Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Public Relations

Komunikasi Pemasaran Produk Kasur di Media Sosial Tiktok Aryana Nurwigati; Yenni Yuniati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.7471

Abstract

A Abstract. The development of technology and information that occurs in the present makes a lot of changes. In today's society, it is very easy to do activities without having to meet directly or face-to-face. One of the proofs that occur from the development of technology and information is in marketing activities. Social media is a new media that provides facilities to carry out all activities anytime and anywhere, so that social media becomes a platform used to carry out marketing activities. Marketing communication is a very important aspect in the success of economic activities, one of which is in marketing activities. The purpose of this research is to determine the application of marketing communications carried out by the INTHEBOX brand on TikTok social media, through the use of the Live Streaming feature in the TikTok application. This research uses qualitative methodology case study approach with IMC (Integrated Marketing Communication) theory. This research collecting data by observation, interviews and documentation. Abstrak. Perkembangan teknologi dan informasi yang terjadi di masa sekarang membuat banyak perubahan. Di masa sekarang masyarakat sangat mudah untuk melakukan aktivitas tanpa harus bertemu secara langsung atau tatap muka. Salah satu bukti yang terjadi dari perkembangan teknologi dan informasi yaitu pada kegiatan pemasaran. Media sosial merupakan media baru yang menyediakan fasilitas untuk melakukan segala aktivitas kapan pun dan dimana pun, sehingga media sosial menjadi sebuah media yang digunakan untuk melakukan kegiatan pemasaran. Komunikasi pemasaran menjadi aspek yang sangat penting dalam keberhasilan kegiatan ekonomi, salah satunya yaitu dalam kegiatan pemasaran. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan komunikasi pemasaran yang dilakukan brand INTHEBOX di media sosial TikTok, melalui pemanfaatan fitur Live Streaming yang ada di aplikasi TikTok. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif pendekatan studi kasus dengan teori IMC (Integrated Marketing Comunication). Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Pola Komunikasi Interpersonal Terapis Wicara pada Anak Telambat Bicara (Speech Delay) Tasha Devana Agustina; Yenni Yuniati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.10187

Abstract

Abstract. The tittle of this study is Interpersonal Communication Patterns of Speech Therapists in Children with Speech Delay. Children with speech delay disorders are also social beings who also need communication in everyday life. Therefore, therapy with a speech therapist is needed by them. This study aims to examine how the communication process occurs between speech therapists and speech delay children during speech therapy. The research method used is a qualitative method with an ethnographic communication approach, with data collection techniques by interview, observation, and documentation. The results of this study are: (1) The communicative situation that occurs is the process of speech therapy for speech delay children which is carried out at Jasha Speech Care which is located in Soreang Indah Complex Blok D No.31-32, (2) Speech therapy carried out by speech therapists for children with speech delay can be said to be a communicative event, (3) The communicative actions of speech therapists with speech delay children use verbal and non-verbal communicative actions. Verbal communicative actions that are often used by speech therapists are commanding, advising, educating, and praising. However, the limited speech abilities possessed by speech delay children make them use non-verbal communicative acts more often, and (4) Supporting factors for speech therapists in conducting interpersonal communication with speech delay children are the child's good mood, parents' trust in children, and adjusting speech ability according to the child's speech ability. Meanwhile, the inhibiting factors for speech therapists in interpersonal communication with speech delay children are children's limitations in speaking so that communication often only goes in one direction and the child's habit of using gadgets excessively which causes children to be difficult to direct during speech therapy. Abstrak. Penelitian ini berjudul Pola Komunikasi Interpersonal Terapis Wicara Pada Anak Terlambat Bicara (Speech Delay). Anak dengan gangguan speech delay juga termasuk makhluk sosial yang juga membutuhkan komunikasi di dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena, penangganan terapi dengan terapis wicara sangat dibutuhkan oleh mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana proses komunikasi yang terjadi antara terapis wicara dengan anak speech delay pada saat melakukan terapi wicara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi, dengan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: (1) Situasi komunikatif yang terjadi adalah proses terapi wicara pada anak speech delay yang dilakukan di Jasha Speech Care yang berlokasi di Komplek Soreang Indah Blok D No.31-32, (2) Terapi wicara yang dilakukan terapis wicara kepada anak speech delay dapat dikatakan sebagai peristiwa komunikatif, (3) Tindakan komunikatif terapis wicara dengan anak speech delay menggunakan tindakan komunikatif verbal dan non verbal. Tindakan komunikatif verbal yang sering digunakan oleh terapis wicara yaitu memerintah, menasihati, mengedukasi, dan memuji. Namun keterbatasan kemampuan bicara yang dimiliki oleh anak speech delay membuat mereka lebih sering menggunakan tindak komunikatif non verbal, dan (4) Faktor pendukung terapis wicara dalam melakukan komunikasi interpersonal dengan anak speech delay adalah mood anak yang baik, kepercayaan orang tua terhadap anak, dan menyesuaikan kemampuan bicara sesuai kemampuan berbicara anak. Sedangkan faktor penghambat terapis wicara dalam komunikasi interpersonal dengan anak speech delay yaitu keterbatasan anak dalam berbicara sehingga komunikasi seringnya berjalan hanya satu arah dan kebiasaan anak menggunakan gadget secara berlebihan yang menyebabkan anak sulit diarahkan saat terapi wicara.
Hubungan antara Komunikasi Keluarga dengan Pembentukan Karakter Islami Anak Alifya Syahrani; Yenni Yuniati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11282

Abstract

Abstract. Family communication is an interaction between parents and children which aims to form affection, cooperation and trust in a relationship. The formation of ideal family communication, of course, also requires the formation of good children's character, depending on how parents educate their children. This research has the aim of family communication indicators, namely to determine and analyze the relationship between openness, empathy, supportive attitudes, equality, positive attitudes of parents and children's character. By using interpersonal communication theory, namely the interaction of two people who communicate verbally and non-verbally at the same time with the speed of receiving feedback. This research uses quantitative research methods, with correlational studies because researchers want to know how big the relationship is between family communication and the formation of children's character. The population chosen by researchers was 150 parents who had children aged 14-20 years, and obtained a sample of 60 people. The research results show a relationship between family communication and the formation of children's character with a correlation coefficient of 74% with a significance of 0.000 <0.01. The relationship between the two variables X and variable Y is included in the category of a very strong relationship. And the formation of children's character is more dominant in the variables of supportive attitudes and positive attitudes with Islamic values, namely tasamuh and husnudzon. Abstrak. Komunikasi keluarga merupakan interaksi antara orang tua dan anak yang bertujuan untuk membentuk kasih sayang, kerjasama, dan kepercayaan dalam suatu hubungan. Terbentuknya komunikasi keluarga yang ideal, tentunya perlu terbentuk juga karakter anak yang baik, tergantung pada cara mendidik orang tua kepada anak. Penelitian ini memiliki tujuan dari indikator komunikasi keluarga yaitu untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara keterbukaan, empati, sikap mendukung, kesetaraan, sikap positif orang tua dengan karakter anak. Dengan menggunakan teori komunikasi interpersonal yaitu interaksi dua orang yang berkomunikasi verbal dan nonverbal sekaligus dengan memiliki kecepatan penerimaan umpan balik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dengan studi korelasional karena peneliti ingin mengetahui seberapa besar hubungan antara komunikasi keluarga dengan pembentukan karakter anak. Populasi yang dipilih peneliti sebanyak 150 orang tua yang memiliki anak usia 14-20 tahun, dan memperoleh sampel sebanyak 60 orang. Hasil penelitian terdapat hubungan antara komunikasi keluarga dengan pembentukan karakter anak dengan nilai korelasi koefisien sebesar 74% dengan signifikansi 0,000 < 0,01. Hubungan antara kedua variable X dan variable Y termasuk kedalam kategori hubungan yang sangat kuat. Serta pembentukan karakter anak lebih dominan pada variabel sikap mendukung dan sikap positif dengan nilai keislaman yaitu tasamuh dan husnudzon.
Tiktok @Luqmanrv sebagai Ajang Ekspresi Diri Zaskhya Andretta; Yenni Yuniati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11302

Abstract

Abstract. Social media is a social network whose function is to share information, entertainment and a means of communication. However, nowadays, social media is not only used as a communication medium, but can also be a means to express one's self. The development of TikTokers has become very rampant in several areas, one of which is in the city of Bandung. Meanwhile, the self-expression carried out by TikTokers is by placing themselves as actors who are playing on a stage play, for example when a TikToker is in a content and the content is distributed on social media, as shown said by Erving Goffman regarding Dramaturgy. Luqman Hakim or commonly known as @luqmanrv on his TikTok account, he is a TikToker from Bandung, West Java who often creates parody content as a child character named Baim who is often bullied because his luck is not as good as his friends his age. The cuteness that Luqman displays as the character Baim is a small child which is inversely proportional to the real Luqman's figure, he is an adult man. The aim of this research is to find out the form of self-expression carried out by Luqman on the front stage (Front Stage) and what is actually expressed on the back stage (Back Stage), with Baim's parody content being the topic of Luqman's self-expression. However, when using social media, everyone must be directed towards the impression they create, so that it can be interpreted positively by many people, this is what is called impression management. This research uses qualitative research methods with a dramaturgical approach. The data used is primary data from in-depth interviews with Luqman, observations, while documentation is secondary data. Abstrak. Media sosial merupakan sebuah jejaring sosial yang fungsinya untuk membagikan informasi, hiburan, serta sarana berkomunikasi. Namun saat ini, media sosial tidak hanya dijadikan sebagai media komunikasi, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan diri seseorang. Perkembangan TikToker pun sudah sangat merajalela di beberapa wilayah salah satunya di Kota Bandung, adapun ekspresi diri yang dilakukan oleh TikToker adalah dengan menempatkan dirinya sebagai aktor yang sedang bermain panggung sandiwara, contohnya saat TikToker berada di sebuah konten dan kontennya disebarkan di media sosial, seperti yang dikatakan oleh Erving Goffman mengenai Dramaturgi. Luqman Hakim atau yang biasa dikenal @luqmanrv pada akun TikToknya, Ia merupakan seorang TikTokers asal Bandung, Jawa Barat yang sering membuat konten parodi menjadi karakter anak kecil yang bernama Baim yang sering dibully karena dirinya yang nasibnya tidak sebagus teman-teman seusianya. Kelucuan yang ditampilkan Luqman sebagai karakter Baim seorang anak kecil yang berbanding terbalik dengan sosok Luqman aslinya, ia merupakan laki-laki dewasa. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk ekspresi diri yang dilakukan oleh Luqman dalam panggung depan (Front Stage) dan apa yang diimpresikan sebenarnya dalam panggung belakang (Back Stage), dengan konten parodi Baim yang dijadikan topik ekspresi diri yang dilakukan Luqman. Namun dalam penggunaan media sosial setiap orang harus diarahkan kepada kesan yang dibuat, agar dapat dimaknai secara positif oleh banyak orang, inilah yang disebut pengelolaan kesan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan dramaturgi. Data yang digunakan adalah data primer dari wawancara mendalam bersama Luqman, observasi, sementara dokumentasi menjadi data sekunder.
Komunikasi Humas Bank Indonesia mengenai QRIS melalui Media Sosial Instagram di Kota Ternate Nurul Sheila Abdullah; Yenni Yuniati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.12366

Abstract

Abstract. Instagram social media as a communication medium for conveying messages and information in the current era of digitalization is very helpful and makes it easier for every person or institution and organization to carry out the communication process. Through the advantages of social media, every communication process can run and various types of messages can be conveyed instantly without the barriers of time and space. One of them is delivering messages regarding the QRIS service introduced by Bank Indonesia via Instagram social media. As a network of Bank Indonesia's financial and monetary headquarters, the North Maluku Province Representative Office contributes by participating in compiling and publishing a digital money service or Qris. Of the many residents in Ternate City, there are still few people who are aware of technology, especially technology in the field of non-cash services (QRIS). This research uses a qualitative research method with a descriptive case study approach. The researcher considers it important to conduct scientific research in the form of a thesis "Bank Indonesia Public Relations Communication Regarding Qris Via Instagram Social Media in Ternate City (Case Study of Bank Indonesia Public Relations in North Maluku Province)". Until finally in this research it was found that the way Bank Indonesia North Maluku introduced Qris to the public was by holding the Serumbi festival, the Mantan Festival, socializing about Qris, making short films, making posts, Instagram stories and reels. Abstrak. Media sosial Instagram sebagai salah satu media komunikasi dalam menyampaikan sebuah pesan dan informasi diera serba digitalisasi seperti sekarang ini sangatlah membantu dan mempermudah setiap orang atupun suatu lembaga dan organisasi dalam melakukan proses komunikasi. Melalui kelebihan media sosial setiap proses komunikasi dapat berjalan dan beragam jenis pesan dapat tersampaikan secara instan tanpa peghalang ruang dan waktu. Salah satunya adalah penyampaian pesan mengenai layanan QRIS yang di perkenalkan oleh Bank Indonesia melalui media sosial Instagram. Sebagai jaringan kantor pusat keuangan dan moneter Bank Indonesia, Kantor Perwakilan Provinsi Maluku Utara berkontribusi dengan ikut serta menyusun dan menerbitkan suatu layanan uang digital atau Qris. Dari sekian banyak penduduk di Kota Ternate masih tercatat minim masyarakat yang sadar akan teknologi khususnya teknologi di bidang layanan non tunai (QRIS). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Peneliti menganggap penting untuk melakukan penelitian ilmiah dalam bentuk skripsi “Komunikasi Humas Bank Indonesia Mengenai Qris Melalui Media Sosial Instagram di Kota Ternate (Studi Kasus Pada Humas Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara)”. Hingga akhirnya dalam penelitian ini ditemukan bahwa cara Bank Indonesia Maluku Utara memperkenalkan Qris kepada masyarakat yaitu dengan membuat festival Serumbi, Festival Mantan, Sosialisasi mengenai Qris, membuat film pendek, membuat postingan, instagram stories, dan reels.