Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Otopro

Efisiensi Proses Produksi Batik Melalui Penerapan Mesin Pengering Batik Dan Kompor Pemanas Lilin Batik Semi Otomatis Agung Prijo Budijono; Wahyu Dwi Kurniawan
Otopro Vol 13 No 1 Nov 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v13n1.p30-34

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi UKM produsen batik yaitu pada saat musim hujan pasti mengalami kendala dan hambatan pada proses pengeringan batik tulis. Selama ini proses pengeringan batik tulis dilakukan secara konvensional yaitu dikeringkan dengan mengandalkan panas sinar matahari sehingga membutuhkan waktu relatif lama (± 1,5 jam). Namun apabila cuaca dalam kondisi mendung atau hujan proses pengeringan bisa membutuhkan waktu 3-4 jam. Dengan kata lain pada saat mendung atau hujan produksi batik akan terhambat secara signifikan hal ini akan berakibat pelanggan akan sering komplain. Selain itu, untuk pemanas lilin batik masih menggunakan kompor gas konvensional yang suhunya tidak terkontrol, jika lilin batik terlalu panas maka kompor harus dimatikan dan jika lilin batik terlalu dingin maka harus menyalakan kembali sehingga kurang efisien. Target yang ingin dicapai dari kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan efisiensi waktu proses pengeringan minimal 2 kali lebih cepat dari sebelumnya dan untuk meningkatkan efisiensi konsumsi LPG sebesar 25% dari sebelumnya. Luaran kegiatan ini yaitu mesin pengering batik semi otomatis, kompor pemanas lilin semi otomatis dan publikasi ilmiah. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan tersebut yaitu dengan merancang, manufaktur, assembly dan menerapkan mesin pengering batik printing semi otomatis dan penerapan kompor pemanas lilin batik semi otomatis. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, pihak mitra sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini karena usaha yang selama ini mereka rintis dapat berkembang lebih maju. Berdasarkan hasil uji fungsi yang telah dilakukan, maka dapat dikatakan bahwa mesin pengering batik semi otomatis dan kompor pemanas lilin batik semi otomatis dapat bekerja dengan baik dengan uraian sebagai berikut: (1) Suhu dalam ruang pengering dapat dikontrol sesuai kebutuhan (50 ± 5 o Celcius); (2) Proses pengeringan hanya membutuhkan waktu 1 jam yang tidak terganggu oleh cuaca; (3) Konsumsi gas LPG dalam sekali proses pengeringan sebesar 500 gr; (4) Suhu pemanas lilin batik dapat terkontrol dan terjaga sesuai kebutuhan (125 ± 2 oC); dan (5) Konsumsi gas LPG pada proses pemanasan lilin menjadi lebih hemat 30%, yang awalnya membutuhkan 80 gr/jam menjadi 50 gr/jam.
PENERAPAN MESIN PENGADUK PAKAN TERNAK UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PROSES PENGADUKAN PAKAN TERNAK Agung Prijo Budijono; Djoko Suwito; Wahyu Dwi Kurniawan
Otopro vol 14 No 1 Nov 2018
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n1.p1-5

Abstract

Bapak Sunarko merupakan salah satu peternak ayam arab sekaligus produsen telor ayam arab yang beralamat di Desa Ringinrejo Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri yang. Permasalahan yang selama ini dihadapi Bapak Sunarko yaitu belum adanya teknologi untuk mengaduk pakan ternak, karena selama ini proses pencampuran pakan dilakukan secara konvensional yaitu dengan menggunakan sekop tangan yang membutuhkan waktu relatif lama (60 kg/15 menit). Tujuan dalam kegiatan ini yaitu proses pengadukan pakan menjadi lebih praktis dan efisien dengan indikator minimal 2 kali lebih cepat dari sebelumnya. Untuk membantu menyelesaikan permasalahan Bapak Sunarko maka dilakukan dengan cara merancang, membuat dan menerapkan mesin pengaduk pakan ternak. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan setelah menerapkan mesin pengaduk pakan ternak. Penerapan mesin pengaduk pakan ternak dapat mengatasi permasalahan pihak mitra, dimana proses pengadukan 60 kg pakan membutuhkan waktu 15 menit tetapi dengan menggunakan mesin pengaduk pakan ternak hanya membutuhkan 5 menit. Selain itu, produk yang dihasilkan menjadi lebih berkualitas karena pakan akan tercampur secara merata bila dibandingkan dengan cara manual yang mengandalkan tenaga manusia dan peralatan sekop tangan. Adanya mesin pengaduk pakan ternak, juga meringankan beban kerja karyawan karena tanpa perlu repot-repot mengaduk-aduk campuran pakan dengan menggunakan sekop yang menguras tenaga dan waktu. 
ANALISA PENENTUAN KEBUTUHAN DAYA MOTOR PADA MESIN PEMARUT SINGKONG Soeryanto Soeryanto; Agung Prijo Budijono; Redy Ardiansyah
Otopro Vol 14 No 2 Mei 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v14n2.p54-58

Abstract

Singkong memiliki peranan penting sebagai bahan baku makanan pokok, bahan industri, bahan makanan ternak, maupun sebagai komoditas ekspor. Untuk komoditas ekspor biasanya singkong diolah terlebih dahulu menjadi tepung tapioka. Salah satu tahapan proses pembuatan tepung tapioka yaitu proses pemarutan singkong yang dapat dilakukan menggunakan mesin pemarut singkong. Tujuan dalam kegiatan ini yaitu menganalisa kebutuhan daya motor pada mesin pemarut singkong. Metode yang digunakan diantaranya studi literatur dan observasi di lapangan. Berdasarkan analisa data dapat diketahui bahwa daya yang diperlukan adalah 0,08 HP, jika diketahui efisien akibat transmisi sabuk sebesar 98% maka daya yang sebenarya dibutuhkan adalah 0,08 HP : 98% = 0.082 HP. Jika dipilih motor dengan daya 0,25 HP, dengan efisiensi motor dengan beban penuh sebesar 66% maka daya motor yang sebenarnya adalah 0,25 HP >< 66% = 0,165 HP. Dari perhitungan tersebut maka motor dengan daya 0,25 HP dapat digunakan untuk menggerakkan mekanisme pemarut.
Co-Authors Achmad Harish Aviansyah Achmad Rianto Achmat Soleh Adhitya Wira Dharma Adly Fitra Ainurroji Agam Seftian Effendi Ahmad Setyo Purnomo Aisyah Nur Khalifah Aisyah Nur Khalifah Aldiansyah Rusminanda Alfian Dwi Cahyo Alfian Reynaldi ALI MASUM, AHMAD Amalia Forma Alfianti Andrianto, Afan Andriyanti Achsan Anita Wahyuningtias Arda Widyatama Arda Widyatama Arif Saputra ARIFFAIUDDIN, SAMSUL Asrul Ludin Bagus Dwi Pratama Bangkit Krisna Surya Handaru Bidya Nur Habib Choirul Hamzah Deo Farma Alhadi Desy Syfa Urrohma DIMA DISTYA, YOSHA Djoko Suwito Dwi Safitri Fajar Septiawan Dwi Anggoro Fajar Septiawan Dwi Anggoro Haikal Fikri Abdi Rachman Hima Nurwidya Timur Hizar Alhifari Ramadhan Ibrohim Ibrohim Irenta Teguh Wahyu Widodo Irfan Burhanudin Wibowo Irfan Malik Hartanto Juwono Ardiansah Khoirul Huda Lely Farima Made Pramono MARDHANIS SAIYA, VALANTINO Marwanto, Dodik Maulana Ridhwan Mochammad Takbirul Id’ha Mohamad Rizqi Ardiansyah Mugi Prasetyoso, Dwi Muhammad Ichsan Khofi Muhammad Irfan Maulana Muhammad Rifandiansyah Muhammad Sefriza Toriq Hidayat Muhammad Sefriza Toriq Hidayat Muhimatul Ulya Mukasafah NIken Purwidiani Niken Sari Kiss Arimbi Nikes Sari Kiss Arimbi Nur Aini Susanti NUR HABIB, BIDYA PRIYO WIDHIKDHO, ADE Rahayu, Imami Arum Tri RAHMATULLOH, FAQIHUDDIN RAMADAN, RIZKY Raniya Nur Ningsih Redy Ardiansyah Reza Salfani Rio Antoni Rizky Kurniawan Roby Ferdian Ryan Effendi Saiful Anwar Sha’id Khana’fi Soeryanto Soeryanto Soeryanto Soeryanto Susi Tri Umaroh SYAHRONI, MOCH.ERWIN SYAHRUL SYAH, SYEIHAN Syeihan Syahrul Syah Syukri Ainun Alfath Teguh Ardiyanto, Muhammad Teguh Budi Riono Wahyu Dwi Kurniawan Wahyu Dwi Kurniawan Wahyu Dwi Kurniawan WIDYATAMA, ARDA Windy Saputro, Wicaksono Yan Dwi Pratama Yan Dwi Pratama Yosha Dima Distya Yusuf Mochammad Saputra Zuhfrianto, Ali