Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Komponen Pokok Manajemen Strategik Pada Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi Chairustakmal; Dimas Hari Cahyo; Daniel D. Rumani; Efendi; Yusi Apristia
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Indonesia Civil Pilot Academy Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v3i1.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen pokok manajemen strategik yang diterapkan oleh Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (APIB) dan mengidentifikasi kesimpulan penting berdasarkan hasil wawancara. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa APIB telah mengimplementasikan langkah-langkah penting dalam manajemen strategik untuk mencapai keberhasilan dan keunggulan di industri penerbangan. Rencana strategis dan rencana strategis bisnis digunakan sebagai panduan dalam mengarahkan kegiatan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Analisis SWOT digunakan untuk menganalisis lingkungan bisnis, mengidentifikasi peluang dan ancaman, serta kekuatan dan kelemahan perusahaan. Selain itu, APIB juga menggunakan pendekatan Balanced Score Card (BSC) untuk merancang strategi bisnis yang sesuai dengan visi dan misi mereka. Kendala yang dihadapi APIB dalam pengembangan fasilitas sarana kelas yang kurang memadai dan sumber daya finansial yang terbatas menjadi tantangan yang perlu diatasi. Disarankan agar APIB mengintegrasikan aspek ini ke dalam analisis manajemen strategik yang telah dilakukan sebelumnya dan memperhatikan manajemen keuangan yang cermat. Selain itu, perhatian serius perlu diberikan terhadap masalah kurangnya fasilitas ruang kelas untuk meningkatkan pengalaman belajar dan kualitas pendidikan.
Pengaruh Pola Asuh Latihan Fisik Terhadap Berat Badan Ideal Taruna Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi FAJAR ISLAM; Achmad Luthfizar Lyanda Adiltsa; Ariyono Setiawan; Dimas Hari Cahyo
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Indonesia Civil Pilot Academy Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i1.231

Abstract

Setiap individu memiliki berat badan dan ukuran tubuh yang berbeda. Berat badan yang berbeda akan berdampak berbeda pada kegiatan sehari-hari yang dilakukan, itu penting. Salah satu metode yang efektif untuk membangun massa otot adalah latihan berat badan. Ini juga dapat membantu dalam penurunan berat badan atau pemeliharaan berat badan yang ideal. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif, dan teknikpengumpulan datanya adalah kuisioner yang dibuat oleh google form. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis (Uji T) dengan menggunakan program SPSSversi 25. Sampel yang digunakan adalah 67 taruna tingkat 1 dari Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Berdasarkan hasil analisis dengan uji hipotesis (Uji T), hasilnya menunjukkan bahwa variabel pola asuh latihan fisik memiliki nilai t hitung sebesar 6,619 dan t tabel sebesar 5,528 dan nilai signifikan 0,000 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.Hal tersebut menyimpulkan bahwa pola asuh latihan fisik berpengaruh positif dansignifikan terhadap berat badan ideal taruna di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.
Analisis Kesiapan Psikologis Taruna Dalam Pelaksanaan First Flight Pada Taruna Diploma Penerbang API Banyuwangi FAJAR ISLAM; Aero Antares Toding La'bi; Dimas Hari Cahyo; Dede Ardian
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Indonesia Civil Pilot Academy Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i1.233

Abstract

Untuk dapat melaksanakan fase atau tahap first flight, kesiapan mental merupakan hal yang perlu untuk diteliti karena berkaitan dengan performance taruna penerbang dalammenjalankan studinya. Kondisi prima juga merupakan hal yang sangat penting dariseorang pilot pada aktivitas penerbangan. Oleh karena itu, penelitian terkaitkesiapan psikologis taruna dalam pelaksanaan first flight perlu dilaksanakan untuk menganalisis performance penerbangan perdananya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Wawancara, observasi lapangan dan dokumentasi adalah metode yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. Pada penelitian ini, masalah dipecahkan secara terencana dan cermat dengan tujuan mendapatkan fakta dan kesimpulan untuk memahami, menjelaskan, dan mengendalikan keadaan. Menurut penelitian yang dilakukan, penulis menarik kesimpulan bahwa percaya diri dapat mempengaruhi tingkat kecemasan seorang taruna. Peneliti membuktikan hal ini dengan melakukan observasi lapangan dan melakukan wawancara terhadap sampel atau informan yang dipilih dan terbukti kepercayaan diri dapat mempengaruhi kesiapan psikologis taruna dalam melaksanakan first flight.
Analisis Komponen Angin Terhadap Pengaturan Daya CESSNA 172 SP di Runway 08 Berdasarkan Preferensi Flight Instructor Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi FAJAR ISLAM; Daniel D. Rumani; Axel Amadeus Nathanael; Dimas Hari Cahyo
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Indonesia Civil Pilot Academy Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v4i2.239

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh komponen angin pada pengaturan daya pendaratan Cessna 172 SP di runway 08 Bandara Banyuwangi, berdasarkan preferensi instruktur penerbangan (flight instructor) Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (APIB). Studi ini menggunakan metodologi kualitatif untuk mengumpulkan data. Dokumentasi, wawancara, dan tinjauan literatur sebelumnya digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komponen angin memengaruhi daya pendaratan pesawat Cessna 172 SP di runway 08 Bandara Banyuwangi. Hasil menunjukkan bahwa komponen angin memiliki dampak yang signifikan pada bagaimana daya pendaratan pesawat diatur selama pendaratan. Pada saat headwind, pengaturan daya yang diperlukan cenderung lebih besar karena headwind memberikan drag yang besar, menurunkan kecepatan pesawat. Pada saat tailwind, pesawat akan mempercepat karena daya dorong yang dihasilkan angin dari belakang, sehingga pengaturan daya yang diperlukan cenderung lebih besar. Karena arah datang angin ke pesawat berbentuk diagonal dan tidak berhubungan dengan kecepatan angin, crosswind tidak berdampak pada kecepatan pesawat. Kesimpulan dari penelitian adalah bahwa komponen angin sangat mempengaruhi pengaturan daya karena arah angin secara langsung mempengaruhi kinerja pesawat, dan pengaturan daya diperlukan untuk menjaga kinerja dan kestabilan pesawat.
Pengaruh Kelebihan Berat Badan Terhadap Mobilitas Taruna Di Dalam Cockpit Cessna 172 SP Pada Praktik Terbang Fahrian Tri Ardiyanto; Dimas Hari Cahyo; Fajar Islam; Cecilia Cecilia
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Indonesia Civil Pilot Academy Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v5i1.324

Abstract

This study aims to analyze the impact of being overweight on cadets' mobility within the cockpit of the Cessna 172 SP aircraft during flight practice. The background of this research is the concern that being overweight may reduce the comfort and ability of cadets to operate aircraft instruments and controls, ultimately affecting flight safety. This research employs a quantitative approach with a descriptive method. Data were collected through questionnaires distributed to cadets of the Indonesian Aviation Academy Banyuwangi who practiced flying with the Cessna 172 SP aircraft. Data analysis was conducted using validity, reliability, and regression tests. The results indicate that being overweight has a significant impact on cadet mobility within the cockpit. Overweight cadets experience limitations in movement space, comfort, and the efficiency of operating aircraft instruments. These findings support the hypothesis that being overweight can affect cadet performance in the cockpit environment. Based on the results of this study, it is recommended that aviation training institutions consider the health and fitness aspects of cadets as part of their training programs. Therefore, appropriate health and fitness standards can be established to ensure safety and efficiency in flight operations.
Pengaruh Implementasi Risk-Based Screening Terhadap Kinerja Aviation Security Dalam Pemeriksaan Penumpang di Bandar Udara Adi Soemarmo Boyolali Ejan frido lintarigan; Dimas Hari Cahyo; Fajar Islam; Bo Yee Liao
SKYHAWK : Jurnal Aviasi Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): SKYHAWK: Jurnal Aviasi Indonesia
Publisher : Indonesia Civil Pilot Academy Banyuwagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52074/skyhawk.v5i2.336

Abstract

Seiring meningkatnya volume penumpang dan kompleksitas ancaman keamanan, sistem pemeriksaan penerbangan konvensional menuntut pendekatan yang lebih efektif. Risk-Based Screening (RBS) diimplementasikan sebagai strategi untuk meningkatkan efisiensi dan ketajaman deteksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif pengaruh implementasi RBS terhadap kinerja personel Aviation Security (AVSEC) dalam pemeriksaan penumpang di Bandar Udara Adi Soemarmo Boyolali. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan sensus, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 80 personel AVSEC. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil analisis membuktikan bahwa RBS berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja AVSEC (t-hitung = 5.634; sig. < 0.001). Koefisien determinasi menunjukkan RBS berkontribusi sebesar 28% terhadap variasi kinerja. Secara spesifik, dampak terbesar dirasakan pada peningkatan akurasi deteksi barang terlarang, yang disetujui oleh 90% responden. Disimpulkan bahwa implementasi RBS merupakan strategi yang terbukti efektif untuk meningkatkan kinerja AVSEC secara terukur, terutama melalui peningkatan efisiensi alur kerja, kepatuhan prosedur, dan akurasi deteksi ancaman. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar manajemen bandara terus memperkuat implementasi RBS melalui evaluasi berkala dan pelatihan berkelanjutan untuk mengoptimalkan kinerja keamanan secara menyeluruh
Pengaruh Pemahaman Peta Aeronautika IFR FlightTerhadap Kinerja Taruna Pilot API Banyuwangi Fajar Islam; Dika Wahyudi Usman; Dimas Hari Cahyo; Hari Kurniawanto
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 2 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i2.568.68-74

Abstract

Instruksi instrument flight rules (IFR) merupakan komponen kunci pelatihan pilot yang memerlukan pemahaman mendalam tentang peta aeronautika untuk navigasi yang efisien. Kurangnya pemahaman terhadap terminologi peta aeronautika berpotensi menurunkan kinerja pilot dan meningkatkan risiko kecelakaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh pemahaman terminologi peta aeronautika terhadap kinerja taruna pilot Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi selama penerbangan IFR. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif dan verifikatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 50 responden taruna pilot API Banyuwangi. Analisis regresi digunakan untuk menguji hubungan antara kinerja taruna pilot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman terminologi peta aeronautika memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja taruna pilot dalam pelaksanaan penerbangan IFR, khususnya bagi taruna pilot di API Banyuwangi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa taruna yang memiliki tingkat pemahaman terminologi peta aeronautika yang lebih baik mampu menunjukkan kinerja yang lebih optimal dalam aspek navigasi. Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan responden yang hanya melibatkan taruna API Banyuwangi, sehingga generalisasi hasil pada institusi lain perlu dilakukan dengan hati-hati mengingat adanya variasi latar belakang pendidikan dan pengalaman terbang.
THE RELATIONSHIP BETWEEN CADETS' ACADEMIC COMPETENCE AND PERFORMANCE DURING FLIGHT OPERATIONS OFFICER ON-THE-JOB TRAINING AT PT CITILINK INDONESIA Rico Darmawan; Khoirunnisa Larasati; Herdi Santoso; Dimas Hari Cahyo
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 6 No. 5 (2026): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22038300

Abstract

Aviation vocational education requires alignment between theoretical knowledge and the ability to perform operational tasks effectively. This study aimed to analyze the level of cadets' academic competence, the level of practical performance, and the relationship between the two during the On-the-Job Training (OJT) program for Flight Operations Officers (FOOs) at PT Citilink Indonesia. The study employed a quantitative descriptive correlational design. The primary analysis involved all 126 cadets of the Aircraft Operations Study Program at the Indonesian Aviation Academy Banyuwangi who had complete academic records and OJT performance evaluations. Academic competence was measured using the average scores of 17 FOO-related subjects, while OJT performance was measured based on supervisors' evaluations covering FLOPS, RAMP, Flight Following, Crew Tracking, and Work Habit. The data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, and Spearman's rank correlation. As supporting data, a perception questionnaire was administered to 65 cadets, with the sample size determined using the Slovin formula. The results showed that the mean academic competence score was 84.67, which falls into the Very Good category, while the mean OJT performance score was 87.75, categorized as Satisfactory. Both variables were not normally distributed. Spearman's rank correlation analysis yielded a correlation coefficient of ρ = –0.196 with p = 0.028, indicating a statistically significant but very weak negative relationship. The questionnaire findings revealed that academic competence provided a fundamental basis for performing OJT tasks; However, cadets still perceive differences between campus-based learning and airline operational practices, particularly regarding operational procedures, company systems, and operational applications. The study concludes that academic competence is significantly associated with OJT practical performance, although the strength of the relationship is very weak and therefore does not fully explain OJT performance. The findings suggest that educational institutions should strengthen operational simulations, introduce airline operational systems, and further align academic learning with industry requirements
Defisit Firewall Normatif Dan Kerentanan Ganda Taruna Penerbang Dalam Pelaporan Keselamatan Penerbangan Indonesia Niko Arief Setyawan; Daniel D. Rumani; Yudha Bagus Tunggala Putra; Dimas Hari Cahyo; Chairustakmal
Jurnal Dunia Ilmu Hukum (JURDIKUM) Vol. 4 No. 1 (2026): JURDIKUM - JUNI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jurdikum.v4i1.806

Abstract

Penelitian ini menganalisis defisit firewall normatif dalam perlindungan data keselamatan pada pendidikan penerbang Indonesia serta membangun konsep Double Burden Vulnerability (DBV) pada taruna pra-lisensi. Metode socio-legal digunakan dengan bobot dominan analisis doktrinal terhadap ICAO Annex 19 Edisi Ketiga, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, PM 2 Tahun 2026, dan Safety Management System Manual, yang didukung wawancara semi-terstruktur terhadap 14 informan. Tiga belas transkrip dikodekan dalam NVivo melalui dua siklus, sedangkan satu wawancara ahli digunakan untuk validasi doktrinal. Hasil menunjukkan bahwa Pasal 359 Undang-Undang Penerbangan membentuk firewall hanya untuk hasil investigasi kecelakaan dan kejadian serius, sementara Pasal 584 ayat (1) KUHP 2023 memidana kealpaan biasa tanpa mensyaratkan korban. Ketidakpastian status taruna berulang pada tingkat internasional, nasional, dan institusional, serta termanifestasi sebagai ketakutan melapor, quiescent silence, penyaringan oleh senioritas, dan anonimitas yang bersyarat. Reformasi memerlukan ambang kesalahan yang lebih tinggi, perlindungan pelapor yang operasional, dan pengakuan eksplisit taruna sebagai subjek yang dilindungi. This study examines the normative firewall deficit in safety-data protection within Indonesian pilot education and develops the concept of Double Burden Vulnerability (DBV) for pre-licence cadets. A socio-legal design was employed, weighted toward doctrinal analysis of ICAO Annex 19 Third Edition, Law Number 1 of 2009 on Aviation, Law Number 1 of 2023 on the Penal Code, Minister of Transportation Regulation PM 2 of 2026, and the institutional Safety Management System Manual, supported by semi-structured interviews with 14 informants. Thirteen transcripts were coded in NVivo through two cycles, while one legal-expert interview was used for doctrinal validation. The findings show that Article 359 of the Aviation Law provides a firewall only for investigation records concerning accidents and serious incidents, whereas Article 584(1) of the 2023 Penal Code criminalises ordinary negligence without requiring a victim. Cadets’ uncertain legal status recurs across international, national, and institutional rules and manifests socially as fear of reporting, quiescent silence, seniority-based filtering, and conditional anonymity. Reform requires a higher culpability threshold, operational reporter protection, and explicit recognition of cadets as protected reporting subjects.
SERVQUAL ANALYSIS OF STUDENT SATISFACTION WITH EDUCATIONAL FACILITIES AT AKADEMI PENERBANG INDONESIA BANYUWANGI Khoirunnisa Larasati; Daniel D. Rumani; Dimas Hari Cahyo; Safitri Era Globalisasi; Dimas Dicky Fernando
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 10 (2026): SEPTEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines student satisfaction with educational facilities at Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi using the five SERVQUAL dimensions. A quantitative descriptive design was applied to a population of 164 students. The study calculated a minimum sample of 63 respondents using the Slovin formula, while 79 usable responses were included in the final analysis. Data were collected through field observation, a four-point Likert questionnaire, and literature review, then analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling with SmartPLS 3.0. The reported measurement model met the specified loading, average variance extracted, composite reliability, and Cronbach's alpha criteria. The structural model explained 93.5% of the variance in student satisfaction (adjusted R2 = 0.931). Assurance had the strongest significant effect on satisfaction (beta = 0.653, t = 6.918, p < 0.001), followed by empathy (beta = 0.375, t = 4.188, p < 0.001). Tangibles, reliability, and responsiveness were not significant at the 5% level. Because the report did not provide aggregate descriptive satisfaction scores, an overall satisfaction category cannot be validly assigned.