Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Metode Ceramah Dan Metode Drill Dalam Materi Degree Of Comparison Di Smp Swasta Al-Falah Afrahul Fadhila Daulay; Alvindi Alvindi; Arya Wiranda; Pardamean Pardamean; Rahma Yani
Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Vol 1 No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/mude.v1i3.2660

Abstract

In essence, education cannot be separated from the so-called learning process (teaching and learning). In this learning process, the need for a strategy or the right way so that later the goals of education can be implemented. The method or strategy is called a method. A good educator is always careful and thorough in choosing the right method to convey material to students. For this reason, this study aims to determine how effective the application of the lecture method and the drill method is in Degree of Comparison’s material. The sample of this research was 20 students of grade 8 SMP Al Falah. Researchers conducted a written test in data collection. The results of data analysis indicate that the lecture method and drill method have not been effective and maximal in the learning process. This can be seen from the average score of students in answering questions.
Translating Folklore: Exploring the Indonesian Mistranslation of 'The Goblin of Adachigahara' Story from English into Indonesia Alvindi Alvindi; Farida Repelita Waty Kembaren
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.15183

Abstract

Penelitian ini menyelidiki penerjemahan 'The Goblin of Adachigahara' dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, mengungkap tantangan dalam melestarikan nuansa budaya dan bahasa. Melalui analisis komparatif, kajian linguistik, penilaian budaya, dan wawasan para ahli, studi ini menyoroti fenomena kesalahan penerjemahan, sehingga memperkaya pemahaman kita tentang dinamika penerjemahan cerita rakyat. Kendala linguistik muncul dengan jelas, dengan ekspresi idiomatik yang terbukti sulit untuk diterjemahkan secara langsung. Kompleksitas metaforis, yang merupakan bagian integral dari sifat puitis cerita rakyat, terkadang mengalami pengenceran dalam versi bahasa Indonesia, sehingga berdampak pada resonansi simbolik. Keaslian budaya menjadi titik fokus, menyeimbangkan kesetiaan dan keterhubungan bagi penonton Indonesia. Strategi adaptasi, meskipun meningkatkan pemahaman, terkadang menyebabkan penyederhanaan yang berlebihan. Perspektif para ahli menekankan tantangan yang sedang berlangsung seperti perbedaan bahasa dan variasi regional, serta menekankan perlunya perendaman budaya secara terus-menerus. Kolaborasi antara penerjemah, ahli bahasa, dan pakar budaya sangatlah penting. Implikasinya meliputi pelatihan kepekaan budaya, pedoman standar penerjemahan cerita rakyat Indonesia, dan inisiatif pendidikan bagi penerjemah dan pembaca. Pertimbangan etis menggarisbawahi praktik penerjemahan yang bertanggung jawab, menjaga martabat budaya sumber.b Kajian ini menyoroti rumitnya penerjemahan cerita rakyat yang kaya budaya, dengan menekankan peran penerjemah sebagai mediator budaya. Ketegangan antara keaslian budaya dan pemahaman pembaca memerlukan keseimbangan yang rumit, yang mendukung pentingnya pedoman etika. Penelitian ini menyumbangkan wawasan dan strategi berharga untuk menumbuhkan apresiasi terhadap beragam budaya dalam pertukaran narasi global, mendorong dialog dan penelitian berkelanjutan dalam penerjemahan cerita rakyat.
The Student's Obstacles in English Learning at Islamic Junior High School Didik Santoso; Dimas Dimas; Alvindi Alvindi; Perdamean Perdamean; Rahma Yani; T. Khoirunnisa. YI
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja tantangan dalam pembelajaran bahasa Inggris khususnya di sekolah menengah pertama. Konsep pengajaran bahasa Inggris selalu bersumber dari konsep pembelajaran yang dikembangkan sendiri. Pemahaman yang lebih baik khususnya terhadap perkembangan siswa dengan memberikan cara pandang konstruktivis dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi, dimana seorang siswa berperan sebagai informan utama dan enam orang temannya sebagai informan pendukung. Hasil yang diperoleh dari penelitian kualitatif ini yang mempengaruhi hambatan siswa dalam belajar Bahasa Inggris adalah Durasi dan Keterlibatan dalam Pembelajaran Bahasa Inggris, Kode Etik dan Tata Krama dalam Interaksi Siswa, Interaksi Kelompok dan Kolaborasi, Dinamika Sosial dan Pengaruh Pengalaman Mengajar Teman serta Perannya Pendidik. Permasalahan dalam pembelajaran merupakan hambatan yang harus diatasi oleh siswa untuk mencapai hasil yang diinginkan.