Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Galeko, Marzuki; Likur, Fadhillah Abdul Halik; Isa, Rifai
NUMBERS : Jurnal Pendidikan Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 2 No. 2 (2024): April - June
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum diterapkan model pembelajaran reciprocal teaching, hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran reciprocal teaching, dan adakah pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Cokroaminoto Kalabahi. Penelitian ini merupakan quasi experiment (eksperimen semu) dengan menggunakan dua kelas yaitu kelas control sebanyak 20 orang siswa dan kelas ekperimen sebanyak 20 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes yang diberikan sebelum perlakuan (pretest) dan setelah perlakuan (posttest). Setelah dilakukan penelitian dan analisis data, diperoleh (1) Hasil Belajar Matematika kelas eksperimen sebelum penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching masuk dalam kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 90,90 dan persentase 85 %. Sedangkan hasil Belajar Matematika kelas kontrol sebelum pembelajaran tanpa menggunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching masuk dalam kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 73,95 dan persentase 60 %; (2) Hasil Belajar Matematika kelas eksperimen setelah penerapan model pembelajaran Reciprocal Teaching masuk dalam kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 90,30 dan persentase 85 %. Sedangkan hasil Belajar Matematika kelas kontrol setelah pembelajaran tanpa menggunakan model pembelajaran Reciprocal Teaching masuk dalam kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 81,25 dan persentase 60 %, dan (3) Dari hasil analisis statistik inferensial (uji f) diperoleh lebih kecil dari sehingga di terima dan di tolak. Jadi, model pembelajaran Reciprocal Teaching tidak berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika peserta didik kelas VIII SMP Negeri Cokroaminoto Kalabahi.
Perbandingan Hasil Belajar Siswa Saat Belajar di Sekolah Dengan Saat Belajar di Rumah pada Mata Pelajaran Matematika Materi Pecahan Sederhana Siswa Kelas III SD Inpres Umapura Tahun Pelajaran 2019/2020 Likur, Fadhillah; Tupong, Wati; R.S, Abdullah
Jurnal Pendidikan Madrasah Vol 1 No 1. JPM (2023): Juli 2023
Publisher : MAN Alor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12220/pnkjz127

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang perbandingan hasil belajar siswa saat belajar di sekolah dengan saat belajar di rumah pada mata pelajaran matematika materi pecahan sederhana siswa kelas III SD Inpres Umapura Tahun Pelajaran 2019/2020 yang bertujuan untuk mengetahui Bagaimana hasil belajar saat di sekolah dengan saat di rumah serta apakah ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi pecahan sederhana kelas III SD Inpres Umapura. Metode dalam penelitian ini ialah kuantitatif, teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Menghitung uji normalitas melalui uji Shapiro wilk dengan bantuan software SPSS 22 T hit (0,22) < t α; df (29,566) dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa saat di sekolah dengan saat belajar di rumah pada mata pelajaran matematika kelas III SD Inpres Umapura Tahun Pelajaran 2019/2020
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa MAN Kalabahi Kab. Alor Fadhillah Abdul Halik Likur
Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP) Vol. 3 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP)
Publisher : Program Studi Pendidikan Sosiologi-Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sangat penting dalam matematika. Pemecahan masalah melatih siswa untuk dapat menyelesaikan masalah matematika yang dihadapinya. Kemampuan dalam memecahkan masalah harus dilatih secara terus menerus agar siswa lebih terbiasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah siswa dengan langkah pemecahan masalah polya. Pada penelitian ini, siswa dikelompokkan menjadi tiga tingkatan sesuai dengan kemampuan pemecahan masalahnya. Tingkatan 3 yaitu mampu dalam pemecahan msalah, tingkatan 2 yaitu cukup mampu dalam pemecahan masalah, dan tingkatan 1 yaitu kurang mampu memecahkan masalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas XII IPA 1 MAN Kalabahi yang berjumlah 32 orang dan dipilih 6 orang untuk wawancara sesuai dengan tingkatannya. Teknik analisis datanya adalah dengan menggunakan tes tertulis dan wawancara. Hasil penelitiannya adalah terdapat 3 orang siswa yang berada pada tingkatan 3 pemecahan masalah, 12 orang di tingkatan 2 dan 17 orang di tingkatan 1. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang kemampuan pemecahan masalahnya masih sangat rendah.
Improving The Quality of Mathematics Learning Using An Ethnomathematics Approach in Class IX Students of Private MTs Al-Hikmatul Bahri Ternate: Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Etnomatematika Pada Siswa Kelas IX MTs Swasta Al-Hikmatul Bahri Ternate Likur, Fadhillah Abdul Halik; Nurdin R.; Baharuddin, Baharuddin; Sappa, Sri Rusmini A.; Alimuddin, Fauziyyah
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2769

Abstract

One thing that can bridge the gap between culture and education is ethnomathematics. Ethnomathematics is a form of mathematics influenced by or based on culture. Through the application of ethnomathematics in education, especially mathematics education, will bring better understanding of students about both knowledge and culture of theirs. This way will help teacher for teaching cultural values ​​in students so that cultural values ​​which are part of the national character are embedded from an early age of student. The formation of this new scheme should be from the scheme that already exists in the student. Therefore, in teaching formal mathematics (school mathematics), teachers should start with informal mathematics which is applied by children in society. If a child has a good schema about mathematics used in daily basis increase the existing knowledge the teacher strengthens the existing schema or forms a new schema based on the existing schema.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Likur, Fadhillah Abdul Halik
Jurnal Edukasi Vol. 1 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kalabahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11377/ajvdb167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe make a match berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika pada materi bangun ruang sisi datar peserta didik kelas VIII UPTD SMP Negeri Ternate. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik UPTD SMP Neger Ternate. Sampel yang digunakan adalah peserta didik kelas VIIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIB sebagai kelas kontrol. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Experimrimental Design yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent control grup Design yaitu mengharuskan adanya kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan bantuan aplikasi IBM SPSS statistic versi 20, yang sebelumnya dilakukan uji asumsi klasik dan uji prasyarat. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas eksperimen diperoleh nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 67 dengan nilai rata-rata 78 dan standar deviasi 7,10427. Berdasarkan uji statistik (uji t) menggunakan aplikasi IBM SPSS statistic versi 20, yang telah dilakukan diperoleh nilai thitung = 8,536. Nilai ini lebih besar dari nilai ttabel = 2,051 dengan dk = n1 + n2 – 2 dan taraf signifikansi 5%. Oleh karena itu H0 ditolak dan Ha diterima sehingga model pembelajaran kooperatif tipe make a match berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik.
Pendampingan Pendalaman Materi Matematika Berbasis Etnomatematika Santri Pondok Pesantren Cijantung 7 Kalabahi Likur, Fadhillah Abdul Halik; R, Nurdin; Balikh, Ratna Abdul Pakdin; Sibala, Ismawati; Peka, Musrifa
-
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jrpi.v2i3.33869

Abstract

One thing that can bridge the gap between culture and education is ethnomathematics. Ethnomathematics is a form of mathematics influenced by or based on culture. Through the application of ethnomathematics in education, especially mathematics education, will bring better understanding of students about both knowledge and culture of theirs. This way will help teacher for teaching cultural values in students so that cultural values which are part of the national character are embedded from an early age of student. The formation of this new scheme should be from the scheme that already exists in the student. Therefore, in teaching formal mathematics (school mathematics), teachers should start with informal mathematics which is applied by children in society. If a child has a good schema about mathematics used in daily basis increase the existing knowledge the teacher strengthens the existing schema or forms a new schema based on the existing schema.
Transformasi Pembelajaran Matematika Berbasis Numerasi Kontekstual Lokal di sekolah Menengah Alor, Nusa Tenggara Timur Likur, Fadhillah Abdul Halik; Rosid, Tamam
Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jp.v5i1.3576

Abstract

This study explores the transformation of mathematics learning through the integration of local contextual numeracy in secondary schools in Alor, East Nusa Tenggara. This qualitative research using a case study approach involved learning observations, in-depth interviews with educators and students, and analysis of curriculum documents. The findings revealed that contextualizing mathematics learning by utilizing local wisdom, traditional trade practices, and local geographic phenomena was able to increase students' cognitive engagement and the relevance of the learning material. This transformation indicates a paradigm shift from procedural learning to meaningful conceptual understanding, with an emphasis on applicable numeracy literacy skills. The implementation of local context-based learning faces challenges related to limited pedagogical resources and resistance to curricular innovation. However, the integration of Alor cultural elements into mathematics learning opens up opportunities to develop culturally and contextually responsive learning models. This study contributes to the discourse on developing inclusive mathematics learning that is relevant to the socio-cultural realities of students in Indonesia's periphery
ANALISIS KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Peka, Musrifa; Balikh, Ratna Abdul Pakdin; Likur, Fadhillah Abdul Halik; Amsidi, Mukmin
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9898

Abstract

This study aims to analyze students’ difficulties in solving problems of systems of linear equations in two variables and to identify the factors causing these difficulties among eighth-grade students at UPTD SMP Negeri Anlawening. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of 22 students, with 6 students selected as samples through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that students experience various difficulties in solving problems of systems of linear equations in two variables, including difficulties in conceptual understanding, arithmetic operations, understanding word problems, applying solution methods, and remembering formulas. The factors causing these difficulties consist of internal factors, such as low learning interest, motivation, and basic mathematical skills, as well as external factors, such as an unconducive learning environment and lack of parental support. Efforts to overcome these difficulties include providing regular practice exercises, applying individual approaches, using varied teaching methods, and fostering collaboration among teachers, students, and parents. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya pada peserta didik kelas VIII UPTD SMP Negeri Anlawening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 22 peserta didik, dengan sampel sebanyak 6 peserta didik yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami berbagai kesulitan dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel, meliputi kesulitan dalam pemahaman konsep, operasi hitung, memahami soal cerita, penggunaan metode penyelesaian, serta daya ingat terhadap rumus. Faktor penyebab kesulitan terdiri dari faktor internal, seperti rendahnya minat belajar, motivasi, dan kemampuan dasar matematika, serta faktor eksternal, seperti lingkungan belajar yang kurang kondusif dan kurangnya dukungan orang tua. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut antara lain pemberian latihan soal secara rutin, pendekatan individual, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, serta kerja sama antara guru, peserta didik, dan orang tua.