Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PELATIHAN BATIK CAP DALAM RANGKA MENINGKATKAN KREATIFITAS SISWA SLB YPPLB KOTA PADANG DITTO, ANIN; YULIMARNI, YULIMARNI; SUNDARI, SRI
Batoboh Vol 5, No 1 (2020): BATOBOH : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v5i1.953

Abstract

Pelatihan batik cap diberikan kepada siswa SLB YPPLB Kota Padang, dalam upaya peningkatan kreatifitas siswa agar dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam dunia kerja serta membuka peluang untuk berwirausaha. Batik cap yang dimaksud dalam hal ini adalah batik cap yang menggunakan alat cap batik sederhana yang terbuat dari limbah karton.Melalui kegiatan pelatihan diharapkan siswa/i SLB dapat mengembangkan diri dan berkreasi dalam membuat berbagai bentuk produk batik cap, sesuai dengan keinginan dan kemampuan para siswa. Kegiatan pelatihan batik cap dilakukan dengan menggunakan beberapa pendekatan seperti melalui metode ceramah, tanya jawab, demontrasi dan latihan atau prakek langsung. Kegiatan dilakukan secara bertahap mulai dari pembuatan desain motif sampai pada proses pembuatan produk. Adapun produk yang telah dihasilkan adalah, shal, tas dan sandal hotel.  
Kuluk Kerinci Sebagai Motif Hias Pada Tas Wanita nanda, afri novia; Widdiyanti, Widdiyanti; yulimarni, yulimarni
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5450

Abstract

Tengkuluk (kuluk) adalah penutup kepala tradisional perempuan suku Kerinci yang dikenakan oleh anak batino. Secara umum, kuluk berbentuk lingkaran besar (2 gelang besar) dengan lidah atau jumbei berupa kain beludru hitam atau merah (8-10 cm) yang dipasang dari atas lingkaran hingga belakang kepala sebatas pinggang. Bentuk kuluk menginspirasi motif hias pada tas dengan pola berulang melingkar. Proses penciptaan karya ini meliputi tiga tahap: eksplorasi dengan mengamati langsung bentuk kuluk, perancangan sketsa hingga desain terpilih, serta perwujudan karya melalui teknik batik tulis pada tas wanita. Penciptaan didasarkan pada teori bentuk, fungsi, kreasi, motif, dan warna. Tas yang dihasilkan berupa tas selempang dan tas tangan untuk membawa barang pribadi dalam acara formal atau resmi. Karya ini bertujuan melestarikan budaya serta menggabungkan motif nagguri lahak sebagai simbol pentingnya hidup bersih dalam masyarakat. Motif pada tas mencerminkan kebersihan pikiran, perkataan, dan perbuatan perempuan. Tujuh karya yang dihasilkan berjudul: “Berdampingan”, “Refleksi”, “Seluruh Sisi”, “Beriringan”, “Bersua”, “Kesatuan”, dan “Saling Support.” 
KREASI MOTIF LIMPAPEH PADA OUTER WANITA ferina, nadia; Widdiyanti, Widdiyanti; yulimarni, yulimarni; Kurniawan, Ramadhani
Relief : Journal of Craft Vol 4, No 2 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v4i1.5451

Abstract

Limpapeh merupakan sejenis binatang yang selalu mendiami rumah atau bangunan yang besar. Limpapeh adalah sebutan untuk kaum perempuan atau anak gadis yang mendiami sebuah rumah gadang. Limpapeh memberi pengertian bahwa apabila dalam sebuah rumah tersebut ada seorang wanita, maka rumah tersebut terlihat semarak. Bentuk motif limpapeh menginspirasi pengkarya untuk dijadikan motif hias outer wanita dengan menggunakan komposisi pola berulang. Metode penciptaan karya seni melalui tiga tahap. Tahap eksplorasi dengan mencari referensi melalui studi pustaka. Tahapan perancangan dengan membuat gambar rancangan melalui gambar sketsa alternatif dan desain gambar kerja. Tahapan perwujudan menggunakan teknik batik tulis dan jahit. Penciptaan menggunakan teori bentuk, fungsi, kreasi, warna dan komposisi. Bentk karya yang diciptakan adalah outer wanita dengan jenis outer panjang dan vest menggunakan teknik batik tulis. Fungsi outer ini sebagai pakaian wanita remaja hingga dewasa yang bisa digunakan pada saat santai dan formal, pemakaiannya harus disesuaikan dengan kegiatan yang kita lakukan. Alasan pengkarya menciptakan karya ini yaitu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa banyak motif-motif yang terdapat di Sumatera Barat, salah satunya motif limpapeh, sesuai dengan maknanya kita sebagai perempuan haruslah pandai menjaga diri. Jumlah karya yang dibuat sebanyak tujuh karya dengan judul yaitu : “Ketegasan”, “Sang Bijaksana”, “Kemurahan”, “Keadilan”. “Keijaksanaan”. “Kebijaksanaan 2”, “Kehormatan”. 
Edukasi dan Pelatihan Keterampilan Membatik Bagi Remaja Putri Nagari Padang Bintungan Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman Widdiyanti, Widdiyanti; Yulimarni, Yulimarni; Yuliarni, Yuliarni; Ditto, Anin; Sundari, Sri; Kurniawan, Ramadhani
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i2.1134

Abstract

Pelatihan keterampilan membatik dalam kegiatan pengabdian ini ditujukan kepada remaja putri yang ada di nagari Padang Bintungan Kecamatan Nan Sabaris. Kegiatan bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan membatik dalam rangka menggali kreativitas masyarakat khususnya remaja putri, untuk meninjau tingkat kreativitas remaja putri di bidang membatik serta sebagai salah satu bentuk usaha untuk mengembangkan dan melestarikan warisan budaya. Metode yang digunakan meliputi metode ceramah, demonstrasi dan praktek langsung. Hasil dari program ini menunjukan bahwa peserta sangat antusias mengikuti dari awal sampai akhir kegiatan, hal tersebut dibuktikan dengan hasil karya yang mereka buat berupa kain panjang dengan motif dan warna yang menarik.
PERKEMBANGAN BENTUK SUNTIANG ANAK DARO DI KOTA PARIAMAN Mulya, Kartika Firdha; Akmal, Ahmad; Yulimarni, Yulimarni
Relief : Journal of Craft Vol 5, No 1 (2025): Relief: Journal of Craft
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/relief.v5i1.6129

Abstract

Salah satu budaya tradisional Minangkabau adalah baralek. Baralek adalah upacara perkawinan antara seorang pria dan seorang wanita di Minangkabau. Pakaian mempelai pria disebut roki dan dilengkapi dengan asesoris lainnya. Pakaian wanita lengkap terdiri dari baju kurung (atasan), kodek (bawahan), hiasan kepala berupa suntiang, dan aksesoris lengkap lainnya. Penelitian ini berfokus pada perkembangan bentuk suntiang yang mengalami perubahan dari waktu ke waktu yang dikenakan pada anak daro di Kota Pariaman, perkembangan bentuk, dan ragam hias suntiang.Metode yang digunakan penulis dalam mempelajari perkembangan bentuk suntiang anak daro di Kota Pariaman adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai dengan pengumpulan data melalui data referensi, data lapangan, setelah itu data dikumpulkan dan dianalisis sesuai dengan kebutuhan, kemudian ditarik kesimpulan.Hasil penelitian perkembangan suntiang anak daro dapat dilihat dari cara pemasangan dan bentuk suntiang, yaitu dari suntiang tusuak berkembang menjadi suntiang songkok. Suntiang songkok terdiri dari tiga bentuk, pertama suntiang berbentuk kipas atau mahkota, kedua suntiang berbentuk gonjong rumah gadang, ketiga suntiang berbentuk tingkuluk tanduak. Suntiang anak daro tersusun dari gabungan beberapa unsur berupa bungo sarunai dengan motif bunga melati, kambang goyang dengan motif bunga ros, mansi-mansi dengan motif cumi-cumi, burung merak dan kote-kote atau jurai-jurai yaitu beberapa helai yang memiliki motif berupa ikan, kupu-kupu dan burung.