Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DEEP BREATHING EXERCISE DAN PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TERHADAP FATIGUE PASIEN HEMODIALISA Yusnaini Siagian; Liza Wati; Utari Yunie Atrie; Amelia Saputri
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7372

Abstract

Pendahuluan : Fatigue merupakan keluhan utama pada pasien hemodialisa yang berdampak pada penurunan kualitas hidup dan kepatuhan terapi. Intervensi nonfarmakologis seperti Deep Breathing Exercis (DBE) dan Progressive Muscle Relaxation (PMR) menjadi alternatif potensial untuk mengurangi kelelahan. Tujuan Penelitian ini membandingkan efektivitas DBE dan PMR terhadap tingkat fatigue pada pasien hemodialisa di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Metode : Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan rancangan pretest-posttest without control pada dua kelompok intervensi. Sampel ditentukan dengan tehnik purposive sampling berjumlah 32 responden dibagi dua kelompok DBE dan PMR. Intervensi dilakukan selama dua minggu sebanyak dua kali per minggu. Pengukuran fatigue menggunakan FACIT-Fatigue sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon untuk perbedaan dalam kelompok dan Mann-Whitney untuk perbedaan antar kelompok. Hasil menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat fatigue pada DBE (p = 0,005) dan PMR (p = 0,001). Perbandingan antar kelompok menunjukkan PMR lebih efektif dibandingkan DBE (p = 0,015), dengan mayoritas responden PMR berada pada kategori fatigue ringan pasca intervensi (93,8%) dibandingkan DBE (43,8%). Diskusi : PMR lebih efektif menurunkan fatigue pada pasien hemodialisa. Hasil ini mendukung penerapan DBE dan PMR sebagai intervensi nonfarmakologis yang mudah, murah dan aplikatif dalam praktik keperawatan, khususnya pada pasien dengan hemodialisa jangka panjang.
Pelatihan Peningkatan Kemampuan Perawat Unit Hemodialisis RSUD Kota Tanjungpinang sebagai Edukator untuk Meningkatkan Self Management Pasien yang Menjalani Hemodialisis Yusnaini Siagian; Utari Yunie Atrie; Liza Wati; Zuraidah Zuraidah; Ikha Rahardiantini
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cv8snf19

Abstract

Masalah yang paling banyak dialami pasien hemodialisis adalah kelebihan asupan cairan yang berdampak terhadap komplikasi. Pasien hemodialisis dapat memiliki kualitas hidup baik jika melakukan perubahan gaya hidup yang signifikan agar mampu beradaptasi terutama dengan pembatasan asupan cairan. Perubahan gaya hidup pasien tersebut membutuhkan keterlibatan perawat terutama dalam meningkatkan self management cairan. Perawat memainkan peran penting dalam memberikan asuhan keperawatan yang tidak hanya berfokus pada penurunan morbiditas dan mortalitas pasien hemodialisis tetapi dituntut harus mampu melihat pasien secara menyeluruh yang diharapkan dapat membantu mempertahankan atau meningkatkan kualitas hidupnya. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan perawat unit hemodialisa sebagai edukator untuk meningkatkan self management pasien yang menjalani hemodialisis. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyaratakat ini berupa pemaparan hasil penelitian terkait pengaruh aplikasi Self Management Chonic Kidney Disease (SM CKD) terhadap self manajement cairan pada pasien hemodialisis dilanjutkan dengan pemberian edukasi tentang self manajemen cairan hemodialisis dan demonstrasi penggunaan aplikasi SM CKD. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 17 orang perawat. Semua perawat yang hadir di kegiatan ini belum mengetahui salah satu cara meningkatkan self manajement cairan pasien hemodialisis dengan penggunaan aplikasi SM CKD. Kegiatan terlaksana dengan baik dan seluruh perawat terlihat aktif berdiskusi serta antusias. Kedepannya diharapkan aplikasi yang digunakan lebih lengkap menunya hingga dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.