Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Implementasi Norma Akad Murabahah Bil Wakalah pada Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Sulsebar Cabang Syariah Makassar St Walida Mustamin; Alifa Dzahabiyah Sir; Muhammad Ridwan; Abdillah Abdillah
PILAR Vol 13, No 2 (2022): JURNAL PILAR, DESEMBER 2022
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deksriptif. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui proses wawancara dan dokumentasi dengan salah seorang karyawan yang bekerja pada bidang Analisis Kredit/Pembiayaan dan juga nasabah pembiayaan akad Murabahah bil Wakalah. Penelitian ini dilaksanakan di UUS Bank Sul-Selbar Cabang Syariah Makssar yang berlangsung selama dua bulan dimulai pada bulan Desember 2021 sampai Februari 2022 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik akad Murabahah bil Wakalah dan pengimplementasian norma akad Murabahah Bil Wakalah yang dilaksanakan oleh UUS Bank Sul-Selbar Cabang Syariah Makassar. Adapun hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa praktik akad Murabahah Bil Wakalah telah berjalan sesuai dengan Fatwa DSN-MUI No. 4/DSN-MUI/IV/2000 tentang pelaksanaan akad murabahah dan pengimplementasian norma akad Murabahah bil Wakalah telah mematuhi norma syariah yakni menghindari hal-hal yang bertentangan dengan Syariah dan pelaksanaannya telah mengikut prinsip-prinsip Syariah yaitu: Keadilan, Tolong Menolong, Kebersamaan, dan Kehalalan. Kata Kunci: Norma, Murabahah bil Wakalah, UUS BPD Syariah Makassar
EDUKASI BANTUAN HUKUM BAGI MASYARAKAT MISKIN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN HUKUM DESA PAO Andi Muhammad Aidil; Abdillah S
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 5 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i5.1859-1864

Abstract

Bantuan hukum ada untuk memberikan perlindungan kepada orang atau kelompok masyarakat miskin. LBH lahir karena ada harapan baru untuk membantu mereka yang berusaha mencari keadilan di bidang hukum, apa lagi bagi mereka yang kurang mampu secara ekonomi dan sosial serta tidak mengenal dengan baik system hukum yang berlaku di Indonesia, maka dengan itu diharapkan pengabdian ini bisa mengembangkan pemahaman bantuan hukum yang disediakan di Negara. Bantuan hukum bagi masyarakat miskin sebagai akses agar tercapainya keadilan bagi mereka yang membutuhkan. Lembaga peradilan atau lembaga bantuan hukum wajib memberikan bantuan hukum cuma-cuma kepada para pencari hukum dan dilarang menolak permohonan bantuan hukum cuma-cuma sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Namun, masyarakat masih belum mengetahui bahwa bantuan hukum gratis tersedia bagi mereka yang kurang mampu. Apalagi bagi mereka yang berada di pelosok pedesaan yang jauh dari perkotaan, yang minim sekali perkembangan informasi bantuan hukum. Sehubungan dengan hal tersebut maka tujuan dilaksanakannya pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat, mendidik dan mencari solusi untuk meningkatkan kesadaran akan supremasi hukum. Berdasarkan tujuan tersebut maka metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi/edukasi bantuan hukum bagi masyarakat miskin untuk meningkatkan kesadaran hukum di desa Pao. Distrik Tombolo Pao.
THE ROLE OF PARENTS IN ENCOURAGING SELF-DIRECTED LEARNING IN PRESCHOOL CHILDREN (A COMPARATIVE STUDY BETWEEN TRADITIONAL FAMILIES AND MODERN FAMILIES) Sandi Pratama; Abdillah S; Nur Faisah Atirah
JURNAL NALAR PENDIDIKAN Vol 12, No 1 (2024): JURNAL NALAR PENDIDIKAN
Publisher : Lembaga Penelitian Mahasiswa Penalaran UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jnp.v12i1.59967

Abstract

This research explains the role of parents in implementing the concept of "Merdeka Belajar" for children who have not yet pursued education in Makassar City, focusing on comparing traditional families and modern families. This research analyzes how traditional and modern families support and facilitate preschool children to learn independently. The research method involved surveys, interviews and observations of families representing both groups. The results illustrate significant differences in the approaches and practices of parents from traditional families and modern families towards the concept of "Independent Learning." There is a difference in approach between traditional and modern families supporting independent learning for preschool-age children. Traditional families tend to use more conventional methods, such as reading stories, providing particular time for learning, and showing patience when children have not mastered the material. Meanwhile, modern families utilize more digital media in the learning process. However, traditional and modern families try to stimulate children's curiosity, show appreciation, and create an exciting learning environment. Both face challenges, such as easily bored children with difficulty concentrating. Another difference lies in integrating learning activities with daily activities, which traditional families tend to do, while modern families utilize technology more in the learning process. There are differences in how parents can play a role in encouraging learning independence in preschool children in Makassar city.
Metode Quantum Teaching Dalam Perspektif Syariah Abdillah Syarifuddin; Siti Walida Mustamin
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3: Februari 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bersifat kepustakaan dengan data deskriptif, untuk menjawab permasalahan tersebut di atas maka secara metodologis penelitian ini dikembangkan dengan pendekatan paedagogis dan pendekatan interdisipliner dimaksudkan untuk lebih memahami masalah-masalah yang dirumuskan, serta menggunakan metode analisis data yaitu, teknik analisis isi (content analisis). Quantum Teaching telah menawarkan konsep yang cukup menarik untuk dibedah dan dielaborasi secara kontributif dalam pendekatan yang ada pada pendidikan Islam. Konsep yang dicetuskan oleh Bobby DePorter ini secara praksis mengajak pendidik untuk lebih menyelami dunia anak didik untuk membawa mereka ke dalam suasana belajar yang lebih nyaman dan "hidup" melalui interaksi-interaksi komprehensif yang lebih memicu daya emosional, melejitkan kemampuan guru dalam mengilhami lingkungan belajar yang bersinergi dengan kemampuan anak didik untuk lebih berprestasi. Jika pendekatan ini dielaborasi dalam pendidikan Islam, maka dalam al-Qur'an sesungguhnya telah menginspirasikan adanya suatu pendekatan yang juga sangat komprehensif bila dimaksimalkan ke arah tujuan pendidikan Islam. Bentuk pendekatan inilah yang kemudian penyusun kembangkan dalam tesis dengan mengambil gagasan pada QS. al-Nahl (16): 125, penyusun berupaya untuk melakukan kontekstualisasi terhadap makna "bi al-¥ikmah" yang terdapat di dalam ayat tersebut.
Big Data and Security: A Review of Social Media Risks and Insights for Indonesia Ahmad Harakan; Abdillah Abdillah; Try Gustaf Said; Mujizatullah Mujizatullah; Simon Gray
Journal of Governance and Public Policy Vol. 11 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jgpp.v11i1.17038

Abstract

This article investigates the complex relationship between big data and management, focusing on the mitigation of potential threats arising from social media platforms, particularly in the Indonesian context. A comprehensive literature review examines existing social media security concerns and mitigation strategies, revealing a notable gap in research regarding effective government policies and plans to address these issues, especially in countries where such frameworks are lacking. This study contributes to the discourse by synthesizing key findings from the literature and offering actionable recommendations to stakeholders for mitigating social media security risks. Furthermore, it identifies practical lessons and proposes avenues for future research to explore strategies and pragmatic perspectives aimed at addressing the potential risks associated with social media for the Indonesian government. The novelty of this research lies in its focus on bridging the gap between big data, social media risks, and the development of effective government policies in the Indonesian context, contributing to a safer and more secure digital landscape.
Literacy on the Unified Global Hijri Calendar and Basic Hisab Training at a Muhammadiyah Islamic Boarding School Alamsyah Alamsyah; St. Muthaharah; Abdillah S; Hisbullah Salam; Erty Rospyana Rufaidah
Khidmatuna : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): May
Publisher : Lembaga Penelitian Penerbitan Dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v6i2.3906

Abstract

This community engagement program aimed to strengthen literacy on the Unified Global Hijri Calendar (Kalender Hijriah Global Tunggal, KHGT) and basic operational hisab skills among members of a Muhammadiyah Islamic boarding school community in Makassar. The program was designed in response to the partner community’s need to understand the fiqh foundations, the Muhammadiyah tarjih methodology, astronomical arguments, and the practical use of official calendar information in religious and institutional life. The engagement employed Participatory Action Research (PAR) combined with a service-learning orientation through four phases: joint needs diagnosis, collaborative program planning, KHGT literacy and basic hisab training, and reflection-evaluation for follow-up planning. Thirty participants took part in the activity, consisting of students, teachers/ ustaz, mentors, and members of the pesantren community. Data were collected through participatory observation, documentation, participant feedback, and pre-test and post-test instruments based on KHGT literacy indicators. The results indicate a substantial descriptive improvement. The participants’ mean score increased from 49.3 in the pre-test to 89.3 in the post-test, representing a 40-point increase and an N-gain of 0.79, which falls into the high category. All participants obtained a minimum post-test score of 75, and 73.3% achieved scores of 85 or higher. Beyond cognitive improvement, the program generated direct outputs for the partner institution, including KHGT literacy materials, worksheets for practicing calendar interpretation, and an internal cadre-development plan. These findings suggest that pesantren-based KHGT literacy can serve as a community capacity-building strategy that enables religious communities to understand the global Islamic calendar in a scientific, sharia-based, practical, and sustainable manner.
Urban Resilience Strategy in The Climate Change Governance in Makassar City, Indonesia Ihyani Malik; Andi Luhur Prianto; Abdillah Abdillah; Zaldi Rusnaedy; Andi Annisa Amalia
Journal of Government and Civil Society Vol 5 No 1 (2021): Journal of Government and Civil Society (April)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v5i1.3884

Abstract

Urban resilience strategies need to be encouraged to support a broader, planned and integrated development process. Therefore, this article aims to look at the actualization conditions of urban policies in climate change governance in Makassar City, Indonesia. strategy is an effort to find and build a model for implementing strategies for developing urban resilience in climate change governance in Makassar City. The research method used is an explorative-qualitative method with a narrative-phenomenological approach where the data sources are primary and secondary data. Data collection through field studies and document studies. The data analysis used is an interactive model. City strategy resilience development model in climate change governance in Makassar City. The results showed that for the first time, the actual condition of Makassar City was under threat of climate change, both biophysically and socio-economically. Second, multilevel governance (MLG) as an ideal model in developing urban resilience, where the principle used is collaborative impact governance, namely building collaboration in policy making to tackle climate change. Third, decentralization as a strategy for implementing resilience, such as national conservation, which begins with the reservation of parks and protected areas. The dominant natural character is controlled under the control of the local government. The number and extent of protected areas are indicators of conservation-based programs implemented by the Makassar City Government.Strategi ketahanan perkotaan perlu di dorong untuk mendukung proses pembangunan yang lebih luas, terencana dan terintegrasi. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual strategi ketahanan perkotaan dalam tata kelola perubahan iklim di kota Makassar, Indonesia. strategi adalah upaya untuk menemukan dan membangun model strategi implementasi pengembangan kapasitas ketahanan kota dalam tata kelola perubahan iklim di Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksploratif-kualitatif dengan pendekatan naratif-fenomenologi dimana sumber datanya adalah data primer dan sekunder. Pengumpulan data melalui studi lapangan dan studi dokumen. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif. Model pengembangan kapasitas strategi ketahanan kota dalam tata kelola perubahan iklim di Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, kondisi aktual Kota Makassar dalam ancaman perubahan iklim baik secara biofisik maupun sosial ekonomi. Kedua, multilevel governance (MLG) sebagai model ideal dalam pengembangan kapasitas ketahanan kota, dimana prinsip yang digunakan adalah tata kelola kolaboratif yaitu membangun kolaborasi dalam pembuatan kebijakan untuk menanggulangi dampak perubahan iklim. Ketiga, desentralisasi sebagai strategi penerapan kapasitas ketahanan, seperti adanya gerakan konservasi modern yang dimulai dengan pembentukan taman nasional dan kawasan lindung. Karakter alami yang dominan ditempatkan di bawah kendali pemerintah daerah. Jumlah dan luas kawasan lindung merupakan indikator keberhasilan program berbasis konservasi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Makassar.