Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kesalahan Penggunaan Kalimat Efektif Dalam Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa PBA Ariadien Atha Mafahi; Zidan Ridlo Nughraha; Agung Pranoto Kadiatmaja
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang kesalahan penggunaan kalimat efektif dalam karya ilmiah mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Data penelitian berasal dari tiga makalah mahasiswa PBA yang dianalisis berdasarkan empat aspek kalimat efektif, yaitu kecermatan, kehematan, keparalelan, dan kepaduan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PBA pada dasarnya bisa menyusun struktur kalimat dengan baik. Namun, masih banyak kesalahan dalam penerapan kalimat efektif. Kesalahan-kesalahan ini antara lain: Kesalahan pada aspek kecermatan, seperti penggunaan subjek ganda, diksi yang kurang tepat, dan pengulangan makna. Kesalahan pada aspek kehematan, seperti penggunaan kata dan frasa yang berlebihan. Kesalahan pada aspek keparalelan, seperti ketidaksejajaran bentuk, struktur, dan kategori makna dalam satu rangkaian kalimat. Kesalahan pada aspek kepaduan, seperti hubungan antargagasan yang kurang logis dan tidak runtut. Penelitian ini juga menemukan bahwa kesalahan-kesalahan tersebut dipengaruhi oleh interferensi bahasa Arab dan keterbatasan pembelajaran formal tentang penulisan karya ilmiah. Oleh karena itu, peneliti berpendapat bahwa diperlukan pembelajaran yang lebih intensif tentang penerapan kalimat efektif dalam penulisan akademik mahasiswa PBA.
Urutan Subjek, Predikat, Dan Objek Dalam Kalimat Berita Online Bahasa Indonesia Sahibul Munada; Dzaky Maula; Agung Pranoto Kadiatmaja
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i2.2559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urutan subjek, predikat, dan objek dalam kalimat berita online bahasa Indonesia. Penelitian ini juga mengidentifikasi bentuk-bentuk kesalahan struktur sintaksis yang masih sering muncul dalam praktik penulisan jurnalistik daring. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan berupa kalimat-kalimat dari berita online yang kemudian dianalisis berdasarkan kaidah tata bahasa Indonesia yang baku. Sumber data diambil dari beberapa media berita online nasional yang aktif mempublikasikan informasi aktual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kalimat dalam berita online telah mengikuti pola dasar Subjek-Predikat-Objek (S-P-O). Namun demikian, masih ditemukan berbagai penyimpangan, seperti penghilangan subjek yang menyebabkan ketidakjelasan pelaku, penggunaan predikat yang tidak tepat, dan penempatan objek yang tidak sesuai dengan struktur kalimat baku. Selain itu, ditemukan pula kalimat yang terlalu panjang dan kompleks sehingga mengaburkan hubungan antarunsur dalam kalimat. Kesalahan tersebut berpotensi menurunkan kualitas informasi dan menyulitkan pembaca dalam memahami isi berita secara cepat dan tepat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan kaidah sintaksis yang benar dalam penulisan berita online. Hal ini akan membuat informasi yang disampaikan lebih efektif, jelas, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.
Klasifikasi Kalimat Efektif dalam Tulisan Akademik Mahasiswa: Analisis Makalah Mata Kuliah Pancasila Sandy Akbar; Muhammad Afif Zahran; Agung Pranoto Kadiatmaja
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i2.2561

Abstract

Penggunaan Kalimat Efektif dalam Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan kalimat efektif dalam makalah mahasiswa STAI Ali. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data diambil secara random terhadap 10 Latar Belakang dari makalah mahasiswa. Hasil akhir menunjukkan penggunaan kalimat efektif pada skripsi mahasiswa cukup baik. Dari 10 makalah mahasiswa terdapat 75% kalimat efektif dan cukup efektif dari total 60 kalimat. Dan berdasarkan unsur kalimat efektif, mahasiswa mendapatkan 86,7% pada unsur kesatuan, 75% dalam unsur ketepatan, 70% dalam unsur kejelasan, 66,7% dalam unsur kepaduan, 63,3% dalam bidang kecermatan,46,7% dalam unsur kehematan. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan kalimat efektif pada mahasiswa sudah cukup baik dan bisa dijadikan bahan evaluasi dalam menulis karya tulis ilmiah di kampus.
Analisis Kesalahan Ragam Bahasa Baku dalam Karya Ilmiah Mahasiswa Muhammad Arsyad Qurbani; Kurnia Avandi; Agung Pranoto Kadiatmaja
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i2.2568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan pemakaian ragam bahasa baku dalam karya ilmiah mahasiswa serta menentukan jenis kesalahan yang paling dominan. Ragam bahasa baku merupakan ciri utama penulisan ilmiah yang mencakup aspek ejaan, morfologi, dan sintaksis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis dokumen. Sumber data berupa karya tulis ilmiah mahasiswa (makalah dan artikel) dari beberapa perguruan tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, catat, dan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan terbanyak terjadi pada tataran ejaan (40%–45%), khususnya pemakaian huruf kapital, penulisan kata depan, dan penggunaan tanda baca. Kesalahan pada tataran morfologis (32,5%) didominasi oleh afiksasi yang tidak tepat, sedangkan kesalahan sintaksis (21,7%) meliputi ketidaklengkapan unsur kalimat dan penggunaan konjungsi yang tidak baku. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI) masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pembelajaran bahasa Indonesia baku dan pelatihan penyuntingan mandiri (swasunting) di lingkungan akademik.
Karakteristik Ragam Bahasa Baku dalam Dunia Pendidikan Adnan Nawawi Surianto; Abdurrahman Abdurrahman; Agung Pranoto Kadiatmaja
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i2.2571

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada analisis ciri-ciri ragam bahasa baku di ranah pendidikan beserta kontribusinya dalam memperlancar komunikasi akademik yang berkualitas. Ragam bahasa baku adalah varian bahasa yang patuh pada aturan tata bahasa, penulisan ejaan, serta pemilihan diksi yang selaras dengan norma standar bahasa. Di dunia pendidikan, bahasa baku punya peran krusial sebagai wadah utama menyampaikan pengetahuan, entah lewat ucapan maupun tulisan. Pendekatan yang dipakai adalah deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan data via studi literatur dan pemeriksaan beragam sumber tulis seperti buku teks, artikel jurnal, plus dokumen terkait bahasa baku di pendidikan. Temuan utama mengungkap bahwa ciri khas bahasa baku di pendidikan mencakup susunan kalimat yang terstruktur rapi, diksi formal dan presisi, ejaan yang taat kaidah bahasa Indonesia, serta penyajian informasi yang lugas, efisien, dan gampang dicerna. Tak hanya itu, bahasa baku juga jadi pemersatu dalam interaksi akademik, sekaligus membentuk iklim belajar yang lebih disiplin dan profesional. Penerapan bahasa baku yang mantap bisa meninggkatkan mutu dialog antara guru dan murid, serta membantu raih sasaran pendidikan secara optimal. Dari hasil tersebut, bisa dirangkum bahwa ragam bahasa baku esensial banget di pendidikan karena mendukung komunikasi yang lancar, terorganisir, dan sesuai etika bahasa yang berlaku.
Dinamika Penggunaan Bahasa Indonesia di Era Digital: Analisis pada Media Sosial di Kalangan Generasi Z Sufyan Al-Mubarok; Ahmad Mufarrid Hanif; Agung Pranoto Kadiatmaja
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbsi.v2i2.2616

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika penggunaan Bahasa Indonesia di media sosial di kalangan Generasi Z pada era digital. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi terhadap penggunaan bahasa pada berbagai platform media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z cenderung menggunakan bahasa yang lebih fleksibel dan kreatif, seperti bahasa gaul, singkatan, campur kode dengan bahasa asing, serta penggunaan emoji dalam komunikasi digital. Fenomena ini mencerminkan kemampuan bahasa untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan komunikasi modern. Namun, penggunaan bahasa yang tidak sesuai kaidah juga berpotensi mengurangi penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Di sisi lain, media sosial turut berperan dalam memperluas penggunaan Bahasa Indonesia dan memperkenalkan kosakata baru kepada masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika penggunaan Bahasa Indonesia di media sosial merupakan bentuk adaptasi bahasa terhadap era digital yang perlu diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga kaidah bahasa sebagai bagian dari identitas nasional.
Decoding Pragmatic Force: A Cross-Linguistic Analysis of Istifham Taqriri in Juz ‘Amma Translations Divta Ayu Putri Pertiwi; Sofia Binti Salim Ghanim; Agung Pranoto Kadiatmaja
Quality : Journal Of Education, Arabic And Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/qwt.v4i2.155

Abstract

This study examines the pragmatic function of istifhām taqrīrī (rhetorical interrogatives) in Juz ‘Amma of the Qur’an and its representation in English translations. Unlike ordinary interrogatives that seek information, istifhām taqrīrī serves as a rhetorical device to affirm truths, reinforce meaning, and prompt implicit acknowledgment (iqrār) from the audience. Despite its importance, systematic studies on this form, particularly from a pragmatic and translation perspective, remain limited. This research adopts a descriptive qualitative approach using library research. The primary data consist of Qur’anic verses from Juz ‘Amma, while secondary data are derived from classical works of balāghah and relevant scholarly studies. Data are analyzed through content analysis using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that istifhām taqrīrī primarily functions as taqrīr (affirmation) and ta’kīd al-ḥaqīqah (emphasis of truth), while functions such as tasliyah appear contextually. However, English translations often reduce rhetorical interrogatives into neutral questions or declarative statements, resulting in pragmatic loss and weakened persuasive impact. Therefore, a pragmatic-functional translation approach is needed.
THE FUNCTIONAL ROLE OF FI’IL MUḌĀRI’ I’RĀB IN THE QUR’AN: A SEMANTIC ANALYSIS OF SURAH AN-NĀZI’ĀT Saleh; Yazid Abdul Aziz; Agung Pranoto Kadiatmaja
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 9 No. 1 (2026): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v9i1.10385

Abstract

This study examines the functional role of fi'il muḍāri' i'rāb in Surah An-Nāzi'āt through an integrated naḥw-tafsīr framework. Previous studies tend to treat i'rāb as a purely formal grammatical category, detached from semantic interpretation, while exegetical studies often overlook grammatical precision. This study addresses that gap by demonstrating that i'rāb is not merely a syntactic marker but an active constituent of Qur'anic meaning. Using a qualitative library research method with a descriptive-analytical approach, the study identifies thirteen fi'il muḍāri' forms in the surah, classified across three i'rāb categories: marfū', manṣūb, and majzūm. The analysis reveals a clear correlation between each inflectional form and its semantic function within the surah's eschatological discourse. The marfū' form, which constitutes 84.6% of the identified forms, operates through istiḥḍār al-ḥāl, rendering future and past events as vivid, immediate realities for the reader. The manṣūb form encodes gradual spiritual transformation within a non-confrontational da'wah strategy. The majzūm form compresses and relativizes worldly time, reinforcing the surah's affirmation of the Hereafter's certainty. These findings demonstrate that the integrated naḥw-tafsīr framework is analytically productive and replicable for examining how grammatical form shapes Qur'anic meaning across different surahs.تتناول هذه الدراسة الوظيفةَ الدلاليةَ لإعراب الفعل المضارع في سورة النازعات، وذلك من خلال إطار منهجي تكاملي يجمع بين علم النحو وعلم التفسير. وقد دأبت الدراسات السابقة على معالجة الإعراب بوصفه ظاهرةً نحويةً شكليةً مجردةً من أبعادها الدلالية، في حين تغفل الدراسات التفسيرية في الغالب عن الدقة النحوية. وتسعى هذه الدراسة إلى ردم هذه الفجوة، بإثبات أن الإعراب لا يُعدّ مجرد علامة تركيبية، بل هو ركيزة فاعلة في تشكيل المعنى القرآني. واتبع البحث المنهج الوصفي التحليلي في إطار الدراسة المكتبية النوعية، وقد رُصد في السورة ثلاثة عشر فعلاً مضارعاً، صُنِّفت وفق ثلاث حالات إعرابية: الرفع، والنصب، والجزم. وتكشف نتائج الدراسة عن ارتباط وثيق بين كل صيغة إعرابية ووظيفتها الدلالية في السياق الأخروي للسورة. فالمرفوع، الذي يمثل ٨٤،٦% من الأفعال المرصودة، يُحقق معنى استحضار الحال، إذ يُقرِّب الأحداث الماضية والمستقبلية إلى وعي المتلقي ويجعلها حاضرةً أمامه. أما المنصوب فيُجسّد مسيرة التحول الروحي التدريجي ضمن أسلوب دعوي غير مواجِه. وأما المجزوم فيُقلِّص الزمن الدنيوي ويُنسِّبه، مُعززاً يقينَ الآخرة الذي تقوم عليه السورة. وتُثبت هذه النتائج مجتمعةً أن الإطار التكاملي بين النحو والتفسير منهجٌ ناجعٌ وقابلٌ للتطبيق في دراسة العلاقة بين الصيغة النحوية والمعنى القرآني عبر سور متنوعة.
QURANIC SYNTACTIC STRUCTURES CLASSIFYING AND ANALYZING NA’T PATTERNS (MUFRAD, JUMLAH, SYIBH AL-JUMLAH) IN SŪRAH AL-WĀQI’AH Virda Shofiah; Hafshoh Amatullah; Agung Pranoto Kadiatmaja
Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education Vol. 9 No. 1 (2026): Al Ibrah: Journal of Arabic Language Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/jale.v9i1.10407

Abstract

This study aims to classify and analyze na’t (adjectival) patterns  mufrad, jumlah, and syibh al-jumlah in Sūrah al-Wāqi’ah and to examine their functional roles in constructing eschatological meaning. Employing a qualitative descriptive-analytical approach on all 96 verses, data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model with classification guided by al-Ghalyāyinī’s functional parameters distinguishing at-tawḍīḥ (clarification) in definite nouns from at-takhṣīṣ (specification) in indefinite nouns. The findings reveal that na’t mufrad predominantly encodes at-takhṣīṣ, conveying permanent properties (at-thubūt) that construct stable, sensory-rich images of paradise, while syibh al-jumlah functions as a spatial and temporal anchor situating eschatological realities within concrete dimensions. The dominant asymmetry of at-takhṣīṣ (37 of 43 entries) over at-tawḍīḥ (6 entries) reflects a coherent rhetorical strategy in which specification projects the desirability of paradise, while economy of description in punitive passages projects finality and inevitability. This study contributes a systematic syntactic-functional model applicable to Qur’anic linguistic analysis and offers a practical framework for advanced naḥwu instruction in Arabic language education.
A Critical Analysis of The Salaf Scholars Perspective on Istighatsah Mahendrik; Muhammad Arifin; Agung Pranoto Kadiatmaja
Al-Hukumah: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Studi Islam Vol. 2 No. 3 (2026)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/al-hukumah.v2i3.36

Abstract

This study examines the importance of preserving the purity of tawhid through a critical analysis of Salaf scholars’ perspectives on the practice of istighāthah. Tawhid, as the core of Islamic teachings, requires that all forms of worship, including supplication and seeking help, be directed solely to Allah. However, in societal practice, istighāthah is often interpreted and performed in various ways, leading to differing scholarly views. This research analyzes the concept, forms, and limitations of istighāthah as defined by Salaf scholars to safeguard the purity of Islamic creed (‘aqīdah). The study adopts a qualitative approach using library research, with data collected from primary sources such as the Qur’an, Hadith, and classical scholarly works, as well as relevant secondary literature. Data are analyzed through content analysis and a theological approach to understand evidences (dalil) and scholarly thought comprehensively. The findings indicate that Salaf scholars emphasize directing istighāthah exclusively to Allah, especially in matters beyond human ability, as directing it otherwise may lead to shirk. Despite this, differences exist regarding intermediary practices, requiring a balanced perspective. In the modern era, istighāthah remains spiritually relevant but faces challenges such as misunderstanding and materialism, highlighting the need for proper understanding.