Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PRAKTIK UNTUK MENUMBUHKAN MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA PRODI ADM BISNIS POLMED ika mary pasaribu; safaruddin safaruddin
Bisnis-Net Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/bn.v6i1.3218

Abstract

Entrepreneurship is a science that can be studied and applied, especially in universities. In fact, there are not a few entrepreneurship courses that have been studied in tertiary institutions but have had no impact on students who have completed them other than simply getting grades. So what must be implemented so that the entrepreneurship course that has been completed by the final year students can be applied, not just finished with the mere acquisition of grades. Given the importance of entrepreneurship, facing the global economy and the increasing difficulty of finding jobs for today's university graduates. Students as potential successors to the nation to build the country must think and choose whether aftergraduating from college they will look for work or create jobs. If we observe as Educators, mostly after graduating from college, Alumni compete to find jobs that are in accordance with their fields, rather than entrepreneurship. To achieve the aims and objectives that have been determined, the expected research targets are: 1) The creation of an interest in entrepreneurship from students and entrepreneurship can be created from the educational path. 2) The creation of a new practice-based learning method for entrepreneurship courses that is efficient in delivering entrepreneurship material. 3) The creation of university graduates who are able to create jobs who have an interest in entrepreneurship without having to wait for jobs.Key Word: Metode Pembelajaran berbasis praktik, Minat berwirausaha
PEMBERDAYAAN IBU PKK DESA PENGGALANGAN KECAMATAN SEI BAMBAN KAB. SERDANG BEDAGEI (SUMUT) DALAM KEGIATAN PRODUKSI DAN PEMASARAN BAKSO Safaruddin Safaruddin; Vivianti Novita; Ika Mary Pasaribu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16183

Abstract

Tujuan Program PMDB adalah untuk memberdayakan Desa dan membantu Masyarakat desa di Sumatera Utara pada umumnya dalam memecahkan permasalahan desa sehingga dapat menjadi Desa mandiri. Sedangkan Target khusus dari program PMDB ini adalah untuk memberdayakan Ibu – ibu PKK desa Penggalangan Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagei dalam usaha industri Bakso dan pemasarannya . Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah 1) Belum adanya Organisasi Usaha Industri Bakso, 2) Mitra tidak memiliki pengetahuan memproduksi Bakso 3) Mitra tidak memiliki pengetahuan yang memadai dalam Pemasaran dan 4) Mitra tidak memiliki modal usaha. Target dan luaran yang dihasilkan dari program pengabdian masyarakat PMDB ini adalah 1) Menyelenggarakan musyawarah bersama Ibu-ibu PKK untuk membentuk Organisasi usaha 2) Memberikan Pelatihan dibidang Produksi Bakso pentolan (Meat ball) 3) Pelatihan bidang Pemasaran on line.
Strategi Marketing Dan Kolaborasi Medan Heritage Dalam Membangun Minat Peduli Sejarah Di Kalangan Anak Muda Di Kota Medan Dian Rizky Nugraha Saragih; Ika Mary Pasaribu
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8922

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi pemasaran dan inisiatif kolaborasi Medan Heritage dalam menumbuhkan kesadaran sejarah di kalangan anak muda di Kota Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektivitas kegiatan pemasaran dan kemitraan dalam menumbuhkan keterlibatan pemuda terhadap sejarah dan budaya lokal. Dengan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dengan narasumber kunci, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Medan Heritage menerapkan kombinasi kampanye media sosial, program edukasi interaktif, dan kolaborasi lintas komunitas dengan sekolah serta organisasi lingkungan seperti Sebumi.id untuk menjangkau audiens muda. Strategi ini berhasil menumbuhkan minat dan partisipasi dalam kegiatan sejarah, meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya, minimnya kesadaran sejarah, dan mempertahankan keterlibatan jangka panjang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemasaran kreatif yang didukung kolaborasi kuat sangat penting untuk menumbuhkan minat berkelanjutan terhadap sejarah di kalangan anak muda, serta merekomendasikan perluasan strategi konten digital dan penguatan kemitraan edukasi.
The Influence of Social Capital on Sustainable MICE: The Role of Communication in Collaboration as a Mediator Nursiah Fitri; Ika Mary Pasaribu; Enda Yunita Surbakti; Jumjuma; Azrina Sufi Nasution
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v11i1.5888

Abstract

This study aims to develop and validate a communication model in stakeholder collaboration for the sustainable implementation of MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) events in Medan City. The MICE industry plays a crucial role in driving regional economic growth; however, its sustainable implementation still faces challenges related to weak synergy and coordination among stakeholders. The lack of communication strategies in collaboration has resulted in suboptimal implementation of sustainability principles across various economic, social, and environmental dimensions. This study uses a quantitative approach, with data analyzed using Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS). The variables studied include social capital (consisting of cognitive, relational, and structural dimensions), stakeholder collaboration through communication strategies, and the sustainability of MICE events. Data were collected through a survey of MICE industry players in Medan City. The results show that cognitive capital and relational capital have a positive and significant influence on the effectiveness of stakeholder communication and collaboration, while structural capital has a positive but insignificant influence. Furthermore, communication in stakeholder collaboration significantly influences the sustainability of MICE events and is shown to mediate the relationship between social capital and event sustainability. The total effects analysis shows that stakeholder collaboration serves as a key link strengthening the contribution of social capital to event sustainability. The R² value for communication in stakeholder collaboration is 0.663 and for event sustainability is 0.655, indicating strong explanatory power of the model. Furthermore, the Goodness of Fit (GoF) value of 0.57 indicates good model fit.
Upaya Peningkatan Pendapatan Pada Usaha Mikro “Dapur Jeges” Desa Medan Krio, Sunggal Deli Serdang SUMUT Efni Siregar; Nursiah; Vivianti Novita; Ika Mary Pasaribu; Virdyra Tasril
Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya) Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Mei 2026
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada Usaha Mikro ‘Dapur Jeges’ Medan Krio Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara. Permasalahan yang dialami mitra adalah produksi yang membutuhkan waktu lama karena harus mengupas kentang secara manual dengan pisau. Mitra juga belum efektif menggunakan media digital sebagai media pemasaran. Selain itu, belum adanya perhitungan kas masuk dan keluar dan laporan keuangan secara berkala, menjadikan mitra kesulitan untuk menentukan laba bersih yang diperoleh dan pengembangan usaha di masa depan. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah memberikan alat pengupas kentang agar waktu produksi lebih singkat dan jumlah produk yang dihasilkan lebih banyak, serta pelatihan digitalisasi pemasaran (digital marketing). Adanya kegiatan pengabdian ini dapat mempercepat waktu produksi, meningkatkan penjualan dan pengetahuan mitra mengenai pentingnya pembukuan keuangan sederhana dan pengetahuan pemasaran melalui media sosial. Selain itu, mitra menambah produknya dengan bawang goreng dan jus terapi Kesehatan diapresiasi tim pengabdian dengan memberikan juga cara bagaimana membuat konten yang dapat di upload ke media sosial dan e-commerce.
Pengaruh Brand Image dan Viral Marketing terhadap Keputusan Pembelian Produk Mixue : Studi Kasus pada Mahasiswa Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Medan Tasya Febrianti; Ika Mary Pasaribu; Efni Siregar; Irwan Musriza Harahap; Annalisa Sonaria Hasibuan
Jurnal Manuhara : Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : Jurnal Manuhara : Pusat Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/manuhara.v3i4.2223

Abstract

This study aims to analyze the effect of brand image and viral marketing on purchasing decisions of Mixue products among students of the Business Administration Department at Politeknik Negeri Medan. Mixue is one of the contemporary beverage brands that has experienced rapid growth among university students. This popularity is inseparable from the strong brand image it has built and the viral marketing strategy carried out through social media platforms such as TikTok and Instagram, which successfully attract the attention of the younger generation. The research employed a quantitative approach by collecting numerical data supported with explanatory analysis. Data were obtained through questionnaires distributed to 93 respondents selected using purposive sampling, with specific criteria, namely students who had purchased Mixue products. The data were analyzed using a series of statistical tests, including validity test, reliability test, multiple linear regression, classical assumption test, t-test, F-test, and coefficient of determination (R²), with the assistance of SPSS version 27. The results indicate that, partially, brand image has a positive and significant effect on purchasing decisions of Mixue products among Business Administration students at Politeknik Negeri Medan. Viral marketing also shows a positive and significant partial effect on purchasing decisions. Simultaneously, both brand image and viral marketing have a positive and significant influence on purchasing decisions. These findings highlight the importance of brand perception and digital marketing strategies in shaping consumer behavior, particularly among young generations who are actively engaged with social media platforms.
Pengaruh Fitur Penawaran Digital terhadap Keputusan Pembelian pada Platform Shopee Silviah Silviah; Indra Siregar; Ika Mary Pasaribu; Irwan Musriza Harahap
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 3 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 3 November 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh fitur penawaran digital terhadap keputusan pembelian pengguna Shopee pada mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Politeknik Negeri Medan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei. Dari populasi 482 mahasiswa, sebanyak 82 responden dipilih secara purposive dengan kriteria pernah berbelanja di Shopee dan pernah melihat fitur penawaran digital. Data diperoleh melalui kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, heteroskedastisitas, regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi. Seluruh item dinyatakan valid, sedangkan reliabilitas konstruk menunjukkan Cronbach’s Alpha 0,940 untuk penawaran digital dan 0,861 untuk keputusan pembelian. Model memenuhi asumsi normalitas dan tidak menunjukkan gejala heteroskedastisitas. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 34,551 + 0,293X. Nilai t hitung 10,739 dengan signifikansi 0,000 menunjukkan bahwa penawaran digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai R² sebesar 0,590 menunjukkan bahwa penawaran digital menjelaskan 59% variasi keputusan pembelian. Temuan ini menegaskan bahwa kemudahan, relevansi, kejelasan, dan ketepatan waktu penawaran digital dapat memperkuat keyakinan serta mempercepat keputusan pembelian pengguna Shopee.
Pengaruh Brand Image dan Word of Mouth terhadap Keputusan Penggunaan InDrive Mahasiswa Politeknik Negeri Medan M. Ferdiansyah; Indra Siregar; Nursiah Nursiah; Ika Mary Pasaribu; Lily Maryam Nasution
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 3 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 3 November 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i3.7711

Abstract

InDrive memakai sistem tawar-menawar tarif antara penumpang dan pengemudi, tetapi posisinya pada Top Brand Index kategori transportasi daring masih jauh di bawah Gojek dan Grab. Penelitian ini menguji pengaruh citra merek (brand image) dan word of mouth terhadap keputusan penggunaan InDrive pada mahasiswa Politeknik Negeri Medan. Pendekatan yang dipakai adalah kuantitatif dengan survei kuesioner skala Likert kepada 100 mahasiswa aktif tahun akademik 2025/2026 yang pernah memakai InDrive. Sampel diambil dari populasi 8.109 mahasiswa melalui purposive sampling dan rumus Slovin. Data dianalisis dengan regresi linier berganda di SPSS setelah lolos uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan (B = 0,637; t = 9,823; p < 0,001), begitu pula word of mouth (B = 0,344; t = 4,918; p < 0,001). Secara simultan keduanya signifikan (F = 149,452; p < 0,001) dengan Adjusted R Square 0,750, artinya 75% variasi keputusan penggunaan dapat dijelaskan oleh kedua variabel. Brand image menjadi faktor yang lebih dominan, sedangkan pengaruh word of mouth terutama datang dari ulasan dan komentar pengguna lain.