Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Yakin Akbar Asikin; Istiqamah Istiqamah; Ayumi Abbas
AL-ASASIYYA: Journal Of Basic Education Vol 6, No 2 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ajbe.v6i2.5053

Abstract

This study aims to determine the effect of emotional intelligence on the mathematics learning outcomes of fourth-grade students of SD Inpres Kalabahi Tengah VI. This study uses ex-post-facto quantitative research, with the independent variable being emotional intelligence and the dependent variable being learning outcomes. The population and samples used were all fourth-grade students of SD Inpres Kalabahi Tengah VI, Alor, East Nusa Tenggara with a total of 20 students. The instrument used in this research is the emotional intelligence scale and documents, while the data analysis technique uses descriptive and inferential statistical analysis with simple regression analysis. The results of this study found that (a) the results of the descriptive analysis resulted in the finding that the emotional intelligence of the fourth-grade students of SD Inpres Kalabahi Tengah VI was in the moderate category with a percentage of 90%, while the mathematics learning outcomes of the fourth graders of SD Inpres Kalabahi Tengah VI were in the category medium with a percentage of 100%; (b) the results of the inferential analysis found that the regression equation obtained Y= 81.693 + 0.027X; (c) significant test results obtained a significant value of 0.738 where a significant value 0.05 (0.738 0.05), thus accepted; (d) the conclusion of this study shows that there is no influence of emotional intelligence on mathematics learning outcomes for fourth-grade students at SD Inpres Kalabahi Tengah VI, Alor, East Nusa Tenggara.
Analisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMP Negeri Cokroaminoto Kalabahi Istiqamah
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemudian mengetahui kemampuan komunikasi matematis secara tertulis pada siswa kelas VII SMPN Cokroaminoto Kalabahi pada materi bilangan bulat dan pertidaksamaan linear satu variabel. Subjek pada penelitian ini diambil 2 orang mewakili subjek berprestasi tinggi, 2 orang mewakili subjek berprestasi sedang dan 2 orang mewakili subjek yang berprestasi rendah. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis peserta didik secara tertulis pada subjek berprestasi tinggi menempati kategori baik dengan skor perolehan untuk kemampuan komunikasi matematis adalah 3. Subjek prestasi tinggi mampu menyelesaikan soal dengan baik walaupun memerlukan sedikit tambahan waktu. Sedangkan subjek prestasi sedang menempati kemampuan komunikasi matematis cukup baik dengan skor perolehan 2. Kebanyakan subjek mampu mengkomunikasikan tetapi belum bisa maksimal yakni langkah-langkah mengerjakannya masih keliru pada hasil akhirnya. Untuk subjek prestasi rendah menempati kemampuan komunikasi matematis kurang baik dengan skor perolehan 1 karena siswa belum maksimal dan belum mampu mengkomunikasikan pekerjaannya dengan baik saat mengerjakan soal dengan tingkat kesulitan yang agak tinggi pada materi bilangan bulat dan pertidaksamaan linear satu variabel.
PENGOLAHAN HASIL LAUT OCTAPUS SEBAGAI MAKANAN SEHAT DI DESA DULOLONG BARAT KECAMATAN ALOR BARAT LAUT KABUPATEN ALOR Lapung, Jamra; Prasong, Muthiah; Abdullah, Muhammad; Istiqamah, Istiqamah; Badu, Khumairah
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34264

Abstract

ABSTRAKDesa Dulolong Barat, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor memiliki potensi hasil laut yang melimpah, khususnya octopus (gurita), hasil tangkapan selama ini hanya dimanfaatkan secara terbatas sebagai bahan konsumsi rumah tangga atau dijual dalam bentuk mentah dan kering dengan nilai ekonomi yang rendah. Minimnya keterampilan pengolahan hasil laut serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang nilai gizi dan potensi pasar produk olahan menjadi permasalahan utama yang dihadapi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah Octapus (gurita) menjadi makanan sehat yang bernilai jual tinggi serta memperkenalkan diversifikasi produk olahan octapus (gurita) yang dapat dikembangkan menjadi usaha kecil. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, pelatihan teknis pengolahan makanan berbahan dasar  octapus (gurita), serta pendampingan usaha berbasis rumah tangga. Adapun Mitra sasaran kegiatan ini adalah Ibu-ibu PKK dan warga  masyarakat Desa Dulolong Barat, khususnya ibu-ibu rumah tangga dan nelayan lokal, dengan total peserta yang terlibat sebanyak 26 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah gurita menjadi produk makanan sehat dan tahan lama. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme untuk mengembangkan produk secara mandiri dan mulai memasarkan hasil olahan ke lingkungan sekitar. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir desa dulolong barat dan mendorong pemanfaatan potensi laut lokal secara lebih optimal dan berkelanjutan.              Kata Kunci :  Pelatihan; makanan sehat; octapus ABSTRACTWest Dulolong Village, Northwest Alor District, Alor Regency has abundant potential for marine products, especially octopus (octopus), the catch so far has only been used in a limited way as a household consumption material or sold in raw and dry form with low economic value. The lack of seafood processing skills and the lack of public understanding of the nutritional value and market potential of processed products are the main problems faced. The purpose of this service activity is to increase the capacity of the community in processing Octapus (octopus) into healthy food with high selling value and introduce the diversification of processed octapus (octopus) products that can be developed into small businesses. The method of implementing activities includes initial observation, technical training in processing octapus-based food (octopus), and assistance with household-based businesses. The target partners of this activity are PKK women and residents of West Dulolong Village, especially housewives and local fishermen, with a total of 26 participants involved. The results of the activity showed an increase in the knowledge and skills of participants in processing octopus into healthy and durable food products. In addition, participants showed enthusiasm to develop products independently and start marketing processed products to the surrounding environment. This activity has a positive impact on the economic empowerment of the coastal community of West Dulolong Village and encourages the use of local marine potential more optimally and sustainably  Keywords: Training; Healthy Foof; Ocatapus
PEMANFAATAN TANAMAN DAUN JARAK MERAH DALAM PEMBUATAN SABUN HERBAL DI DESA PURA BARAT KEC. ALOR BARAT LAUT ALOR NTT Abdullah, Muhammad; Prasong, Muthiah; Istiqamah, Istiqamah; Badu, Khumaira Marsyahida; Lapung, Jamra; Koly, Nurmiyati; Malayu, Aisa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34869

Abstract

ABSTRAKProgram Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Pura Barat, Kecamatan Alor Barat Laut, Nusa Tenggara Timur, dengan tujuan memanfaatkan tanaman daun jarak merah (Jatropha gossypiifolia) sebagai bahan dasar pembuatan sabun herbal. Selama ini, masyarakat setempat belum memahami secara optimal manfaat daun jarak merah, sehingga tanaman tersebut hanya dibiarkan tumbuh liar tanpa nilai guna. Kegiatan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui tahapan survei, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi sederhana, pendampingan, dan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama ibu rumah tangga, dalam mengolah daun jarak merah menjadi produk sabun herbal yang higienis, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi. Produk sabun herbal yang dihasilkan memiliki kualitas baik serta berpotensi menjadi komoditas usaha kecil yang dapat mendukung perekonomian lokal. Respon positif dari pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat menjadi indikator keberhasilan kegiatan ini. Lebih jauh, program ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, karena produk herbal yang dihasilkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan demikian, kegiatan PKM ini tidak hanya memberi dampak pada aspek kesehatan, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.Kata kunci: Daun Jarak Merah; Sabun Herbal; Pengabdian Masyarakat; Ekonomi Kreatif. ABSTRACTThis Community Service Program (PKM) was implemented in Pura Barat Village, Alor Barat Laut District, East Nusa Tenggara, with the aim of utilizing red castor leaves (Jatropha gossypiifolia) as the main ingredient for producing herbal soap. For years, the local community has not fully understood the health benefits of red castor leaves, leaving the plants to grow wild without any practical use. The program employed a descriptive qualitative approach through several stages, namely survey, socialization, training, simple technology application, mentoring, and evaluation. The results showed significant improvements in both knowledge and skills among community members, especially housewives, in processing red castor leaves into hygienic, eco-friendly, and economically valuable herbal soap. The products produced demonstrated good quality and are considered to have potential as small-scale business commodities that could strengthen the local economy. Positive responses from village authorities, local leaders, and residents confirmed the effectiveness of the program. Furthermore, the activity aligns with Sustainable Development Goal (SDG) number 3, which emphasizes good health and well-being, as the herbal products generated can improve community health while promoting sustainable living. Therefore, this PKM not only contributes to public health but also creates opportunities for the development of creative economy initiatives based on local resources. Keywords: Red Castor Leaves; Herbal Soap; Community Service; Creative Economy.
PEMANFAATAN TANAMAN DAUN SIRIH DALAM PEMBUATAN SABUN HERBAL DI DESA WOLWAL KEC. ALOR BARAT DAYA ALOR NTT Prasong, Muthiah; Abdullah, Muhammad; Istiqamah, Istiqamah; Badu, Khumaira Marsyahida; Lapung, Jamra; Koly, Nurmiyati; Malayu, Aisa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34868

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan judul “Pemanfaatan Tanaman Daun Sirih dalam Pembuatan Sabun Herbal di Desa Wolwal, Kecamatan Alor Barat Daya, Alor NTT” bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui pengolahan daun sirih (Piper betle L.) menjadi produk bernilai tambah. Selama ini, masyarakat Desa Wolwal hanya memanfaatkan daun sirih sebatas konsumsi tradisional dalam acara adat maupun keseharian, sehingga manfaat kesehatan dan peluang ekonominya belum tergarap maksimal. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tahapan survei, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi sederhana, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pengetahuan baru mengenai manfaat kesehatan daun sirih serta keterampilan praktis dalam mengolahnya menjadi sabun herbal. Produk sabun yang dihasilkan memiliki tekstur padat, warna alami, aroma khas, dan dinilai layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan motivasi masyarakat untuk mengembangkan sabun herbal sebagai usaha kecil berbasis potensi lokal. Respon positif dari pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat membuktikan efektivitas program ini dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesejahteraan. Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis sumber daya hayati di tingkat desa.Kata kunci: Daun Sirih; Sabun Herbal; Pengabdian Masyarakat; Ekonomi Kreatif. ABSTRACTThe Community Service Program (PKM) entitled “Utilization of Betel Leaf in Herbal Soap Production in Wolwal Village, Alor Barat Daya District, East Nusa Tenggara” aimed to optimize local potential by processing betel leaves (Piper betle L.) into value-added products. Traditionally, the people of Wolwal Village have only used betel leaves for customary rituals or as daily chewing material, so their health benefits and economic potential have not been fully explored. This program applied a descriptive qualitative method through several stages: survey, socialization, training, application of simple technology, mentoring, and evaluation. The results indicated that the community gained new knowledge regarding the medicinal benefits of betel leaves and practical skills in processing them into herbal soap. The soap produced had a solid texture, natural color, and distinctive aroma, making it suitable for daily use. Furthermore, the activity motivated villagers to develop herbal soap as a potential small-scale business based on local resources. Positive responses from the village government, local leaders, and residents confirmed the effectiveness of the program in enhancing knowledge, skills, and welfare. This initiative also aligns with Sustainable Development Goal (SDG) 3 on good health and well-being, while simultaneously creating opportunities for developing a creative economy rooted in local biodiversity at the village level. Keywords: Betel Leaf; Herbal Soap; Community Service; Creative Economy.
Strategi Peningkatan Kompetensi Guru Matematika Dalam Menghadapi Asesmen Nasional Di Alor, NTT Likur, Fadhillah Abdul Halik; Rosid, Tamam; R, Nurdin; Balikh, Ratna Abdul Pakdin; Istiqamah, Istiqamah; Prasong, Muthiah
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2469

Abstract

Implementasi Asesmen Nasional (AN) sebagai pengganti Ujian Nasional menuntut transformasi kompetensi guru matematika, khususnya di daerah tertinggal seperti Alor, Nusa Tenggara Timur. Penelitian kualitatif ini mengeksplorasi strategi peningkatan kompetensi guru matematika dalam menghadapi AN melalui pendekatan fenomenologi dengan melibatkan 24 guru matematika SMP dan SMA di Alor. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen perencanaan pembelajaran selama periode Agustus–November 2024. Temuan menunjukkan bahwa guru menghadapi tantangan signifikan dalam memahami literasi numerasi berbasis konteks, mengintegrasikan higher-order thinking skills (HOTS), dan memanfaatkan teknologi digital untuk pembelajaran adaptif. Strategi yang terbukti efektif meliputi: (1) pelatihan berbasis komunitas praktik (community of practice) dengan pendampingan berkelanjutan; (2) pengembangan bank soal numerasi kontekstual berbasis kearifan lokal; (3) kolaborasi lesson study untuk perbaikan praktik pembelajaran; dan (4) pemanfaatkan platform digital untuk self-directed learning. Analisis data empiris menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan guru merancang instrumen penilaian berbasis literasi numerasi (rata-rata skor meningkat dari 62,4 menjadi 78,6) dan mengimplementasikan pembelajaran berorientasi HOTS (dari 58,3 menjadi 75,2) setelah intervensi selama empat bulan. Implikasi penelitian menekankan pentingnya dukungan sistemik dari pemerintah daerah, kolaborasi multipihak, dan keberlanjutan program pengembangan profesional guru di wilayah terpencil untuk menjamin keadilan mutu pendidikan nasional.
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Siswa UPTD SD Negeri 01 Bira Kabupaten Alor NTT Istiqamah, Istiqamah; Lekidela, Mahmud
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa UPTD SD Negeri 01 Bira Kabupaten Alor. Motivasi belajar merupakan faktor internal yang berperan penting dalam mendorong siswa untuk aktif mengikuti proses pembelajaran dan mencapai hasil belajar yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa UPTD SD Negeri 01 Bira yang berjumlah 26 orang, sekaligus dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket motivasi belajar menggunakan skala Likert, sedangkan prestasi belajar diperoleh dari data hasil belajar siswa. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji normalitas, analisis regresi linear sederhana, korelasi product moment, dan uji hipotesis dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai  lebih kecil dari  maka Ha dikatakan berpengaruh sehingga berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi motivasi belajar siswa, maka semakin baik prestasi belajar yang dicapai. Oleh karena itu, upaya peningkatan motivasi belajar perlu menjadi perhatian guru dan sekolah guna mendukung pencapaian prestasi belajar siswa secara optimal.
IMPLEMENTASI PEMBUATAN DAN PEMASARAN PRODUK HEALTHY ICE CREAM DI DESA PURA BARAT KEC. ALOR BARAT LAUT NTT Istiqamah, Istiqamah; Abdullah, Muhammad; Prasong, Muthia; Badu, Khumaira Marsyahida; Lapung, Jamra; Koly, Nurmiyati; Malayu, Aisa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34871

Abstract

ABSTRAK                                                                                Implementasi Pembuatan dan Pemasaran Produk Healthy Ice Cream di Desa Pura Barat NTT. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah yaitu 1) untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat pembuatan cemilan sehat es krim untuk Kesehatan, 2) memberikan pelatihan dan praktek kepada masyarakat tentang cara membuat dan memasarkan healthy Ice Cream, 3) menambah perekonomian masyarakat melalui produk cemilan Healthy Ice Cream.  Dalam pelaksanaan kegiatan ini, menggunakan metode deskriptif kualitatif. Untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, digunakan beberapa langkah: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program, dan keterlibatan mitra. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah secara keseluruhan, kegiatan Sosialisasi dan pelatihan praktek pembuatan Healthy Ice Cream berjalan dengan sangat baik, banyak respon positif dari berbagai pihak, Kepala Desa Pura Barat, Perangkat Desa, Mayarakat setempat dan ibu-ibu rumah tangga. Antusis peserta mengikuti pelatihan dan praktek dari awal hingga akhir. Harapan dari Masyarakat bahwa kegiatan PKM dari Kampus STKIP Muhammadiyah Kalabahi berlanjut dengan ilmu-ilmu baru untuk membantu menghidupkan ekonomi kreatif, sehat dan sejahtera.Kata kunci: Implementasi; Pembuatan; Pemasaran; Ice Cream. ABSTRACTImplementation of Healthy Ice Cream Production and Marketing in Pura Barat Village, NTT. The objectives of this Community Service (PKM) activity are: 1) to educate the community about the health benefits of making healthy ice cream snacks, 2) to provide training and practical experience to the community on how to make and market healthy ice cream, 3) to boost the community's economy through healthy ice cream snacks. In implementing this activity, a qualitative descriptive method was used. To achieve the objectives of the community service activity, several steps were taken: socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, program sustainability, and partner involvement. The overall result of this PKM activity was that the socialization and practical training on making healthy ice cream went very well, with many positive responses from various parties, including the Head of Pura Barat Village, village officials, the local community, and housewives. The participants enthusiastically followed the training and practice from start to finish. The community hopes that the PKM activities from STKIP Muhammadiyah Kalabahi Campus will continue with new knowledge to help revive a creative, healthy, and prosperous economy. Keywords: Implementation; Production; Marketing; Ice Cream.
EKSPLORASI HERBISIDA ALAMI BERBASIS BAHAN RUMAHAN DI DESA WOLWAL KEC. ALOR BARAT DAYA NTT Badu, Khumaira Marsyahida; Istiqamah, Istiqamah; Abdullah, Muhammad; Prasong, Muthiah; Lapung, Jamra; Koly, Nurmiyati Koly; Malayu, Aisa
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.34870

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Eksplorasi Herbisida Alami Berbasis Bahan Rumahan Di Desa Wolwal Kec. Alor Barat Daya NTT. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat bahan rumahan dalam pembuatan herbisida alami, memberikan pelatihan dan praktek kepada masyarakat tentang cara mengolah bahan rumahan dalam pembuatan herbisida alami, menambah perekonomian masyarakat melalui produk herbisida alami dari bahan rumahan.  Dalam pelaksanaan kegiatan ini, menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun metode yang digunakan untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, ini adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program, dan keterlibatan mitra. Hasil dari kegiatan PKM ini adalah secara keseluruhan, kegiatan Sosialisasi dan pelatihan praktek pembuatan Herbisida alami berbasis bahan rumahan berjalan dengan sangat baik, banyak respon positif dari berbagai pihak, Kepala Desa Wolwal, Perangkat Desa, Mayarakat setempat dan ibu-ibu rumah tangga. Antusis peserta mengikuti pelatihan dan praktek dari awal hingga akhir. Harapan dari Masyarakat bahwa kegiatan PKM dari Kampus STKIP Muhammadiyah Kalabahi berlanjut dengan ilmu-ilmu baru untuk membantu menghidupkan ekonomi kreatif, sehat dan sejahtera.Kata kunci: Eksplorasi; Herbisida; Bahan Rumahan. ABSTRACTExploration of Natural Herbicides Based on Household Materials in Wolwal Village, Southwest Alor District, East Nusa Tenggara. The purpose of this PKM activity is to educate the community about the benefits of household materials in making natural herbicides, provide training and practice to the community on how to process household materials in making natural herbicides, and boost the community's economy through natural herbicide products made from household materials.  In implementing this activity, a qualitative descriptive method was used. The methods used to achieve the objectives of community service activities were socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, program sustainability, and partner involvement. The overall result of this PKM activity is that the dissemination and practical training on the production of natural herbicides based on household ingredients went very well, with many positive responses from various parties, including the Head of Wolwal Village, village officials, the local community, and housewives. The participants enthusiastically followed the training and practice from start to finish. The community hopes that the PKM activities from the STKIP Muhammadiyah Kalabahi Campus will continue with new knowledge to help revive a creative, healthy, and prosperous economy. Keywords: Exploration; Herbicides; Household Materials.
Kurikulum Cinta dalam Perencanaan Pembelajaran: Studi Kasus Implementasi Deep Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Guru MTs Yakin A Asikin; Istiqamah, Istiqamah; Rusmin Mulyadin Tut; Mukmin Amsidi; Dewiyanti Usman; Juvita Kasim; Trisno Dahlan
Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jkip.v4i1.894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas perencanaan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka dan filosofi "Kurikulum Cinta", mengidentifikasi tantangan guru dalam mewujudkan pembelajaran mendalam (Deep Learning), serta mengeksplorasi tingkat kesiapan guru dalam mengadopsi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) di MTs Al-Hikmatul Bahri Ternate. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui telaah dokumen Modul Ajar, observasi kelas, dan wawancara mendalam terhadap kepala madrasah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara administratif, Modul Ajar yang disusun guru telah memenuhi standar formal Kurikulum Merdeka, namun secara substantif, internalisasi "Kurikulum Cinta" dan strategi pembelajaran berdiferensiasi masih berada pada level filosofis dan belum operasional dalam langkah-langkah pembelajaran. Tantangan utama yang dihadapi guru adalah beban administrasi manual yang represif dan keterbatasan infrastruktur internet di daerah kepulauan. Meskipun demikian, terdapat optimisme dan kesiapan mental yang tinggi di kalangan guru untuk mengadopsi AI guna efisiensi administratif. Penelitian menyimpulkan bahwa teknologi AI berpotensi menjadi katalisator inovasi jika didukung oleh peningkatan literasi digital teknis (prompt engineering) dan kebijakan sekolah yang memprioritaskan pengurangan beban kerja non-pedagogis guru demi penguatan interaksi emosional siswa.