Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

MODIFIKASI RANGKA BAJA JEMBATAN SEMBAYAT BARU MENGGUNAKAN SISTEM RANGKA BAJA THROUGHT WARREN TRUSS Sumaidi Sumaidi; Anna Rumintang
KERN Vol 5 No 2 (2019): Jurnal KERN : Oktober 2019
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.883 KB) | DOI: 10.33005/kern.v5i2.18

Abstract

Perencanaan struktur jembatan perlu mempertimbangkan desain yang tepat agar material yang digunakan menjadi efektif. Jembatan Sembayat Baru di Kabupaten Gresik yang didesain menggunakan jembatan rangka baja basic truss sepanjang 60 m dimana terdapat kerusakan pada rangka sehingga menjadi tidak efektif karena jembatan tersebut merupakan jembatan nasional yang arus lalu lintasnya padat. Pertimbangan jembatan rangka baja sistem trought warren truss merupakan keputusan yang tepat. Dalam perencanaan ini, jembatan Sembayat Baru didesain dengan tetap menggunakan rangka baja, namun dirubah profil dan sistemnya yaitu dari basic truss menjadi trought warren truss. Dasar perencanaan jembatan mengacu pada peraturan BMS 1992 dan SNI 1729-2015. Analisis perhitungan struktur utama dan sekunder menggunakan bantuan software SAP 2000. Dari hasil perencanaan, didapat profil struktur rangka utama yaitu menggunakan profil 400x400x21x21 untuk rangka atas dan bawah, profil WF 400x300x10x16 sebagai rangka vertikal dan profil WF 400x400x18x18 sebagai rangka diagonal. Perhitungan kontrol batang tarik dan tekan menunjukkan kesimpulan bahwa jembatan masih mampu menahan beban layan
Perbandingan Respon Struktur Portal 2 Lantai MRF Dan CBFTerhadap Beban Seismik Dengan Pushover Analysis Adi Nugroho Santoso; Sumaidi Sumaidi; Anna Rumintang
KERN Vol 6 No 1 (2020): Jurnal KERN: April 2020
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.824 KB) | DOI: 10.33005/kern.v6i1.25

Abstract

Indonesia merupakan daerah yang termasuk wilayah rawan gempa. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan konstruksi bangunan tahan gempa dalam mengurangi resiko kerusakan yang diakibatkan gempa bumi. Perencanaan Konstruksi tahan gempa terdapat beberapa metode salah satunya yaitu metode analisis pushover. Pushover adalah metode analisis static nonlinier dimana struktur mengalami pembebanan gravitasi dan beban lateral yang dikendalikan perpindahan yang terus meningkat melalui perilaku elastic dan inelastic hingga kondisi akhir. Salah satu dari bahan konstruksi yang populer dalam perencanaan Struktur adalah konstruksi baja dimana memiliki keunggulan yaitu struktur yang seragam, ringan, kuat, dan mudah dikerjakan. Dalam pemodelan struktur tahan gempa beberapa model yang populer adalah model MRF dan CBF. MRF adalah model konfigurasi sturktur yang terkonfigurasi atas balok yang tersambung kokoh dengan kolom. Berdasarkan sambungan balok-kolom yang kaku, bingkai momen tidak dapat dipindahkan secara lateral tanpa menekuk balok atau kolom tergantung pada geometri sambungan.CBF adalah model struktur yang terkonfigurasi atas batang yang diperkuat oleh pengaku (Braced). Hasil Studi kasus pada perbandingan kedua model struktur menyimpulkan bahwa dalam perencanaan struktur baja tahan gempa dengan metode pushover didapat bahwa struktur MRF memiliki daktilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan CBF yaitu 2,1 : 1,6.
Perbandingan Daktilitas Dengan Analisa Pushover Pada Struktur Rangka Baja Model Eccentrically Braced Frame tipe K (EBF) dan Eccentrically Braced Frame tipe Y (EBF) Melalui Program SAP2000 Ardila Mulyani Larasati; Sumaidi Sumaidi; Anna Rumintang
KERN Vol 7 No 2 (2021): Jurnal KERN : Oktober 2021
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.8 KB) | DOI: 10.33005/kern.v7i2.46

Abstract

Eccentrically Braced Frames merupakan sebuah sistem struktur baja penahan gempa untuk bangunan gedung, dimana sistem ini pada salah satu dari ujung pengaku terhubung pada balok terdapat segmen terpisah yang disebut dengan link. Kinerja link yang efektif dapat menyerap beban lateral, sehingga penyerapan ini diharapkan terjadi pada saat struktur mulai mengalami deformasi akibat dari gempa, dengan mempertahankan komponen-komponen struktur lain seperti balok, kolom, dan bracing berada dalam kondisi elastik. Dengan sering terjadinya gempa bumi, maka pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Indonesia memang harus memperhitungkan kekuatan bangunan terhadap gempa. Berdasarkan konsep dengan desain bangunan tahan gempa yang berlaku sekarang, struktur bangunan tahan gempa harus terbuat dari sistem struktur yang berperilaku daktail. Di antara beberapa material utama konstruksi, baja adalah material yang paling daktail. Baja mempunyai keunggulan dalam perancangan bangunan tahan gempa seperti tegangan lelehnya yang tinggi, regangan maksimumnya besar dan modulus elastisitas tinggi. Dalam analisa ini membandingkan dua sistem rangka Eccentrically Braced Frame (EBF) interved K dan Eccentrically Braced Frame (EBF) interved Y. Dari hasil analisa pushover menunjukan bahwa model EBF pada kedua system tersebut didapat Daktilitas struktur yang tidak beda jauh. Namun dalam segi kekakuan, system EBF K dinilai lebih kaku dan lebih daktil daripada EBF Y.
ANALISIS PERBANDINGAN GAYA DALAM AKSIAL PADA TOWER BASE TRANSCEIVER STATION (BTS) KAKI 4 ANTARA BRACING TIPE V DENGAN BRACING TIPE X anna rumintang nauli; Sumaidi Sumaidi; Fithri Estikhamah
KERN Vol 8 No 1 (2022): Jurnal KERN: April 2022
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.149 KB) | DOI: 10.33005/kern.v8i1.69

Abstract

Tulisan ini menjelaskan tentang perbandingan menara Base Transceiver Station (BTS) kaki 4 antara bracing tipe v dengan bracing tipe x ditinjau dari segi kekuatan dan segi ekonomis dengan menggunakan aplikasi SAP 2000. Seiring dengan berkembangnya teknologi, keinginan masyarakat terhadap teknologi telekomunikasiyang bagus semakin meningkat. Penulis melakukan analisis pada menara dengan bracing tipe v danbracing tipe x dengan menggunakan aplikasi SAP 2000. Digunakan menara BTS dengan ketinggian 25 meter, lebar 6 meter, panjang 6 meter, tinggi tiap segmen 2,5 meter.Kemudian menganalisis kekuatan menggunakan aplikasi SAP 2000 berdasarkan standar TIA/EIA 1991 dengan displacement tidak melebihi H/200. Setelah aplikasi SAP 2000 selesai dijalankan, kemudian didapatkan hasil output berat sendiri bangunan yang digunakan untuk perbandingan dari segi ekonomis. Hasil analisis bracing tipe v didapatkan displacement sebesar 0,4 milimeter dengan berat sendiri bangunan 123,686 KN. Hasil analisis bracing tipe x didapatkan displacement sebesar 0,6 milimeter dengan berat sendiri bangunan 143,440 KN. Hasil analisis ini merekomendasikan menara BTS menggunakan bracing tipe v daripada menggunakan bracing tipe x.
FEASIBILITY INVESTING IN DEVELOPMENT PROJECTS CITRA HARMONI SHOP (PT CIPUTRA TBK)FEASIBILITY INVESTING IN DEVELOPMENT PROJECTS CITRA HARMONI SHOP (PT CIPUTRA TBK) Anna Rumintang Nauli
Journal of Civil Engineering Science and Technology (CI-TECH) Vol. 3 No. 01 (2022): April 2022
Publisher : PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL - UPN "VETERAN" JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/ci-tech.v3i01.52

Abstract

Investment is a commitment to several funds or other resources carried out at this time, intending to obtain some benefits in the future. Investments can be associated with a wide variety of activities. Investing many funds in real assets (land, gold, machinery, or buildings) or financial assets (deposits, stocks, or bonds) is an investment activity that is generally carried out, especially for developers. So that before stepping into the development stage, it is necessary to conduct a feasibility study first to be able to state whether or not the development of a project is continued. This study takes a case study of RUKO (Rumah Toko) in the Sidoarjo area, namely Ruko Citra Harmoni, and in its financial analysis uses discounted cash flow analysis. From the analysis results obtained: (1) Total development costs (development costs) calculated from the cost of DC phase, I added to the DC phase II is Rp. 3,831,665,014, -. (2) Loan from 60% development cost (DC) which is Rp. 2,298,999,008,-, while the remaining 40% of Rp.1,532,666,006,- is equity. So that the Debt Service from the loan that must be paid annually is Rp. 285,075,877,-. (3) The net present value obtained is Rp. 1,389,027,781,- during 30 years. (4) Internal rate of return (IRR) = 18.47 % > discount factor (DF) 16%. (5) Payback period is 23.8 years. (6) BCR > 1, i.e. 1.29 > 1. So from the several assessments above it can be stated that the Royal Business Regency Ruko Palm Project is feasible to work on and carry out construction
ANALISA PERBANDINGAN STRUKTUR BAJA 3 LANTAI MENGGUNAKAN SYSTEM CBF DAN EBF DENGAN METODE PUSH OVER ANALYSIS Sumaidi Sumaidi; Wahyu Kartini; Anna Rumintang
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 12 No 2 (2020): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.497 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v12i2.79

Abstract

Indonesia is a country that is in the ring of fire and on several tectonic plate boundaries. so the risk level of an earthquake is very high. The structural analysis used is a comparison of concentrically braced frames (CBF) and eccentrically braced frames (EBF) systems based on earthquake resistant structure regulations. The analysis result shows that the structure ductility with CBF system is smaller than the EBF system. The structure with the CBF system is more rigid and sturdier than the EBF system. Good ductility is more than 1, so the structure does not collapse easily. In linear conditions, CBF systems have better behavior or performance as indicated by the use of materials, maximum displacement and smaller drift ratios. In nonlinear conditions, this system (EBF) has better behavior and performance as evidenced by better energy absorption and ductility.
Studi Literatur Tentang Pengaruh Demand Bus Antar Kota Terhadap Kualitas Udara di Area Terminal Fithri Estikhamah; Anna Rumintang
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.025 KB) | DOI: 10.31284/j.jts.2020.v1i1.904

Abstract

Pembangunan ekonomis dan non ekonomis merupakan hal-hal yang membutuhkan peran transportasi. Terminal merupakan salah satu jasa layanan yang disediakan oleh pihak swasta maupun pemerintah untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum yang semakin meningkat. Yang memberikan kontribusi paling besar dalam hal pencemaran udara adalah terminal, karena menjadi sentral dari segala aktifitas yang menggunakan jasa transportasi baik pengelola terminal, pedagang dan pemakai jasa. Pencemaran udara bersumber dari asap cerobong industri dan gas buangan dari kendaraan bermotor. Penggunaan kendaraan bermotor menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, terutama gas buang dari hasil pembakaran bahan bakar yang tidak terurai atau terbakar dengan sempurna. Kontributor terbesar polusi adalah substansi, substansi yang dimaksud adalah sulfur oksida (SOx). Polusi udara telah memberikan keterkaitan negatif bagi kesehatan manusia secara umum. Dalam hal ini khususnya dampak yang diterima oleh para pedagang makanan yang berada di sekitar area terminal. Para pedagang ini terkena paparan polusi udara setiap harinya. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui dampak polusi udara terhadap kesehatan para pedagang.
ANALISA PRODUKTIVITAS DAN BIAYA PENGGUNAAN STRUKTUR KOMPOSIT DAN KONVENSIONAL PELAT LANTAI PADA PROYEK PEMBANGUNAN TAHAP II RSUD DR. M. SOEWANDHIE SURABAYA Pinky Febrilla Carienta Putri; I Nyoman Dita Pahang Putra; Anna Rumintang Nauli; Zetta Rasullia Kamandang
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v11i1.2075

Abstract

Construction development projects have the opportunity to experience delays with various kinds of obstacles and productivity is one of the main factors determining the course of a development. The research in this final project is processing unit price analysis. Method Statement Approval (MSA). Material Approval Submission (MAS). Time Schedule. and Shop Drawing to analyze time. productivity. and cost in the implementation of floor slab composite structure work. The results of the analysis of this study show that the design productivity between composite and conventional plates is the same. For the productivity of bondek work realization 42.17 m²/Day. wiremesh work 3070.68 Kg/Day and concrete work 126.63 m³/Day. The productivity of conventional slab formwork work is 414.34 m²/Day. iron work 2896.77 Kg/Day and concrete work 81.02 m³/Day. The cost required for the design of the composite slab is Rp. 3,192,534,719 and the realization of Rp. 3,048,592,476. While the cost for the work of the conventional plate plan is Rp. 950,640,926 and the realization of Rp. 1,057,220,736.
ANALISIS RESOURCE LEVELING PADA TENAGA KERJA STUDI KASUS : PROYEK JLLB TAHAP2 Alyaa Athooya Minarosi; I Nyoman Dita Pahang Putra; Anna Rumintang Nauli
Jurnal Ilmiah MITSU (Media Informasi Teknik Sipil Universitas Wiraraja) Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah MITSU
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Wiraraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/ft.v11i1.2077

Abstract

The West Ring Outer Line Project experienced delays in its implementation. One of the factors in the delay is the inefficient allocation of resources. Thus, research analyzes the allocation of resources in the JLLB project to make it more efficient. Equitable distribution of resources is carried out by adjusting the use of labor according to the real conditions of the field. From the analysis, there are 3 conditions with the first condition, namely the planning condition which has a duration of 262 days with very significant fluctuations, namely the use of labor as many as 49 workers/day in the 3rd week of May and 1 handyman/day in the 4th week of May, with a peak use of 63 craftsmen out of 70 available craftsmen. The second condition is that the real field conditions are obtained with a duration of 262 days with a total of 33 builders/day, so that they have good distribution of labor resources. The third condition is the condition after leveling, with the number of builders available is 70 workers/day, shown at 38 weeks it does not exceed 33 craftsmen/day, this is done based on real field data, theresults are very different before leveling is carried out. With the work duration being 17 days slower, the project duration will be 279 days, starting from April 14, 2021 to January 17, 2022. From the three conditions, it is concluded that each data has a very significant disparity.
FEASIBILITY INVESTING IN DEVELOPMENT PROJECTS CITRA HARMONI SHOP (PT CIPUTRA TBK)FEASIBILITY INVESTING IN DEVELOPMENT PROJECTS CITRA HARMONI SHOP (PT CIPUTRA TBK) Anna Rumintang Nauli
CI-TECH Vol. 3 No. 1 (2022): CI-TECH
Publisher : CI-TECH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FEASIBILITY INVESTING IN DEVELOPMENT PROJECTS CITRA HARMONI SHOP (PT CIPUTRA TBK)FEASIBILITY INVESTING IN DEVELOPMENT PROJECTS CITRA HARMONI SHOP (PT CIPUTRA TBK)