Tri Murniati
Jurusan Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pan-Islamisme Dan Pengaruhnya Pada Pendidikan Di Indonesia Humam, Syafiq; Khafidz, Abdullah; Murniati, Tri
Ar-Rusyd: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2024): Ar-Rusyd: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Ibnu Rusyd Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61094/arrusyd.2830-2281.337

Abstract

Artikel ini membahas tentang pengaruh Pan-Islamisme terhadap sistem pendidikan di Indonesia, yang mencakup analisis ideologis, sejarah, dan dampaknya terhadap kurikulum pendidikan Islam di masa modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, mencakup analisis literatur dari berbagai sumber yang relevan. Dalam artikel ini dijelaskan bagaimana konsep Pan-Islamisme, yang dipelopori oleh tokoh-tokoh seperti Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh, telah menginspirasi transformasi pendidikan Islam di Indonesia melalui pengaruh organisasi seperti Jami’at al-Khair, Al-Irsyad, Sarekat Islam, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan ide-ide Pan-Islamisme dalam pendidikan, terjadi modernisasi kurikulum yang memadukan ilmu pengetahuan umum dan nilai-nilai Islam. Transformasi ini berkontribusi pada pembentukan generasi Muslim yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan tantangan modern. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan penting tentang relevansi Pan-Islamisme dalam membentuk sistem pendidikan di Indonesia.
Kebijakan Kebudayaan Pesisir Kilen Jawa: Urgensi Pengelolaan di Tengah Saling Silang Budaya Marwah, Sofa; Murniati, Tri; Catur Pratiwi, Oktafiani; Ramadhanti, Wita; Perdani, Titis
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 20, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.20.1.80-94

Abstract

ABSTRAK:            Tulisan ini bertujuan untuk menelusuri pengelolaan kebijakan kebudayaan pesisir kilen di pesisir utara Jawa, khususnya di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menjadi penting mengingat masyarakat Pekalongan mengalami saling silang budaya sejak lama antara budaya Jawa, Arab, China dan sebagainya. Oleh karena itu upaya pengembangan budaya asli pesisir oleh Dinas Kebudayaan sangatlah bermakna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penetapan informan secara snowball. Analisis data mengedepankan proses klarifikasi data agar tercapai konsistensi serta  langkah abstraksi teoritis terhadap informasi dan fakta untuk mencapai pernyatan mendasar sebagai kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengelolaan kebudayaan pesisir kilen yang dilakukan Dinas Kebudayaan Kabupaten Pekalongan menjadi sangat penting mengingat sulit untuk mengkontruksikan kebudayaan asli karena masyarakat telah mengalami saling silang budaya sejak lama. Hal yang ironi,  dukungan pendanaan terhadap upaya tersebut masih terbatas. Namun demikian, Dinas Kebudayaan sudah cukup banyak melakukan pengelolaan dan pengembangan budaya, melalui pendataan cagar budaya, kerjasama dengan lembaga pendidikan, pendataan kelompok seni, pengajuan seni tari sintren sebagai warisan budaya takbenda, bantuan peralatan tari, dan sebagainya. Di sisi grassroot, pendanaan seni tari didukung oleh dana pemerintah desa dan dukungan warga lokal.  Implikasi hasil penelitian ini menegaskan bahwa meskipun  aspek govermentality lebih kuat, namun kebijakan pengelolaan kebudayaan asli pesisir kilen oleh pemerintah daerah tetap diperlukan dan perlu ditingkatkan.  Abstract:            This paper aims to explore the policy management of  pesisir kilen culture on the north coast of Java, particularly in Pekalongan Regency. This research is crucial regarding the people of Pekalongan have long experienced cross-culture among Javanese, Arab, Chinese and other cultures. Accordingly, efforts to develop indigenous coastal culture by the Culture Office are purposeful. This research applies a qualitative method by snowball sampling. The data analysis prioritizes the process of data clarification to achieve consistency and theoretical abstraction steps on information and facts to reach fundamental statements as conclusions. The results showed that the efforts of the Pekalongan Regency Cultural Office to manage pesisir kilen culture  are pivotal. It is difficult indeed to construct the original culture as the community has experienced cross culture for a long time. Ironically, funding support for these efforts is  limited. Nevertheless, the Culture Office has done a lot to manage and develop culture, through data collection of cultural heritage, cooperation with educational institutions, data collection of art groups, the proposal of sintren dance as an intangible cultural heritage, provision of the dance equipment, and so on. On the grassroots side, dance funding is supported by village government funds and local community support. The implications of this study emphasize that although the governmentality aspect might be stronger, the policy of managing the original culture of pesisir kilen by the local government stays needed and improved. 
Knowledge and Practice in Household Waste Management Widiyanto, Agnes Fitria; Suratman, Suratman; Alifah, Nisrina; Murniati, Tri; Pratiwi, Oktafiani Catur
Kesmas Vol. 13, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Declining environmental quality is one of population caused by household consumption behavior. Some of the highest contaminant contributions are domestic waste, waste, and company waste. Waste contamination will lead to dead fish, decreased water quality and disease transmission. Community approach can be done to solve the waste problem, especially at the household level. This study uses quantitative methods to analyze the effect of intervention and waste management training on changes in household waste management knowledge and practices. This type of research uses quasi experiment with one group of pre and post test design. The results showed that there was an increase of knowledge about waste management after being given intervention by the researcher because the p value ≤ 0,05. The results also show that there is an increasing practice on waste management after being given intervention by researchers because the p value ≤ 0.05. Based on the research results, it can be concluded that the provision of intervention is effective for improving knowledge and practice in the household waste management.
Diskresi Kebijakan Pengelolaan Budaya Lokal di Kabupaten Banyumas: Tarik Ulur Kepentingan Dua Cabang Kekuasaan Perdani, Titis; Marwah, Sofa; Murniati, Tri
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 21 No. 2 (2024): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Institute of Social and Political Science Jakarta (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta - IISIP Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/jisip.v21i2.334

Abstract

Kebudayaan menjadi aset bagi daerah. Pengelolaan kebijakannya seringkali tidak terlepas dari upaya komoditas dan hegemoni politik, sosial, dan ekonomi. Kabupaten Banyumas adalah wilayah yang memiliki kekhasan budaya Jawa pesisir dan memiliki ragam jenis budaya inklusi. Proses politik dalam penentuan arah kebijakan kebudayaan seringkali ditunggangi oleh kepentingan politik. Kehadiran pokok pikiran anggota dewan (PPAD) menjadi salah satu faktor dilematisasi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menentukan arah kebijakan kebudayaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan pertama, pengelolaan kebijakan kebudayaan di Kabupaten Banyumas sesuai dengan prosedur melalui aturan perundangan yang berlaku. Negosiasi usulan dilakukan di dalam perumusan kebijakan yang seringkali dimaknai sebagai black box policy area. Kedua, dalam proses negosiasi terjadi tarik ulur kepentingan antara eksekutif dan legislatif. Tarik menarik kepentingan membuat penyelerasan program dimaknai menjadi kepentingan politis akibat keterbatasan anggaran daerah dan pembentukan citra anggota legislatif. Dilema dalam penentuan program membuat OPD melakukan upaya diskresi.