Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pemanfaatan Energi Alternatif Dan Terbarukan Yesung Allo Padang; Mirmanto Mirmanto Mirmanto; Syahrul Syahrul Syahrul; Sinarep Sinarep Sinarep; Pandri Pandiatmi Pandiatmi
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 2, No 2 (2020): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.465 KB)

Abstract

Sosialisasi pemanfaatan energi alternatif dan terbarukan harus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda. Mereka harus sadar bahwa kita tidak bisa terus mengandalkan sumber energi dari bahan bakar fosil karena jumlahnya saya sangat terbatas dan tiap waktu kian berkurang. Kita harus memanfaatkan sumber daya lain yang ada di sekeliling kita dan tersedia sangat melimpah. Diantara sumber energi tersebut adalah biogas, biomassa dan energi surya.Biogas adalah gas yang berasal dari aktifitas dekomposisi/pembusukan zat organik oleh bakteri anaerob. Komponen utama biogas adalah metana (CH4) dan karbondioksida (CO2). Gas lainnya seperti H2S merupakan zat pengotor yang seharusnya dikurangi atau dihilangkan sama sekali dalam proses produksi biogas. Energi biomassa adalah energi dari zat organik yang dimanfaatkan tanpa merubahnya menjadi gas. Contoh energi biomassa adalah tempurung kelapa; dapat dibakar secara langsung atau terlebih dulu dijadikan briket untuk dimanfaatkan kemudian. Sementara itu energi dari matahari dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung. Penggunaan secara langsung seperti untuk menjemur produk pangan dan memanaskan air untuk mandi. Sementara secara tidak langsung yaitu diubah dulu menjadi energi listrik dengan teknik solar cell ataupun solar concentrator.Adapun kelompok generasi muda yang menjadi target dalam pengabdian ini adalah siswa siswi kelas III SMAN1 Sumbawa Besar. Meski hanya menampilkan gambar dan video tentang biomassa, biogas dan energi matahari, para peserta sangat antusias mengikuti materi yang diberikan. Hal ini dapat dilihat dari respon mereka ketika sesi tanya jawab. Pertanyaan yang berbobot diajukan para peserta diantaranya teknik penggunaan energi matahari, pembuatan biogas serta perbedaan biomassa dan biogas. Adapula yang menginginkan agar dilakukan demo penggunaan energi alternatif tersebut. Akan tetapi keterbatasan waktu dan peralatan tentunya tak bisa kami lakukan, namun saran tersebut akan kami tampung agar menjadi pertimbangan pada kegiatan sejenis berikutnya.
PENYULUHAN PERAWATAN MESIN PENGGILING PERAK DI JEN’S SILVER DUSUN AMPAN LOLAT DESA UNGGA PRAYA BARAT DAYA LOMBOK TENGAH. i dewa ketut okariawan; Yesung Allo Padang; Tri Rachmanto; Sugiman Sugiman; Salman Salman
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 4, No 1 (2022): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1661.246 KB)

Abstract

ABSTRAKDesa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, adalah salah satu sentra kerajinan perak. JEN’S Silver UKM yang bergerak dibidang kerajinan perak. Adapun permasalahan yang dihaapi oleh UKM yaitu ketidak pahaman mereka dalam pengoprasian dan perawatan mesin penggiling perak yang mereka miliki. Dengan adanya permasalahan ini maka perlu diadakan perbaikan sistem dan penyuluhan mengenai perawatan mesin penggiling perak di UKM tersebut. Adapun tahap pelaksannan kegiatan ini yaitu 1. perancangan dan pembuatan kontrol arah putaran mesin penggiling perak 2. Penyuluhan perawatan mesin penggiling perak dimana keberhasilannya dihitung dengan skala likert. Hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah dengan sistem kontrol arah putaran mesin penggiling perak maka pengoprasiannya menjadi lebih mudah dan sangat aman. Dengan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan mengenai komponen dan perawatan mesin yaitu paling tinggi terjadi pada point pelumas gemuk dan pemakaiannya adalah sebesar 60 % dan paling rendah terjadi pada point roll perak yaitu 20 %.Kata Kunci : Sitem konrol arah putaran, penyuluhan, skala likert ABSTRACTUngga Village, Southwest Praya District, Central Lombok, is one of the silver handicrafts. JEN’S Silver UKM which is engaged in silver handicrafts. The problems faced by UKM are their lack of understanding in the operation and maintenance of their silver rolling machines. With this problem, it is necessary to improve the system and provide counseling regarding the maintenance of silver rolling machines in these UKM. The stages of implementing this activity are 1. designing and making control of the direction of rotation of the silver rolling machine 2. Counseling on the maintenance of silver rolling machines where success is calculated with a Likert scale. The result of this activity is that by controlling the direction of rotation of the silver rolling machine, its operation becomes easier and very safe. With counseling there was an increase in knowledge about machine components and maintenance, the highest occurred at the point of grease lubricant and its use was 60% and the lowest occurred at the silver roll point, which was 20%.Keywords: rotation direction control system, counseling, Likert scale
Alat Press Hidraulik Pada Industri Rumah Tangga Pembuatan Tahu Jawa Di Dusun Karang Kelok, Mataram Nurchayati Nurchayati; Hendry Sakke Tira; Yesung Allo Padang; Rudy Sutanto; Suteja Suteja
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v5i1.145

Abstract

In Karang Kelok hamlet, West Monjok, Mataram, there are currently 2 Home Industries (IRT) that make tofu and are known as Javanese tofu. Because the texture is different from the Lombok tofu in general, this tofu is in great demand by the wider community. So the demand in every day is very much. One of them belongs to Tin's mother. This IRT is able to absorb 3 workers. Every day able to spend 60 kg of soybeans. In producing the tofu, this IRT still uses the traditional method, especially when pressing the tofu is still done by overlapping 1-3 pieces of stone with different weights. Pressing in this way has weaknesses, including security and work safety issues. This condition is also one of the obstacles to be able to produce more tofu products. This pressing is done one by one and in a row, so it also takes up a wider area. Based on these problems, it is necessary to plan and manufacture hydraulic system tofu pressing tools so that the resulting product increases. The purpose of this service is to get a smaller time and area for pressing in the tofu-making process. The method used is to socialize the use of a hydraulic system tofu press. The results obtained are that this tofu press tool can shorten the average pressing time of 4 minutes and reduce the working area of pressing from 3 meters to 1 meter. And it can also reduce the risk of work accidents due to the fall of the crushing stone.  
Pelatihan Penggunaan Geogebra untuk Meningkatkan Pemahaman Matematika Pada Mahasiswa Baru Jurusan Teknik Mesin Unram Nurchayati, Nurchayati; Hendry Sakke Tira; Yesung Allo Padang; Nurpatria, Nurpatria; Arif Mulyanto
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 7 No. 1 (2025): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v7i1.209

Abstract

Some mathematical objects are abstract. Psychological studies state that children learn concrete things more easily than abstract things. The problem of lack of understanding of mathematical material, especially geometry, both two-dimensional and three-dimensional, also occurs among students. For this reason, the solution offered is training in using Geogebra software to display two- and three-dimensional geometry visually and more realistically. So it can be easier to understand. And this needs to be given to new students as preparation for taking the next lecture at Mechanical Engineering, Mataram University. The implementation of this service is divided into several stages. The first is the preparation of practical instructions for operating Geogebra and questionnaires. Provide tests to measure understanding of basic mathematical concepts, both before and after training. Provide a questionnaire to determine learning motivation before participating in training. Next, provide training on using the Geogebra application/software in solving mathematical problems to participants. Apart from that, participants were also given a questionnaire to find out whether this training was useful for participants and whether this training could motivate participants to learn after attending the training. From the results of observations during the training, the participants were very enthusiastic about taking part, as evidenced by the responses from the participants, both those who asked questions and those who answered the instructor's questions regarding the answers to the questions given. The results of the questionnaire showed that by using Geogebra software it was easier and faster for participants to solve the questions. geometry questions, and there was also an increase in scores before and after training.
Alat Pembelah Bambu untuk Meningkatkan Produksi Tusuk Sate di Kelompok Sepakat Bersama, Bengkaung, Batulayar, Lombok Barat Nurchayati, Nurchayati; Yesung Allo Padang; Hendry Sakke Tira; Nurpatria, Nurpatria; Suteja, Suteja
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v7i2.201

Abstract

Semenjak awal tahun 2022 tepatnya pada bulan Maret, pemerintah Republik Indonesia mulai melonggarkan aturan Covid-19. Dampak positif dari hal tersebut adalah kondisi wisata di Lombok mulai menggeliat lagi. Banyak wisatawan yang mulai berkunjung ke wilayah lombok, NTB. Sehingga perekonomian juga berangsur-angsur membaik. Seiring dengan bangkitnya sektor pariwisata ini, usaha kuliner juga mulai tumbuh lagi. Beberapa kuliner yang terkenal di Lombok adalah Sate Rembiga, sate pusut, sate ikan tanjung dan sate bulayak. Untuk membuat berbagai macam jenis sate ini tentunya sangat membutuhkan tusuk sate. Dusun Seraya desa Bengkaung kecamatan Batu Layar Lombok Barat merupakan salah satu daerah penghasil tusuk sate. Produksi tusuk sate di daerah ini masih dikerjakan dengan alat tradisional. Universitas Mataram sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di kota Mataram yang memiliki sumber daya tenaga ahli dan gudangnya ilmuwan sudah seharusnya menunjukkan peran dan partisipasinya untuk peduli terhadap usaha kecil yang ada disekitar kampus. Jarak kelompok usaha tusuk sate ini tidak terlalu jauh dari Universitas Mataram, sekitar 10 km. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan untuk memberikan penyuluhan dan pengenalan alat bantu agar produksi tusuk sate yang dihasilkan menjadi meningkat. Alat yang diaplikasikan ini adalah alat pembelah bambu, yang mampu meningkatkan produksi tusuk sate. Sebelumnya pekerja dalam membelah satu potong bambu, membutuhkan beberapa kali proses pembelahan. Setelah menggunakan alat pembelah bambu ini dapat dikerjakan lebih cepat. Satu kali proses pembelahan sepotong bambu menggunakan alat pembelah bambu ini menghasilkan 10 bilah bambu, yang artinya jauh lebih banyak dibandingkan dengan yang dilakukan selama ini oleh pekerja. Hasil Evaluasi pada saat penyuluhan dapat dikatakan berhasil dengan terlihat semangatnya peserta penyuluhan dalam mempraktekkan penggunaan alat ini. Kata kunci: pembelah bambu, tusuk sate