Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM PENGUATAN EKONOMI MELALUI PELATIHAN KERAJINAN DAUN PANDAN DI DESA KLITIH JOMBANG K, Roro Retno Ayu Ericha; Septyaningrum, Rizkyah Wulan; Ali, Tazkia Farah Feralfi; Zumrotun, Siti; Purwanti, Rosa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.34408

Abstract

Sumber daya alam daun pandan tentu sangat penting untuk dimanfaatkan dalam menunjang kehidupan masyarakat terutama di daerah terpencil seperti Desa Klitih Dusun Rapah Ombo. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan perekonomian dalam pemanfaatan sumber daya alam daun pandan melalui pemberdayaan perempuan Desa Klitih Dusun Rapah Ombo. Penelitain ini dilakukan pada 31 Juni 2022 dengan metode partisipatif. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa perempuan Dusun Rapah Ombo sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pemanfaatan dan pengolahan sumber daya alam daun pandan menjadi kerajinan tangan dimana prosesnya dimulai dari penjabaran materi mengenai pemanfaatan daun pandan kering sebagai kerajinan tangan secara rinci dan detail, persiapan perlengkapan, dan yang terakhir proses pembuatan kerajinan dengan teknik decoupage. Hal ini dikarenakan di Dusun Rapah Ombo belum banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan sumber daya alam daun pandan. Sehingga perlu dorongan dari pihak lain utamanya pemerintah desa agar dapat meningkatkan kemajuan desa dan sumber daya manusia setempat.
Islamic Family Law in Diaspora: Negotiating Gender and Marital Authority among Indonesian Muslim Immigrants in Sydney Zumrotun, Siti; Muhsin, Ilyya; Kuswaya, Adang; Ma’mun, Sukron
Journal of Islamic Law Vol. 7 No. 1 (2026): Journal of Islamic Law
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jil.v7i1.5687

Abstract

This article examines how marital authority and gender relations are negotiated among Indonesian Muslim immigrant families in Sydney within the framework of Islamic family law. While Muslim family norms are often portrayed as uniform, migration to multicultural societies creates new contexts in which Islamic legal doctrines are interpreted and practised in diverse ways. This study, therefore, investigates how key concepts of Islamic family law—qiwāmah (leadership), nafaqah (financial maintenance), ṭāʿah (spousal obligation), shūrā (consultation), and muʿāsharah bi al-maʿrūf (equitable marital relations)—are understood and implemented in Muslim immigrant households. Employing a qualitative socio-legal approach, the research draws on fieldwork and in-depth interviews with Indonesian Muslim immigrant couples in Sydney, complemented by participant observation and doctrinal analysis of Islamic legal texts. The findings identify five patterns of marital relations: owner–property, head–complement, senior–junior partner, equal partner, and equity–equality partner. These relational models reflect different interpretations of Islamic legal authority, ranging from hierarchical readings of qiwāmah to more reciprocal and justice-oriented understandings grounded in maqāṣid al-sharīʿah. The study demonstrates that migration operates as a space of legal negotiation in which Islamic family norms are neither abandoned nor mechanically preserved but continuously reinterpreted through processes of contextual reasoning and everyday marital practice. By linking empirical family dynamics with Islamic legal interpretation, this research contributes to socio-legal scholarship on the transformation of Sharīʿah in minority and diasporic contexts. [Artikel ini menganalisis bagaimana otoritas perkawinan dan relasi gender dinegosiasikan dalam keluarga imigran Muslim Indonesia di Sydney dalam kerangka hukum keluarga Islam. Meskipun norma keluarga Muslim sering dipandang bersifat seragam, migrasi ke masyarakat multikultural menghadirkan konteks baru di mana doktrin hukum Islam ditafsirkan dan dipraktikkan secara beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep-konsep utama dalam hukum keluarga Islam—qiwāmah (kepemimpinan), nafaqah (nafkah), ṭāʿah (ketaatan), shūrā (musyawarah), dan muʿāsharah bi al-maʿrūf (hubungan yang baik)—dipahami dan dijalankan dalam rumah tangga Muslim di diaspora. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sosio-legal melalui kerja lapangan dan wawancara mendalam dengan pasangan imigran Muslim Indonesia di Sydney, yang dilengkapi dengan observasi partisipatif serta analisis doktrinal terhadap literatur hukum Islam. Hasil penelitian mengidentifikasi lima pola relasi perkawinan, yaitu model berbasis harta, kepala-komplementer, mitra senior-junior, mitra setara, dan mitra setara-adil. Pola-pola tersebut mencerminkan beragam interpretasi terhadap otoritas dalam hukum keluarga Islam, mulai dari pembacaan hierarkis terhadap konsep qiwāmah hingga pemahaman yang lebih resiprokal dan berorientasi pada keadilan berdasarkan pendekatan maqāṣid al-sharīʿah. Temuan ini menunjukkan bahwa migrasi menjadi ruang negosiasi hukum di mana norma-norma keluarga Islam tidak sekadar dipertahankan atau ditinggalkan, tetapi terus ditafsirkan ulang melalui proses ijtihad kontekstual dan praktik kehidupan keluarga sehari-hari. Dengan menghubungkan dinamika keluarga Muslim di diaspora dengan interpretasi hukum Islam, penelitian ini memberikan kontribusi bagi kajian sosio-legal mengenai transformasi syariat dalam konteks masyarakat minoritas dan diaspora.]