Hajrah Hajrah
Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kefarmasian "Farmaka Tropis", Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Perbedaan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Kalus Pada Eksplan Daun Sirih Hitam (Piper acre Blume) Hidayat Hidayat; Hajrah Hajrah; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 6 (2017): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.02 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v6i1.248

Abstract

Sirih hitam memiliki banyak manfaat dibidang kefarmasian hanya penggunaannya masih sangat terbatas karena sulit untuk diperoleh oleh karena itu dilakukan upaya pengembangbiakan dengan menggunakan metode kultur jaringan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi efektif zat pengatur tumbuh yang dapat menumbuhkan kalus daun sirih hitam. Eksplan daun sirih hitam ditumbuhkan pada medium Murashige Skoog dengan variasi konsentrasi zat pengatur tumbuh Indole Butyric Acid (IBA) dan 6-Benzyl Amino Purine (BAP) dengan perbandingan beruturut-turut IBA 1 ppm : BAP 2 ppm; IBA 1,5 ppm : BAP 2 ppm; IBA 2 ppm : BAP 2 ppm; IBA 2,5 ppm : BAP 2 ppm; dan IBA 3 ppm : BAP 2 ppm. Hasil yang didapatkan adalah kalus tumbuh pada medium Murashige Skoog dengan konsentrasi zat pengatur tumbuh IBA 1,5 ppm : BAP 2 ppm.
Ekstraksi Polifenol Total dari Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa [Mill.] Urb.) menggunakan Metode Lactic Acid-Sucrose based Microwave Assisted Extraction Kurnya Kurnya; Hajrah Hajrah; Islamudin Ahmad
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 10 (2019): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.377 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v10i1.374

Abstract

Dayak Onion (Eleutherine bulbosa [Mill.] Urb.) It is a plant that grows in Indonesia precisely in the Kalimantan area and has traditionally efficacious in curing various diseases such as diabetes mellitus, hypertension, breast cancer, cholesterol-lowering, and stroke. This study aims to determine the effect of using the lactic acid-sucrose based microwave-assisted extraction (MAE) method to extract total polyphenols from Dayak onion tubers (Eleutherine bulbosa [Mill.] Urb.). Dry samples were extracted using a lactic-sucrose acid (green solvent) solvent in the ratio of 1: 1, 2: 1, and 3: 1 g/g with 50% microwave strength for 10 minutes with a ratio of samples and solvents of 1:10 g /mL. Extracts that have been obtained then determined the total polyphenol levels using a UV-VIS spectrophotometer at a wavelength of 791 nm. Based on the results of the study, it was obtained the levels of polyphenols from each condition of the solvent used in the sample that is 28.73 mg GAE/g sample ( 1: 1 g/g solvent); 20.2 mg GAE/g sample ( 2:1 g/g solvent); 36.35 mg GAE/g sample ( 3:1 g/g solvent). From this study, it can be concluded that the MAE method can be used to extract polyphenol compounds from Dayak bulbs.
Upaya Deklorofilisasi Ektrak Etanol Daun Kokang (Lepisanthes amoena) Alexander Mansyuria; Hajrah Hajrah; Niken Indriyanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 12 (2020): Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.988 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v12i1.405

Abstract

Daun kokang (Lapisanthes amoena L) secara empiris digunakan sebagai pembersih tubuh dan wajah oleh masyarakat Suku Dayak dan Kutai sebagai pengganti fungsi sabun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metabolit sekunder dan membandingkan pelarut dalam proses deklorofilisasi klorofil pada daun kokang untuk melihat aktivitas antioksidan dan tabir surya. Proses deklorofilisasi dilakukan menggunakan 2 pelarut berbeda yang bersifat non polar untuk menarik senyawa klorofil pada simplisia dan hasil deklorofilisasi di maserasi menggunakan pelarut etanol untuk menarik semua senyawa aktifnya. Ekstrak yang didapatkan langsung diidentifikasi senyawanya, diuji aktivitas antioksidan, dan aktivitas tabir surya. Jumlah rendemen ekstrak daun kokang yang didapat dari 120 g simplisia adalah 20,25 % sedangkan ekstrak daun kokang deklorofilisasi aseton dari 107 g simplisia adalah 18,18%. Hasil penelitian menunjukan bahwa Senyawa yang terkandung pada ekstrak daun kokang ialah flavonoid, saponin, dan tanin. Sedangkan senyawa yang terkandung pada ekstrak daun kokang yang telah dideklorofilisasi menggunakan aseton ialah saponin dan tanin. Jumlah klorofil total yang ditarik oleh pelarut aseton ialah 4,191 mg/ml sedangkan N-heksan sebanyak 1,238 mg/ml. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kokang mengandung senyawa flavonoid, saponin, tanin, sedangkan ekstrak daun kokang terdeklorofilisasi aseton mengandung senyawa saponin dan tanin. Jumlah rendemen yang didapat adalah 20,25% dan 18,18% serta pelarut yang paling banyak menarik klorofil adalah aseton.
Kombinasi Fraksi Etil Asetat Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) dan Jahe Emprit (Zingiber officinale var. Amarum) Sebagai Antioksidan Yelfiani Li'lak Todingan; Hajrah Hajrah; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 12 (2020): Proc. Mul. Pharm. Conf.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1320.617 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v12i1.412

Abstract

Red ginger and emprit ginger are plants that are known to have flavonoid compounds with various benefits including antioxidants. This study aims to determine the total flavonoid levels of the ethyl acetate fraction of red ginger and emprit ginger and the IC50 value using the DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazil) method. The highest level of total flavonoids in the ethyl acetate fraction in red ginger was 4,434 mgQE/g extract while in ginger emprit was 11,072 mgQE/g extract. The combination of the ethyl acetate fraction of red ginger and emprit ginger showed very strong antioxidant activity with an IC50 value of 19,027 ppm (1:1 combination), 17,649 ppm (1:2 combination), and 13,711 ppm (2:1 combination).
Optimasi Formula Nanoemulgel Ekstrak Daun Pidada Merah (Sonneratia Caseolaris L) Dengan Variasi Gelling Agent Hajrah Hajrah; Lisna Meylina; Riski Sulistiarini; Lia Puspitasari; Awal Prichatin Kusumo
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i7.52

Abstract

Sediaan gel yang baik dapat diperoleh dengan cara memformulasikan beberapa jenis bahan pembentuk gel, namun yang paling penting untuk diperhatikan adalah pemilihan gelling agent. HPMC (Hidroxy Propyl Methyl Cellulose), Karbopol 960 dan Viskolam MAC 10 merupakan gelling agent yang sering digunakan dalam produksi kosmetik dan obat, karena dapat menghasilkan gel yang bening, mudah larut dalam air, dan mempunyai ketoksikan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gelling agent yang sesuai sebagai pembawa nanoemulgel ekstrak daun pidada merah yang memiliki kestabilan fisika yang sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Formulasi nanoemulgel dibuat dengan variasi gelling agent yang digunakan selanjutnya dilakukan evaluasi sifat fisika yang meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas. Evaluasi basis gel terpilih dilakukan selama 30 hari. Hasil yang diperoleh dari uji stabilitas menunjukan basis gel dengan viskolam MAC 10 memiliki standar yang baik untuk viskositas, pH, daya sebar, homogenitas dan organoleptis.