Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

INOVASI PEMBELAJARAN PADA LEMBAGA PAUD DI MASA PANDEMI Ajeng Ninda Uminar; Anisa Putri; Nurtina Irsad Rusdiani; Darul Arifin
BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/alathfal.v2i1.5290

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji inovasi pembelajaran pada lembaga paud di masa pandemi. Menimbang pendidikan di Indonesia menjadi salah satu wadah  untuk menentukan bekal generasi muda yang mampu melahirkan pembaruan yang inovatif sera produktif. Maka, proses pembelajaran dan penetapan prosedur dalam pembelajaran dibutuhkan untuk lebih mendorong aktivitas dan ketekunan belajar dikalangan masyarakat pada lembaga paud. Untuk menentukan metode pembelajaran pada anak paud dengan memperkenalkan metode pembelajaran serta menetapkan wadah yang nyaman baik secara individual, kelompok, kegiatan di dalam maupun lapangan, untuk meningkatkan kualitas belajar anak agar lebih produktif. Di masa pandemi ini banyak ditemukan anak-anak lebih suka bermain dan kurang efektif dalam belajar, untuk itu guru paud ditekankan lebih memperhatikan proses pembelajaran anak pada wadah yang sesuai. Penelitian ini menerapkan metode wawancara (interview) yang berupa metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian. Sumber data dalam penelitian ini berupa responden dan observasi. Teknik pengumpulan data berupa laporan penelitian. Sedangkan analisis data menerapkan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan belajar anak bangsa didasarkan pada pengaruh lingkungan sekitar, pendidik perlu mengembangkan arah belajar anak diwadah yang sesuai.
Inovasi Pembelajaran pada Lembaga Paud di Masa Pandemi Ajeng Ninda Uminar; Anisa Putri; Nurtina Irsad Rusdiani; Darul Arifin
BUHUTS AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan dan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.19 KB) | DOI: 10.24952/alathfal.v2i1.5290

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji inovasi pembelajaran pada lembaga paud di masa pandemi. Menimbang pendidikan di Indonesia menjadi salah satu wadah  untuk menentukan bekal generasi muda yang mampu melahirkan pembaruan yang inovatif sera produktif. Maka, proses pembelajaran dan penetapan prosedur dalam pembelajaran dibutuhkan untuk lebih mendorong aktivitas dan ketekunan belajar dikalangan masyarakat pada lembaga paud. Untuk menentukan metode pembelajaran pada anak paud dengan memperkenalkan metode pembelajaran serta menetapkan wadah yang nyaman baik secara individual, kelompok, kegiatan di dalam maupun lapangan, untuk meningkatkan kualitas belajar anak agar lebih produktif. Di masa pandemi ini banyak ditemukan anak-anak lebih suka bermain dan kurang efektif dalam belajar, untuk itu guru paud ditekankan lebih memperhatikan proses pembelajaran anak pada wadah yang sesuai. Penelitian ini menerapkan metode wawancara (interview) yang berupa metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab sepihak yang dilakukan secara sistematis dan berlandaskan kepada tujuan penelitian. Sumber data dalam penelitian ini berupa responden dan observasi. Teknik pengumpulan data berupa laporan penelitian. Sedangkan analisis data menerapkan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan belajar anak bangsa didasarkan pada pengaruh lingkungan sekitar, pendidik perlu mengembangkan arah belajar anak diwadah yang sesuai.
Penguatan Moral dan Agama Anak Usia Dini Melalui Pembiasaan Sholat Dhuha di TK Negeri Pembina Ponorogo Nurtina Irsad Rusdiani; Linda Setyowati; Nanda Putri Agustina; Nurleha Nurleha; Ardhana Januar Mahardhani
JURNAL DIMENSI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN Vol 11, No 1 (2023): January 2023
Publisher : Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/dpp.v11i1.6553

Abstract

It is very important to strengthen morals and religion from an early age. If the inculcation of religious values has been instilled from an early age, children will have the provision to carry out religious activities and habits easily. This is also done by Pembina Ponorogo Public Kindergarten through the habit of Dhuha Prayer. The research was conducted at TK Negeri Pembina Ponorogo with the informants being the Principal and Teacher Staff at the TK Negeri Pembina Ponorogo, the data collection methods used in this study were observation, interviews, and documentation. From the results of the study it is known that strengthening the morals and religion of early childhood through the habit of Dhuha Prayer at TK Negeri Pembina Ponorogo has an impact on the formation of children's character which can be seen from changes in children's behavior, namely: (1) children have a sense of gratitude, (2) children have religious characteristics , and (3) children are more disciplined with time.
Penguatan rasa percaya diri pada anak melalui kegiatan fashion show Nurtina Irsad Rusdiani
Journal of Basic Learning and Thematic Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Basic Learning and Thematic
Publisher : Journal of Basic Learning and Thematic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini adalah program pembinaan bagi anak usia nol sampai enam tahun yang menggunakan rangsangan pendidikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan jasmani rohani agar anak siap melanjutkan ke sekolah yang lebih formal. Kajian ini berkaitan dengan fakta bahwa siswa usia 4 - 5 tahun di TK Negeri Pembina Ponorogo kurang percaya diri terhadap kemampuannya untuk belajar dan berinteraksi dengan orang lain di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengumpulkan informasi dan menentukan kontribusi guru terhadap pengembangan rasa percaya diri siswa TK Negeri Pembina Ponorogo yang berusia 4-5 tahun. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dan informasi dikumpulkan dari observasi, wawancara, makalah, dan catatan lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, peran guru dalam mengembangkan rasa percaya diri anak TK Negeri Pembina Ponorogo usia 4-5 tahun yaitu: a) guru pembimbing, b) motivator guru, c) guru inisiator, d ) panduan guru.
PENERAPAN KEGIATAN FINGER PAINTING DALAM TEMA MENGGAMBAR UNTUK MENSTIMULASI PERKEMBANGAN SENI AUD DI POCENTER ( Ponorogo Early Education Center ) vica Retno Rosalinda; Nurtina Irsad Rusdiani
Bunayya Vol 9, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v9i2.20514

Abstract

 Teknik melukis jari atau lukisan jari tidak memerlukan penggunaan alat tertentu. Hal ini juga memungkinkan anak-anak untuk secara melatih keterampilan motorik halusnya melalui melukis dengan jari-jarinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih jauh manfaat teknik finger painting yang digunakan di Pocenter. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatifMetode penelitian kualitatif yang mengacu pada teori post-positivis digunakan untuk menyelidiki kondisi eksperimen yang realistis. Peneliti bertindak sebagai pemandu, mengumpulkan data melalui purposive dan snowball sampling, teknik trianggulasi (gabungan), analisis induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian lebih menunjukkan proses generalisasi dibandingkan penelitian aslinya. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran finger painting di POCENTER sangat menghibur dan patut untuk dikenalkan kepada anak-anak. Latihan finger painting merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk meningkatkan percepatan pertumbuhan anak. Stimulus yang diberikan berperan sebagai katalisator yang memungkinkan siswa mencapai tujuan pembelajaran.
Pengaruh Media Pembelajaran Digital Terhadap Minat Belajar Anak Usia Dini Erisa Dwi safitri; Wahyudi Wahyudi; Nurtina Irsad Rusdiani
Jurnal Kajian Anak (J-Sanak) Vol. 5 No. 02 (2024): Jurnal Kajian Anak (J-Sanak)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/j-sanak.v5i02.5294

Abstract

The aim of this research is to obtain data about the use of digital media and literacy classes together on student learning outcomes at RA Perwanida Lengkong, Sukorejo, Ponorogo. This research is quantitative research. The research instrument used to obtain data is a scale of digital learning media use and interest in learning. The data analysis technique used is descriptive statistical analysis.Data regarding the use of digital learning media on student learning outcomes was obtained through questionnaires by researchers by measuring something that has a relationship that: (1) There is a significant influence of the use of digital learning media on student learning outcomes. This is proven by obtaining a value of Fo = 9.109 and Sig. 0.000 < 0.05. Together, the variable use of digital learning media contributes 24.2% to the variable student learning outcomes. (2) There is a significant influence of the use of digital media on student learning outcomes. This is proven by the obtained value of tcount = 2.214 and Sig. 0.031 < 0.05. The variable use of digital learning media contributes 12.67% in improving student learning outcomes.
PENERAPAN GAME WORDWALL UNTUK MENSTIMULASI BAHASA RESEPTIF ANAK USIA DINI DI TK A PKK BULU LOR: APPLICATION OF WORDWALL GAMES TO STIMULATE EARLY CHILDHOOD RECEPTIVE LANGUAGE IN KINDERGARTEN A PKK BULU LOR indarsih; Ida Yeni Rahmawati; Nurtina Irsad Rusdiani
Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Vol. 7 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah fondasi penting bagi anak-anak pada tahap awal kehidupan mereka, salah satu aspek penting yang perlu di kembangkan adalah bahasa reseptif. Game Wordwall merupakan cara untuk menstimulasi kemampuan bahasa reseptif anak usia 4-5 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan game wordwall untuk menstimulasi bahasa reseptif anak usia dini di TK PKK Bulu lor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini meliputi guru dan anak usia 4-5 tahun kelompok A di TK A PKK Bulu Lor sejumlah 11 anak yang terdiri dari 5 putri dan 6 putra. Observasi, wawancara, dan dokumentasi merupakan teknik untuk pengumpulan data. Sedangakan untuk Teknik analisis data menggunakan model miles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Untuk keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan game wordwall meliputi tahap perencanaan dan persiapan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi ,yang di tandai dengan peningkatan kefokusan, mengerti 2 perintah sederhana serta mengulang dan menirukan kosa kata.
PENERAPAN PERMAINAN LEGO SEBAGAI SARANA MENCIPTAKAN KOMUNIKASI PADA ANAK USIA DINI (3-4 TAHUN) DI RA PERWANIDA TEMON: APPLICATION OF LEGO GAMES AS A MEANS OF CREATING COMMUNICATION IN EARLY AGE CHILDREN (3-4 YEARS) AT RA PERWANIDA TEMON Alip Mutmainah; Ida Yeni Rahmawati; Nurtina Irsad Rusdiani
Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO Vol. 7 No. 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Jurnal Riset Golden Age PAUD UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bentuk kemampuan berkomunikasi yaitu dengan belajar mengungkapkan maksud atau tujuan yang ingin disampaikan sesuai dengan konteks yang dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menjelaskan penerapan permainan lego sebagai sarana menciptakan komunikasi pada anak usia dini (3-4 tahun) di RA Perwanida Temon.Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di RA Perwanida Temon Kecamatan Sawoo. Dengan subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas,dan anak usia play grup (3-4) tahun di RA Perwanida TemonPenelitian dilakukan selama kurang lebih 3 bulan yaitu dari bulan April hingga Juni.Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Sedangakan untuk Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu pengumpulan data,reduksi data,penyajian data dan verifikasi.Hasil penelitian menggungkapkan bahwa,selama permainan lego berlangsung secara alami anak mengeluarkan kosa kata sederhana yang ia ketahui serta kata lain yang dikuti dengan bentuk,warna dan ukuran lego lalu kata tersebut direspon  oleh anak lainya
Developing Project-Based Learning Modules on Ponoragan Culture in the Merdeka Curriculum for Early Childhood Education Betty Yulia Wulansari; Ardhana Januar Mahardhani; Nurtina Irsad Rusdiani; Siti Khoirul Bariyah; Ryan Juppenny
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7711

Abstract

Preserving local culture through early childhood education is a strategic step in sustaining national identity. The Merdeka Curriculum emphasizes project-based learning (PjBL) through the Strengthening Pancasila Student Profile (P5) framework, offering opportunities to integrate cultural heritage into early learning. However, cultural representation in ECE, particularly of Ponoragan traditions, remains limited. This study employed a Research and Development (RD) design to create PjBL modules rooted in Ponoragan culture for Early Childhood Education (ECE). The development process included a preliminary cultural and curriculum review, module design aligned with P5 principles, and expert validation by ECE practitioners, cultural experts, and curriculum specialists. Data were collected through interviews, observations, and validation questionnaires, then analyzed descriptively. Four thematic modules were developed: Wonderful of Reyog Ponorogo, Gajah Wengker Cultural Heritage, Keling Guno Joyo Dance, and Gong Gumbeng Wringinanom. Each module included structured activities such as outings, STEAM-based projects, visual literacy, and performance exhibitions. Expert validation confirmed their cultural relevance, feasibility, and alignment with curriculum goals, including development of children's moral values, identity, creativity, and collaboration. The modules demonstrate potential in fostering cultural literacy and Pancasila values from an early age. Despite successful validation, broader implementation and empirical impact assessments remain areas for further study. This research contributes a culturally responsive curriculum model for ECE, supporting both educational development and cultural preservation under the Merdeka Curriculum framework.
PERMAINAN TRADISIONAL HIDE AND SEEK DALAM MENSTIMULASI KETRAMPILAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI USIA 5-6 TAHUN DI ERA DIGITAL Surina Surina; Dian Kristiana; Nurtina Irsad Rusdiani
AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 1 (2025): (Mei 2025)
Publisher : Program Studi pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Ibrahimy Genteng Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69552/alihsan.v6i1.3328

Abstract

In the rapidly advancing digital era, young children tend to experience a decline in direct social interaction due to excessive use of technological devices. This article aims to describe and identify the traditional game of hide and seek in stimulating the social-emotional skills of young children aged 5-6 years. This research employs a qualitative approach with a case study research type. The data collection techniques utilize observation, interviews, and documentation conducted at Kemala Bhayangkari Kindergarten. Meanwhile, the data analysis used includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results show that the game of hide and seek can shape social skills such as cooperation, empathy, and communication, as well as help children regulate their emotions through direct play experiences with peers. The habituation of this game regularly over one year also shows an increase in children's involvement in social activities as well as their ability to express feelings and understand the feelings of others. These findings indicate that even amidst the currents of digitalization, traditional games remain relevant and play an important role in supporting the social-emotional development of early childhood. Therefore, there is a need for the integration of traditional games in early childhood education programs as an effort to balance technological development with the holistic developmental needs of children.