Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Prototype Alat Pemilah dan Penghancur Sampah Berbasis Mikrokontroler Arduino UNO R3 Sebagai Bahan Pupuk Organik Rahman, Ipung Dwi; Auliq, Muhammad Aan; Sutikno, Sutikno
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 6, No 2 (2024): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v6i2.22318

Abstract

Permasalahan sampah yang terjadi di Indonesia merupakan masalah yang belum dapat diatasi dengan maksimal. Permasalahan ini menjadi permasalahan serius yang seharusnya di tangani dengan serius. Masalah terbesar yang ditemui di lapangan adalah masalah tercampurnya jenis sampah yang berbeda jenis. Hal ini di sebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang benar. Meskipun kita lihat yang terjadi dilapangan, banyak tempat sampah berbagai jenis yang sudah di sediakan, tetapi nyatanya masyarakat tetap membuang sampah tidak sesuai dengan tempatnya. Dengan permasalahan yang terjadi, maka dirancanglah alat pemilah jenis sampah organik, anorganik, dan logam. Tujuan dari alat ini untuk membantu mengurangi penumpukan sampah yang tidak sejenis. Perancangan implementasi alat ini menggunakan input berupa sensor proximity induktif, sensor proximity kapasitif, sensor proximity infrared dan sensor obstacle.  Semua sensor tersebut di kontrol dengan Arduino UNO. Keluaran yang akan muncul nantinya akan di tampilkan di layar LCD. Penampilan di LCD yaitu jumlah sampah yang masuk pada tempat sampah. Tujuan akhir dari alat ini yaitu memperoleh keluaran berupa serpihan sampah organik yang telah di hancurkan di mesin penghancur sampah. Hasil penghancuran sampah ini nantinya dapat dijadikan sebagai pupuk organik. Pengujian sistem menghasilkan data bahwa alat bekerja dengan baik, dengan ditunjukkan di tingkat keberhasilan pada proses pemilahan sampah jenis logam sebesar 100% dengan rata-rata waktu operasional 9,3s. Sampah jenis Anorganik sebesar 80% dengan rata-rata waktu operasional 19,6s. Sampah jenis Organik 100% dengan rata-rata waktu operasional 32,4s. Sehingga dapat diambil data dari keseluruhan memiliki tinggal kehandalan rata-rata 93,3% berhasil. Oleh karena itu prototype sistem ini dapat di katakan handal.
Rancang Bangun Alat Deteksi Alkohol Pada Urin Menggunakan Sensor Array Pratama, Soni; Auliq, Muhammad Aan
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 6, No 1 (2024): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v6i1.7217

Abstract

Penyalahgunaan alkohol merupakan salah satu permasalahan sosial yang masih banyak ditemui di Indonesia dan banyak memberikan dampak negatif seperti menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan memicu tindak kejahatan. Oleh karena itu perlu adanya alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi kadar alkohol di dalam urin manusia. Pada penelitin ini dilakukan pembuatan alat detektor kadar alkohol dalam urin yang dirancang mengunakan 3 (tiga) buah sensor yaitu MQ-3, MQ-4, dan MQ-135 sehingga dapat diketahui karakteristik dari masing-masing sensor. Pada alat ini, tegangan keluaran dari sensor yang berupa ADC dikonversi menjadi VDC kemudian di olah oleh mikrokontroler untuk di proses menjadi keluaran berupa kadar alkohol dalam bentuk persen. Data ini selanjutnya ditampilkan pada LCD. Hasil pengujian terhadap alat deteksi alkohol menunjukkan adanya kenaikan nilai tegangan keluaran sensor saat sensor mendeteksi adanya alkohol. Nilai rata-rata error pengukuran kadar alkohol untuk masing-masing sensor adalah 4,63% untuk sensor MQ-3, 12,17% untuk sensor MQ-4, dan 3,4% untuk sensor MQ-135.
Desain Prototipe Sistem Filtrasi Limbah Produksi Tahu Dengan Menggunakan Sensor pH dan Sensor Turbidity Berbasis Arduino Mega Aziz, Irfan Abdul; Setyawan, Herry; Auliq, M Aan
Jurnal Teknik Elektro dan Komputasi (ELKOM) Vol 5, No 2 (2023): ELKOM
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/elkom.v5i2.7188

Abstract

Tahu merupakan produk makanan khas Indonesia yang populer dan memiliki berbagai variasi olahan. Namun banyak usaha pembuatan tahu masih menggunakan teknologi sederhana, sehingga menghasilkan limbah dengan kandungan yang tinggi. Limbah tersebut dapat menyebabkan pencemaran pada lingkungan, terutama jika limbah tahu dibuang secara langsung ke sungai tanpa pengolahan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka pada penelitian ini dikembangkan sebuah prototipe alat sistem filtrasi air limbah tahu dengan menggunakan mikrokontroler Arduino Mega. Prototipe ini dilengkapi dengan sensor turbidity untuk mengukur kekeruhan air limbah, sensor pH untuk mengukur tingkat keasaman, dan sensor MQ-135 untuk mendeteksi konsentrasi gas CO2 yang dilepaskan oleh limbah cair tahu. Kalibrasi sensor dilakukan dengan membandingkan sistem yang dirancang dengan alat ukur standar yaitu Turbidity Meter, pH Meter, dan Gas Analizer. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan hasil sebelum limbah air tahu di filter dan sesudah di filter. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis yang telah dilakukan, ditemukan penurunan kadar tingkat kekeruhan, tingkat asam-basa, dan kadar gas CO2 yang dikeluarkan. Untuk kekeruhan, terjadi penurunan dari nilai awal 700 NTU menjadi sekitar 150 NTU. Sementara itu, untuk tingkat keasaman, terjadi perubahan dari sekitar 3.50 menjadi sekitar 4.0, perubahan ini tidak terlalu signifikan. Adapun untuk kadar gas CO2 yang dikeluarkan, terjadi penurunan dari sekitar 150 ppm menjadi sekitar 75 ppm.
BIOELECTRICITY OF COCOA POD WASTE AS A SUBSTRATE IN A DOUBLE CHAMBER MICROBIAL FUEL CELL Fitriana, Fitriana; Auliq, M Aan; Akbar, Faisal; Mubarok, Zidny
Jurnal Media Elektro Vol 12 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jme.v12i2.12624

Abstract

Currently, the utilization of cocoa pod has not been maximized, resulting in waste and foul odors that disturb the environment. However, cocoa pod contain a relatively high amount of cellulose compounds that serve as an energy source or nutrition for bacteria to carry out metabolic activities, thus holding the potential to be used as a substrate in microbial fuel cells (MFC). Based on this, the aim of this research is to investigate the bioelectricity generated by a MFC using cocoa pod husk as a substrate, including voltage, current, and power density, in order to determine the potential of cocoa pod husk waste as an electrical energy source. In this study, a double chamber MFC consists of an anode chamber with copper electrodes and a cathode chamber with zinc electrodes, separated by a salt bridge. The bacteria used were Saccharomyces cerevisiae, and the substrate was made from cocoa pod husk waste. Bioelectricity testing involved measuring the voltage, current, and power density produced by the MFC over several minutes. The measurement results for maximum voltage, maximum current generated, and maximum electrical power (at 6 days) from the reactor were as follows: 36.0 mV, 0.19 mA, and 456 mW/m2, respectively.
Pelatihan Keselamatan Kerja Penanggulangan dan Pencegahan Bencana Kebakaran Pada Relawan Kebencanaan Kabupaten Jember Jawa Timur Galuh, Senki Desta; Auliq, M. Aan; Fitriana; Kristiawan, Irfandi; Kumala, Cynthia Intan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.9378

Abstract

Pelatihan keselamatan kerja penanggulangan bencana kebakaran rumah tangga yang dilaksanakan di Kabupaten Jember ini merupakan salah satu cara untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaran pada permukiman, sehingga diharapkan dengan pelatihan ini dapat dijadikan sebagai langkah awal dalam penanggulangan dan pencegahan perilaku tidak aman dan memperbaiki kondisi yang tidak aman pula hingga nantinya dapat meminimalisir resiko terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian baik secara materil serta korban jiwa. Luaran kegiatan yang dihasilkan dari pelatihan ini diantaranya para peserta pelatihan memeliki kemauan untuk mengidentifikasi, mendapatkan informasi, dan pengetahuan mengenai penanggulangan dan pencegahan bencana kebakaran pada rumah tangga, mengetahui cara kerja dan penggunaan yang aman dari berbagai macam sambungan listrik diantaranya: stop contact, setrika listrik, televisi, dan peralatan lainnya. Disamping itu cara penggunaan gas elpiji yang aman, sirkulasi ruang yang baik, serta teknik penanggulangan kebakaran skala dasar
Implementasi Sistem Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) Di Area Pemakaman Perum Pesona Wirolegi Jember Sutikno Sutikno; Iswahyudi Iswahyudi; M Aan Auliq; Dudi Irawan
ABDIMASTEK Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pemakaman Perum Pesona Wirolegi Jember dengan luas ±500 m2 menghadapi kendala serius terkait ketiadaan infrastruktur penerangan pada malam hari. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan rasa tidak aman bagi warga sekitar, tetapi juga menghambat prosesi pemakaman yang bersifat mendesak pada waktu malam. Selama ini, solusi sementara menggunakan generator set (genset) dinilai tidak efektif dan membebani finansial karena Rukun Kematian (RKM) harus menyewa perangkat tersebut. Pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Sistem Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) sebagai solusi energi mandiri dan berkelanjutan. Namun, rendahnya pemahaman teknis pengurus RKM mengenai teknologi fotovoltaik menjadi tantangan dalam keberlanjutan sistem. Metode pelaksanaan program meliputi tahap observasi lapangan, perancangan sistem, instalasi, pengujian, serta sosialisasi teknis mengenai pengoperasian dan pemeliharaan perangkat. Hasil dari kegiatan ini adalah ketersediaan pencahayaan yang memadai di area pemakaman tanpa biaya operasional listrik bulanan, serta peningkatan kapasitas mitra (RKM) dalam mengelola teknologi energi terbarukan secara mandiri. Implementasi PJUTS ini diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial-keagamaan warga Perum Pesona Wirolegi secara optimal dan berkelanjutan.