Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ARE CONVENTIONAL RURAL BANKS MORE EFFICIENT THAN SHARIA: EMPIRICAL EVIDENCE FROM DEA Azhari Azhari; Kamaruddin Kamaruddin; Irvan Murizal; Mai Simahatie
Sosiohumaniora Vol 24, No 1 (2022): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, MARCH 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v24i1.35546

Abstract

This study examined and compared the efficiency level of conventional and Islamic rural banks. The analytical tool used was data envelopment analysis with the variable return scale approach. Furthermore, the input variables consist of total assets, third party funds, and costs. Meanwhile, the total financing and profit are the output variables from 2012 to 2019 for 15 rural banks in Aceh. The results showed conventional rural banks are more efficient than sharia. Therefore, Sharia banks need to engage in better socialization to the public. This is because 2021 is the beginning of qanun (law) of Islamic financial institutions enactment, which obliges change in shape to the sharia pattern. Also, universities are expected to open a study program on sharia bank as a rudiment for human resources in the future. Therefore, the study to compare conventional and sharia rural bank per province in Indonesia is important.
Studi Literatur Hukum Hybrid Contract Di Lembaga Keuangan Syariah Dari Berbagai Perspektif Mai Simahatie; Andri Soemitra
-
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out the hybrid contract law in Islamic financial institutions from various perspectives. The methodology of this study is a qualitative research design with a literature review research design and using a publish or perish application to collect articles. The results show that from 2017 to 2021 several studies related to hybrid contract law have been carried out from various perspectives, including 1. Hybrid contracts based on the maqhosid al-Shari'ah perspective, 2. Hybrid contracts based on the hadith perspective, 3. Hybrid contracts based on the scholars' perspective four madzhab, 4. Hybrid contracts are based on the perspective of fiqh muamalah, and from each of these points of view convey views on the halalness of hybrid contracts.
PENYULUHAN TENTANG LITERASI KEUANGAN DIGITAL PADA PEREMPUAN DI DESA COT MESJID KABUPATEN BIREUEN Munawarah Munawarah; Rahmi Rahmi; Irne Aryanie; Nurjannah Nurjannah; Chairul Bariah; Iskandar Iskandar; Mai Simahatie; Emalia Ariska
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.%p

Abstract

Desa cot mesjid merupakan desa binaan yang terkenal dengan kerajinan bordir dan terdapat kelompok pengrajin wanita yang menjadi tumpuan peningkatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, tim pengabdi bertujuan untuk melakukan kegiatan sosialisasi terkait literasi keuangan digital di Kabupaten Bireuen. Pelaksanaan pengabdian ini berlokasi di Desa cot mesjid Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen dengan sasaran perempuan pengrajin bordir dan komunitas perempuan yang menggunakan gadget dan menggunakan internet dalam aktivitas sehari-hari. Hasil dari pengabdian ini adalah masih banyak perempuan pengrajin bordir yang belum mengetahui resiko penggunaan platform keuangan digital seperti Phishing, Phraming Mobile, Sniffing, Money Mule dan Social Engineering. Selain itu masih banyak yang bingung dalam memilih platform yang tepat untuk digunakan, sehingga ada penyuluhan dari tim pengabdi Universitas Islam Kebangsaan Indonesia. Komunitas perempuan pengrajin bordir menjadi sadar akan platform dan informasi yang harus mereka pilih dan pilah untuk menghindari penyalahgunaan data pribadi.
PENYULUHAN TENTANG LITERASI KEUANGAN DIGITAL PADA PEREMPUAN DI DESA COT MESJID KABUPATEN BIREUEN Munawarah Munawarah; Rahmi Rahmi; Irne Aryanie; Nurjannah Nurjannah; Chairul Bariah; Iskandar Iskandar; Mai Simahatie; Emalia Ariska
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.%p

Abstract

Desa cot mesjid merupakan desa binaan yang terkenal dengan kerajinan bordir dan terdapat kelompok pengrajin wanita yang menjadi tumpuan peningkatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, tim pengabdi bertujuan untuk melakukan kegiatan sosialisasi terkait literasi keuangan digital di Kabupaten Bireuen. Pelaksanaan pengabdian ini berlokasi di Desa cot mesjid Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen dengan sasaran perempuan pengrajin bordir dan komunitas perempuan yang menggunakan gadget dan menggunakan internet dalam aktivitas sehari-hari. Hasil dari pengabdian ini adalah masih banyak perempuan pengrajin bordir yang belum mengetahui resiko penggunaan platform keuangan digital seperti Phishing, Phraming Mobile, Sniffing, Money Mule dan Social Engineering. Selain itu masih banyak yang bingung dalam memilih platform yang tepat untuk digunakan, sehingga ada penyuluhan dari tim pengabdi Universitas Islam Kebangsaan Indonesia. Komunitas perempuan pengrajin bordir menjadi sadar akan platform dan informasi yang harus mereka pilih dan pilah untuk menghindari penyalahgunaan data pribadi.
STRATEGI IMPLEMENTASI SPORT TOURISM BERBASIS ISLAMI DALAM MENDUKUNG EKONOMI KREATIF Iskandar Iskandar; Agung Cahyadi; Mai Simahatie; Sri Yanna; Jamaluddin Jamaluddin
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.84966

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola destinasi wisata di sekitar Danau Lut Tawar dalam mengimplementasikan sport tourism berbasis Islami guna mendukung ekonomi kreatif masyarakat. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi masih rendahnya pemahaman tentang wisata olahraga Islami, pengelolaan event wisata, serta promosi digital destinasi wisata. Metode pelaksanaan dilakukan melalui bimbingan teknis dengan pendekatan partisipatif dan edukatif berupa ceramah, diskusi, praktik, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengembangkan konsep sport tourism berbasis Islami, pengelolaan destinasi wisata, serta promosi ekonomi kreatif lokal. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test terhadap 35 peserta, tingkat pemahaman peserta meningkat dari rata-rata 61,4% sebelum pelatihan menjadi 86,7% setelah kegiatan dilaksanakan. Selain itu, sebanyak 82% peserta menyatakan telah memahami strategi implementasi sport tourism berbasis Islami, sementara 78% peserta mampu menyusun rancangan awal pengembangan destinasi wisata olahraga yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islami dan budaya lokal.Kata Kunci: Danau Lut Tawar, Ekonomi Kreatif, Sport Tourism, Wisata Islami..AbstractThis community service activity aimed to improve the capacity of tourism destination managers around Danau Lut Tawar in implementing Islamic-based sport tourism to support the development of the creative economy. The main problems identified included the limited understanding of Islamic sport tourism, tourism event management, and digital promotion strategies among tourism managers. The implementation method used participatory and educational approaches through technical guidance activities, including lectures, discussions, simulations, and mentoring. Participants consisted of tourism managers, tourism awareness groups (Pokdarwis), MSME actors, and local communities around the tourism area. Based on pre- and post-test results from 35 participants, their understanding increased from an average of 61.4% before the training to 86.7% after the training. Furthermore, 82% of participants stated they understood the strategy for implementing Islamic-based sports tourism, while 78% were able to develop an initial design for developing a sports tourism destination integrated with Islamic values and local culture.Keywords: Lut Tawar Lake, Creative Economy, Sports Tourism, Islamic Tourism