Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGENALAN LITERASI MATEMATIS PADA SISWA SD AL HILLAL KAMAL KECAMATAN KAIRATU BARAT Mananggel, Marlin Blandy
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.312 KB) | DOI: 10.30598/pakem.2.1.46-53

Abstract

Literasi matematis adalah kemampuan seseorang untuk merumuskan, menerapkan dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks dunia nyata, termasuk kemampuan melakukan penalaran secara matematis dan menggunakan konsep, prosedur, dan fakta untuk menggambarkan, menjelaskan atau memperkirakan suatu kejadian. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan literasi matematis kepada siswa-siswi SD di Kecamatan Kairatu Barat. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan problem solving dan metode tanya jawab, probing prompting serta pemberian reward. Soal-soal literasi matematis disajikan dengan berbagai konten dan konteks serta level kognitif yang berbeda. Kegiatan pembelajaran berlangsung dengan baik, hampir semua siswa sangat antusias dan senang karena memiliki pengalaman dan pengetahuan baru terkait literasi matematis guna mempersiapkan mereka menghadapi Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
PELATIHAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION (RME) BAGI GURU DI KECAMATAN TEHORU DAN TELUTIH Mananggel, Marlin Blandy; Mataheru, Wilmintjie; Salamor, Reinhard
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.2.2.167-175

Abstract

Mathematics learning is currently still focused on material goals, which means that students passively accept mathematical knowledge as "goods" which are transferred by the teacher. The teacher as an important component of the learning process requires learning facilities or media that support the learning. The purpose of this program is to train teachers in preparing learning tools based on realistic mathematics education (RME). This program was implemented in SMA Negeri 9 Maluku Tengah, Tehoru District, Maluku Tengah Regency and elementary and junior high school teachers throughout Tehoru-Telutih District as the target of the activity. This program is carried out in several stages, namely planning, implementation, evaluation and reflection. At the planning stage, coordination was carried out with the District Coordinator of Tehoru-Telutih and partners. The instruments used were a survey of prior knowledge and a participant satisfaction questionnaire. At the implementation stage, initial surveys, training and demonstrations were carried out. Based on the results of joint evaluation and reflection between the implementers and partner teachers, this PPM program is considered to have run very well, there are only suggestions for improvement, namely additional practice time which should be longer. This program is expected to increase partner teachers' mastery of RME-based learning tools and will continue and develop not only in Tehoru-Telutih District, but also for teachers throughout Maluku Tengah Regency
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM MELALUI REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION BAGI GURU SD DI KOTA AMBON Mananggel, Marlin Blandy; Laurens, Theresia; Kempa, Vicardy
PAKEM: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.6.1.81-89

Abstract

The Merdeka Curriculum emphasizes the importance of deep learning as an effort to enhance students’ conceptual understanding, particularly in mathematics education. However, its implementation in elementary schools still faces various challenges, especially related to teachers’ limited understanding in designing and conducting meaningful learning experiences. This community service program aims to improve the pedagogical competencies of elementary school teachers in Ambon City through training and mentoring on the implementation of Realistic Mathematics Education (RME) as an approach to achieving deep learning. The program consisted of four stages: planning, implementation, evaluation, and reflection. The implementation methods included lectures, question-and-answer sessions, discussions, and guided discovery practices. The results show an improvement in teachers’ understanding of deep learning through the application of RME in mathematics teaching, particularly in the domains of number and geometry. The training was rated highly in terms of participant enthusiasm throughout the process and based on satisfaction questionnaire responses. Teachers are expected to design deep learning activities that apply RME principles, involving students as active learning agents, incorporating students’ real-life experiences, and encouraging further exploration and mathematical reasoning. Thus, this program provides a positive contribution to the improvement of the quality of mathematics learning in elementary schools and supports the implementation of the Merdeka Curriculum in Ambon City.
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Siswa SMP pada Materi Teorema Pythagoras Agnes Caroline Angelica Keransz; Carolina Selfisina Ayal; Marlin Blandy Mananggel
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v7.i1.p1-10

Abstract

Kemampuan koneksi matematis siswa masih tergolong rendah, khususnya dalam menghubungkan konsep matematika dengan konsep lain maupun dengan kehidupan sehari-hari. Rendahnya kemampuan koneksi matematis menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam memahami keterkaitan antar konsep matematika dan menyelesaikan masalah kontekstual. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan koneksi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Ambon pada materi teorema Pythagoras. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga siswa yang dipilih berdasarkan kemampuan kategori tinggi, sedang, dan rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan koneksi matematis dan wawancara. Instrumen tes berupa tiga soal uraian yang disusun berdasarkan indikator kemampuan koneksi matematis dan pedoman wawancara. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek kategori tinggi mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan koneksi matematis dan menjawab semua soal dengan benar. Subjek kategori sedang mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan koneksi matematis namun masih melakukan beberapa kesalahan pada satu soal. Sementara itu, subjek kategori rendah hanya memenuhi dua indikator kemampuan koneksi matematis. Dengan demikian, kemampuan koneksi matematis siswa pada materi teorema Pythagoras masih perlu ditingkatkan. Kesalahan yang sering dilakukan siswa adalah kesalahan proses, kesalahan penulisan jawaban, kesalahan konsep dan kesalahan keterampilan komputasi.
ANALISIS TINGKAT KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA MATERI PERPANGKATAN DAN BENTUK AKAR Dessy P Pattiruhu; Theresia Laurens; Marlin Blandy Mananggel
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v6.i1.p1-8

Abstract

Keaktifan belajar siswa adalah suatu kegiatan dimana siswa dapat melakukan berbagai kegiatan dalam pembelajaran diantaranya yaitu aktif dalam melihat, bertanya, menanggapi, menyimpulkan dan menjelaskan kembali materi yang diberikan. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan keaktifan belajar siswa di kelas yaitu model Project Based Learning (PjBL). Model PjBL adalah model pembelajaran yang efektif karena siswa diberi kesempatan untuk beraktivitas didalam kelas, sehingga siswa yang semula tidak aktif akan menjadi aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keaktifan belajar siswa melalui penerapan model Project Based Learning (PjBL) pada materi perpangkatan dan bentuk akar di kelas IX SMP Negeri 6 Ambon. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang guru mata pelajaran dan 26 siswa kelas IX-11. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keaktifan belajar siswa naik dengan menerapkan model PjBL pada materi perpangkatan dan bentuk akar diperoleh persentasenya 65% dengan kategori baik.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID MENGGUNAKAN SMART APPS CREATOR (SAC) PADA MATERI BENTUK ALJABAR UNTUK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 19 MALUKU TENGAH Atika Lokollo; Carolina Selfisina Ayal; Marlin Blandy Mananggel
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v6.i1.p25-33

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis android menggunakan smart apps creator pada materi bentuk aljabar untuk siswa kelas VII SMP Negeri 19 Maluku Tengah yang valid dan praktis. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D). Model Pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Thiagarajan atau yang sering disebut model 4D. Populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu semua siswa kelas VII SMP Negeri 19 Maluku Tengah yang berjumlah 30 orang. Hasil dari penelitian ini adalah media pembelajaran yang diberi nama “Pembelajaran Bentuk Aljabar (PBA)”. Adapun hasil validasi media memenuhi kriteri sangat valid dengan persentase dari ahli media sebesar 100% dan media dengan kriteria sangat vali dengan persentase dari ahli materi sebesar 95%. Selain itu, media PBA juga memenuhi kriteria sangat praktis berdasarkan hasil angket penilaian siswa yaitu 94.41%. Berdasarkan hasil validasi dan hasil uji coba produk, maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis android menggunakan smart apps creator yang diberi nama “Pembelajaran Bentuk Aljabar (PBA)” valid dan praktis sehingga layak digunakan dalam pembelajaran materi bentuk aljabar.