Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SIGMA TEKNIKA

PENGGUNAAN LIMBAH BATU BARA (COAL BOTTOM ASH) PADA CAMPURAN BETON DAN EFEK JANGKA PANJANG PADA LINGKUNGAN Fauzan, Fauzan; Suciati, Herlina; Yuristiary, Yelna; Oktavianto, Muhammad Ridwan; Pratama, Nur Rizki
SIGMA TEKNIKA Vol 7, No 2 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i2.6913

Abstract

Batu bara merupakan limbah yang banyak diproduksi oleh perusahaan listrik berbahan batu bara. Salah satu limbah batu bara yaitu Coal Bottom Ash (CBA). Jumlah limbah ini yang terus meningkat mengakibatkan gangguan pada lingkungan sekitarnya. Pengguanaan limbah CBA pada campuran beton dapat menekan jumlah limbah yang ada. Penelitian ini akan menggunakan CBA sebagai bahan subtitusi pada material pasir dalam campuran beton. Adapun jumlah campuran CBA yang digunakan dengan proporsi penggantian pasir dengan CBA sebesar 30% dan 60%. Penggunaan CBA dalam campuran beton menunjukkan setelah perendaman 56 hari beton yang mengandung CBA 60% memiliki kekuatan tekan lebih tinggi dibandingkan beton tanpa CBA, yaitu sebesar 3,7%. Untuk menganalisa pengaruh CBA pada campuran beton terhadap lingkungan digunakan metode SPLP (Synthetic Precipitation Leaching Procedure). Metode ini akan menganalisa kandungan logam berat pada beton yang mengandung CBA dan beton normal. Dengan menambah persentasi CBA pada beton menunjukkan dapat mengurangi kandungan Cr (Chromium) dan Zn (Zinc) sedangkan sebaliknya pada kandungan logam berat As (Arsenic), Pb (Lead) dan Cd (Cadmium) terjadi peningkatan seiring dengan penambahan kadar CBA pada beton. Kata kunci : Beton, Kuat Tekan, Lingkungan.
METODOLOGI OPTIMAL UNTUK PENGECORAN BETON PADA KONDISI CUACA PANAS: PERSPEKTIF IKLIM TROPIS LEMBAB Yuristiary, Yelna
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 1 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 1, JUNI 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i1.7691

Abstract

Pengecoran beton pada kondisi cuaca panas, khususnya dalam konteks iklim tropis lembap, menghadirkan serangkaian tantangan unik yang dapat memengaruhi kualitas, kinerja, dan durabilitas struktur beton. Suhu ambien yang tinggi secara konsisten, kelembapan yang relatif tinggi, dan radiasi matahari yang intens berinteraksi secara kompleks, memengaruhi sifat beton segar maupun beton keras. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan investigasi mendalam terhadap metodologi optimal untuk pengecoran beton dalam kondisi tersebut. Pembahasan mencakup definisi dan karakteristik lingkungan pengecoran, pengaruh kondisi panas dan lembap terhadap sifat-sifat beton, strategi pemilihan material dan desain campuran yang adaptif, praktik terbaik dalam pengelolaan kegiatan pengecoran dan rekomendasi suhu material campuran beton. Kepatuhan terhadap standar internasional dan nasional, beserta implementasi pengendalian mutu yang ketat, juga ditekankan. Lebih lanjut, penelitian ini mengidentifikasi kebutuhan akan pendekatan holistik yang mempertimbangkan interdependensi antar tahapan konstruksi dan pentingnya adaptasi terhadap kondisi lapangan yang dinamis. Kesimpulan merangkum rekomendasi kunci dan menguraikan arah penelitian masa depan yang berfokus pada pengembangan solusi beton yang lebih tangguh dan berkelanjutan untuk iklim tropis lembap. Kata kunci : Pengecoran Beton, Cuaca Panas, Iklim Tropis Lembap, Suhu Tinggi, Kelembapan Tinggi, Sifat Beton, Durabilitas Beton, Rekomendasi Suhu Material
EFEKTIFITAS MANAJEMEN RISIKO GEOTEKNIK DAN GEOHAZARD DENGAN METODE HYBRID PADA PROYEK KONSTRUKSI LAUT DENGAN PENDEKATAN KONTRAK FIDIC Yuristiary, Yelna
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 2 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i2.8397

Abstract

ABSTRAK Proyek konstruksi laut seperti pelabuhan, jetty, dan fasilitas lepas pantai memiliki tingkat risiko tinggi akibat ketidakpastian kondisi geoteknik (seabed instability, soft clay, scouring, submarine landslide) dan faktor geohazard serta cuaca ekstrem. Risiko ini sering memicu keterlambatan, deviasi biaya, dan klaim kontraktual. Kontrak FIDIC mengatur pembagian risiko melalui klausul seperti 4.10 (Site Data), 4.12 (Unforeseeable Conditions), 13 (Variations), 17–19 (Risk & Force Majeure), dan 20 (Claims). Penelitian ini meninjau efektivitas penerapan manajemen risiko berbasis metode hybrid (Waterfall + Agile) pada proyek laut. Metode Waterfall digunakan untuk menjaga baseline kontrak dan kepatuhan FIDIC, sedangkan Agile memberikan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan kondisi lapangan. Hasil penelitian diharapkan menghasilkan model konseptual manajemen risiko hybrid yang mampu meminimalisir dampak geoteknik dan geohazard, sekaligus meningkatkan efektivitas mitigasi serta kepastian kontraktual dalam proyek konstruksi laut. Kata kunci : manajemen risiko, geoteknik, geohazard, konstruksi laut, FIDIC, metode hybrid, Agile, Waterfall ABSTRACT Marine construction projects such as ports, jetties, and offshore facilities are characterized by high risks arising from geotechnical uncertainties (seabed instability, soft clay, scouring, submarine landslides), geohazards, and extreme weather conditions. These risks often lead to delays, cost deviations, and contractual claims. The FIDIC contract framework regulates risk allocation through clauses such as 4.10 (Site Data), 4.12 (Unforeseeable Conditions), 13 (Variations), 17–19 (Risk & Force Majeure), and 20 (Claims). This study examines the effectiveness of applying hybrid project risk management (Waterfall + Agile) in marine construction projects. The Waterfall approach ensures compliance with FIDIC provisions and maintains baseline planning, while the Agile approach provides flexibility in adapting to unforeseen geotechnical and environmental conditions. The expected outcome is a conceptual hybrid risk management model that minimizes the impacts of geotechnical and geohazard risks while enhancing mitigation effectiveness and contractual certainty in marine construction projects. Keyword : risk management, geotechnical risk, geohazard, marine construction, FIDIC, hybrid method, Agile, Waterfall
EFISIENSI BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN PELAT LANTAI BETON DENGAN MENERAPKAN METODE HALF SLAB PADA PEMBANGUNAN GEDUNG BALOI APARTMENT – BATAM Laia, Plusmar; Yuristiary, Yelna; Panusunan, Panusunan; Suciati, Herlina; Subkhan, Subkhan
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 2 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 2, NOVEMBER 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i2.8390

Abstract

Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, telah menunjukkan laju pertumbuhan demografis dan kebutuhan hunian yang signifikan. Berdasarkan Sensus Penduduk 2020, jumlah penduduk Batam mencapai sekitar 1.196.396 jiwa, dan estimasi pertumbuhan populasi hingga pertengahan 2024 meningkat menjadi sekitar 1,29 juta jiwa. Persentase penduduk yang berada dalam usia produktif (15-64 tahun) mencapai sekitar 70,31%, mencerminkan potensi bonus demografi yang besar di wilayah tersebut. Kebutuhan hunian vertikal seperti apartemen menjadi semakin mendesak akibat beberapa faktor: migrasi ke Batam untuk pekerjaan industri, ketersediaan lahan yang terbatas, dan pengaruh perkembangan ekonomi Singapura yang meningkatkan permintaan residensial di daerah sekitarnya. Sementara persentase penduduk miskin di Batam pada Maret 2022 adalah 5,19%, yang meskipun relatif rendah dibanding beberapa wilayah lain, tetap menunjukkan adanya lapisan masyarakat yang memiliki keterbatasan daya beli hunian. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis efisiensi biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan pelat lantai beton pada Gedung Baloi Apartement dengan menerapkan metode Half Slab (precast) dibandingkan metode cast in situ (konvensional). Dengan latar belakang tingginya kebutuhan hunian vertikal dan kondisi demografis Batam yang mempercepat permintaan, studi ini memungkinkan pengambilan keputusan teknik konstruksi yang lebih optimal. Dengan menggunakan data populasi dan kebutuhan hunian sebagai motivasi, penelitian ini diharapkan memberikan gambaran seberapa besar penghematan waktu dan biaya yang dapat dicapai jika metode precast Half Slab diadopsi, termasuk implikasi terhadap penyediaan hunian yang lebih cepat dan terjangkau di Batam. Kata kunci: Metode Half Slab, Precast, Cast In-Situ, Manajemen Biaya dan Waktu