Arif Wicaksono
Departemen Anatomi, Fakultas Kedokteran, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Empati Mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia Novta Rouli Sihombing; Ita Armyanti; Arif Wicaksono
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48 No 4 (2021): Dermatologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v48i4.57

Abstract

Latar Belakang. Empati merupakan faktor penting dalam perawatan, pendidikan kedokteran, dan profesionalisme. Tujuan. Mengetahui tingkat empati mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura. Metodologi. Desain penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang, jumlah sampel 86 mahasiswa kedokteran tahun pertama, kedua, ketiga, dan keempat, dipilih menggunakan Probability Sampling jenis Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data primer menggunakan kuesioner Jefferson Scale of Empathy Student version (JSE S-Version) yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Data sekunder berupa informasi jumlah mahasiswa Program Studi Kedokteran tahun pertama, kedua, ketiga dan keempat. Analisis statistik uji T tidak berpasangan dan uji One-way Analysis of Variance (ANOVA). Hasil. Rerata skor empati mahasiswa program studi kedokteran tahun pertama, kedua, ketiga, dan keempat adalah 114,77 (SD 10,187). Mahasiswa yang memiliki tingkat empati rendah sebanyak 45 (52,3%) mahasiswa, dan yang memiliki tingkat empati tinggi sebanyak 41 (47,7%) mahasiswa. Hasil analisis statistik variabel jenis kelamin menunjukkan perbedaan rerata skor empati yang signifikan (p = 0,037), sedangkan variabel tahun pendidikan menunjukan perbedaan yang tidak signifikan (p = 0,136). Simpulan. Rerata skor empati mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura 114,77 menunjukkan tingkat empati yang tinggi. Mahasiswa perempuan memiliki rerata skor empati lebih tinggi dibandingkan mahasiswa laki-laki. Rerata skor empati mahasiswa Program Studi Kedokteran menurun tidak signifikan seiring meningkatnya tahun pendidikan. Background. Empathy is an important factor in patient care, medical education, and professionalism. Purpose. To measure the level of empathy among medical students at the Faculty of Medicine Tanjungpura University. Methodology. The research design was analytic cross-sectional approach with 86 respondents from first, second, third, and fourth year medical students, using the Probability Sampling method of Proportionate Stratified Random Sampling. Primary data was collected by Jefferson Scale of Empathy Student version (JSE S-Version) questionnaire Indonesian translation. Secondary data was from information on the Medical Study Program students in the first, second, third, and fourth year. Statistical analysis used independent samples T test and One-way Analysis of Variance (ANOVA) test. Results. The mean empathy scores of first, second, third, and fourth year medical students are 114,77 (SD 10,187). Students with low level of empathy are 45 (52.3%) students, and high level of empathy was found in 41 (47.7%) students. Statistical analysis on gender variable showed a significant difference in the mean score of empathy (p = 0.037), while on the year of education variable did not result in significant difference (p = 0.037). Conclusion. The average empathy score among medical student at the Faculty of Medicine, Tanjungpura University was 114.77, indicates a high level of empathy. Female students had higher mean empathy scores than male students. The mean empathy score of Medical Study Program students decreased not significantly with increasing years of education.
DESEMINASI TEKNOLOGI AUTOMATIC NEONBOX SEBAGAI MEDIA INFORMASI EDUKATIF PADA KELOMPOK PRODUSEN OMAH SUSU LAWU Wahyudi, Noorsakti; Arif Wicaksono, Darma; M. Shafwallah Al. Aziz. R; Mochamat Bayu Aji
DIKEMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : Politeknik Negeri Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32486/dikemas.v10i1.1140

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik dan nilai edukatif Kampung Omah Susu Lawu yang berlokasi di Desa Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kabupaten Magetan melalui penerapan teknologi Automatic neonbox sebagai media informasi interaktif. Kampung Omah Susu Lawu merupakan kawasan wisata edukatif yang memperkenalkan proses produksi susu dan berbagai olahan turunannya kepada masyarakat. Namun, keterbatasan media informasi visual menyebabkan pesan edukatif dan identitas kawasan belum tersampaikan secara optimal. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian merancang, memproduksi, dan memasang perangkat Automatic neonbox yang menampilkan konten informatif secara dinamis dan menarik. Desain teknologi tersebut dilengkapi sistem otomatisasi berbasis sensor dan mikrokontroler, sehingga mampu beroperasi efisien dan adaptif terhadap kondisi lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan teknologi ini meningkatkan visibilitas Kampung Omah Susu Lawu, memperkuat branding kawasan wisata edukatif, serta memberikan nilai tambah dalam penyampaian informasi kepada pengunjung. Program ini juga mendorong peningkatan literasi teknologi bagi kelompok produsen lokal sebagai mitra pengabdian, sehingga keberlanjutan pemanfaatan media edukatif ini dapat terus dijaga.