Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perencanaan dan perancangan city hotel di kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta ( pendekatan pada desain arsitektur bioklimatik) Permana, Suyud Anggih; Yuniastuti, Tri; Ayuningtyas, Nurina Vidya
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v5i1.589

Abstract

Seiring dibangunnya bandara YIA (Yogyakarta International Airport) yang berada di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kebutuhan untuk berbenah dalam “mewujudkan DIY sebagai daerah tujuan wisata dan budaya kelas dunia” harus dilakukan secara komprehensip dan berkesinambungan. Posisi Stasiun Tugu yang terletak di kawasan sumbu imajiner ini menjadikan Stasiun Tugu terintegrasi dengan pariwisata Yogyakarta yang memiliki beberapa akses penting ke lokasi-lokasi tujuan wisata. Kesiapan Stasiun Tugu dan kawasannya adalah hal yang niscaya diwujudkan, karena merupakan stasiun yang terletak di pusat kota Yogyakarta yang memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang dengan adanya bandara YIA di Kulonprogo. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode campuran yaitu menerapkan kombinasi dua analisis sekaligus (kualitatif dan kuantitatif). Metode campuran dapat diterapkan secara induktif (seperti dengan permunculan teori atau pola kualitatif) atau secara deduktif (seperti dengan pengujian atau verifikasi teori kuantitatif).Perencanaan dan Perancangan City Hotel di Kawasan Stasiun Tugu Yogyakarta yang mengacu pada Arsitektur Bioklimatik menurut Kenneth Yeang meliputi 7 (tujuh) variabel yaitu: 1) Bentuk, dengan proporsi bangunan 1:3, 2) Orientasi, denah bangunan dihadapkan 5º ke arah timur laut, 3) Facad, memiliki kanopi (shading) dan balkon, 4) Material, dengan dinding beton sebagai penyimpan panas dan ruang transisi, 5) Ventilasi silang, bagian depan sebagai penangkap angin dilengkapi dengan wings wind wall dan membuat bukaan bukaan silang pada bidang bangunan, 6) Vegetasi, dengan menempatkan vegetasi pada kulit bangunan, dan 7) Core dan service, dengan menempatkan core pada sisi terpanas. Prinsip-prinsip perancangan bioklimatik yang diterapkan, diharapkan bisa membantu pengelola hotel dalam hal penghematan energi, terutama pencahayaan dan penghawaan, dalam upaya mewujudkan Green Hotel.
Pengaruh fungsi kampus Universitas Widya Mataram dalam mengubah tata ruang dan bentuk bangunan di kompleks Dalem Mangkubumen, Yogyakarta Yuniastuti, Tri; Murti, Desy Ayu Krisna
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 7 No. 1 (2024): Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v7i1.1381

Abstract

Dalem Mangkubumen awalnya adalah rumah tinggal Pangeran dari Kraton Yogyakarta, yaitu Pangeran Adipati Anom calon Sultan Hamengkubuwono VII. Dalem Mangkubumen yang dibangun tahun 1874-1905 tersebut telah mengalami berbagai fungsi, awalnya sebagai rumah Pangeran, hunian kerabat Kraton, hingga menjadi kampus Universitas Gadjah Mada (1949-1982) dan kampus Universitas Widya Mataram sejak tahun 1982 hingga saat ini. Perubahan fungsi tersebut menyebabkan penambahan bangunan baru yang memadati komplek Dalem Mangkubumen. Munculnya bangunan-bangunan baru tersebut mengakibatkan perubahan tata ruang dan bentuk bangunan pada beberapa bagian. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi seberapa banyak peran Universitas Widya Mataram dalam mempengaruhi perubahan tata ruang maupun bentuk bangunan dalam komplek Dalem Mangkubumen seperti yang nampak pada saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif historis secara deskriptif dan grafis dengan observasi visual dan penelusuran dokumen untuk menemukan jejak kronologis terbentuknya tata ruang dan bentuk bangunan yang baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk memenuhi kebutuhan ruang kegiatan kampus Universitas Widya Mataram, telah terjadi beberapa perubahan bentuk pada bangunan asli, penambahan bangunan baru, pemanfaatan ruang terbuka untuk fungsi baru. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan pelestarian dalem Mangkubumen sebagai bangunan bersejarah yang perlu dikembalikan pada tata ruang dan bentuk aslinya serta penyesuaian penggunaannya.