Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Implementasi Program Keputrian dalam Meningkatkan Perilaku Positif Siswi di SMAN 1 Banyusari Karawang Nisa Ulviyah; Debibik Nabilatul Fauziah; Neng Ulya
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i4.1558

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi program keputrian dalam meningkatkan perilaku positif siswi di SMAN 1 Banyusari. Program keputrian dirancang untuk memberikan pemahaman mengenai nilai-nilai, norma, dan peran-peran perempuan. Kegiatan keputrian dilakukan setiap hari Jumat, melibatkan siswi dalam diskusi seputar kewanitaan dan bimbingan pengembangan sikap, perilaku, serta karakter positif. Melalui program ini, siswi mampu memahami nilai-nilai tersebut dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program keputrian memiliki dampak positif yang signifikan terhadap perilaku siswi. Terdapat peningkatan dalam hal kebersihan diri dan lingkungan, kemandirian, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian dalam menyuarakan pendapat. Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan rasa percaya diri dan pemahaman siswi terhadap hak-hak mereka sebagai perempuan. Temuan ini memperlihatkan bahwa program keputrian tidak hanya mendukung aspek akademis, tetapi juga aspek emosional dan sosial dari para siswi. Penelitian ini menemukan bahwa program keputrian di SMAN 1 Banyusari sukses membantu siswi berperilaku lebih baik. Program ini dapat dijadikan contoh oleh sekolah lain untuk membentuk karakter siswi mereka. Dengan demikian, program keputrian bisa menjadi model yang efektif dalam mengembangkan perilaku positif dan karakter kuat di kalangan siswi perempuan di berbagai sekolah.
Evaluasi Pembelajaran Berbasis Hots pada Mata Pelajaran PAI di SMPN 2 Kutawaluya Karawang Ayu; Debibik Nabilatul Fauziah; Neng Ulya
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v12i1.1625

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk memaparkan implementasi evaluasi pembelajaran berbasis HOTS pada mata pelajaran PAI, faktor pendukung dan penghambat serta hasil dari implementasi evaluasi pembelajaran berbasis HOTS pada mata pelajaran PAI di SMPN 2 Kutawaluya Karawang. Metode pendekatan yang digunakan peneliti adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah penelitian lapangan. Proses pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis datanya adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) evaluasi pembelajaran berbasis HOTS pada mata pelajaran PAI dilaksanakan dengan teknik tes pada saat PTS atau pada saat ulangan harian. Instrumen soal disusun dengan menganalisis KD, dipadukan dengan isu-isu menarik atau kehidupan sehari-hari, membuat kisi-kisi soal, membuat soal yang baru setiap kali diujikan. (2) Faktor pendukung berasal dari sarana dan prasarana yang memadai, kemampuan guru yang didapatkan melalui pelatihan dan workshop serta antusias peserta didik dalam proses pembelajaran. Sedangkan faktor penghambatnya adalah perbedaan kemampuan peserta didik dan ketidak hadiran peserta didik dalam proses pembelajaran. (3) Hasil dari implementasi evaluasi pembelajaran berbasis HOTS, guru merasa terbantu karena evaluasi pembelajaran jadi semakin jelas, peserta didik merasa tertantang sehingga semangat belajar dan keaktifannya meningkat. Selain itu nilai mata pelajaran PAI peserta didik sudah mencapai KKM.
KORELASI RELIGIUSITAS DENGAN STRES SISWA KELAS IX DALAM MENGHADAPI UJIAN SEKOLAH DI SMPIT HARAPAN UMAT KARAWANG Novita Nurzein; Debibik Nabilatul Fauziah; Neng Ulya
Tasyri’: Jurnal Tarbiyah – Syari’ah Islamiyah Vol 33 No 01 (2026): April 2026
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/8tamtf63

Abstract

     Evaluasi yang dilakukan dengan baik dan benar seharusya dapat meningkatkan mutu dan hasil belajar karena dalam evaluasi tersebut dapat mengetahui kelemahan atau kesulitan dalam memahami materi dan membantu siswa dalam meningkatkan cara belajarnya. Tapi pada kenyataanya, evaluasi berupa ujian ini menimbulkan stres pada siswa. Ujian sekolah dapat dikatakan sebagai hal yang mendebarkan dan menakutkan, karena pada ujian sekolah materi yang diujikan jauh lebih banyak. Biasanya siswa merasa kewalahan dan merasa stres akan ujian yang akan di selenggarakan, belum lagi adanya ujian praktek dalam beberapa mata pelajaran. Faktor yang dapat mengurangi efek stres yaitu faktor internal dan eksternal. Religiusitas termasuk ke dalam faktor internal  yang dapat mengurangi efek stres.      Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui religiusitas siswa kelas IX dalam menghadapi ujian sekolah di SMPIT Harapan Umat Karawang, untuk mengetahui stres siswa dalam menghadapi ujian sekolah di SMP IT Harapan Umat Karawang, dan untuk mengetahui korelasi religiusitas dengan stres siswa kelas IX di SMP IT Harapan Umat Karawang.      Pendekatan pada penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode penelitian korelasional. Sampel pada penelitian ini berjumlah 55 siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala religiusitas dan skala stres dengan  analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat dan uji hipotesis.      Berdasarkan hasil analisis data pada religiusitas siswa kelas IX di SMPIT Harapan Umat Karawang dari 55 responden terlihat bahwa religiusitas siswa kelas IX di SMPIT Karawang memiliki religiusitas yang sedang yaitu 36%  (20 siswa). Stres siswa kelas IX di SMPIT Harapan Umat Karawang dari 55 responden berada dalam kategori sedang 38% (21 siswa). Berdasaran hasil analisis menggunakan teknik analisis korelasi pearson product moment diperoleh hasil bahwa nilai p > 0,05 (0,149 > 0,05), yang artinya H0 diterima dan  Ha ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel religiusitas dengan variabel stres siswa kelas IX di SMPIT Harapan Umat Karawang. Untuk nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,039 yang mengandung arti bahwa pengaruh religiusitas secara simultan terhadap stres adalah sebesar 3,9% dan  sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
PERAN KELUARGA SEBAGAI PENDIDIKAN PERTAMA DAN UTAMA Gifran Septamas; Tajuddin Nur; Neng Ulya
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7 No 02 (2025): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/3tz82b92

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dialami seorang anak manusia ketika dilahirkan ke dunia. Dalam perkembangan selanjutnya keluarga juga merupakan lingkungan utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak manusia. Masa-masa awal pertumbuhannya lebih banyak dihabiskan di dalam lingkungan keluarga. Maka di dalam keluargalah seorang anak manusia mengalami proses pendidikan yang pertama dan utama. Segala bentuk perilaku keluarga, khususnya kedua orang tua, baik lisan maupun perbuatan, baik yang bersifat pengajaran, keteladanan maupun kebiasaan- kebiasaan yang diterapkan di dalam kehidupan sosial keluarga, akan mempengaruhi pola perkembangan perilaku anak selanjutnya. Oleh karena itu, orang tua harus mampu menanamkan pendidikan yang baik dan benar kepada anak sejak usia dini, agar perkembangan perilaku anak selanjutnya dapat mencerminkan kepribadian yang luhur, yang bermanfaat bagi dirinya sendiri, agama, keluarga juga masyarakat dan bangsanya.
IMPLEMENTASI PROGRAM BINA PRIBADI ISLMA DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK DI SDIT HARAPAN UMMAH KARAWANG   Naina Nurparida; Debidik Nabilatul Fauziah; Neng Ulya
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 8 No 01 (2026): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/5qzdgs96

Abstract

Islamic Personal Development is an educational and character building activity in the form of group-based studies that are carried out every week. Coaching is not the same as learning because the goal of coaching is the formation of a superior person, not adding knowledge and skills. By combining the national curriculum and the curriculum created by JSIT itself, especially at SD IT Harapan Ummah Karawang which has a special program oriented towards fostering the character of students, namely the "Bina Pribadi Islam" program. This research was conducted using qualitative method descriptive approach. Data collection is done by observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation and data verification. The results of the study concluded that, the implementation of the Islamic personal development program has a schedule during school hours, every Friday which is carried out in the classroom or outside the classroom. There are main activities and supporting activities. In the main activity, students are grouped into several groups, namely 5-12 students. The implementation of activities is separated between the Brotherhood and the akhwat, adjusted again to the material taught. In addition to the main activities, there are also supporting activities. The supporting activities in question are other religious activities that can shape the character of students through habituation and coaching activities that must be taught to students outside of class hours, such as: Mabit, Ifthar jama'I, Tahsin, Tahfizh, Salat congregation, PHBI for application for Islam, PHBN for state insight, Scouting, Market day, Qurban learning, Extracurricular, Journal and literacy. It is sought that all activities in the unit can support the implementation of the Islamic personal development program. There are several supporting and inhibiting factors in the implementation of Islamic personal development programs, including: Supporting factors: Teacher competence, Student activity, School curriculum, Facilities and infrastructure, Parent Support. Inhibiting factors: Teacher attendance, Learning time. The results of the implementation of the Islamic personal development program in the main activity provide students with insight into the understanding of the character building materials provided. While the results of the implementation of the Islamic personal development program at SDIT Harapan Ummah Karawang in supporting activities in shaping the character of students through habituation and coaching activities that must be taught to students outside of class hours, including the following: Mabit, Ifthar jama'I, Tahsin, Tahfizh, Salat congregation, PHBI for application for Islam, PHBN for state insight, Scout Scouting, Qurban learning, Market day, Extracurricular, Journal and literacy. Based on the supporting activities above, character values are implemented from the Islamic personal development program at SDIT Harapan Ummah Karawang, where Islamic personal development activities are the spirit in all school activities.
KECEMASAN AKADEMIK SERTA DAMPAKNYA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI: STUDI TENTANG PENGALAMAN PESERTA DIDIK DI SMAN 5 KARAWANG Syifa, Rumaita; Debibik Nabilatul Fauziah; Neng Ulya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.54686

Abstract

Mental health is an important aspect of education because it affects students' ability to participate optimally in the learning process. One of the mental health problems often found in schools is academic anxiety, a psychological condition marked by worry, fear of failure, fear of making mistakes, and low self-confidence in facing academic demands. This study aims to describe students' experiences of academic anxiety, its impact on Islamic Religious Education and Character Education learning, the factors that influence it, and the efforts made by teachers and the school environment to help students manage academic anxiety at SMAN 5 Karawang. This research used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that students experience anxiety in the form of fear of answering incorrectly, nervousness when performing in front of the class, worry about memorization and evaluation, and low self-confidence. Academic anxiety decreases concentration, lowers classroom participation, reduces self-confidence, and makes learning outcomes less optimal. Active learning, motivation, personal approaches, and a supportive learning environment help students manage anxiety during learning.
HUBUNGAN ANTARA BUDAYA KELAS BERSIH DAN INTERNALISASI NILAI-NILAI KEISLAMAN SISWA DI MTS AL-IKHLAS PROKLAMASI KARAWANG Fadila Amelia; Debibik Nabilatul Fauziah; Neng Ulya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 2 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i2.54802

Abstract

This study aims to determine the level of clean classroom culture, the level of internalization of Islamic values ​​​​of students, and the relationship between clean classroom culture and internalization of Islamic values ​​​​at MTs Al-Ikhlas Proklamasi Karawang. The study used a quantitative approach with a correlational method. The study population was 341 students and a sample of 77 students determined using the Slovin formula with a proportional sampling technique. Data collection was carried out through questionnaires, observation, and documentation. Data were analyzed using descriptive statistics and Pearson Product Moment correlation after meeting the normality and linearity tests. The results showed that the clean classroom culture was in the medium category with an average value of 59.07, while the internalization of Islamic values ​​​​was in the medium category with an average value of 61.76. The results of the Pearson Product Moment correlation test showed a correlation coefficient value of 0.759 with a significance value <0.05. This study shows a positive and significant relationship between a clean classroom culture and students' internalization of Islamic values. The greater the students' participation in a clean classroom culture, the higher the level of internalization of Islamic values. A clean classroom culture can be an effective means of instilling the values ​​of cleanliness, responsibility, discipline, cooperation, and environmental awareness as part of Islamic values.
PENGARUH PENGGUNAAN BLOOKET TERHADAP PENILAIAN SUMATIF PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS X DI SMA NEGERI 1 KARAWANG Shaf, Al Kautsar; Debibik Nabilatul Fauziah; Neng Ulya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Completed
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.58445

Abstract

Early reading ability is a basic skill that must be mastered by first grade elementary school students as a foundation in developing literacy skills. However, there are still students who experience difficulties in recognizing letters, reading syllables, reading words, and understanding reading. This study aims to determine the effectiveness of using the reading aloud method assisted by Digital Digestive-Friendly Books Category B2 on the early reading ability of first grade students at SDN Babelan Kota 03. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method and a Nonequivalent Control Group Design. The research sample consisted of an experimental class given treatment using the reading aloud method assisted by Digital Digestive-Friendly Books Category B2 and a control class using conventional learning. Data collection was carried out using the Early Grade Reading Assessment (EGRA) instrument, while data analysis included normality tests, homogeneity tests, hypothesis tests using the Mann–Whitney U test, and gain analysis. The results showed that there was a significant difference in the early reading ability between students in the experimental class and the control class based on the results of the Mann–Whitney U test on post-test scores, with an Asymp. Sig. value. (2-tailed) of 0.001 (<0.05). These results indicate that H₀ is rejected and H₁ is accepted, so that the use of the reading aloud method assisted by Digital Digestive-Friendly Books Category B2 is proven to be effective in improving the initial reading ability of first-grade elementary school students. These findings are reinforced by the results of the analysis of the gain score (the difference between pre-test and post-test scores) which also show a difference in the increase in initial reading ability between the experimental class and the control class, with an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.015 (<0.05). Thus, it can be concluded that the use of the reading aloud method assisted by Digital Digestive-Friendly Books Category B2 is effective in improving the initial reading ability of first-grade elementary school students at SDN Babelan Kota 03.
PERBANDINGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FIQIH SHALAT ANTARA PONDOK PESANTREN ANNIHAYAH RAWAMERTA DAN PONDOK PESANTREN ALBASHIIRAH KOTA BARU KARAWANG Dita Distriani; Debibik Nabilatul Fauziah; Neng Ulya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.58575

Abstract

  The diversity of Islamic organizations in Indonesia results in variations in the understanding and implementation of fiqh, including in the learning of fiqh on prayer in Islamic boarding schools. These differences constitute Islamic intellectual property that needs to be understood objectively to build tolerance for differences of opinion on fiqh issues. This research focuses on Annihayah Islamic Boarding School Rawamerta and Al-Bashiirah Islamic Boarding School Kota Baru Karawang. Although located in the same region, they have different manhaj backgrounds, making them interesting for comparative study. The purpose of this study is to analyze the implementation of fiqh learning on prayer, identify similarities and differences, and the factors that influence them. We will also evaluate the strengths and weaknesses of the learning in both Islamic boarding schools. This research uses a qualitative approach with a comparative case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing methods using source and technique triangulation. The results of the study indicate that both Islamic boarding schools have similarities in learning objectives, primary sources of teachings based on the Qur'an and Hadith, and the application of learning methods that combine theory and practice to develop students' worship skills. However, there are differences in terms of learning planning, sources of fiqh references, methods of material delivery, implementation of worship practices, and evaluation systems, which are influenced by organizational backgrounds, scientific traditions, educator competencies, and policies of each Islamic boarding school. Annihayah Islamic Boarding School excels in habituating worship practices and the study of classical texts, while Al-Bashiirah Islamic Boarding School stands out in its systematic and evidence-based material delivery. These two learning models have complementary advantages and disadvantages and can be used as references for developing more effective, comprehensive, and adaptive prayer fiqh learning to meet the needs of students. Keywords: implementation of learning, fiqh of prayer, Islamic boarding schools, comparative studies, Islamic education.