Fenomena sikap posesif dalam hubungan berpacaran pada dewasa awal diduga berkaitan dengan pengalaman trauma yang dialami individu, khususnya akibat kondisi keluarga broken home. Trauma tersebut dapat memengaruhi rasa aman, kepercayaan, dan pola hubungan interpersonal sehingga berpotensi meningkatkan kecenderungan sikap posesif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara trauma dengan sikap posesif dalam berpacaran pada dewasa awal yang memiliki keluarga broken home. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling terhadap 278 responden berusia 20–24 tahun yang berasal dari keluarga broken home dan pernah atau sedang menjalin hubungan berpacaran. Data dikumpulkan menggunakan skala trauma keluarga broken home dan skala sikap posesif, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank (Spearman's rho). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara trauma dengan sikap posesif dalam berpacaran, dengan nilai Spearman's rho sebesar 0,988 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat trauma yang dialami individu akibat keluarga broken home, semakin tinggi pula kecenderungan individu menunjukkan sikap posesif dalam hubungan berpacaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara trauma dengan sikap posesif dalam berpacaran pada dewasa awal yang memiliki keluarga broken home. Namun, karena penelitian ini menggunakan desain korelasional, hasil penelitian tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat.