan tersebut melalui sikap mereka seperti menjaga dan memelihara tanda peraturan dilarang merokok. Memberikan arahan kepada perokok untuk merokok di tempattkhusus untuktmerokok, menggunakan tempattkhusus untuktmerokok semaksimal mungkin, memberikan teguran untuk mereka yang masih melanggar hingga melaporkan kepada satpam atau petugas yang berwenang menindak lanjuti pelanggaran tersebut. Kata Kunci: Persepsi, Mahasiswa, Kawasan, Rokok. Abstract This research aims to describe the perception of Pancasila and CivictEducation studentstabout the Non-Smoking Area and Limited Smoking Area in environment oftSocial Science andtLaw Faculty State Universitytof Surabaya. This research uses qualitative approach through the kind of research descriptive. The Informants of this research is a five college students from Social Science and Law Faculty in State University of Surabaya around class 2014, class 2015, and class 2016. The resultstof thistresearch show thattthe informants agree if in environment of Social Science and Law Faculty State University of Surabaya there is a regulation about the Non-Smoking Area and Limited Smoking Area. The informant thought that the charter a lack of since there is still a college student employees, staff, and enough lecturers who still break the rules the ordinance. The majority of informants will give warning if they find a person who smokes in the place that consist of Non-Smoking area. The informants also give support for that’s regulation by their attitudes such as protect and keep the sign of smoking prohibited regulation. Give a directive to smoker for smoking in the place which specially for smoking, using the smoking place as maximal, give a warning for they who still break that regulation or inform to security guard or employee who have the power to be competent take action against that’s violation. Keywords: Perception, College students, Region, Cigarette
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN APLIKASI TAPROSE (TUBAN PUBLIC REPORT SERVICE) TEMANKU DI KABUPATEN TUBAN AMBAR TRI NINGSIH; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam penggunaan aplikasi Taprose (Tuban Public Report Services) Temanku di Kabupaten Tuban. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, dokumentasi, dan wawancara. Data yang sudah diperoleh dianalisis menggunakan teknik hitung analisis deskriptif persentase dengan skala likert. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Tingkat partisipasi masyarakat dalam penggunaan aplikasi Taprose (Tuban Public Report Services) Temanku adalah sebagian kecil responden, yaitu 29 orang atau 9,8% responden memiliki tingkat partisipasi rendah, kurang dari setengah responden, yaitu 82 orang atau 27,7% responden memiliki tingkat partisipasi kategori tinggi, dan lebih dari setengahnya, yaitu 185 orang atau 62,5% responden memiliki tingkat partisipasi kategori sedang sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam penggunaan aplikasi Taprose (Tuban Public Report Services) Temanku adalah sedang berdasarkan persentase terbesar yaitu 62,5% responden. Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Aplikasi Pengaduan, Taprose Temanku.
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP KEKERASAN PADA ANAK DI DAERAH RW 07 KEMLATEN KARANGPILANG SURABAYA ADI SUPRAYOGI; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap kekerasan pada anak di daerah RW 07 Kemlaten Karangpilang Surabaya. Pengkajian penelitian ini menggunakan paradigma fakta sosial dengan teori persepsi Robbins, yang bertumpu pada gambaran yang didapat oleh individu dari panca indera kemudian diorganisir, diintepretasi dan dievaluasi, sehingga individu tersebut memperoleh makna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Teknik pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan menggunakan purposive sampling. Pemilihan informan menggunakan kriteria untuk memenuhi data penelitian. Dari ke enam informan tersebut memiliki keluarga yang lengkap, namun memiliki perbedaan pada segi pemahaman atau pendidikan dan pola asuh orang tuanya yang dilihat dari kondisi ekonomi semua informan rata-rata memiliki penghasilan yang cukup. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan melakukan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa persepsi orang tua terhadap kekerasan pada anak, yakni orang tua di daerah RW 07 Kemlaten Karangpilang Surabaya merupakan tindak kekerasan pada anak merupakan hal yang tidak disarankan untuk orang tua, akan tetapi tanpa sadar orang tua melakukan hal tersebut dengan harapan anak akan menjadi lebih baik. Kekerasan pada anak berdampak negatif pada anak, sehingga anak akan merasa takut dan minder, serta hal tersebut akan mempengaruhi daya kembang anak. Beberapa alasan mengapa orang tua di daerah RW 07 Kemlaten Karangpilang Surabaya melakukan kekerasan pada anak meliputi, kondisi keluarga dari faktor internal, berupa pengetahuan orang tua dan pengalaman orang tua dalam mengasuh anak dan faktor eksternal, berupa faktor ekonomi dan keadaan lingkungan atau latar belakang keluarga. Kata Kunci: persepsi, kekerasan anak, orang tua. Abstract This study aims to describe parents perceptions of violence on children in the RW 07 Kemlaten Karangpilang area of ​​Surabaya. The study of this study uses the social fact paradigm with Robbins perception theory, which relies on the impressions obtained by individuals through the five senses and then analyzed (organized), interpreted and then evaluated, so that the individual obtains meaning. This study uses a qualitative approach with phenomenological design. The informant retrieval technique in this study used purposive sampling. The selection of informants used criteria to meet the research data. Of the six informants who have a complete family, but have differences in terms of understanding or education and parenting parents seen from the economic conditions all informants have an average income. The data collection technique is done by conducting participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the study showed that parents perceptions of child abuse, namely parents in the RW 07 Kemlaten Karangpilang Surabaya area were acts of violence against children which were not recommended for parents, but unconsciously parents did so in the hope that children would to be better. Violence in children has a negative impact on children, so children will feel scared and insecure, and this will affect the development of children. Some of the reasons why parents in RW 07 Kemlaten Karangpilang Surabaya do violence to children include family conditions from internal factors, in the form of parents knowledge and parents experience in caring for children and external factors, in the form of economic factors and circumstances or family background. Keywords: perception, child abuse, parents.
Respon Peserta Didik Reguler tentang Keberadaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMP Negeri 29 Surabaya NUR HANA FITRIANA; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon peserta didik reguler tentang keberadaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMP Negeri 29 Surabaya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling: proportionate stratified random sampling dengan taraf kesalahan 5%, maka jumlah sampel yang diteliti sebesar 169 peserta didik reguler. Uji validitas dan uji reliabilitas dalam penelitian digunakan untuk menguji coba angket penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik persentase dan didasarkan pada Teori Karakter dari Thomas Lickona yang menyatakan bahwa ketika seseorang mengetahui hal yang baik (pengetahuan moral), menginginkan hal yang baik (perasaan moral), dan melakukan hal yang baik (tindakan moral), maka akan terbentuk karakter yang baik pula. Terdapat tiga indikator yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian, yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa, respon peserta didik reguler tentang keberadaan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMP Negeri 29 Surabaya tergolong pada kategori netral. Artinya, peserta didik reguler dapat menerima keberadaan ABK di kelas maupun di sekolah. Namun dalam hal memberikan bantuan kepada ABK, peserta didik reguler akan memberikan bantuan jika ada yang menyuruh untuk memberikan bantuan atau bantuan akan diberikan pada saat ABK meminta bantuan kepada peserta didik reguler secara langsung. Kata Kunci : Sekolah Inkusi, Respon, Peserta Didik Reguler, Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Abstract The purpose of this research is to describe the responses of regular students about the existence of Special Needs Children (ABK) in 29 Surabaya Public Junior High School. This research uses a quantitative approach with descriptive design. Data collected by a questionnaire. The sampling technique used probability sampling: proportionate stratified random sampling with a significance level 5%, then the number of samples studied was 169 regular students. Validity and reliability testing used to trial the questionnaire research. This research uses percentage techniques for data analysis and based on Character Theory from Thomas Lickona which states when someone knows good things (moral knowledges), wants good things (moral feelings), and does good things (moral actions), so a good character will be formed. Three indicators were used benchmarks in this research, are knowledges, attitudes, and behavior. The results of this research indicated that, responses of regular students about the existence of Special Needs Children (ABK) in 29 Surabaya Public Junior High School included in the neutral category. It is mean that regular students can accepted the existence of ABK in the class or at school. But in the case of given for help to ABK, regular students will be given for help if someone asks them to do it or they will be given for help when ABK asks it directly to regular students. Keywords: Inklusive School, Response, Regular Students, Special Needs Children (ABK)
Upaya Paguyuban Sanggar Tari Kembang Sore Dalam Menumbuhkan Sikap Nasionalisme Anggotanya Di Desa Suwaru Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung VITRI SULISTIYO RINI; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v7n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya, kendala, solusi yang dilakukan Paguyuban Sanggar Tari Kembang Sore dalam menumbuhkan sikap nasionalisme anggotanya. Dalam penelitian ini mengunakan teori belajar sosial dari Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang dikumpulkan dengan teknik observasi partisipan dan wawancara mendalam. Lokasi penelitian ini berada di Paguyuban Sanggar Tari Kembang Sore. Informan dalam penelitian ini adalah pelatih tari di paguyuban. Teknik analisis data dimulai dengan menggunakan reduksi data, selanjutnya penyajian data, lalu ditarik kesimpulan. Teknik keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya kegiatan yang diadakan Paguyuban Sanggar Tari Kembang Sore terbagi menjadi dua kegiatan pelatihan tari dan kegiatan pementasan. Dalam kegiatan pelatihan tari, bentuk penanaman nilai kreatif dilakukan pelatih dengan cara memotivasi siswa untuk melatih gerakan dengan baik, sungguh-sungguh dan kerja keras, yakin pada diri sendiri, tidak putus asa, dan tidak ragu-ragu dalam melakukan sesuatu. Kegiatan pementasan yaitu untuk menunjukkan eksistentesi sanggar, yang berhubungan dengan cara mengenalkan kebudayaan daerah khususnya seni tari untuk lebih dikenal oleh masyarakat. Kendala yang dihadapi pelatih dalam menumbuhkan sikap nasionalisme di Paguyuban Sanggar Tari Kembang Sore adalah waktu yang digunakan masih belum maksimal dalam kegiatan pelatihan tari, karena hanya satu minggu sekali dalam satu minggu. Solusi yang diberikan Paguyuban Sanggar Tari Kembang Sore memberikan motivasi kepada anggota agar tekun dalam berlatih, dan diadakan kunjungan ke sanggar lain agar tidak bosan. Kata Kunci : Paguyuban, Sikap Nasionalisme