Articles
Developing A Virtual Reality Application of Pathok Negoro Mosque for Digital Conservation
Endang Setyawati;
Adwiyah Asyifa;
Hendro Trieddiantoro Putro;
Mohammad Ischak
Journal of Architectural Design and Urbanism Vol 2, No 1 (2019): October 2019
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Engineering, Universitas Diponegoro, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (17.436 KB)
|
DOI: 10.14710/jadu.v2i1.5517
In the last decades, new technologies have been developed and used for digital conservation. Nowadays, virtual reality is becoming an instrument applicable to many areas of science and visual communication. Pathok Negoro Mosque is one of the Javanese Islamic mosque buildings that was built in the 1700s. The building of this mosque still exists. Pathok Negoro Mosque several times has changed the shape and architecture of the building. The mosque was established during the reign of Sultan Hamengku Buwana I, has an extraordinary concept and philosophy. This project was an archiving physical space so they can be digitally preserved. In this paper, we will present the process of the VR app making also describe the benefits and challenges associated with this approach. The method was by research and development by prototyping the building in 3D model, then providing virtual tours in different place and times. This paper will discuss the VR issue focusing on several hardware devices and software platforms for digital content management. This case study allowing a better understanding of masjid pathok negoro history and atmosphere. The analyzed of virtual experience proved to be advantageous in delivering tangible and intangible information.
Analisa bentuk bangunan Loji Klunthung
Endang Setyowati;
Satrio Hasto Broto Wibowo
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Widya Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37631/pendapa.v1i2.111
Loji Klunthung adalah istilah yang dipakai untuk menyebutkan sebuah bangunan dengan bentuk lengkung, hampir menyerupai lingkaran. Struktur utama berupa struktur lengkung dari bahan baja. Struktur memakai struktur pelengkung tiga sendi dengan tumpuan dua buah sendi dan satu tambahan sendi pada puncak lengkungan. Struktur utama dan bahan bangunan yang dipakai adalah bahan-bahan yang dapat memungkinkan terjadinya gaya tarik pada struktur dan bagian-bagian bangunan.
MENINGKATKAN NILAI PRODUKTIVITAS INDUSTRI RUMAH TANGGA PENGOLAHAN KAMBING DARI HULU KE HILIR SEDERHANA FARM DI CANGKRINGAN SLEMAN YOGYAKARTA
Endang Setyowati;
Endro Isnugroho;
Hendro Triediantoro Putro
Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2980.738 KB)
|
DOI: 10.25105/akal.v2i2.10263
Sederhana Farm adalah sebuah industri rumah tangga yang dikembangkan dalam situasi ekonomi pangan di tengah pandemic Covid-19. Penggemukan kambing dirasa kurang mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarga setelah usaha katering dan peternakan ayam petelur mengalami penurunan karena dampak Covid-19. Produktifitas kambing ditingkatkan dari hulu ke hilir, dengan mengoptimalkan hasil. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah biaya produksi yang masih cukup tinggi yang menyebabkan margin pendapatannya menjadi minim. Tujuan PkM untuk meningkatkan pemahaman dalam pengolahan dan penyediaan pakan yang efisien dengan kualitas nutrisi yang baik untukmeningkatkan kualitas daging kambing. Metode pendampingan pengadaan bahan baku pakan berupa tanaman Indigovera, pengadaan mesin pencampur pakan dan teknologi pembuatan pakan fermentasi dan tablet. Teknologi yang telah dikuasai mitra adalah teknik pemotongan hewan yang efisien, teknik pengolahan daging dan jeroan dan sustainability produksi dengan pembuatan empang ikan dan lele untuk menampung beberapa produk kambing yang tidak habis termakan oleh manusia. Analisis dilakukan dengan penerapan teknologi yang terkait dengan permasalahan utama, antara lain adalah penataan layout ruang produksi, meminimalisisr dampak negatif dari tiap tahapan. Peningkatan efisiensi waktu dan peningkatan kualitas produksi berupa jumlah berat daging kambing selama masa pendampingan adalah sebanyak 30%.
Implementation of Architectural Ecological Concepts in Cultural Resort Design in Coastal Area A Case Study of Kubu Beach, Pangkalanbun, Kotawaringin District, West Kalimantan
Ryan Adam Mustaqim;
Endang Setyawati Setyawati
Jurnal Internasional Teknik, Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol 4 No 1 (2022): International Journal of Engineering, Technology and Natural Sciences
Publisher : University of Technology Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1890.566 KB)
|
DOI: 10.46923/ijets.v4i1.136
AbstractThe issue of global warming and its impact on the environment requires urgent consideration from the profession of architecture. One of the ideas for using the notion of ecology as an application and reaction to the issue of environmental harm is to create tourism destination amenities in the form of resorts in coastal areas. The issue that planners face is how to keep the resort building's architecture in keeping with the site's culture. The implementation of the concept of architectural ecology was employed in the design of the resort building on Kubu beach, based on the existing challenges. The implementation is carried out by attempting to keep the place cultivated as a green space. The Resort on Kubu Beach, which is one of Kotawaringin Regency's green space areas (GSA), incorporates the notion of architectural ecology into its design, both in terms of outdoor space and residential buildings and facilities. One of the design solutions is to make use of the natural environment while still providing the modern amenities that today's society requires.Keywords: site culture resort, architecture ecology
Pendekatan Arsitektur Neo-Vernacular Dalam Perancangan Creative Hub Untuk Aktivitas Masyarakat Di Kabupaten Manggarai Barat
Aristo Jonise Songko;
Endang Setyawai
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 2 No 2 (2023): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55300/archvisual.v2i2.1589
Kabupaten Manggarai Barat di Provinsi Nusa Timur (NTT) menjadi salah satu tulang punggung sektor pariwisata nasional tatakala Labuan Bajo, salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas 2016. Pembangunan pariwisata dikembangkan sebagai sektor yang menjanjikan pendapatan besar bagi negara terlebih di daerah yang memiliki sumber daya alam dan budaya yang melimpah. Disisi lain pemerintah Kabupaten Manggarai Barat terus berpacu agar peluang emas yang dimiliki agar dinamika pariwisata daerah dapat memberikan dampak pada perkembangan dan pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarkat lokal, baik dalam bidang Produk Kreatif, Direktorat Industri Kreatif Musik, dan Seni Pertunjukan. Pendekatan arsitektrur neo-vernacular digunakan dalam perancangan creatiive hub dan metode Perancangan yang digunakan adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan dan mencatat data secara detail dari berbagai masalah yang berhubungan dengan objek rancangan. Hasil penerapan dari arsitektur neo-vernacular pada bentuk fasad, bentuk atap, material dan zonasi ruang. Sehingga creative hub membuka lapangan pekerjaan bagi pelaku kreatif dan juga menjadi tempat untuk pelestarian dan pengembangan budaya Manggarai, dan juga menjadi destinasi wisata baru di Kota Labuan Bajo, Kab Manggarai Barat.
Development of Application Based on Augmented Reality as A Learning of History and Culture in Architecture Case Study Pathok Negoro Mosques Yogyakarta
Hendro Trieddiantoro Putro;
Endang Setyowati
Journal of Artificial Intelligence in Architecture Vol. 1 No. 1 (2022): Artificial Intelligence for Enhancing Architectural Design
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jarina.v1i1.4835
Pathok Negoro Mosques is an architectural masterpiece. These mosques are part of history in forming Yogyakarta. The existence of the Sultan’s Ngayogyakarta Palace is inseparable from the Pathok Negoro Mosques building. These mosques also have a function as a defensive system of the Islamic kingdom in Yogyakarta. Arguably, the current generation is getting deprived of the intellectual heritage of culture and history. The history and culture of the Pathok Negoro Mosques will be the content of this research. This research aims to develop an interactive application for learning the history and culture of architecture based on augmented reality. Augmented reality applications developed using unity. This research is proposed to be carried out in 2 stages. The first stage is related to the collection of the historical and cultural context of the mosque. The second stage is the development of an AR application for Android mobile devices. The reference data was made into the AR application with several methods, such as plane detection and image tracking. The research managed to develop a mobile augmented reality application in Unity3D 2018.3.14f1 for android devices that consists of the narrative recorded voice of brief history and culture the Pathok Negoro Mosques. The app also shows a well-ordered animation of building structure such as roof, roof insulation, roof structure and column of Pathok Negoro Mosques. Moreover, the research showed a clear step and issue of making an augmented reality app as learning of history and culture of Pathok Negoro Mosques
Virtual Reality Application of Interactive Interior: The Development Study for Computer and Android Smartphones
Hendro Trieddiantoro Putro;
Luhur Sapto Pamungkas;
Suparno Sastra;
Murwantoro Panghargyo;
Endang Setyawati;
Endah Tisnawati
Journal of Artificial Intelligence in Architecture Vol. 1 No. 2 (2022): Artificial Intelligence for Enhancing Architectural Design
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24002/jarina.v1i2.6106
This research describes the process, obstacles, and results in making a Virtual Reality Application of interactive interior using Unity 3D. In this research, we propose a VR application that supports interaction and VR views between users and the digital environment using computers and android smartphones. The study has three stages, namely input, process, and output. C# script was developed for user interaction with the digital environment. The user can interact in a small interior room with digital objects such as moving around, changing furniture color, and switching the light on or off. The research successfully created a virtual reality application using Unity3D for computers and android smartphones. This study clearly describes the step of making virtual reality applications and the problems encountered during the process—also, a more stabilized method for developing the interactive user feature. Moreover, the research brings another opportunity for VR application development that focuses on other VR development factors such as immersion, imagination, and insight.
Penerapan Transformasi Arsitektur Tradisional Buton pada Perancangan Cultural Center di Kabupaten Buton
Aldin Am Umar;
Endang Setyawati;
Akbar Preambudi
Archvisual: Jurnal Arsitektur dan Perencanaan Vol 3 No 1 (2023): Archvisual
Publisher : Program Studi Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55300/archvisual.v3i1.1584
Kabupaten Buton berada di Sulawesi Tenggara dengan masyarakatnya yang kental dengan budaya dan tradisi turun temurun. Namun, perkembangan teknologi mempengaruhi minat masyarakat Buton terhadap pelestarian budaya lokal, terutama pada generasi muda. Salah satu penyebabnya adalah belum ada wadah komunitas pelaku kegiatan budaya dan wadah pengembangan budaya Buton. Salah satu usaha untuk menjaga nilai budaya local ialah perlu adanya wadah bagi pelaku budaya dan pengembangan budaya lokal tersebut, berupa bangunan cultural center yang sekaligus dapat digunakan sebagai fasilitas penunjang wisata di Kabupaten Buton. Tujuan dari penelitian ini untuk menyusun konsep perancangan bangunan cultural center di Kabupaten Buton dengan pendekatan transformasi arsitektur tradisional. Pendekatan ini ditujukan agar nilai tradisional Buton terwujud dalam arsitektur bangunan cultural center yang dapat menjadi momen sejarah arsitektur tradisonal Buton. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif analisis dengan mengungkap data eksisting dan dianalisis dengan konsep transformasi arsitektur tradisional Buton. Konsep perancangan yang dihasilkan berupa transformasi arsitektur tradisonal yang diterapakan pada: perletakan tata massa; pola tata ruang rumah adat malige; filosofi bentuk massa; ornamen; serta struktur pada bangunan rumah adat malige Buton.
Makna Arsitektur Masjid Pathok Negoro Sebuah Karya yang Melampaui Batas Ruang dan Waktu
Setyawati, Endang;
Tisnawati, Endah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/sinektika.vi.4531
Dalam wilayah Kawasan Negara Kasultanan Yogyakarta, dikenal adanya keberadaan Masjid Pathok Negoro. Masjid-masjid ini pada masa pendiriannya difungsikan sebagai sistem pertahanan negara dari serangan musuh (penjajah Belanda dan Jepang pada masanya), baik dari dalam maupun dari luar wilayah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah adanya kesenjangan teori tentang bentuk pertahanan suatu wilayah Kerajaan dengan bentuk pertahanan yang ada di Negara Kasultanan Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan grounded theory, dengan tujuan untuk mengungkap makna dari fakta empiris yang mendalam dari fenomena yang ada. Dalam grounded, penelusuran data lebih banyak dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan. Grounded theory bertujuan untuk mengembangkan teori dari data lapangan tanpa adanya teori awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pertahanan Masjid Pathok Negoro yang dirancang oleh Sultan HB I sejak awal berdiri dalam fungsinya sebagai sistem pertahanan negara telah bergeser menjadi bentuk teritori wilayah masyarakat eksklusif masyarakat Islam. Keberadaannya masih bisa dirasakan dalam era modern saat ini sebagai wilayah yang eksklusif dalam kehidupan masyarakatnya. Peran raja/Sultan dan Kyai menjadi faktor penting dalam membentuk kondisi peruangan wilayahnya.
Makna Arsitektur Masjid Pathok Negoro Sebuah Karya yang Melampaui Batas Ruang dan Waktu
Setyawati, Endang;
Tisnawati, Endah
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 22, No 1: January 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23917/sinektika.vi.4531
Dalam wilayah Kawasan Negara Kasultanan Yogyakarta, dikenal adanya keberadaan Masjid Pathok Negoro. Masjid-masjid ini pada masa pendiriannya difungsikan sebagai sistem pertahanan negara dari serangan musuh (penjajah Belanda dan Jepang pada masanya), baik dari dalam maupun dari luar wilayah. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian adalah adanya kesenjangan teori tentang bentuk pertahanan suatu wilayah Kerajaan dengan bentuk pertahanan yang ada di Negara Kasultanan Yogyakarta. Metode penelitian menggunakan grounded theory, dengan tujuan untuk mengungkap makna dari fakta empiris yang mendalam dari fenomena yang ada. Dalam grounded, penelusuran data lebih banyak dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan. Grounded theory bertujuan untuk mengembangkan teori dari data lapangan tanpa adanya teori awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pertahanan Masjid Pathok Negoro yang dirancang oleh Sultan HB I sejak awal berdiri dalam fungsinya sebagai sistem pertahanan negara telah bergeser menjadi bentuk teritori wilayah masyarakat eksklusif masyarakat Islam. Keberadaannya masih bisa dirasakan dalam era modern saat ini sebagai wilayah yang eksklusif dalam kehidupan masyarakatnya. Peran raja/Sultan dan Kyai menjadi faktor penting dalam membentuk kondisi peruangan wilayahnya.