Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Inflasi, Suku Bunga, Indeks Produksi Industri (IPI), dan E-money terhadap Velocity of Money di Indonesia 2012-2023 Adelia Utami; Nurbetty Herlina Sitorus
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 12 (2025): IJEMA - Desember 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh terhadap Inflasi, Suku Bunga, Indeks Produksi Industri, dan e-money terhadap velocity of money di Indonesia pada tahun 2012-2023. Metode yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) dengan data triwulan 2012-2023. Data yang digunakan pada penelitian ini bersumber pada Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan, suku bunga berpengaruh positif dan tidak signifikan, indeks produksi industri berpengaruh positif dan tidak signifikan, serta e-money berpengaruh positif dan tidak signifikan. Sedangkan dalam jangka pendek, inflasi berpengaruh negatif dan signifikan, suku bunga berpengaruh positif dan tidak signifikan, indeks produksi industri berpengaruh positif dan signifikan, serta e-money berpengaruh negatif dan tidak signifikan
Analisis Pengaruh Kondisi Ekonomi Domestik dan Ketidakpastian Global terhadap Stabilitas Harga di Indonesia Nahiyatun Nafsiah; Nurbetty Herlina Sitorus
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 4 (2026): IJEMA - April 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat bahwa inflasi yang tidak dapat diprediksi dapat merusak daya beli dan aktivitas ekonomi, penelitian ini mencoba untuk meneliti dampak masalah perbankan, makroekonomi domestik, dan situasi internasional terhadap inflasi di Indonesia. Pertanyaan yang diajukan adalah bagaimana indeks harga pangan dunia, indeks ketidakpastian global, PDB, suku bunga acuan, dan rasio pinjaman terhadap simpanan memengaruhi inflasi dalam jangka pendek dan jangka panjang. Dengan menggunakan data kuartalan dari kuartal pertama 2015 hingga kuartal kedua 2025, penelitian ini menerapkan strategi kuantitatif menggunakan pendekatan Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Menurut temuan studi ini, indeks harga pangan global, suku bunga acuan, dan produk domestik bruto (dengan keterlambatan) semuanya memiliki dampak terhadap inflasi dalam jangka pendek, sementara indeks ketidakpastian global dan rasio pinjaman terhadap simpanan tidak. Inflasi jangka panjang dipengaruhi secara signifikan positif oleh Rasio Pinjaman terhadap Simpanan, indeks ketidakpastian global, dan indeks harga pangan global, sementara dipengaruhi secara negatif oleh PDB dan suku bunga acuan. Hasil ini menunjukkan bahwa berbagai faktor domestik dan internasional dengan berbagai saluran transmisi memengaruhi inflasi. Studi ini menyimpulkan bahwa menstabilkan variabel eksternal, sektor perbankan, dan sektor moneter semuanya memerlukan strategi terpadu untuk membatasi inflasi