Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN PETUGAS KESEHATAN LINGKUNGAN TERHADAP PENGELOLAAN LIMBAH CAIR PUSKESMAS DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT TAHUN 2022 Listautin Listautin
Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/jiikes.v8i2.57

Abstract

Limbah cair yang berasal dari aktifitas puskesmas merupakan salah satu sumber pencemaran air yang berpotensi menghasilkan limbah yang mengandung mikroorganisme pathogen yang dapat menyebabkan penyakit, dan senyawa organik yang cukup tinggi, serta senyawa kimia yang berbahaya seperti logam berat. Limbah rumah sakit serta Puskesmas dianggap sebagai mata rantai penyebaran penyakit menular. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pengetahuan petugas kesehatan lingkungan terhadap pengelolaan limbah cair Puskesmas. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan kuantitatif agar dapat menjelaskan dan menggambarkan masalah yang akan diteliti dan selanjutnya akan dilihat apakah limbah cair yang dihasilkan memenuhi nilai baku mutu limbah cair yang akan dibuang ke lingkungan. Penelitian ini dilakukan di 17 Puskesmas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Populasi dalam penelitian adalah seluruh petugas kesehatan lingkungan yang tugas dan fungsinya adalah di bidang pengelolaan limbah di Puskesmas yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang memiliki IPAL sebanyak 17 Puskesmas dan 17 petugas kesehatan lingkungan. Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan dan pengelolaan limbah cair pada petugas kesehatan lingkungan adalah baik dan berdasarkan hasil analisis bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan petugas kesehatan lingkungan terhadap pengelolaan limbah cair dengan nilai p-value =0,028 (p-value
HUBUNGAN MOTIVASI IBU DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN PELAKSANAAN MOBILISASI DINI PASCA SECTIO CAESAREA (SC) DI RUMAH SAKIT ROYAL PRIMA JAMBI TAHUN 2018 Listautin
SCIENTIA JOURNAL Vol. 7 No. 2 (2018): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seksio sesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut atau vagina. Berdasarkan data rawat inap ibu nifas pasca sectio caesarea dari Rekam Medis RS Royal Prima Jambi yaitu tahun 2016 ibu nifas pasca sectio caesarea sebanyak 1131 ibu, tahun 2017 sebanyak 1127 ibu. Tindakan mobilisasi dini penting dilakukan, ibu sudah diberikan edukasi tentang mobilisasi dini setelah post pembedahan. Salah satu memicu untuk melaksanakan mobilisasi adalah motivasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan motivasi ibu dan peran petugas kesehatan dengan pelaksanaan mobilisasi dini pasca sectio caesarea di Rumah Sakit Royal Prima Jambi Tahun 2018. Penelitian ini dengan rancangan cross sectional untuk menghubungkan antara variabel motivasi ibu dan peran petugas kesehatan dengan variabel kejadian sectio caesarea di Rumah Sakit Royal Prima Jambi. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang dirawat di RS Royal Prima pada bulan Januari-april 2018 sebanyak 458 ibu dengan sampel sebanyak 46 ibu nifas pasca sectio caesarea. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Berdasarkan hasil analisis bivariat usia menunjukkan dan nilai p=0,022 artinya terdapat hubungan bermakna antara motivasi ibu dengan pelaksanaan mobilisasi dini pasca sectio caesarea. Peran petugas kesehatan mempunyai OR 1,409 dan nilai p = 0,024 artinya terdapat hubungan yang bermakna antara peran petugas kesehatan dengan pelaksanaan mobilisasi dini pasca sectio caesarea. Hasil univariat, 46 ibu terdapat ibu nifas dengan motivasi rendah sebayak 29 (63%) orang dan sebanyak 17 (37%) ibu nifas dengan motivasi tinggi. Peran kesehatan yang kurang baik sebanyak 18 (39,1%) orang dan peran petugas baik sebanyak 28 (60,9%). Sebanyak 25 (54,3%) ibu nifas tidak melakukan mobilisasi dini pasca sectio caesarea dan sebanyak 21 (45,7%) ibu nifas melakukan mobilisasi dini pasca sectio caesarea
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN MOTIVASI IBU TERHADAP PENCEGAHAN ISPA PADA BALITA DI PUSKESMAS KEBUN HANDIL KOTA JAMBI TAHUN 2018 Listautin
SCIENTIA JOURNAL Vol. 8 No. 1 (2019): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ISPA menjadi permasalahan kesehatan dengan efek negatif yang cukup luas dan beragam. karena itu harus mendapatkan perhatian seksama, terlebih penyakit ini masih menjadi penyebab kematian bayi dan balita dengan perbandingan yang cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 atau sekitar 20 % -30 % dari kematian yang terjadi adalah disebabkan oleh penyakit ISPA. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi ibu terhadap pencegahan ISPA pada balita di Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi tahun 2018. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 431 orang, sehingga dapat diambil sampel sebanyak 43 ibu yang mempunyai anak balita. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan cara pengisian kuesioner. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20 responden (46,5%) memiliki pengetahuan cukup, sebanyak 24 responden (55,8%) mempunyai motivasi rendah, sebanyak 25 responden (58,1%) pencegahan ISPA pada balita kurang baik, adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan pencegahan ISPA pada balita di Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi dengan nilai p value 0,008 dan adanya hubungan antara motivasi ibu dengan pencegahan ISPA pada balita di Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi dengan nilai p value 0,027 Diharapkan petugas kesehatan melakukan penyuluhan kesehatan mengenai pencegahan ISPA pada balita, pemasangan baliho atau poster serta pembinaan orang tua dan secara rutin menginformasikan tentang pencegahan ISPA pada balita agar ibu aktif dalam melakukan pencegahan ISPA pada balita.
EFEKTIFITAS TERAPI AKUPRESUR TERHADAP UPAYA BERHENTI MEROKOK DI DESA SUNGAI TERAP KECAMATAN KUMPEH ULU Nia Nurzia; Listautin
SCIENTIA JOURNAL Vol. 8 No. 2 (2019): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Merokok merupakan masalah kesehatan yang masih belum dapat terselaikan. MenurutWord Health Organization (WHO), Indonesia merupakan Negara ketiga dengan jumlah perokok terbesardi dunia setelah Cina dan India. Rokok bersifat candu, sehingga bila telah kecanduan sangat sulit untukdihentikan. Metode non farmakoterapi dapat dijadikan sebagai metode untuk berhenti merokok. Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi akupresur terhadap upaya berhenti merokok.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif quasi experimental dengan Pretest-PostestControl Group Designs. Sampel penelitian ini sebanyak 30 orang perokok aktif terbagi yang menjadi 15orang kelompok intervensi yang diberikan perlakuan terapi akupresur dan 15 orang kelompok kontroltanpa perlakuan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.Hasil : Hasil uji statistic didapat nilai p = 0,000 (< 0,05), terdapat perbedaan selisih jumlah batang rokokyang dikonsumsi sebelum dan setelah diberikan intervensi terapi akupresur dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara pengaruh pemberian terapi akupresur terhadapupaya berhenti merokok antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi.Simpulan : Penelitian ini menunjukkan ada pengaruh terapi akupresur terhadap upaya berhenti merokoksehingga dapat disimpulkan terapi akupresur efektif dalam upaya berhenti merokok pada perokok aktif.
Pemenuhan asupan gizi pada masyarakat “suku anak dalam (SAD)” yang menderita penyakit infeksi Listautin Listautin; Mila Triana Sari
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 3 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i3.10249

Abstract

Background: Infectious diseases in Jambi Province are still a health problem that is ranked second out of the ten largest diseases. Prevention of infectious diseases still needs to be done to reduce the increase in morbidity, namely by fulfilling nutritional intake.Purpose: To identify the relationship between the compliances of nutritional intake in the "tribe of suku anak dalam (SAD)” community who suffers from infectious diseasesMethod: Quantitative by using cross-sectional design. The population in this study is the inner tribe community with a sample of 33 respondents. Sampling was done by means of Simple Random Sampling. The research was conducted in the Work Area of the Pematang Kabau Health Center, Jambi Province, in October 2022. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis, namely the chi square test.Results: Fulfilment of good nutritional intake for the presence of infectious diseases was found to be less, namely as many as 3 respondents (13.6 percent) than respondents with poor nutritional intake, found as many as 19 respondents (86.4 percent). While the fulfillment of good nutrition in the absence of infectious diseases was 6 respondents (54.5 percent) more than poor nutritional intake in the absence of infectious diseases by 5 respondents (45.5 percent).Conclusion: p-value 0.005 (> 0.05) which means that there is a significant relationship between the fulfillment of nutritional intake and infectious diseases.Keywords: Compliances; Nutritional Intake; Tribe Of Suku Anak Dalam (SAD); Community; Infectious DiseasesPendahuluan: Penyakit infeksi di Provinsi Jambi masih menjadi masalah kesehatan yang menduduki peringkat kedua dari sepuluh penyakit terbesar. Pencegahan penyakit infeksi masih sangat perlu dilakukan untuk menekan bertambahnya angka kesakitan yaitu dengan pemenuhan asupan gizi.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pemenuhan asupan gizi pada masyarakat “suku anak dalam (SAD)” yang menderita penyakit infeksiMetode: Kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah komunitas SAD dengan jumlah sampel 33 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara Simple Random Sampling. Penelitian di lakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Pematang Kabau Provinsi Jambi pada Oktober 2022. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat yaitu uji chi square. Hasil: Pemenuhan asupan gizi baik terhadap adanya penyakit infeksi yang diderita ternyata lebih sedikit yaitu sebanyak 3 responden (13.6 persen) daripada responden dengan asupan gizi tidak baik didapatkan sebanyak 19 responden (86.4 persen). Sedangkan pemenuhan gizi baik terhadap tidak ada penyakit infeksi sebanyak 6 responden (54.5 persen) lebih banyak daripada asupan gizi tidak baik terhadap tidak adanya penyakit infeksi sebanyak 5 responden (45.5 persen). Simpulan: P value 0.005 (>0.05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pemenuhan asupan gizi terhadap penyakit infeksi.
Personal Hygiene pada saat Menstruasi Nanda Wahyudi; Listautin; Dewi Riastawaty
Cenderabakti: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Periode April
Publisher : Jurusan Manajemen dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55264/cdb.v2i1.17

Abstract

Personal hygiene during menstruation needs to be done properly to prevent the risk of infection in the reproductive organs, especially for teenage girls. From the results of the study, 69.6% of women had positive behavior in caring for genitalia and 31.01% had negative behavior. From this percentage, women who did not practice good menstrual personal hygiene tended to get infections. This community service activity aims to increase the knowledge of young female students at the Ma'Had Al-Mubarak Al-Islami Litahfizil Qur'an Al-Karim Islamic Boarding School regarding personal hygiene during menstruation. The methods used are lectures, demonstrations, pretest-posttest as well as discussions and questions and answers using educational videos with laptops, leaflets and LCD media. This community service activity received a positive response from the students, as evidenced by the enthusiasm of the students in asking questions. Based on the evaluation process, it was found that there was an increase in students' knowledge about personal hygiene during menstruation, this was proven by the post-counseling evaluation where 90% of participants were able to answer each post-test question given correctly. It is hoped that with this activity the students can be prepared to face the sexual, physical and psychological changes that occur to them and to maintain the health of their reproductive organs properly, one of which is by carrying out personal hygiene during menstruation.
PENERAPAN PENDIDIKAN KESEHATAN METODE STORYTELLING TERHADAP PERSONAL HYGIENE ANAK BALITA SUKU ANAK DALAM listautin; Asmeriyani; Rosdawati
ABDIMAS Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v1i1.13

Abstract

Kesenjangan kondisi kesehatan masyarakat di daerah terpencil menarik perhatian Negara maupun publik dengan terbitnya banyak laporan mengenai anak-anak yang tumbuh kembangnya terhambat dan menderita gizi buruk. Beberapa kajian bahwa masih rendahnya capaian indikator perilaku bersih dan sehat (PHBS). Tujuan pengabdian masyarakat adalah melihat keefektifan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan metode storytelling terhadap personal hygiene. Metode yang digunakan dalam Pendidikan Kesehatan ini berbasis audiovisual (video) dan animasi kartun. Teknik Pengumpulan Data dilakukan dengan pre test dan post test. Pendidikan kesehatan dilakukan di Desa Jelutih Sungai Terap Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Peserta Pendidikan Kesehatan sebanyak 28 anak balita Suku Anak Dalam. Analisis Kuesioner di olah dalam bentuk Tabulating, disusun dan disajikan dalam diagram atau grafik. Penilaian personal hygiene dengan memberi skor Baik = 1, tidak baik = 0. Hasil pre test dari 28 anak balita, seluruhnya (100%) anak balita Suku Anak Dalam memiliki personal hygiene kulit, tangan dan kuku, mencuci tangan kategori tidak baik. Sedangkan post test personal hygiene kulit kategori baik 9 balita (32,1%). personal hygiene tangan dan kuku kategori baik sebanyak 16 balita (57,1%). personal hygiene rambut kategori baik 19 balita (67,9%), dan personal hygiene mencuci tangan dengan benar sebanyak 20 balita (71,4%). Di sarankan pengabdian masyarakat lanjutan dalam waktu dan interval yang cukup sehingga dapat mewujudkan personal hygiene dengan baik dan secara berkesinambungan. Bagi instansi terkait seperti puskesmas, diharapkan dapat memberikan pendidikan dan pemantauan secara berkala tentang aplikasi personal hygiene karena sangat perlukan dalam kehidupan sehari-hari agar dapat mencegah penyakit atau keluhan kesehatan yang berhubungan dengan personal hygiene.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PETUGAS KESEHATAN LINGKUNGAN TERHADAP PENGELOLAAN LIMBAH CAIR PUSKESMAS DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT TAHUN 2022 Listautin, Listautin
Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/jiikes.v8i2.57

Abstract

Limbah cair yang berasal dari aktifitas puskesmas merupakan salah satu sumber pencemaran air yang berpotensi menghasilkan limbah yang mengandung mikroorganisme pathogen yang dapat menyebabkan penyakit, dan senyawa organik yang cukup tinggi, serta senyawa kimia yang berbahaya seperti logam berat. Limbah rumah sakit serta Puskesmas dianggap sebagai mata rantai penyebaran penyakit menular. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pengetahuan petugas kesehatan lingkungan terhadap pengelolaan limbah cair Puskesmas. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan kuantitatif agar dapat menjelaskan dan menggambarkan masalah yang akan diteliti dan selanjutnya akan dilihat apakah limbah cair yang dihasilkan memenuhi nilai baku mutu limbah cair yang akan dibuang ke lingkungan. Penelitian ini dilakukan di 17 Puskesmas di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Populasi dalam penelitian adalah seluruh petugas kesehatan lingkungan yang tugas dan fungsinya adalah di bidang pengelolaan limbah di Puskesmas yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang memiliki IPAL sebanyak 17 Puskesmas dan 17 petugas kesehatan lingkungan. Hasil penelitian diketahui bahwa sebagian besar pengetahuan dan pengelolaan limbah cair pada petugas kesehatan lingkungan adalah baik dan berdasarkan hasil analisis bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan petugas kesehatan lingkungan terhadap pengelolaan limbah cair dengan nilai p-value =0,028 (p-value
The Health Education in Preventing Dengue Hemorrhagic Fever In Kasang Jambi Listautin, Listautin; Amalia, Najlah; Lestari, Ratna
ABDIMAS Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIMAS)
Publisher : STIKES Garuda Putih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52741/pms.v2i2.64

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) banyak dijumpai terutama di daerah tropis dan sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). Pada tahun 2023, tercatat sekitar 120.000 kasus DBD di Indonesia, dengan lebih dari 900 di antaranya meninggal dunia. Penyebaran DBD sebagai penyakit endemis dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu manusia, vektor, dan lingkungan. Pengetahuan merupakan bagian dari faktor manusia, dengan pengetahuan yang baik tentang DBD maka kasus DBD di lingkungan masyarakat akan dapat dicegah. Tujuan: Meningkatan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan DBD. Metode: Pemberian edukasi kesehatan melalui ceramah dan diskusi tentang cara mencegah DBD, kegiatan ini juga menggunakan media berupa poster dan video agar penyampaian materi lebih menarik. Hasil: Ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan tentang DBD berdasarkan nilai mean, IRT sangat antusias untuk mengetahui lebih banyak pencegahan tentang DBD. Kesimpulan: Hasil pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya ibu rumah tangga untuk mencegah DBD di lingkungan tempat tinggal melalui gerakan 3M plus.
Pengaruh Pemberian Jus Nanas terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi pada Remaja Putri Nengsih, Novida; Listautin, Listautin
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 12, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.12.4.2024.1041-1048

Abstract

Nyeri menstruasi merupakan salah satu kesehatan reproduksi pada remaja perempuan yang hampir setiap bulan mengganggu aktivitas. Pengobatan dengan menggunakan Pereda nyeri telah banyak di konsumsi untuk mengatasinya. Terapi non farmakologi dapat diberikan untuk menanganinya seperti Nanas mengandung pektin, vitamin C dan enzim bromelain untuk mengurangi rasa nyeri dan memperlancar peredaran darah. Tujuan untuk melihat masalah yang ada maka pada penelitian ini menganalisa pemberian jus nanas terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri di SMK N 1 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan desain pra experimental pretest post test group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja putri yang mengalami nyeri menstruasi di SMK N 1 Kota Jambi adalah 121 orang. Sampel dalam penelitian diambil menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi untuk mencatat kualitas nyeri. Sedangkan untuk mengukur nyeri menggunakan Numeric rating scale yang memiliki validitas dengan r=0,90 dan reliabilitas lebih dari 0,95. Uji statistik yang digunakan untuk dalam penelitian ini adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian diketahui sebagian besar nyeri menstruasi pada remaja putri sebelum diberikan jus nanas ada pada skor 6 (46,7%) dengan rerata nyeri menstruasi 5,86. Nyeri menstruasi pada remaja putri sesudah diberikan jus nanas ada pada skor 4 (86,6%) dengan rerata 3,06. Hasil Uji Wilcoxon diperoleh p-value = 0,000. Simpulan penelitian yaitu terdapat pengaruh pemberian jus nanas terhadap penurunan nyeri menstruasi pada remaja putri.