Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Teaching Reading Comprehension of Discussion Text by Using List Group Label (LGL) and Discussion Web Strategy for Senior High School Students Yasnita, Yasnita; Agusni, S. Pd, Agusni, S. Pd
Pendidikan Bahasa Inggris Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Wisuda Ke 48 Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahas Inggris
Publisher : Pendidikan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam makalah ini penulis membahas bagaimana mengajarkan membaca dengan menggabungkan dua strategi yaitu List Group Label dengan Discussion Web Strategi. List Group Label adalah salah satu strategi untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam membaca. Strategi ini digunakan pada awal proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengaktifkan pengetahuan siswa sebelum pembelajaran dimulai. Strategi ini juga bisa membantu siswa dalam mengidentifikasi kosa kata baru yang akan mereka temukan pada teks yang akan mereka baca, sehingga para siswa mampu memahami isi teks tersebut. Sedangkan Discussion Web adalah salah satu strategi yang dapat digunakan pada akhir pembelajaran. Strategy ini  membantu siswa dalam mengembangkan ide mereka melalui kegiatan diskusi. Strategi ini bertujuan untuk melihat pencapaian para siswa dalam memahami teks yang telah dipelajari. Penggabungan dua strategi ini sangat efektif untuk diaplikasikan pada siswa SMA, karena strategi ini dapat mengarahkan siswa secara sistematis dalam proses pembelajaran.Penulis berharap kepada guru, siswa dan semua pihak yang terkait dapat mengaplikasikannya dalam proses belajar mengajar, semoga penggabungan dari dua strategy ini dapat diaplikasikan seutuhnya.
PENGARUH LABEL HALAL TERHADAP MINAT BELI KOSMETIK PERAWATAN DAN RIASAN PADA MAHASISWI PRODI PENDIDIKAN TATA RIAS DAN KECANTIKAN JURUSAN KESEJAHTERAAN KELUARGA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG Yasnita, Yasnita; Rostamailis, Rostamailis; Hayatunnufus, Hayatunnufus
Journal of Home Economics and Tourism Vol 8, No 1 (2015): Periode Maret 2015
Publisher : Faculty of Tourism and Hospitality - Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.337 KB)

Abstract

This study aims to see whether there is an influence of ‘halal’ labelon buying interest by the students of Education Makeup and BeautyFaculty of Engineering Department of Padang State University. Thisresearch is descriptive quantitative. The populations in this research were137 female students and the sample about 102 female students ofEducation Makeup and Beauty Faculty of Engineering Department ofPadang State University in academic year 2010 to 2013. The research datais primary data that obtained directly from the respondents in the form 43items questionnaire with a number of statements by using Likers scale thathas been tested for validity and reliability. Data were analyzed usingdescriptive analysis that was performed linearly test, normality test andhypotheses test with product moment correlation. The results showed thatthere was no significant relationship but it has a positive side between‘halal’ labels on buying interest. The analysis showed that the ‘Halal’Label located on the percentage of 55% in a low category, and InterestBuy obtained the percentage 81% in a high category.Keyword: Halal label, buying interest cosmetic care and makeup
Developing Critical Thinking Indicators and Research Trends in Islamic Religious Education with VOSviewer Nur Aulia, Rihlah; Yasnita, Yasnita; Amaliyah, Amaliyah
Hayula: Jurnal Indonesia Studi Islam Multi-disiplin Vol 8 No 1 (2024): Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies
Publisher : Laboratorium Prodi Pendidikan Agama Islam UNJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/hayula.008.01.07

Abstract

This research aims to develop indicators of students' critical thinking and find the state of the art by using Vos Viewer. One way to develop critical thinking indicators is through research. The teacher's job besides teaching is to conduct research. Research is said to be good if it finds elements of new findings so that it has a contribution both to science and to life. One of the difficulties in research is finding novelty, nowadays with the Vos Viewer application it is easy to find the novelty of a research variable, such as the critical thinking variable. The research subject is students in Islamic educational institutions. The object or focus of the research is to develop indicators of students' critical thinking in learning Islamic religious education. In addition, the research aims to analyze the opportunities and development of research trends related to critical thinking in Islamic learning. This research is important as a way to help Islamic religious education teachers develop critical thinking indicators as an effort to familiarize students with reading literacy and numeracy in accordance with the demands of the independent curriculum. The method used is bibliometric by collecting article data from 2018-2022 through Google Scholar and Scopus sites with Publish or Perish software for 1,000 journals. The results of the study describe that critical thinking indicators can be developed through familiarizing students with analyzing, evaluating, and analyzing.
Civic Engagement Komunitas Pemuda dalam Upaya Penguatan Civil Society Muqorobin, Mohammad Kholid; Yasnita, Yasnita; Abdillah, Fauzi
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 11 (2024): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v4i11.2574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi landasan, strategi, dan kontribusi Komunitas Jakarta Mengabdi dalam memperkuat civil society melalui civic engagement. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas ini berhasil mempromosikan nilai-nilai kepedulian sosial, tanggung jawab, dan partisipasi aktif melalui program-program terencana di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Dengan strategi kolaborasi lintas sektor dan penggalangan dana (crowdfunding), program-program tersebut memberdayakan masyarakat serta menawarkan solusi konkret terhadap tantangan sosial di Jakarta. Temuan ini menegaskan kontribusi signifikan Komunitas Jakarta Mengabdi dalam membangun civil society yang lebih kuat. Penelitian ini menyoroti pentingnya perencanaan program yang holistik, pendekatan kolaboratif, dan pemberdayaan generasi muda sebagai faktor utama untuk mencapai civic engagement yang berdampak luas dan berkelanjutan. Implikasi studi ini mendorong pengembangan model serupa untuk memperkuat masyarakat sipil di kota-kota lainnya.
Perbandingan Sistem Pemerintahan, Konstitusi dan Sistem Kepegawaian Negara Indonesia dan Jepang Yasnita, Yasnita; Kristanto, Budi
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 3 (2025): July, Social Studies, Educational Research and Humanities Research.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i3.48452

Abstract

Penelitian ini menggunakan studi literature menelusuri perbandingan sistem pemerintahan, bentuk konstitusi, sejarah perubahan konstitusi, amandemen konstitusi, dan sistem pelayanan sipil antara Indonesia dan Jepang. Dengan mengumpulkan data dari jurnal terindeks Google Scholar yang relevan dengan topik penelitian, maka digunakanlah aplikasi pengelolaan referensi 'Publish or Perish' dan software 'VOSviewer' sebagai alat analisis utama. Sampel jurnal dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang sesuai dengan ruang lingkup penelitian, yang kemudian dianalisis untuk mengidentifikasi kolaborasi antar peneliti, tren penelitian, dan penciptaan konsep dalam literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan mendasar antara kedua negara. Indonesia dengan sistem presidensialnya menekankan kekuasaan eksekutif yang kuat yang berpusat pada presiden sebagai kepala negara dan pemerintahan. Di sisi lain, Jepang yang menganut sistem parlementer konstitusional menonjolkan peran dominan Diet Nasional, dengan kaisar memiliki peran yang lebih simbolis dan dibatasi oleh konstitusi. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang diundangkan pada tahun 1945 dan telah mengalami beberapa kali amandemen menekankan pada onisme, demokrasi, dan keadilan sosial. Sebagai perbandingan, Konstitusi Jepang yang disahkan pada tahun 1947 dan tidak pernah diubah, menekankan prinsip-prinsip pasifis dan jaminan hak asasi manusia. Selain itu, terdapat perbedaan sistem pelayanan sipil kedua negara. Indonesia menerapkan sistem kepegawaian berbasis meritokrasi, dengan rekrutmen dan promosi berdasarkan kinerja dan kualifikasi. Di Jepang, sistem kepegawaian mengutamakan senioritas dalam promosi, dengan rotasi karyawan yang dilakukan setiap beberapa tahun untuk mengembangkan keterampilan karyawan.
Empathetic communication: A new paradigm in classroom management Yasnita, Yasnita; Hakam, Ahmad; Tertia, Chanisa Putri; Tarigan, Abdul Rohman
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v22i2.85935

Abstract

The inspiration for this investigation comes from a new classroom management trend centred around providing students with assistance and guidance to encourage them to be disciplined, to learn, and to participate in class. Within this context, teachers serve as guides and facilitators rather than external controllers of the students' actions. This investigation aims to determine how empathetic communication helps foster more inclusive learning environments and how it influences student behaviour and academic achievement. As a new paradigm in classroom management, compassionate communication is the study's focus. Interviews, observations, and surveys were combined to conduct the study using a mixed-method approach. The Greater Jakarta region's public and private schools, ranging from elementary to vocational levels, provided data collected from 161 respondents and eight teachers. The study results emphasise that teachers who communicate with empathy make students feel more at ease, more willing to share their thoughts, and more inclined to participate actively in class. One of the practical implications is the necessity of teacher training programs that focus on the development of empathetic communication skills to improve classroom management.
PENGUATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SMK BINA VOKASI NUSANTARA MELALUI PELATIHAN PENGUASAAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN Yasnita Yasnita; Nur Rini Tri Desvania; Henu Ari Wijanarko; Chiquitita Nikita Budi Putri; Ibrahim Caesarromeo Sasongko
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi pendidikan vokasi menuntut guru memiliki kompetensi profesional yang unggul secara teknis, dan  adaptif terhadap perubahan paradigma pembelajaran. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru melalui pelatihan penguasaan model-model pembelajaran inovatif di SMK Bina Vokasi Nusantara, Kabupaten Bogor. Program dirancang berdasarkan prinsip andragogi, refleksi, dan kolaborasi yang memposisikan guru sebagai pembelajar aktif. Sebanyak 21 guru mengikuti pelatihan selama enam jam efektif yang meliputi seminar interaktif, diskusi kelompok, simulasi pembelajaran, dan refleksi praktik mengajar. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, angket skala Likert, dan wawancara reflektif, kemudian dianalisis secara triangulatif. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru terhadap model pembelajaran aplikatif dan dorongan untuk berinovasi di kelas dengan skor rata-rata keseluruhan 4,83 (kategori sangat tinggi). Selain peningkatan pengetahuan dan keterampilan pedagogik, pelatihan ini juga menumbuhkan learning community yang memperkuat budaya kolaboratif di sekolah. Pelatihan berbasis pengalaman dan refleksi ini terbukti efektif dalam mengembangkan profesionalisme guru vokasi serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Abstract The transformation of vocational education requires teachers to possess superior technical professional competence and adaptability to shifts in learning paradigms. This community service program aims to enhance teachers’ professional competence through training on innovative learning models at SMK Bina Vokasi Nusantara, Bogor Regency. The program was designed based on the principles of andragogy, reflection, and collaboration, positioning teachers as active learners. A total of 21 teachers participated in a six-hour effective training consisting of interactive seminars, group discussions, learning simulations, and teaching practice reflections. Data were collected through participatory observations, Likert-scale questionnaires, and reflective interviews, and were then analyzed using a triangulation approach. The evaluation results show a significant improvement in teachers’ understanding of applicable learning models and their motivation to innovate in the classroom, with an overall average score of 4.83 (very high category). In addition to increasing pedagogical knowledge and skills, the training also fostered a learning community that strengthened the collaborative culture within the school. This experience- and reflection-based training proved effective in developing the professionalism of vocational teachers and supporting the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 4 on quality education.
Penguatan Mutu Sekolah Melalui Kolaborasi Pendampingan Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) di Kota Depok Yasnita, Yasnita; Dadang Wihana; Fathir Fajar Sidiq; Siti Chaerijah Aurijah; Destiana Rachmawati; Yusuf, Muhammad; Sugihartono, Iwan; Raharjo, Raharjo; Widyaningrum Indrasari; Rafiudin, Rafiudin; Setiawan, Iwan
Bahasa Indonesia Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.223.3

Abstract

The Free Private School Pilot Program (RSSG) is an innovative policy by the Depok City Government to expand access to education for low-income families through partnerships with private schools. Initial findings show that the quality of RSSG schools in Depok City varies greatly. Of the 47 participating schools spread across 11 subdistricts, 20 schools are accredited A, 23 are accredited B, two are accredited C, and two are not yet accredited. The total number of students reaches 2,407. The variation in accreditation and infrastructure shows a gap in quality between schools, which is the basis for the implementation of mentoring. Therefore, it is necessary to strengthen school quality through RSSG mentoring collaboration. Jakarta State University is the institution entrusted with carrying out community service activities through mentoring teachers and school principals. These community service activities are carried out by lecturers and students of Jakarta State University (UNJ) as part of efforts to strengthen the quality and sustainability of the program. The community service activities focused on two main areas: (1) mentoring teachers in 47 RSSG schools through four cycles of thematic training on strengthening understanding of student characteristics, implementing deep learning, active learning models, and creating simple learning media; and (2) training school principals at Depok City Hall on the theme of “Strengthening School Branding and Culture,” which was attended by 47 school principals. The results of the activities showed an increase in teachers' knowledge and capacity in designing meaningful, contextual, and relevant learning for students' needs, as well as the growth of school principals' awareness in building a positive institutional identity and culture. This program not only improved the technical quality of learning but also strengthened the collaborative ecosystem that supports educational equity in Depok City.   Abstrak Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) merupakan inovasi kebijakan Pemerintah Kota Depok dalam memperluas akses pendidikan bagi keluarga berpenghasilan rendah melalui kemitraan dengan sekolah swasta. Hasil kajian awal menunjukkan bahwa mutu sekolah RSSG di Kota Depok sangat beragam. Dari 47 sekolah pelaksana yang tersebar di 11 kecamatan, tercatat 20 sekolah berakreditasi A, 23 berakreditasi B, dua berakreditasi C, dan dua belum terakreditasi. Total peserta didik mencapai 2.407 siswa. Variasi akreditasi dan sarana prasarana menunjukkan adanya kesenjangan mutu antar sekolah, yang menjadi dasar pelaksanaan pendampingan. Untuk itu, maka perlu dilakukan upaya penguatan mutu sekolah melalui kolaborasi pendampingan RSSG. Universitas Negeri Jakarta menjadi institusi yang diberi kepercayaan untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat melalui kegiatan pendampingan guru dan kepala sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas dan keberlanjutan program. Kegiatan pengabdian meliputi dua fokus utama: (1) pendampingan guru di 47 sekolah RSSG melalui empat siklus pelatihan tematik penguatan pemahaman karakteristik siswa, implementasi deep learning, model pembelajaran aktif, dan pembuatan media pembelajaran sederhana; serta (2) pelatihan kepala sekolah di Balai Kota Depok bertema “Penguatan Branding dan Budaya Sekolah” yang diikuti oleh 47 kepala sekolah, Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kapasitas guru dalam mendesain pembelajaran bermakna, kontekstual dan relevan dengan kebutuhan siswa, serta tumbuhnya kesadaran kepala sekolah dalam membangun identitas dan budaya positif lembaga. Program ini tidak hanya memperbaiki mutu teknis pembelajaran, tetapi juga memperkuat ekosistem kolaboratif yang mendukung keadilan pendidikan di Kota Depok.