Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Quantity of Coliform Bacteria as Bioindicator of Water Pollution (Case Study: Several Tributaries in Purwokerto City, Banyumas Regency, Central Java) Rahayu, Nur Laila; Hendarto, Eko; Sulistiyawati, Indah; Agustiani, Rina Dwi
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 5, No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.91 KB) | DOI: 10.24002/biota.v5i1.2938

Abstract

The city of Purwokerto is crossed by several large rivers, this research examines several tributaries of a large river. Some tributaries that pass through the city of Purwokerto are the Raden River, the Caban River, the Jurig River and the Luhur River. Tributaries have the potential to influence water quality. This study aimed to analyze the quantity of coliform bacteria as an indicator of water pollution in several tributaries in Purwokerto City, Banyumas Regency. Microbiological tests were carried out by calculating the total coliform quantity and fecal coliform using the Most Probable Number (MPN) test. Total coliform and fecal coliform can be used as a reference indicator of water quality in the presence of water pollution. The laboratory test results for the quantity of coliform bacteria showed in several tributaries in Purwokerto City, Banyumas Regency, very high in total coliform or fecal coliform, exceeding the water quality standard.
DNA Barcoding Ikan Kepala Timah Dan Betok Berdasarkan Gen COI sebagai Ikan Pioneer di Kolong Pascatambang Timah, Pulau Bangka Diah Mustikasari; Rina Dwi Agustiani
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 12 No 1 (2021): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.817 KB) | DOI: 10.35316/jsapi.v12i1.1005

Abstract

Tin mining activities in the Bangka Belitung Archipelago Province have led to the formation of pits that have not ideal water quality for aquatic organisms in general. Acidic pH and high metal contamination at certain age under certain causes only a few species are able to live well in these ecosystems. This study aimed to determine the identity of the pioneer fishes in ex-tin mining pit <1 year of Bangka Island through DNA barcoding based on COI gene. The pioneer fish in ex-tin mining pit <1 year were Kepala Timah fish dan Betok fish. Species determination was based on sequences similarity in NCBI and BOLD System showed that Ikan Kepala Timah had similarity with Aplocheilus panchax and its morphology indicated Ikan Kepala Timah was Aplocheilus panchax. The sequences similarity of Betok fish in NCBI and BOLD System showed that Betok fish had similarity with Anabas testudineusi and its morphology showed that Betok fish was Anabas testudineusi. The Kimua 2 Parameters (K-2P) Neigh­bour-Joining (NJ) clearly confirmed that Kepala Timah fish found in ex-tin mining pit <1 year was Aplocheilus panchax, whereas Betok fish was located outside clade of the group. It indicated that Betok fish was found in ex-tin mining pit <1 year can be expected as a morphotype of Anabas testudineusi that needed further confirmation in other studies, both molecularly and morphologically. The sequence data of COI gene of Betok fish found in ex-tin mining pit <1 year was expected can supported available sequence data of Anabas testudineusi in NCBI and BOLD System.
Isolation and Characterization of Rhizospheric Bacteria Associated with Canna Plant for Production of Maltooligosaccharide Amylase Rina Dwi Agustiani; Oedjijono Oedjijono; Nanik Rahmani; Nuraeni Ekowati
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 8, No 2 (2023): August
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.78346

Abstract

The objectives of the study were to isolate amylolytic bacteria from the rhizosphere and plant tissue of Canna edulis Ker., as well as litter; to know oligosaccharide compounds produced from starch hydrolyzed by the bacterial enzymes, and to identify the amylolytic bacteria based on phenetic and 16S rRNA gene sequences. From the rhizosphere, Canna plant tissue, and litters obtained thirty-two amylolytic bacterial isolates. Eight isolates (TH6, TH7, T5, T10, D2, D3, A3, S1) produced high clear zone diameters ranging from 18-30 mm; especially an isolate T10, which was consistent in producing a total clear zone diameter of 20 mm. The hydrolysate of starch hydrolysed by the T10 amylase resulted in three oligosaccharide compounds maltotriose, maltotetraose, and maltopentose. The amylase activity of isolate T10 was optimal at a temperature of 40°C and pH at 0.801 U/mL. The isolate T10 was identified as a species member of Bacillus toyonensis based on phenotyphic characterization and 16S rDNA gene sequencing analysis with a similarity value of 99.93%
Efektivitas Program Sekolah Perempuan Capai Impian Dan Cita-Cita (Sekoper Cinta) Terhadap Pemberdayaan Perempuan Di Jabar Agustiani, Rina Dwi; Wahyuni, Sri; Ekawandani, Nunik
Jurnal Pajak dan Bisnis Vol 5 No 2 (2024): Journal Of Tax and Business
Publisher : LPPM-STPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55336/jpb.v5i2.248

Abstract

Sekoper Cinta merupakan upaya Pemprov Jawa Barat sebagai mewujudkan kesetaraan kedudukan, akses, partisipasi, kontrol serta memanfaatan kalangan ibu rumah tangga di Jawa Barat. Sekoper Cinta didirikan karena banyaknya permasalahan KDRT, stunting, perdagangan manusia, kecerdasan serta keahlian untuk memberdayakan dan melindungi diri merupakan kemampuan yang penting untuk dimiliki perempuan. Target Sekoper Cinta adalah ibu rumah tangga. Program yang di ajarkan dalam Sekoper Cinta yaitu Program Keluarga Bahagia, Program Keterampilan Dasar Perempuan, Program Citra Diri Perempuan dan Program Pengembangan Minat Diri. Latar belakang penelitian ini karena jumlah lulusan dari program tersebut mencapai 2700 orang berasal dari daerah yang memiliki permasalahan perdagangan manusia dan stunting yang tinggi. lTujuan lpenelitian ladalah luntuk lmengetahui lEfektivitas lProgram lSekolah lPerempuan lCapai lImpian ldan lCita-cita l(Sekoper lCinta) lterhadap lPemberdayaan lPerempuan ldi lJawa lBarat. lJenis lpenelitian lini lmenggunakan lkualitatif ldengan ltipe lpenelitian ldeskriptif. lData lprimer ldiperoleh llangsung lmelalui lwawancara ldari lalumni lprogram lSekoper lCinta ldan ldosen lIWU lyang lmenjadi lfasilitator. lHasil lpenelitian lini lberdasarkan lindikator ldigunakan lterdapat lpertama, lproses lprogram lSekoper lCinta ldilihat ldari lkomunikasi, lpengambilan lkeputusan, lpengembangan lperempuan lsampai lsosialisasi lsudah ldilaksanakan lkarena lprogram lini ltelah ldimulai ldari 2018. Kedua, efesiensi program Sekoper Cinta dinilai efektif. Ketiga, kepuasan program Sekoper Cinta yang dinilai dari akses pendidikan dan pelatihan yang diberikan. Keempat keunggulan program Sekoper Cinta dinilai dari kepuasan, konsistensi alumni. Kelima pengembangan program Sekoper Cinta yang merujuk kepada strategi dan pencapaian tujuan.
Identifikasi Keanekaragaman Basidiomycota Di Taman Hutan Raya Ir.H. Djuanda, Bandung Agustiani, Rina Dwi; Hidayah, Ai Gina; Latifah, Siti; Fatimah, Mifa
Jurnal Tadbir Peradaban Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Tadbir Peradaban
Publisher : Prodi Manajemen STIE Hidayatullah Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jtp.v4i3.500

Abstract

Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda di Kota Bandung adalah kawasan konservasi dengan keanekaragaman yang sangat tinggi, termasuk berbagai spesies jamur dan Fylum Basidiomycota. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai jenis jamur yang berada dikawasan tersebut dengan menggunakan Metode Purposive Sampling. Pengambilan sampel dilakukan di lima titik pengamatan yang terpisah berjarak 5 meter, untuk memastikan cakupan yang representatif dari keanekaragaman jamur di lokasi. Data dilkumpulkan melalui observasi langsung dan dokumentasi foto di lapangan. Hasil penelitian menunjukan adanya berbagai jenis jamur yang memiliki peran ekologis penting, seperti dalam proses dekomposisi bahan organik, pengaturan siklus nutrisi tanah, serta kontribusi terhadap struktur ekosistem hutan. Selain itu, beberapa spesies juga menunjukan potensi manfaat medis dan ekonomi yang signifikan. Salah satu spesies yang ditemukan adalah Ganoderma Pallatum, yang dikenal mengandung senyawa bioaktif dengan khasiat medis yang penting. Temuan ini menegaskan pentingnya kawasan konservasi seperti Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dalam pelestarian keankeragaman hayati serta potensi besar untuk penelitian lebih lanjut di bidang Mikologi. Penelitian ini juga menekankan perlunnya konservasi yang berkelanjutan dan eksplorasi mendalam tentang manfaat jamur untuk meningkatkan kesejahteraan manusia melalui aplikasi medis dan ekonomi, sambil menjaga keseimbangan ekosistem hutan yang ada di kawasan tersebut secara efektif, optimal dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
Pemberdayaan kelompok wanita tani dalam meningkatkan peternak cacing tanah pada kualitas produk dan strategi pemasaran berbasis teknologi Agustiani, Rina Dwi; Ekawandani, Nunik; Rachmah, Fitri Annisa
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat ini bukan sekedar menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan atau membangun infastruktur saja namun juga membantu masyarakat menjadi lebih baik secara fundamental dan mampu pengelola perubahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam meningkatkan keterampilan budidaya cacing tanah serta pengolahan cacing menjadi produk bernilai tinggi berupa serbuk cacing. Selain meningkatkan kualitas produksi, kegiatan ini juga mencakup pengenalan strategi pemasaran berbasis teknologi untuk memperluas jangkauan pasar. Metode yang digunakan meliputi pelatihan teknis budidaya cacing tanah, proses pengolahan menjadi serbuk cacing yang berkualitas, serta workshop pemasaran digital. Program ini diimplementasikan di KWT Mekar Tani, Desa Cibodas, Lembang, dengan pendekatan partisipatif untuk memastikan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan anggota KWT dalam produksi dan pengemasan serbuk cacing yang higienis dan bermutu tinggi, serta kemajuan signifikan dalam pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan KWT Mekar Tani tetapi juga menjadi inspirasi bagi kelompok tani lainnya dalam mengembangkan produk lokal dengan memanfaatkan teknologi digital sebagai strategi pemasaran yang efektif. Kata kunci : pemberdayaan, kelompok wanita tani, peternakan cacing tanah, serbuk cacing, pemasaran digital
WEBINAR SEBAGAI SARANA SOSIALISASI PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK MENJADI EKO-ENZIM Hafsah, Hafsah; Mustikasari, Diah; Lestari, Tami Rahma; Widodo, Andreas Krisbayu Ratri; Agustiani, Rina Dwi; Riani, Sri; Ekawandani, Nunik; Mangkurat, R. Stevanus Bayu
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1490

Abstract

Sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas antropogenik dan industi telah menjadi salah satu sumber pencemar yang dapat mengganggu eksistensi lingkungan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meminimalkan keberadaan sumber pencemar tersebut, termasuk mengolahnya menjadi produk yang lebih bermanfaat. Eko-enzim adalah salah satu produk yang dapat dihasilkan dari sampah organik yang diproses melalui proses fermentasi anaerobik. Kegiatan pengabdian masyarakat secara daring yang dikemas melalui webinar ini bertujuan sebagai sarana komunikasi dan media sosialisasi untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang urgensi pengelolaan limbah organik serta memberikan wawasan baru dalam pengolahan limbah organik menjadi produk yang lebih bermanfaat berupa eko-enzim. Metode yang dilakukan adalah partisipatif melalui seminar online yang melibatkan 144 peserta dari berbagai latar belakang asal daerah, disiplin ilmu, profesi, dan status sosial. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya antusiasme peserta di dalam diskusi terkait pemanfaatan dan pengolahan sampah organik menjadi eko-enzim. Webinar ini juga mampu membangun pola komunikasi dan interaksi interpersonal yang baik, diskusi dan elaborasi materi menjadi lebih konstruktif, dan menjangkau banyak peserta dari berbagai daerah, disiplin ilmu, profesi, dan status sosial.