Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS RESPON SEISMIK NONLINIER DI KABUPATEN BANTUL AKIBAT GEMPA BANTUL 2023 Nurul Dwi Endarina; Lindung Zalbuin Mase; Muharram Nurfikri; Rena Misliniyati; Hardiansyah Hardiansyah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5182

Abstract

Kabupaten Bantul merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan gempa yang tinggi akibat aktivitas tektonik zona subduksi di selatan Pulau Jawa, sehingga analisis respon seismik berbasis kondisi tanah lokal menjadi penting untuk mendukung perencanaan struktur tahan gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon seismik nonlinier tanah akibat Gempa Bantul 2023 melalui parameter Peak Ground Acceleration (PGA), percepatan respon spektra, dan faktor amplifikasi. Metodologi penelitian menggunakan model atenuasi NGA-Subduction untuk menghasilkan percepatan spektral sebagai target spectral matching, yang selanjutnya digunakan sebagai input motion dalam analisis respon tanah satu dimensi nonlinier menggunakan perangkat lunak DeepSoil Versi 7. Data tanah diperoleh dari hasil Standard Penetration Test (SPT) pada empat titik penelitian, serta klasifikasi kelas situs ditentukan berdasarkan nilai Vs30. Hasil penelitian menunjukkan nilai Vs30 berkisar antara 259–412 m/s dengan dominasi kelas situs D dan satu titik kelas C, nilai PGA permukaan sebesar 0,047–0,063 g, serta faktor amplifikasi antara 0,91–1,25. Respon spektra di permukaan umumnya meningkat pada periode pendek dibandingkan input motion, namun masih berada di bawah spektra desain SNI 1726:2019. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kondisi tanah lokal berperan signifikan dalam memodifikasi respon gempa dan berkontribusi dalam pengembangan analisis bahaya seismik berbasis lokasi spesifik
Characteristics of Cohesive Soil Tanjung Jaya area of Bengkulu City and Its Implementation in Geotechnical Design M. Afra Junasiq; Rena Misliniyati; Lindung Zalbuin Mase; Hardiansyah Hardiansyah; Fepy Supriani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1214

Abstract

Abstrak Pembangunan konstruksi di Indonesia terus meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur. Kota Bengkulu, ibukota Provinsi Bengkulu, juga mengalami pembangunan infrastruktur yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik tanah kohesif di kawasan Tanjung Jaya, Kota Bengkulu, dan penerapannya dalam mendesain fondasi dangkal. Tahap awal penelitian ini meliputi pengambilan sampel, kemudian dilanjutkan dengan pengujian sifat-sifat fisis tanah, seperti kadar air, berat volume, berat jenis, analisa ukuran butiran, dan Atterberg Limits. Dari hasil pengujian tersebut, tanah di lokasi tersebut diklasifikasikan sebagai lanau elastis (MH). Pengujian sifat mekanis dilakukan melalui uji kuat tekan bebas dan konsolidasi. Pemodelan fondasi berdasarkan sifat fisis dan mekanis tanah, dilakukan dengan menggunakan aplikasi berbasis metode elemen hingga pada satu titik sampel, dengan menggunakan nilai terendah dari kuat tekan bebas (qu) dan kuat geser (Su) dari dua titik uji pada kedalaman 0,75 m dan 1 m, serta variasi lebar fondasi untuk pendekatan yang lebih konservatif. Faktor keamanan terkecil yang diperoleh adalah 1,440, dan terbesar adalah 4,654, dengan beban vertikal maksimum mencapai 109,30 kN/m² pada kedalaman 1 m dan lebar fondasi 2 m.Kata kunci: Tanah kohesif, sifat fisis, sifat mekanis, metode elemen hingga, fondasi dangkal  Abstract Construction development in Indonesia continues to increase in line with the growing demand for infrastructure. The City of Bengkulu, the capital of Bengkulu Province, has also seen significant infrastructure development in recent years. This study aims to identify the characteristics of cohesive soil in the Tanjung Jaya area, Bengkulu City, and its application in designing shallow footing. The initial phase of the study includes sample collection, followed by tests of the soil's physical properties, such as moisture content, volume weight, specific gravity, grain size analysis, and Atterberg Limits. The results classify the soil in this location as elastic silt (MH). Mechanical properties testing was assessed through unconfined compressive strength and consolidation tests. Foundation modeling, based on the soil's physical and mechanical properties, was conducted using a finite element method-based application at one sample point, utilizing the lowest values of unconfined compressive strength (qu) and shear strength (Su) from the two test points at depths of 0.75 m and 1 m, as well as Foundation width variations, for a more conservative approach. The most minor safety factor obtained was 1.440, and the largest was 4.654, with the maximum vertical load reaching 109.30 kN/m² at a depth of 1 m and a foundation width of 2 m. Keywords: Cohesive soil, physical properties, mechanical properties, element method, shallow footing