Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS PELAYANAN PENUMPANG PADA TERMINAL PENUMPANG GAPURA SURYA NUSANTARA MENURUT PM 37 TAHUN 2015 DENGAN METODE SERVQUAL (SERVICE QUALITY) NURUL MIFTAHUL RAHMAN; MINTO BASUKI; Erifive Pranatal
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3232

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa kualitas pelayanan yang sudah ada dalam memenuhi standar pelayanan angkutan laut berdasarkan PM 37 2015. Data yang digunakan yakni informasi terkait fasilitas Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara dan pengalaman pengguna jasa dalam aspek pelayanan yang didapatkan. Metode yang dipakai yakni metode ServQual (Sevice Quality) untuk mengetahui dan menilai kualitas layanan dari atribut masing-masing dimensi dengan menggunakan media kuesioner untuk memperoleh data yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kepentingan atau harapan yang paling besar terletak pada dimensi bukti fisik (tangibles) sebesar 4,06. Untuk elemen kepuasan, nilai tertinggi juga ada pada dimensi bukti fisik (tangible) dengan nilai 3,84. Dan untuk nilai gap atau kesenjangan terbesar terdapat pada dimensi jaminan (assurance) dengan nilai -0,27. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara telah memenuhi standar pelayanan penumpang dalam sektor keselamatan, keamanan dan ketertiban, keandalan/keteraturan, kenyamanan, dan juga kemudahan. Peningkatan kualitas pelayanan bisa difokuskan pada dimensi jaminan (assuramce) karena memiliki gap yang paling besar. Hal tersebut bisa dilakukan dengan mengoptimalkan fasilitas kompensasi apabila ada permasalahan seperti keterlambatan keberangkatan dan juga permasalahan internal terminal yang dapat mengganggu kenyamanan penumpang.
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS PROSES SANDBLASTING PADA PEKERJAAN BANGUNAN KAPAL BARU DI PT.PAL INDONESIA (PERSERO) Amar Zainul Fikri; Minto Basuki
Jurnal Sumberdaya Bumi Berkelanjutan (SEMITAN) Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.semitan.2022.3255

Abstract

Perusahaan manufaktur selalu membutuhkan proses finishing untuk mendapatkan hasil maksimal dari produk manufaktur mereka. proses sandblasting sangat cocok karena bekerja dengan benda kerja yang besar dan kompleks. Keuntungan dari proses sandblasting yaitu kecepatan pengerjaannya, fleksibel dengan bentuk benda kerja yang rumit dan pembentukan profil kekasaran jauh lebih mudah. Analisa teknis dan ekonomis dibutuhkan untuk dapat mengetahui hasil dari pekerjaan sandblasting. Metodologi yang digunakan dalam menyelesaikan penelitian ini dimulai dengan tahap studi literature dengan mengumpulkan data dari jurnal, buku-buku sesuai dengan judul serupa dan studi lapangan dengan cara melihat, mengamati, wawancara, dan analisa suatu proses pekerjaan di lapangan. selanjutnya menganalisa data-data yang telah dibutuhkan selanjutnya menganalisis dan menghitung kebutuhan material abrasif dan menganlisa biaya produksi yang dikeluarkan untu menyelesaikan pekerjaan tersebut. Kemudian hasil dianalisis dan di buat laporan. Dari hasil analisa dilapangan disimpulkan mengenai proses sandbalting pada pekerjaan kapal baru ada 2 yakni shot blasting dan sandblasting sebelum dirangkai menjadi kapal utuh. Hasil dari proses blasting ada beberapa pengujian yaitu tingkat kebersihan dan kekasaran permukaan. Dari 2 pengujian tersebut terdapat perbandingan biaya operasional dari tingkat kebersihan Sa 2 dan Sa 2 ½. Pada Sa 2 ½ biaya operasioanal sandblasting sedikit lebih mahal karena konsumsi pasir yang dikeluarkan jauh lebih banyak karena demi mendapatkan hasil yang diinginkan. Biaya operasional sandblasting Sa 2 ½ bisa membutuhkan biaya kurang lebih Rp. 18.868.081 dengan luasan 994,82 m² lebih mahal dari pada tingkat Sa 2 yang membutuhkan biaya sekitar Rp.13.099.554 dengan luasan yang sama.
ANALISA SISTEM MANAJEMEN MATERIAL INSULATION PLAN PADA PROYEK KCR 60M KE-5 DIVISI KAPAL PERANG PT PAL INDONESIA Moch Dimas Alfianto; Minto Basuki
Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan 2022: Energi Terbarukan dan Keberlanjutannya di Berbagai Sektor
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen material adalah  kegiatan manajemen material dalam suatu organisasi, dimulai dengan proses perencanaan, penentuan kualitas dan kuantitas material, pengadaan, penggunaan, dan penyelesaian proses manufaktur untuk membuat material baru. Materal Requirements Planning (MRP) adalah sistem yang dapat membantu bisnis mengetahui material yang dibutuhkan untuk produksi, menghitung jumlahnya, serta menentukan waktu kapan material tersebut dibutukan. Setidaknya, ada dua keuntungan yang dapat diperoleh bisnis bila menerapkan sistem Materal Requirements Planning (MRP). Sistem ini menggunakan pencatatan dari bill of material pada produk akhir kedalam proses produksi dan rencana pembelian dari berbagai komponen. Pertama, tidak ada resiko penumpukan persediaan material yang berakhir meninggalkan biaya pengelolahan stok. Kedua, mencegah resiko waktu keterlambatan penyerahan kapal yang berakibat menurunya permintaan pemesanan kapal digalangan tersebut dikarenakan pengerjaan kapal mundur dari waktu yang disepakati. Diantaranya yang harus dilakukan merencanakan kebutuhan dan penjadwalan material insulation plan tersebut dengan jumlah dan kedatangan yang terjadwal. Metode yang digunakan menggunakan Materal Requirements Planning (MRP) denga cara melihat master schedule pekerjaan dan menghitung kebutuhan material inulation plan tersebut dengan menggunakan teknik lot sizing  lot for lot dan part period balancing. Dengan menggunkan metode Materal Requirements Planning (MRP) perusahaan mampu mengurangi biaya simpan sebesar Rp. 104,230,936.
Penilaian Risiko Operasional Penyebab Keterlambatan Proyek Reparasi Kapal KM Cargo pada Galangan Kapal PT Dewa Ruci Agung Surabaya Marculino Brites; Minto Basuki
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam melaksanakan proyek reparasi kapal tentulah ada kendala-kendala yang dapat menyebabkan keterlambatan waktu penyelesaian proyek tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penilaian risiko pada proyek reparasi kapal. Pada penelitian ini, penulis bermaksud untuk menganalisa penilaian risiko penyebab terjadinya keterlambatan proyek reparasi kapal. Analisa yang akan dilakukan penulis menggunakan metode Fishbone Diagram dan Failure Mode And Effects Analysis. Hasil dari Fishbone Diagram berupa Analisa penyebab keterlambatan waktu proyek reparasi kapal. Sedangkan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) menghasilkan skor dari masing-masing mode kegagalan yang menjadi penyebab keterlambatan waktu proyek reparasi kapal. Kemudian dilakukan perhitungan Risk Priority Number (RPN) untuk mendapatkan peringkat dari mode kegagalan dominan atau kritis yang akan diberi tindakan khusus untuk mengurangi terlambatnya waktu pengerjaan proyek. Dari hasil analisa dengan metode FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) diperoleh mode kegagalan dominan berdasarkan RPN (Risk Priority Number) untuk peralatan kerja kurang lengkap dengan RPN sebesar 0,0767, untuk bentuk kegagalan terjadinya perencanaan pekerjaan tidak berjalan lancar dengan hasil RPN 0,0491, cat tidak dapat menempel dengan baik dengan hasil RPN 0,0420 dan peralatan produksi kurang lengkap dengan hasil RPN 0,0470. Mode kegagalan dominan yang diperoleh kemudian diberikan rekomendasi tindakan pencegahanatau mitigasi untuk proyek selanjutnya.
Penilaian Risiko Operasional Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada PT. Dewa Ruci Agung Menggunakan Metode FMEA dan Matrik Risiko Regi Maldani Ramadan; Minto Basuki
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis dan memitigasi risiko-risiko kecelakaan kerja yang ada di PT Dewa Ruci Agung. Untuk mendapatkan data dari proses identifikasi risiko peneliti menggunakan metode observasi dan wawancara secara langsung dengan pekerja dan pengawas HSE di PT Dewa Ruci Agung. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Dari hasil peneilitian ditemukan terdapat 5 risiko potensi bahaya diantaranya adalah proses lifting, Proses Fitting and Working at height, Proses Overhaul Main Engine (ME), proses welding dan proses finishing. Setelah mengetahui hasil identifikasi kemudian dilakukan penentuan tingkat risiko yang paling kritis dengan menggunakan metode Risk Priority Number (RPN). Berdasarkan perhitungan terdapat 3 risiko yang memiliki RPN tertinggi diantaranya adalah pada saat proses pengecatan dengan risiko terkena cairan cat dengan nilai RPN 36, proses sandblasting  dengan risiko terkena debu pada saat melakukan sandblasting  dengan nilai RPN 24 dan proses pengelasan dengan risiko terpapar cahaya las dengan nilai RPN 20. Berdasarkan hasil dari perhitungan analisis risiko kemudian dilakukan mitigasi risiko yang kemungkinan besar mengurangi tingkat risiko keparahan. Mitigasi risiko yang diusulkan oleh peneliti adalah Sebaiknya setiap pekerja yang melakukan tugas hendaknya memakai APD yang sesuai dengan ketentuan yang telah diberikan oleh perusahaan dan penanggung jawab K3 perusahaan. Agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan., Selalu mengecek alat dan APD terkait kelayakannya untuk keamanan para pekerja.
Penilaian Risiko Operasional Perusahaan Jasa Kelautan Pada PT. XYZ Menggunakan Matrik Risiko Dan FTA (Studi Kasus Industrial Offshore Support Vessel) Lailaturahmi F; Minto Basuki
Prosiding SENASTITAN: Seminar Nasional Teknologi Industri Berkelanjutan Prosiding SENASTITAN Vol. 03 2023
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah menyusun dan mengembangkan model managemen risiko pada kegiatan perusahaan jasa kelautan dalam persiapan kapal on hire dengan pencarter dengan langkah mengidentifikasi, menentukan peringkat risiko, mengevaluasi, menganalisis dan memitigasi risiko terhadap sumber risiko yang ada. Data yang dipakai dalam penilaain risiko adalah operasional pada perusahaan jasa kelautan pada  PT. XYZ. Analisis data dilakukan menggunakan metode FTA dan untuk penilaian risiko menggunakan metode matrik risiko.  Dari penilaian risiko pada PT. XYZ di dapatkan 13 sumber risiko. Penilaian risiko menggunakan matrik risiko, didapatkan risiko dengan kategori sangat tinggi pada keterlambatan submit dokumen dan keterlambatannya persediaan crew karena covid-19. Berdasarkan hasil Analisa dan tingkat risiko dilakukan mitigasi untuk setiap sumber risiko guna menghilangkan atau menggurangi sumber risiko. Risiko kategori sangat tinggi mitigasinya adalah melakukan karantina 2 migggu sebelum dilakukannya MCU dan PCR, melakukan monitor/kontrol karantina crew, menyediakan mess untuk khusus karantina crew selama 2 minggu.
Penilaian Risiko Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pekerjaan Reparasi Kapal Pada PT Dewa Ruci Agung Dengan Menggunakan Metode Hazard Identification And Risk Assesment And Determining Control (HIRADC) Rexi Ilham A; Minto Basuki
Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/ocean.v2i2.1132

Abstract

This study aims to identify, analyze and mitigate the risks of work accidents at PT Dewa Ruci Agung. Occupational Health and Safety (K3) is very important to be implemented by every company. Prevention of work accidents can be done by knowing the existing risks, one of which is through the Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) method. The data collection method used in this study uses primary and secondary data. From the results of the study it was found that there were 15 potential hazard risks including the Lifting Process of moving blocks/goods using a crane, the Cutting Process lifting material and placing it on the cutting machine, preparing the cutting machine, the Grinding Process lifting material and placing it in the grinding area, preparing grinding tools, Fitting Process and Working at Height plate installation process, Main Engine (ME) Overhaul Process, New metal seat removal process (ME) using manual tools, Removal process (ME) with Chain block, Cylinder liner (ME) removal process with chain block, Process Welding, Sandblasting and Painting Process, Zinc Anode Process, B3 Waste Disposal Process. Based on the results of the risk analysis, risk identification is then carried out using the HIRADC method which is most likely to reduce the level of risk severity. The risk identification proposed by the researcher is that it is recommended that every worker carrying out the task wear PPE in accordance with the provisions given by the company and the person in charge of the company's K3. So that unwanted events do not occur. Always check tools and Personal Protective Equipment (PPE) regarding their eligibility for worker safety.
Perencanaan Sistem Informasi Produksi Kapal Baru Berbasis Android di Industri di Galangan Kalam Nur Alif; Erifive Pranatal; Minto Basuki
Ocean Engineering : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/ocean.v2i2.1139

Abstract

Shipyards are often difficult to find information quickly and efficiently on every component of the workplace. A good information system is actually needed for the work process in the shipyard because the project head's planning for the distribution of the project workload being carried out will result in a smooth production process, which will affect the completion time of the work to be carried out. Each of these stages is the final result stage where at this stage the author will draw conclusions to answer the formulation of the packing report based on writing which is prone to loss and damage. The development of an android-based ship repair information system that can be used to quickly and accurately report data required by the central supervisor allows for full monitoring of the new ship building process, which is standard practice in many shipyards that have a research methodology to solve the problem.
Analisa Peran Dan Fungsi Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Terhadap Peningkatan Ekonomi Maritim Di Kabupaten Lamongan Muhammad Fadlan Rizqi Wahyudi; Minto Basuki
Jurnal Universal Technic Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal Universal Technic
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/unitech.v2i2.1175

Abstract

This study aims to analyze the role and function of the Archipelago Brondong Fishing Port for improving the maritime economy in Lamongan Regency. Among them are the factors that affect fishermen's income, the role of PPN Brondong in the maritime sector, as well as the potential and realization of the maritime economy of PPN Brondong in Lamongan Regency. The analytical method used is descriptive method through a qualitative approach, in its application using primary and secondary data from the research results that have been analyzed. The author uses a triangulation technique to be able to validate data and draw conclusions about the role and function of the Archipelago Brondong Fishing Port for improving the maritime economy in Lamongan Regency. The results of the study prove that the role and function of the Archipelago Brondong Fishing Port have an important influence on the potential for adding added value to the maritime economy in Lamongan Regency.
MITIGASI RISIKO KEGAGALAN FUNGSI PERALATAN MESIN FRESH WATER GENERATOR DENGAN PENDEKATAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) di KAPAL NIAGA XYZ Daryanto Daryanto; Minto Basuki
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI MARITIM Vol 24, No 1 (2023): September
Publisher : UNIMAR AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33556/jstm.v24i1.358

Abstract

Air tawar di kapal bermanfaat untuk berbagai keperluan awak kapal seperti  minum, mandi, mencuci, memasak, dan kebutuhan operasional kapal. Kebutuhan air tawar di kapal dapat dipenuhi dari supply air tawar dari darat, tetapi untuk mengatasi kekurangan air tawar selama kapal berlayar dapat  dipenuhi  dari produksi mesin Fresh Water Generator (FWG) yang berfungsi untuk mengubah air laut menjadi air tawar melalui proses penguapan dan proses pendinginan. Kegagalan fungsi peralatan FWG dapat menurunkan produksi air tawar sehingga dengan metode pendekatan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mengindikasi dan menentukan prioritas kegagalan fungsi mesin Fresh Water Generator. Berdasarkan hasil mitigasi risiko dengan metode pendekatan FMEA dapat diketahui bahwa kejadian  risiko kegagalan fungsi peralatan mesin FWG yang termasuk dalam prioritas risiko tertinggi  sebesar 26,83 % dengan nilai Risk Priority Number sebesar 222,00 adalah evaporator  tersumbat dengan  faktor risiko jumlah uap yang diihasilkan heater dari pemanasan air laut pada mesin FWG menurun.