Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengaruh Fermentasi Terhadap Kelimpahan Lactobacillus sp. Dalam Probiotik Limbah Cair Tahu Hidayat, Fajar; Raden Kokoh Haryo Putro
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tofu wastewater is a liquid waste with high organic content that has the potential to be recycled. This study aims to analyze the effect of substrate composition and fermentation time using EM4 starter on the abundance of Lactobacillus sp. as a key parameter of probiotic quality. The study used a Completely Randomized Design (CRD) with four composition treatments: P1 (30% TWW : 30% water : 40% EM4), P2 (40% TWW : 20% water : 40% EM4), P3 (50% TWW : 10% water : 40% EM4), and P4 (60% TWW : 0% water : 40% EM4). Fermentation was observed for 18 days. The results showed that composition and fermentation time significantly affected bacterial abundance. The highest abundance was achieved in P4 on day 14 (7.0 × 10⁶ CFU/mL). However, the most efficient composition was P1, which produced a high abundance of Lactobacillus sp. (4.1 × 10⁶ CFU/mL) and successfully reduced BOD₅ levels to 108.45 mg/L, below the quality standard. The optimal fermentation time was 14 days, after which the population declined. It was concluded that the fermentation of tofu wastewater with the right composition and time can produce qualified probiotics while reducing environmental pollution.
Pemantauan dan Optimasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Unit Lamella Clarifier dengan Penentuan Dosis Koagulan dan Flokulan Felano Elga Bahctiar; Raden Kokoh Haryo Putro
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin banyak kawasan industri berkembang dan berkembang, semakin besar kemungkinan kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh limbah industri. Limbah industri ini memiliki berbagai karakteristik dan, jika terpapar langsung ke lingkungan, sangat berbahaya. Limbah industri dapat mencemari sungai dan badan air lainnya. Studi laboratorium ini menyelidiki dosis optimum koagulan dan flokulan pada air limbah kawasan industri dan pergudangan. Untuk memperoleh temuan yang optimal, penting untuk menentukan tahap optimal dari proses koagulasi-flokulasi selama percobaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan operasional instalasi pengolahan air limbah komunal kawasan industri dan pergudangan memerlukan perencanaan, operasi unit pengolahan, dan manajemen yang efektif agar IPAL dapat beroperasi secara efektif dan mencapai tujuan yang diinginkan. Pemantauan dan evaluasi setiap unit pengolahan berdasarkan data perencanaan dan desain unit pengolahan, hasil uji jar air limbah dilakukan dengan menggunakan variasi dosis koagulan eksisting konsentrasi 10% PAC cair 100 ppm, 500 ppm, dan 600 ppm dengan dosis flokulan polimer Konsentrasi 0,1% dapat digunakan untuk mengoptimalkan kinerja instalasi pengolahan air limbah. Pada PAC 100 ppm, dengan dosis polimer yaitu 2 ppm menghasilkan dosis optimal. Hasil pembentukan flok dalam injeksi PAC kecil dan injeksi polimer menghasilkan flok besar dengan waktu pengendapan 10 menit. Koagulan PAC cair yang digunakan di eksisting IPAL komunal kawasan industri dan pergudangan membutuhkan hingga 1 L PAC cair konsentrasi 10% dengan dosis pembubuhan 100 ppm setiap hari. Flokulan polimer konsentrasi 0,1% yang ada membutuhkan 0,2 kg per hari.
Pelaksanaan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Berdasarkan Dokumen RKL-RPL Rinci di Ipal Komunal PT.X Puguh Satrio Wicaksono; Raden Kokoh Haryo Putro
Indonesian Journal of Applied Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Indonesian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan industri dapat meningkatkan ekonomi sekitarnya, tetapi juga dapat menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu pembangunan industri harus dibarengi dengan pengelolaan lingkungan yang baik untuk mencegah kerusakan dan pencemaran lingkungan. Dokumen lingkungan hidup, antara lain AMDAL, RKL-RPL dan SPPLH, wajib dimiliki oleh perusahaan yang melakukan usaha atau kegiatan yang berinteraksi dan berdampak pada lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dimana data dikumpulkan yaitu. data primer dan sekunder. Informasi primer diperoleh melalui wawancara dan observasi lapangan terkait kondisi instalasi pengolahan limbah domestik saat ini. Walaupun informasi sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen milik PT. X. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dokumen RKL-RPL dimaksudkan sebagai rencana pengelolaan dampak penting sehingga dampak lingkungan dapat diminimalkan, kemudian peraturan tahun 2009 dijadikan acuan dalam penyusunan RKL-RPL secara rinci. Menteri Perindustrian. Peraturan Republik Indonesia No. 1 Tahun 2020 Tentang Penyusunan Rencana Pengelolaan Lingkungan dan Rencana Pemantauan Lingkungan Terinci Untuk Sarana Industri Yang Berada Atau Berlokasi Di Kawasan Industri. Serta tata cara penyimpanan dan penempatan limbah B3 dalam RKL-RPL yang telah memenuhi tata cara dan persyaratan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 6 tentang limbah bahan berbahaya dan beracun.