Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PERBEDAAN ANTARA METODE STEM DAN METODE DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL UJI KOMPETENSI KEAHLIAN SISWA PADA PERAWATAN BERKALA MOBIL DI SMK NEGERI 3 BONDOWOSO Nur Yakuti; Makmuri Makmuri; M. Rudy Sumiharsono
Journal of Education Technology and Inovation Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Program Pasca Sarjana, Universias PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran dengan menggunakan Discovery Learning efektif bila digunakan untuk membangkitkan penguasaan dan pemahaman, namun dalam membangkitkan komponen keterampilan, konsep dan emosi pembelajaran ini kurang memfasilitasi, karena itulah dalam Uji kompetensi keahlian yang banyak menguji keterampilan atau skill siswa hasilnya masih belum sesuai harapan, untuk menjawab permasalah tersebut Metode STEM diterapkan dalam pembelajaran Perawatan Berkala mobil yang hasilnya bias dilihat dari hasil uji kompetensi keahlian yang dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif komparatif, Eksperimen yang digunakan termasuk eksperimen kuasi atau eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan Tahun Pelajaran 2019/2020 terdiri dari 3 kelas yaitu XII TKR 1, XII TKR 2, dan XII TKR3, Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Random sampling untuk menentukan 1 Kelas Eksperimen dan 1 kelas control. Hasil penelitian ini adalah (1) Terdapat perbedaan antara metode pembelajaran STEM dengan metode Discovery Learning terhadap hasil uji kompetensi keahlian siswa pada perawatan berkala mobil bensin semester genap tahun pelajaran 2019/2020 di SMK Negeri 3 Bondowoso. (2) Terdapat metode yang lebih baik antara metode pembelajaran STEM dengan metode Discovery Learning. Dan dari hasil pembahasan di atas diketahui bahwa metode pembelajaran STEM lebih baik daripada metode Discovery Learning terhadap hasil Uji kompetensi keahlian pada perawatan berkala mobil bensin semester genap tahun pelajaran 2019/2020 di SMK Negeri 3 Bondowoso.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DENGAN MENGGUNAKAN METODE DONGENG UNTUK MENANAMKAN BUDI PEKERTI PADA SISWA KELOMPOK A TK ASH SHOLIHIN JEMBER Wahyu Setianingsih; M. Rudy Sumiharsono; Muljono Muljono
Journal of Education Technology and Inovation Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Program Pasca Sarjana, Universias PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan dan evaaluasi pendidikan Karakter dengan Menggunakan Metode Dongeng Untuk Menanamkan Budi Pekerti Pada Siswa Kelompok A TK. Ash Sholihin Jember.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data, yaitu a. Wawancara mendalam (indepth interview), b. Pengamatan peran serta (participant observation), dan c. dokumentasi. Penelitian ini telah menghasilkan temuan sebagai berikut :Perencanaan Implementasi Pendidikan Karakter Dengan Menggunakan Metode Dongeng Untuk Menanamkan Budi Pekerti Pada Siswa Kelompok A TK. Ash Sholihin Jember secara umum perencanaan tersebut diantaranya, Pertama, Mengkroscek perencanaan kerja pada hari sebelumnya, Kedua,Membuat konsep untuk menindak lanjuti hasil belajar sebelumnya, Ketiga, Menentukan permainan untuk menghidupkan pembelajaran, dan keempat, menentukan media pembelajaran. Pelaksanaan Implementasi Pendidikan Karakter Dengan Menggunakan Metode Dongeng Untuk Menanamkan Budi Pekerti Pada Siswa Kelompok A TK. Ash Sholihin Jember. Pertama,menerapkan kultur keagamaan yang mewarnai dalam proses pembelajaran di sekolah Kedua, memaksimalkan peran dalam mengajar.Ketiga, menyelingi pembelajaran sambil bernyanyi dan bermain. Keempat, memperhatikan efektifitas penggunaan media, efektifitas waktu untuk menghindari kejenuhan belajar anak-anak. Kelima, menfungsikan orang tua dalam pembelajaran skill tertentu. Evaluasi Implementasi Pendidikan Karakter Dengan Menggunakan Metode Dongeng Untuk Menanamkan Budi Pekerti Pada Siswa Kelompok A Tk. Ash Sholihin Jember, menurut kepala sekolah yang disampaikan kepada peneliti terdiri dari beberapa bagian, Pertama, Kontrol secara internal melalui pengawasan kinerja pada guru-guru yang telah kami berikan wewenang, apakah sudah melaksanakan tugasnya dengan benar dan sesuai dengan job diskription pada perencanaan atau tidak. Kedua, dari sisi eksternal, kepuasan orangtua siswa merupakan keberhasilan pelaksanaan dan sebaliknya ketidak puasan orangtua merupakan indikator kegagalan sebuah kegiatan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN FISIK MOTORIK ANAK DI TK PGRI BHAKTI LESTARI KABUPATEN JEMBER Holipa Hoiriya; M. Rudy Sumiharsono; Muljono Muljono
Journal of Education Technology and Inovation Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Program Pasca Sarjana, Universias PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lebih dari 50% dari 40 peserta didik memiliki catatan perkembangan kognitif dan fisik motorik, belum berkembang sesuai harapan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, model pembelajaran kontekstual diyakini mempunyai pengaruh terhadap perkembangan kognitif dan perkembangan fisik motorik anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif kausal, dengan responden 40 anak usia 5-6 tahun di TK PGRI Bhakti Lestari Kabupaten Jember semester genap tahun pelajaran 2019-2020. Daerah penelitian ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling area. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap perkembangan kognitif (2) Terdapat pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap perkembangan fisik motorik (3) Terdapat pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap perkembangan kognitif dan fisik motorik. Didapat nilai korelasi perkembangan kognitif adalah 0,97 dengan sig (2-tailed) = 0,00 <0,05 dan nilai korelasi perkembangan fisik motorik adalah 0,908 dengan sig (2-tailed) = 0,00 < 0,05. Karena nilai korelasi variabel perkembangan kognitif dan perkembangan fisik motorik sama-sama > 0,60 dan nilai sig (2-tailed) < 0,05 maka hipotesis kerja diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap perkembangan kognitif dan perkembangan fisik motorik anak.