Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

SALARAN DALAM UPACARA BHATARA PAMIJILAN DI DESA ADAT SELAT KABUPATEN KARANGASEM I Kadek Sumadiyasa; Ida Ayu Putu Sari; Ida Bagus Artha Triatmaja
Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan Vol. 23 No. 1 (2023): Dharmasmrti: Jurnal Ilmu Agama dan Kebudayaan
Publisher : Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/ds.v23i1.4082

Abstract

Salaran merupakan wujud persembahan karya cipta seni rupa keagamaan Hindu sebagai sarana bakti kepada Tuhan yang terbuat dari hasil bumi yaitu pala bungkah, palawija, dan pala gantung. Salaran dalam upacara pamijilan ini dipersembahkan kehadapan Ida Bhatara Ngerta Gumi dan Ida Bhatara Putra Piagem. Dalam upacara pamijilan Ida Bhatara Manca Desa Tedun ngerta gumi di Bale Agung Desa Selat sebagai anugerah kesuburan dan keselamatan pada umatnya. Keberadaan salaran ini menarik untuk diteliti karena mengandung nilai-nilai seni di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik interpretatif. Hasil penelitian ini dapat dijelaskan yakni bentuk salaran dalam upacara bhatara pemijilan di Desa Selat yakni visualisasi barong, hewan berkaki empat, perahu, ikan, makhluk mitologi. Fungsi salaran yakni pendidikan Tri Hita Karana, estetika, magis, dan religius.
PENYULUHAN HIV/AIDS TERHADAP KALANGAN REMAJA, MASYARAKAT BR. NYAMPING, DESA GUNAKSA, KECAMATAN DAWAN, KABUPATEN KLUNGKUNG Wardani, Agung Cahaya; Sumadiyasa, I Kadek; Indriani, Made Novia; Putri, Ni Putu Rika Loistiana; Pradnyana, I Wayan Ferry Surya; Juliantari, Ni Komang
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 11 No 1 (2025): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/adxb6b69

Abstract

The immune system can become infected by the virus known as HIV (Human Immunodeficiency Virus). This viral infection is able to weaken the ability of human immunity to fight foreign objects in the body, which in the terminal stage or severe infection can cause Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). HIV is a virus that harms the body's lymphocytes, or white blood cells, and lowers the immune system. This work program aims to prevent transmission of the HIV virus in the Gunaksa Village community and in general. The method for implementing this HIV/AIDS socialization work program is to coordinate with the Dawan II Community Health Center UPTD as a health facility in the Gunaksa Village area, carrying out direct outreach activities to POSBINDU and Youth Posyandu participants in an interactive and communicative manner to the community of Br. Nyamping and Gunaksa Villages in general regarding HIV/AIDS, along with the implementation of the POSBINDU and Youth Posyandu programs, participate in contributing to health examination services to the community, such as checking body weight (BB), height (TB), blood sugar and blood pressure and health mentally guided directly by the UPTD of the Dawan II Community Health Center.
ORNAMEN PURA PENATARAN BUJANGGA SANGGING PRABANGKARA BANJAR KEBON KECAMATAN BLAHBATUH GIANYAR PERSPEKTIF PENDIDIKAN SENI RUPA KEAGAMAAN HINDU Adnyana, I Nyoman Putra; Sumadiyasa, I Kadek
WIDYANATYA Vol. 1 No. 2 (2019): WIDYANATYA
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/xbvbr162

Abstract

Ornaments of Penataran Bujangga Sangging Prabangkara Temple Kebon Village Blahbatuh Gianyar, is one of the forms of Hindu religious fine art education which is very unique in its visual working process hereditary done incompletely as a means of religious belief, in its development become a phenomenon in its field. So it is interested to be examined under the title "Ornaments of Penataran Bujangga Sangging Prabangkara Temple Kebon Village, Blahbatuh District, Gianyar Perspective of Hindu Religious Fine Arts Education". With the formulation of the problems 1). Why Ornaments of Penataran Bujangga Sangging Prabangkara Temple are done incompletely/unfinished. 2). What is the shape of the ornaments of Penataran Bujangga Sangging Prabangkara Temple 3). What are the values ​​of Hindu Religious Fine Arts Education contained in the ornaments of Penataran Bujangga Sangging Prabangkara Temple. In the discussion, it was found that why Ornaments in Bujangga Sangging Prabanggkara Temple were done in incomplete/unfinished because of the Trust Systems to the ancestors, as a hereditary tradition. Unique Specific Ornament Forms, Imperfect Forms on; Gelung Kori Ornaments, Bale Kukul Ornaments, Masceti Pelinggih Ornaments, Monument Ornaments, 2 Pengadangan Monument Ornaments. Elements of fine art found in the ornamentation of Penataran Bujangga Sannging Prabangkara Temple; Curved Lines, Flat Lines, Slanted Lines, Straight Lines, Balance and Contrast. The values of fine art education and Hindu religious ornaments; Ethic education: Sangging attitude, aesthetic: Unity, Balance, Contrast, Accents. Social: community social, cooperation. Religious: forms of religious objects.
PATUNG RANGDA SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS GENERASI MUDA DI PURA DALEM GEDEDESA ADAT PERERENAN Sumadiyasa, I Kadek; Arissusila, I Wayan; Gede Padma Sumardiana, I Putu; Ngurah Agung Krishna Narayana, I Gusti
WIDYANATYA Vol. 7 No. 2 (2025): Widyanatya: Pendidikan Agama dan Seni
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/n858m335

Abstract

Patung Rangda tidak hanya berfungsi sebagai simbol pelindung spiritual dalam tradisi Hindu Bali, tetapi juga mengandung nilai estetika dan potensi media edukatif pendidikan karakter religius generasi muda, tepatnya di Pura Dalem Gede Desa Adat Pererenan. Dari latarbelakang sebelumnya adapun rumusan masalah yang diajukan yaitu: mengapa patung rangda dipakai sebagai media Pendidikan, bagaimanakah bentuk patung rangda dan bagaimanakah implikasi patung rangda sebagai media pendidikan karakter religius generasi muda di Pura Dalem Gede Desa Adat Pererenan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, melalui pendekatan observasi, wawancara dan studi dokumen. Dengan menggunakan teori estetika dan teori nilai. Hasilnya berupa patung rangda dipakai sebagai media pendidikan karakter religius dapat dipandang dari tatanan teologis sosok durga, mitologi cerita keyakinan dewa ibu kesuburan dan sosial religious generasi muda. Bentuk patung rangda sebagai media pendidikan karakter religius generasi muda yaitu patung rangda sebagai media pendidikan pusat konsentrasi religius yoga tarpana, patung rangda sebagai media pendidikan ketangguhan generasi muda, patung rangda sebagai media Pendidikan kebangkitan kembali dan patung rangda sebagai media pendidikan seni rupa religius melalui Tri Angga. Sedangkan implikasi patung rangda sebagai media pendidikan karakter religius generasi muda di Pura Dalem Gede Desa Adat Pererenan dapat dibagi menjadi tiga yaitu: implikasi pendidikan kesucian (Shiwam), pendidikan kebenaran (Satyam) dan implikasi pendidikan keindahan (Sundaram).             Kata Kunci: Patung Rangda, Pendidikan, Karakter Religius.